Kesehatan Wanita

10 Kondisi yang Menyebabkan Haid Lebih dari 2 Minggu

Haid lebih dari 2 minggu pastinya membuat para perempuan jadi khawatir dan bingung. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apa ada yang salah dengan tubuh saya? Beragam pertanyaan mungkin akan muncul dari pikiran Anda jika mengalaminya. 

Umumnya, siklus menstruasi berlangsung 21 – 35 hari dan terjadi selama 2 – 7 hari dalam setiap siklus. Namun, dalam kondisi tertentu, dapat membuat Anda mengalami haid lebih dari 2 minggu. Durasi haid yang lama ini akan membuat siklus menstruasi Anda jadi lebih lama dan tidak teratur. Bahkan, bisa menjadi pertanda adanya sesuatu yang tidak beres yang sedang terjadi di tubuh Anda.

Cara melacak siklus menstruasi setiap bulannya

Untuk mengetahui siklus menstruasi teratur atau tidak, Anda bisa mulai dengan mencatat tanggal Anda mendapat haid setiap bulannya di kalender. Setidaknya, lakukan hal tersebut selama beberapa bulan berturut-turut.

Selain itu, beberapa hal-hal yang perlu dicatat juga setiap bulannya, meliputi:

  • Tanggal akhir. 

Ini bisa mengidentifikasi siklus menstruasi Anda, apakah lebih panjang atau lebih pendek dari biasanya.

  • Aliran darah haid. 

Catat juga perkiraan aliran darah haid Anda, apakah lebih ringan atau lebih berat dari biasanya, serta seberapa sering Anda perlu mengganti pembalut saat hari pertama menstruasi. 

  • Pendarahan yang tidak normal. 

Penting juga untuk mencatat apakah Anda mengalami pendarahan di antara siklus menstruasi atau tidak.

  • Nyeri hebat di bagian bawah perut. 

Tidak sedikit wanita yang saat haid mengalami nyeri perut hebat hingga tidak dapat beraktivitas dengan normal. 

  • Perubahan lainnya. 

Hal yang mungkin juga penting untuk dicatat adalah perubahan mood, perilaku, atau hal lainnya yang mungkin terjadi saat  atau mendekati waktu menstruasi.

Kondisi yang menyebabkan haid lebih dari 2 minggu

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan wanita mengalami haid lebih dari 2 minggu adalah:

  1. Kehamilan yang berbahaya

Bisa saja, haid lebih dari 2 minggu bukanlah benar-benar darah menstruasi, melainkan pertanda bahaya dari kehamilan, seperti kehamilan ektopik, keguguran, atau plasenta previa, yang dapat menyebabkan perdarahan seolah-olah haid yang berlangsung lebih lama. 

  1. Perdarahan saat ovulasi

Haid yang berlangsung lebih dari 14 hari bisa disebabkan oleh adanya perdarahan saat ovulasi, yaitu keluarnya sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium). Ketika ovulasi terjadi menjelang akhir periode menstruasi, bercak dari ovulasi bisa terlihat seolah-olah Anda haid lebih lama dari biasanya.

  1. Memasang alat kontrasepsi dalam rahim

Beberapa jenis alat kontrasepsi ada yang dipasang di dalam rahim, seperti IUD (IUD hormonal dan IUD non-hormonal), yang dapat menyebabkan perdarahan. Siklus menstruasi pun juga bisa menjadi tidak teratur karena perdarahan tersebut. Namun, dalam kebanyakan kasus, perdarahan dapat hilang setelah 3 – 6 bulan.

  1. Mengonsumsi pil KB hormonal

Tidak sedikit wanita yang telah menikah dan ingin mencegah kehamilan mengonsumsi pil KB hormonal sebagai alat kontrasepsinya. Pil KB bekerja dengan mengendalikan hormonal tubuh, sehingga memengaruhi siklus menstruasi Anda. Hal ini pun dapat menyebabkan haid lebih dari 2 minggu. Biasanya, gejala seperti ini berlangsung selama beberapa bulan pertama Anda mengonsumsinya.

  1. Gangguan tiroid

Kelenjar tiroid dalam tubuh kita bertanggung jawab untuk mengatur seluruh fungsi kerja hormon. Pada wanita, kelenjar ini juga mengatur hormon yang berkaitan dengan siklus menstruasi. Jika kelenjar tiroidnya kurang atau terlalu aktif, mungkin akan mengalami periode haid yang lama seolah-olah tidak akan berhenti.

  1. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

PCOS termasuk masalah reproduksi wanita yang sering terjadi. Gangguan ini termasuk kelainan sistem endokrin yang dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur. Ini karena sel indung telur (ovarium) terlihat membesar dan ada sekumpulan kecil berisi cairan (folikel) di setiap ovarium. Folikel tersebut dapat terlihat selama pemeriksaan USG.

  1. Endometriosis

Endometriosis adalah adanya jaringan yang tumbuh di luar rahim dan jaringan tersebut mirip dengan jaringan yang melapisi rahim. Jaringan ini dapat membengkak dan berdarah sebagai respons terhadap hormon, layaknya rahim yang menebal, lalu meluruh sebagai darah menstruasi ketika tidak ada proses pembuahan. Bedanya, darah akibat endometriosis tidak dapat keluar dari tubuh, sehingga menyebabkan nyeri dan komplikasi, seperti adhesi dan kista.

  1. Fibroid rahim

Fibroid rahim (uterus) adalah pertumbuhan sel-sel rahim, tetapi bukan kanker. Kondisi ini juga dapat menyebabkan haid lebih dari 2 minggu, sehingga siklus menstruasi jadi lebih lama. 

  1. Kelainan darah

Ada kemungkinan haid yang berlangsung lama disebabkan oleh kelainan darah, meskipun hal ini jarang terjadi. Gangguan darah yang paling umum pada wanita adalah penyakit Von Willebrand. Kelainan darah ini dapat menyebabkan perdarahan hebat dan haid lebih dari 2 minggu. 

  1. Kanker serviks.

Kanker serviks dapat menyebabkan perdarahan yang tidak normal, termasuk di antara menstruasi dan setelah melakukan hubungan seksual. Akibatnya, siklus menstruasi pun berlangsung lebih lama dan lebih berat dari biasanya.

Inilah 10 kemungkinan alasan yang menyebabkan seorang wanita mengalami haid lebih dari 2 minggu. Tentunya, hal ini perlu ditangani dengan melakukan konsultasi dan pemeriksaan langsung ke dokter obgyn. Penggantian jenis kontrasepsi yang lebih sesuai dan membuat Anda lebih nyaman mungkin akan dilakukan. Perawatan secara medis juga mungkin diperlukan jika memang Anda didiagnosis memiliki masalah pada organ reproduksi.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*