Hidup Sehat

Berkat Teh Hijau, Minum Teh Setelah Makan Menyehatkan

Apabila Anda ingin menurunkan berat badan, memilih minuman yang tepat sama pentingnya dengan memilih makanan yang sehat. Misalnya saja, Anda ingin mengganti minuman berkalori tinggi dengan minuman yang rendah kalori seperti teh hijau. Teh hijau juga memiliki manfaat kesehatan tambahan lainnya dalam mengurangi berat badan. Namun, untuk benar-benar mengurangi berat badan dalam jumlah yang signigikan, minum teh hijau saja tidak cukup. Anda bisa minum teh hijau setelah makan. Namun, agar bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal, ada baiknya meminumnya sebelum makan. Artikel ini akan membahas manfaat teh hijau dalam menurunkan berat badan, sekaligus fungsinya dalam meningkatkan fungsi metabolisme.

Menurut studi yang diterbitkan di Jurnal Kampus Nutrisi Amerika 2010, meminum empat cangkir teh hijau atau 4 cangkir air yang dicampur ekstrak teh hijau dapat membantu mereka yang menderita obesitas dalam menurunkan berat badan. Mereka yang minum teh setelah makan dapat menurunkan berat badan lebih dari 2 kg dalam studi yang dilakukan selama 8 minggu tersebut dibandingkan dengan mereka yang hanya meminum air putih. Sementara itu, mereka yang mengonsumsi ekstrak teh hijau mengalami penurunan berat badan sebesar 1.5 kg. Hal ini mungkin disebabkan karena kandungan EGCG, sebuah zat yang ditemukan di dalam teh hijau yang diklasifikasikan sebagai katekin.

Mengonsumsi katekin yang banyak ditemukan di dalam teh hijau dapat membantu wanita dalam menurunkan berat badan dan menghilangkan lemak tubuh, termasuk lemak perut, menurut studi yang diterbitkan di jurnal Obesitas pada bulan Juni 2017. Studi lain yang diterbitkan pada Penelitian Obesitas tahun 2005 menemukan bahwa campuran kafein dan EGCG dalam teh hijau dapat membantu meningkatkan metabolisme dan proses pembakaran lemak, sehingga dapat mengurangi berat badan dan lemak, dibandingkan dengan mengonsumsi placebo. Artikel ulasan yang diterbitkan pada Jurnal Nutrisi Biokimia pada bulan Januari 2011 menunjukkan bahwa kafein dan katekin dapat bekerja secara sinergis yang masing-masing meningkatkan potensi manfaat mengurangi berat badan satu sama lain.

Namun, Anda harus menemukan waktu meminum teh hijau yang tepat. Akan lebih baik apabila Anda tidak meminum teh hijau di waktu yang bersamaan dengan mengonsumsi produk-produk yang terbuat dari susu karena susu dapat menghambat efek teh hijau dalam manfaatnya terhadap metabolisme tubuh. Walaupun minum teh setelah makan masih menyediakan manfaat kesehatan berupa kafein dan katekin yang dapat mengurangi berat badan, akan lebih baik apabila Anda minum teh hijau sebelum makan. Meminum teh hijau sebelum makan dapat membuat Anda merasa kenyang sehingga Anda akan makan dalam porsi yang sedikit. Menurut studi pada obesitas yang diterbitkan tahun 2011, bahkan meminum air putih biasa sebelum makan dapat membantu mengurangi berat badan. Meskipun Anda bisa minum teh setelah makan (khusus teh hijau), Anda tetap harus melakukan olahraga guna meningkatkan efek penurunan berat badan. Olahraga penting terutama ketika Anda mencoba menurunkan berat badan, karena dengan bersamaan minum teh hijau, lemak akan berkurang dan tubuh dapat membantu mengurangi otot yang hilang. Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Nutrisi tahun 2009 menemukan bahwa kombinasi olahraga setidaknya 180 menit per minggu dan minum teh hijua dapat mengurangi lemak perut jika dibandingkan dengan olahraga saja. Seperti yang kita tahu, lemak perut adalah salah satu jenis lemak paling berbahaya karena dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit serius seperti diabetes tipe 2 dan juga penyakit jantung.

Read More
Penyakit

Pengobatan Alternatif Alami Penyakit Influenza

Penyakit influenza, atau biasa dikenal dengan sebutan “flu”, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Karena disebabkan oleh virus, antibiotik tidak akan bisa menyembuhkan penyakit ataupun mencegah penyakit ini. Namun, gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit influenza dapat dikurangi dengan mendapatkan banyak istirahat, minum banyak air, dan menggunakan pengobatan alternatif rumahan. Gejala-gejala tersebut seperti hidung meler, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, tubuh yang terasa sakit, dan demam. Artikel ini akan membahas alternatif apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sekaligus mengurangi gejala influenza.

Zinc

Sebuah studi menunjukkan suplemen zinc dapat membantu memperpendek dan mengurangi gajala influenza. Para ahli meyakini hal ini dikarenakan zinc dapat mencegah virus badak, virus penyebab influenza, untuk mereplikasi diri di dalam tubuh. Anda dapat mengonsumsi zinc dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirup. Namun pastikan untuk mengikuti anjuran resep yang ada pada kemasan. Terlalu banyak mengonsumsi zinc dapat menyebabkan pusing dan sakit perut. Zinc banyak ditemukan di apotek terdekat. Zinc juga banyak ditemukan pada bahan makanan seperti daging merah, kerang, kacang, telur, dan produk-produk berbahan susu.

Madu

Madu memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melawan bakteri dan virus. Sebuah studi menemukan bahwa madu efektif dalam meredakan batuk yang disebabkan oleh influenza pada anak berusia di atas 1 tahun. Anak-anak berusia di bawah 1 tahun tidak boleh mendapatkan asupan madu karena dapat meningkatkan risiko anak terkena botulisme. Anda dapat mencampur sedikit madu ke dalam air panas untuk meredakan sakit tenggorokan.

Teh rempah

Beberapa rempah memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang alami. Adas manis adalah rempah berbentuk bintang yang sering digunakan untuk diambil ekstrak oseltamivir-nya. Oseltamivir fosfat (atau lebih dikenal dengan sebutan Tamiflu) adalah sebuah obat resep yang digunakan untuk mencegah sekaligus mengobati penyakit influenza dengan cepat. Sifat antivirusnya efektif melawan berbagai jenis virus flu. Rempah lain seperti teh hijau juga memiliki manfaat antioksidan dan melawan kuman. Teh rempah dapat membantu tubuh dalam melawan virus flu. Selain itu, teh rempah yang panas dapat melegakan tenggorokan dan sinus. Anda dapat membuat teh rempah pelawan influenza dengan mencampur teh hijau atau hitam, adas manis, kunyit, jahe, bawang putih, dan cengkeh. Untuk memberi rasa manis, tambahkan madu alami. Madu dan royal jelly dipercaya memiliki sifat antivirus dan antibakteri.

Bawang Putih

Bawang putih dapat membantu tubuh melawan demam dan influenza karena kemampuan antibakteri dan antivirusnya. Sebuah studi menemukan orang-orang yang mengonsumsi suplemen bawang putih selama 3 bulan jarang terkena demam. Bawang putih telah lama digunakan sebagai obat alternatif rumahan untuk demam dan influenza. Anda bisa mengonsumsinya langsung, digunakan sebagai tambahan makanan, atau dimakan dalam bentuk suplemen. Bawang putih juga aman untuk dikonsumsi (kecuali bagi mereka yang memiliki alergi terhadap bahan makanan ini).

Vitamin D

Vitamin D-3 dapat menjadi suplemen yang berguna untuk mencegah atau mengurangi risiko terkena demam. Penelitian menemukan hubungan antara suplemen vitamin D dan berkurangnya jumlah penderita influenza pada mahasiswa.

Dengan mengonsumsi bahan pengobatan alternatif rumahan di atas, Anda dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan influenza dan mencegah risiko terkena penyakit ini. Selain itu, saat terkena influenza, Anda perlu banyak istirahat, banyak tidur, dan minum air putih untuk mengurangi gejala-gejala flu yang ditimbulkan.

Read More
Uncategorized

Penyebab dan Cara Mengembalikan Suara yang Hilang

Pernahkah Anda kehilangan suara? Apakah Anda tahu apa yang terjadi pada pita suara Anda? Serta bagaimana cara mengembalikan suara yang hilang?

Pita suara kita terletak di tulang rawan tiroid, di tengah leher kita.

Produksi suara Anda terjadi ketika udara dari paru-paru melewati pita suara, menyebabkan pita suara bergetar. Getaran ini tidak terlihat oleh mata telanjang (sekitar 100-250 kali per detik). Suara yang dihasilkan dari getaran ini diperkuat melalui ruang resonansi Anda, yaitu hidung dan mulut.

Ketika Anda menggunakan suara Anda secara berlebihan atau dengan cara yang kasar, pita suara Anda bisa menjadi bengkak dan meradang, kadang-kadang dapat menyebabkan pendarahan. Alhasil suara Anda suara serak, rasa sakit di tenggorokan Anda, perubahan nada ketika Anda berbicara, ketidakmampuan untuk berbicara dengan nada tinggi, atau bahkan kehilangan suara Anda.

Infeksi sinus dan alergi hidung juga dapat memblokir ruang resonansi Anda dan mempengaruhi kemampuan Anda untuk memproyeksikan suara. Pita suara bisa terluka karena penggunaan dan penyalahgunaan yang berlebihan. Penderitaan yang umum terjadi termasuk nodul vokal, polip, kista, radang tenggorokan (inflamasi) dan perdarahan.

  1. Penyalahgunaan suara

Hampir setiap individu telah mengalami beberapa tingkat kehilangan suara, biasanya setelah Anda berteriak, bersorak, dan bernyanyi secara berlebihan di acara-acara seperti pesta atau acara khusus lainnya. Dalam kebanyakan kasus, tubuh dapat dengan mudah menyembuhkan luka kecil di pita suara, tetapi trauma vokal berulang dapat menyebabkan nodul vokal (kapalan pada pita suara), polip vokal, kista vokal dan pembengkakan vokal.

Terkadang, pembuluh darah di pita suara Anda bisa meledak tiba-tiba dan menyebabkan pendarahan vokal. Hal ini biasanya menyebabkan kehilangan suara tiba-tiba dan merupakan keadaan darurat vokal yang harus segera ditangani.

Apa yang harus Anda lakukan?

Beristirahat dan meminimalisir berbicara serta jangan berbisik. Gunakan pulpen dan kertas untuk berkomunikasi jika perlu. Jika Anda belum pulih setelah satu minggu, bertemu dokter THT. Dokter Anda akan melakukan video stroboskopi pada Anda dengan nasendoscopy yang fleksibel untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Jika Anda kehilangan suara secara tiba-tiba dan mencurigai adanya pendarahan vokal, hindari berbicara sepenuhnya dan buatlah janji untuk segera menemui ahli bedah THT. Meskipun tidak mengancam jiwa, penggunaan suara Anda secara terus-menerus dapat menyebabkan pita suara Anda menjadi kaku dan bengkak dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

  1. Infeksi saluran pernafasan atas atau flu biasa

Ketika Anda masuk angin, Anda sering mengalami hidung tersumbat. Dalam kasus tertentu, seiring berjalannya waktu dahak kuning-hijau tebal diiringi dengan batuk akan muncul. Hidung tersumbat mempengaruhi kemampuan Anda untuk memproyeksikan suara, menyebabkan ketegangan ekstra ketika Anda berbicara.

Apa yang harus Anda lakukan?

Jika Anda masuk angin dan mulai mengalami gejala yang tercantum di atas, dapatkan perawatan medis lebih awal. Jika batuk dan suara serak Anda berlanjut selama lebih dari dua minggu, Anda mungkin perlu mengunjungi dokter THT.

Biasanya, kehilangan suara (laringitis akut) memerlukan waktu 3 sampai 5 hari untuk sembuh, jadi istirahatkan diri Anda beberapa hari untuk pulih. Jika pekerjaan Anda melibatkan banyak bicara, kembali bekerja terlalu dini ketika suara Anda masih serak dapat mengakibatkan kerusakan jangka panjang pada suara Anda.

  1. Refluks asam

Kehilangan suara juga dapat terjadi karena refluks asam. Refluks asam terjadi ketika asam dari lambung naik ke tenggorokan dan melukai lapisan mukosa. Ini dapat dianggap sebagai benjolan di tenggorokan, dahak tenggorokan, batuk dan suara serak.

Biasanya, gejala-gejala ini terjadi dalam waktu setengah jam setelah makan atau berbaring setelah makan. Penderita refluks asam sering memiliki riwayat nyeri lambung dan sering bersendawa. Makanan tertentu dikaitkan dengan peningkatan frekuensi refluks asam, seperti gorengan, makanan berminyak, produk susu, minuman berkafein dan alkohol, serta makanan asam seperti jeruk, lemon, dan anggur.

Apa yang harus Anda lakukan?

Hindari makanan yang menyebabkan refluks dan berbaring di tempat tidur dalam waktu paling tidak tiga jam setelah makan. Obat-obatan juga dapat membantu mencegah refluks. Jika gejalanya menetap, Anda disarankan untuk segera ke dokter THT.

  1. Hidung tersumbat terus menerus atau pilek karena alergi

Kehilangan suara juga dapat terjadi karena sering berdarah dan batuk akibat alergi. Pasien dengan alergi hidung sering mengalami hidung tersumbat, bersin atau hidung “berair”. Lendir di hidung seringkali kembali menetes ke tenggorokan dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Apa yang harus Anda lakukan?

Jika hidung Anda sering tersumbat, kunjungi dokter keluarga Anda terlebih dahulu untuk perawatan. Jika gejalanya menetap, atau jika suara Anda mulai terpengaruh, mungkin perlu untuk mengunjungi dokter ahli bedah THT yang akan melakukan tes untuk mengkonfirmasi alergi yang Anda miliki. Mencari tahu penyebab alergi hidung Anda akan membantu meringankan masalah terkait suara. Itulah beberapa penyakit yang dapat menyebabkan hilangnya suara Anda. Berhenti merokok, mengunyah permen karet tanpa gula, tidak mengonsumsi alkohol, hingga memasang pelembab udara, juga bisa menjadi cara mengembalikan suara yang hilang. Jika Anda menginginkan kesembuhan yang maksimal, berkonsultasilah dengan dokter.

Read More