11 Penyebab Wanita Mengalami Haid 1 Hari

Haid 1 hari mungkin pernah dialami oleh sebagian wanita. Selain durasinya singkat, darah yang keluar juga tidak banyak. Masalah ini sebenarnya dipengaruhi oleh kondisi medis tertentu dan gaya hidup. Lalu, apa saja penyebabnya?

Penyebab Haid 1 Hari

Normalnya, wanita mengalami menstruasi setidaknya dalam durasi 2-7 hari lamanya. Jika haid 1 hari, tentu ada kondisi tertentu yang perlu diwaspadai.

Memang, durasi menstruasi ini berbeda-beda. Bahkan ada yang mengalami haid cuma 2 hari saja. Bagaimana dengan haid 1 hari? Berikut penjelasan penyebabnya.

  1. Kehamilan

Perlu diketahui bahwa darah yang keluar dari vagina tidak hanya karena menstruasi saja. Tetapi juga bisa menjadi pertanda kehamilan.

Perdarahan bisa saja terjadi akibat proses implantasi. Yaitu saat sel telur yang sudah dibuahi menempel di lapisan rahim.  Biasanya akan terjadi setelah 10-14 hari setelah terjadi pembuahan. Akan tetapi, tidak semua wanita hamil juga mengalami haid 1 hari ini.

Jika Anda mengalami haid 1 hari dan darahnya sedikit serta berwarna merah muda atau cokelat tua, segeralah beli test pack untuk memastikan. Mungkin saja ini menjadi pertanda bahwa Anda sedang hamil.

  • Kehamilan Ektopik

Haid 1 hari juga bisa menjadi pertanda bahwa Anda sedang mengalami kehamilan ektopik. Normalnya, sel telur yang dibuahi akan menempel di rahim. Pada kehamilan ektopik, sel telur akan menempek di saluran tuba falopi, serviks, atau ovarium.

Jika Anda mengalami gejala seperti nyeri panggul dan disertai perdarahan vagina, mungkin saja Anda mengalami kehamilan ektopik.

  • Faktor Alat Kontraseptsi dan Obat-obatan Tertentu

Semua jenis alat kontrasepsi dan juga obat tertentu bisa juga menyebabkan Anda mengalami haid 1 hari, biasanya darah yang keluar sedikit.

Hal ini akibat lapisan rahim menjadi tipis karena hormon dalam alat kontrasepsi tersebut. Kondisi ini akan membuat fase haid Anda menjadi singkat dan darahnya sedikit.

  • Olahraga Berlebihan

Olahraga yang berlebihan tidak baik karena bisa mengganggu siklus menstruasi. Apalagi jika energi yang terbakar tidak seimbang dengan nutrisi yang masuk ke tubuh. Bahkan, ini bisa menghentikan produksi hormon yang mengontrol ovulasi dan menyebabkan memperlambat hipotalamus.

  • Penurunan Berat Badan Secara Signifikan

Berat badan yang turun drastis secara tiba-tiba bisa membuat periode menstruasi jadi tidak teratur.

  • Stres

Stres juga memiliki dampak buruk pada hormon dalam tubuh. Sehingga sering kali saat stres melanda, siklus menstruasi pun menjadi tidak teratur.

Bahkan untuk stres parah, siklus menstruasi akan menjadi lebih pendek dan darah yang keluar juga sdikit.

  • Perimenopause

Perimenopause biasanya dirasakan oleh wanita yang berusia 30-50 tahun. Ini merupakan masa sebelum seorang wanita memasuki menopause. Periode ini juga dapat mengganggu diklus menstruasi seseorang. Selain mempersingkat durasi, perimenopause juga bisa membuat wanita tidak menstruasi.

  • Menyusui

Wanita yang menyusui juga bisa mengalami haid 1 hari ini. Bahkan ketika menyusui, masa haid juga bisa menjadi tertunda.

  • Keguguran

Keguguran akan menyebabkan munculnya darah dari vagina. Kadang wanita yang tidak sadar sedang hamil akan menganggap darah yang keluar adalah haid.

Perdarahan karena keguguran bisa muncul ringan maupun berat. Durasinya juga berbeda, bahkan ada yang singkat.

  1. PCOS

PCOS atau sindrom ovarium polikistik adalah kondisi hormon yang tidak seimbang. PCOS bisa menghentikan ovulasi dan membuat durasi menstruasi menjadi pendek.

  1. Pubertas

Remaja yang ada di fase pubertas biasanya mengalami menstruasi, namun cenderung masih belum stabil. Sehingga membuat fase haidnya menjadi sebentar, seperti haid 1 hari.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*