Hidup Sehat

Proses Pembuatan Es Krim dan Gelato

Apakah Anda penggemar makanan es krim dan gelato? Di cuaca panas dan paparan terik matahari saat beraktivitas, cocok rasanya menghabiskan waktu tersebut dengan menikmati satu cup es krim ataupun gelato. Namun, kebanyakan orang sering bingung atau bahkan tidak tahu perbedaan antara es krim dan gelato. Meskipun akan sedikit sulit bagi orang awam untuk mengetahui perbedaannya, es krim dan gelato jelas berbeda. Artikel ini akan membahas asal es krim dan gelato serta perbedaan proses pembuatannya.

Sebagai produk pencuci mulut (dessert) yang sangat populer, es krim dan gelato memiliki rasa yang creamy, manis, dan terbuat dari susu dan gula. Masih belum jelas siapa yang pertama kaii menemukan es krim. Namun, jejak awal es krim terlacak pada jaman Cina Kuno. Percampuran antara susu kerbau, tepung, dan es dikatakan sebagai hidangan favorit raja Tang dari Shang. Versi lanjutannya kemudian berbentuk buah, jus, dan madu yang disajikan di atas salju pegunungan. Es krim kemudian berevolusi, dan susu sapi serta kuning telur ditambahkan untuk membuat hidangan yang disajikan bagi kalangan elit. Namun, es krim baru populer pada abad 19, saat kemajuan teknologi dalam industri dairy dan teknik refrigerasi membuat produsen es krim dapat membuat serta mendistribusikan produk mereka dengan murah dan dalam kuantitas yang besar. Mesin es krim pertama dibuat pada pertengahan abad 19. Sementara itu, gelato pertama kali dibuat di Italia. Meskipun sering ada kebingungan asal asli gelato. Beberapa orang percaya gelato pertama kali dibuat di Sicily, sementara orang lain menganggap Florence merupakan tempat asal muasal gelato.

Bagaimana es krim dan gelato dibuat?

Es krim dan gelato masing-masing terbuat dari 3 bahan utama, yaitu dairy, gula, dan udara. Perbedaan antara keduanya ada pada proporis atau takaran dari masing-masing bahan. Dairy (susu, krim, ataupun keduanya) dan gula dicampur hingga rata kemudian dipasteurisasi. Perisa alami atau buatan kemudian ditambahkan ke campuran, lalu udara ditambahkan dengan cara mengaduk campuran sebelum membekukannya. “Overrun” adalah sebuah pengukuran akan seberapa banyak udara ditambahkan ke dalam es krim ataupun gelato dalam proses produksi. Gelato memiliki overrun yang rendah. Sebaliknya, es krim memiliki overrun yang tinggi. Es krim dikocok dengan cepat, sehingga lebih banyak udara masuk ke dalam campuran. Volumenya pun ikut meningkat dalam persentase yang cukup besar apabila dibandingkan dengan gelato. Selain memiliki lebih banyak udara dibandingkan dengan gelato, es krim kaya akan krim atau kandungan lemak yang tinggi. Es krim juga biasanya mengandung kuning telur. Sementara itu, gelato lebih banyak mengandung susu. Kuning telur dapat menambah lemak dan akan bertindak sebagai stabilisator. Es krim komersil juga menambah stabilisator lain yang disebut “guar gum”. Stabilisator ini akan membantu mengikat air dan lemak di adonan es krim. Stabilisator juga akan membuat adonan bebas dari kristal-kristal es yang berukuran besar. Kristal tersebut akan terasa tidak enak atau nyaman untuk dimakan.

Es krim dan gelato merupakan hidangan pencuci mulut yang sangat populer. Teksturnya yang lembut, rasanya yang creamy, dan dingin menjadi makanan yang sangat lezat dikonsumsi saat cuaca panas. Es krim memiliki kandungan lemak yang tinggi, sementara itu gelato bertekstur lebih lembtu dan penuh rasa. Keduanya mengandung banyak gula, namun gelato dibuat dnegan kandungan lemak yang lebih sedikit.

Read More
Hidup Sehat

Mengenal Fungsi Gendang Telinga dan Gangguan yang Mengintainya

Telinga kita dilengkapi dengan gendang telinga yang memiliki peranan penting bagi fungsi pendengaran. Oleh gendang telinga, getaran dari gelombang suara diubah menjadi impuls saraf yang dikirimkan ke otak dan diterjemahkan sebagai suara tertentu. Fungsi gendang telinga yang lain, melindungi telinga bagian dalam dari infeksi serta dari masuknya benda asing.

Fungsi gendang telinga

Gendang telinga berbentuk bulat dengan diameter sekitar 10 mm. Di dalam gendang telinga terdapat cekungan, yang disebut cekungan maleus. Bagian gendang telinga sendiri terbagi dua, yaitu bagian yang posisinya lebih tinggi dari cekungan maleus serta bagian dengan area yang lebih besar, disebut pars tensa.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, fungsi gendang telinga adalah menerima getaran suara dari luar, mengubah getaran suara tersebut secara mekanis, serta menyalurkan getaran suara ke tulang-tulang pendengaran. Tergantung getaran yang masuk, tingkat ketegangan gendang telinga

Tak hanya itu, gendang telinga juga berfungsi sebagai pembatas antara telinga luar dan tengah. Maksudnya, untuk menghindari benda asing masuk ke dalam telinga tengah.

Waspada gangguan pada gendang telinga

Pernahkah Anda membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud atau korek kuping? Tampaknya, hal ini cukup umum dilakukan oleh banyak orang. Akan tetapi, tahukah Anda, alih-alih membersihkan cara tersebut justru dapat mendorong kotoran masuk ke dalam telinga dan menyebabkan gangguan pada gendang telinga.

Sebetulnya, Anda tidak perlu mengorek kotoran telinga sebab lubang telinga memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Selain kebiasaan mengorek telinga, masih ada berbagai hal lain yang dapat menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi gendang telinga, antara lain:

– Radang gendang telinga tengah

Dalam istilah medis, radang gendang telinga tengah disebut otitis media. Kondisi ini terjadi akibat adanya infeksi, baik disebabkan oleh virus maupun bakteri. Penderitanya akan mengalami nyeri pada telinga, keluar cairan dari telinga, hingga gangguan pendengaran.

– Infeksi telinga

Salah satu hal yang dapat memicu terjadinya infeksi tersebut adalah membersihkan telinga terlalu dalam dengan menggunakan cotton bud. Infeksi juga dapat terjadi karena pilek, infeksi tenggorokan, atau terjadi serangan alergi. Adanya infeksi pada telinga sering kali menyebabkan pecahnya gendang telinga, terlebih pada anak-anak.

Terjadinya infeksi dapat menyebabkan penumpukkan cairan di belakang gendang telinga. Tekanan dari cairan yang menumpuk tersebut akan membuat gendang telinga pecah.

– Barotrauma

Barotrauma atau perubahan tekanan merupakan suatu cedera telinga akibat perubahan tekanan yang drastis. Artinya, tekanan di luar telinga berbeda dengan tekanan di dalam telinga, dan hal tersebut terjadi secara tiba-tiba.

Tak hanya akan mengganggu fungsi gendang telinga, kondisi ini juga dapat menyebabkan pecahnya gendang telinga.

– Cedera akibat trauma fisik

Cedera yang disebabkan oleh trauma fisik jelas dapat terjadi. Manifestasinya, gendang telinga dapat pecah. Jika sudah demikian, fungsi gendang telinga sudah pasti terganggu.

Pukulan keras dan langsung pada telinga misalnya, merupakan salah satu trauma fisik yang dapat menyebabkan cedera telinga.

– Trauma akustik

Berbeda dengan trauma fisik, trauma akustik terjadi karena seseorang terlalu sering terpapar suara yang terlalu keras. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini tetap dapat memicu kerusakan pada gendang telinga.

Jadi, sebaiknya Anda tidak sembarangan membersihkan telinga. Sebab bila keliru dapat menimbulkan gangguan dan merusak fungsi gendang telinga. Berkonsultasilah dengan dokter, jika Anda merasa perlu dilakukan tindakan pembersihan telinga.

Read More
Penyakit

Menilik Pentingnya Tes Asam Urat untuk Kesehatan

Penyakit asam urat mudah mengecoh diagnosis dokter karena sebagian besar gejalanya hampir sama dengan gejala penyakit lain. Terkadang, meski jumlah asam uratnya telah tinggi, tetapi tidak ada gejala yang dirasakan. Biasanya tes asam urat umumnya dianjurkan oleh dokter bila sering mengalami nyeri sendi atau nyeri punggung bagian bawah yang berkelanjutan.

Tes asam urat berfungsi untuk mengetahui kadar asam urat seseorang di dalam tubuh mereka dengan sampel darah atau urine, karena asam urat  dihasilkan dari kerusakan alami sel tubuh, juga dari makanan yang Anda makan. Tes asam urat juga bisa menjadi alat bantu untuk mendiagnosis dan memantau berbagai penyakit, seperti penyakit asam urat dan batu ginjal.

Ginjal menyaring sebagian besar Asam Urat dalam darah dan membuang kelebihan Asam Urat melalui air kencing. Beberapa jumlah asam juga terdapat dalam tinja. Kadar asam urat tinggi dalam darah menunjukkan bahwa

  • ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat tersebut dari darah
  • atau jumlah asam urat  yang dihasilkan dijaringan oleh tubuh terlampau tinggi.
  • Konsumsi makanan tinggi purin melebihi batas yang dapat dikompensasi tubuh
  • Diet rendah Purin,
  • penyakit Wilson (penyakit hati)
  • sindrom Fanconi (masalah dalam sekresi hormon diuretik)
  • obat-obatan tertentu seperti estrogen, glukosa, kortikosteroid, warfarin, allopurinol, obat yang diresepkan untuk menurunkan gejala gout
  • kehamilan

Manfaat Pemeriksaan Asam Urat

Tes darah dapat membantu mengukur dan memantau kadar Asam urat dalam darah. Pemeriksaan ini dapat membantu mendiagnosa Gout. Tes urin dengan urinalisis dapat digunakan untuk mendeteksi gangguan ginjal akibat batu ginjal asam urat.

Pemeriksaan atau tes ulang Asam Urat membantu Anda mengetahui apakah obat yang diresepkan bekerja atau tidak. Seringkali, dokter harus memantau kadar asam urat darah dari pasien yang menjalani kemoterapi atau terapi radiasi karena efek dari kemoterapi dan radiasi dapat membunuh sel-sel kanker sebagai konsekuensiya dapat meningkatkan asam urat.

Prosedur Tes Asam Urat

Berdasarkan sampel pemeriksaannya, secara umum ada dua metode yang bisa dilakukan untuk mengukur kadar asam urat dalam tubuh:

Sampel darah

Sebelum melakukan tes darah biasanya dokter akan meminta kita untuk berpuasa (tidak makan dan minum) sekitar 4 jam sebelum tes asam urat dilakukan. Selanjutnya, akan dilakukan pengambilan sampel darah dari pembuluh darah vena, umumnya pada lipatan lengan.

Prosedur pengambilan darah hanya berlangsung beberapa menit, lalu setelah itu bisa pulang. Sampel darah akan diperiksa di laboratorium, dan hasilnya bisa diambil dalam waktu beberapa jam hingga 1-2 hari.

Selain itu, ada juga tes asam urat yang dapat memberikan hasil dalam waktu cepat dan hanya menggunakan alat nirkabel yang sangat praktis. Tes ini dilakukan dengan menusukkan jarum kecil pada ujung jari, kemudian meneteskan darah yang keluar ke ujung alat periksa. Hasil tes akan muncul pada monitor dalam waktu beberapa menit.

Meski praktis dan cepat, pemeriksaan ini hanya bersifat skrining dan bukan diagnostik. Artinya, tes asam urat dengan cara ini hanya memberikan gambaran bagaimana kadar asam urat dalam tubuh. Jika hasilnya meningkat, Anda dianjurkan untuk memastikan kembali ke dokter di rumah sakit atau laboratorium.

Sampel urine

Tes asam urat ini dilakukan menggunakan sampel urine. Anda biasanya akan diberi wadah untuk menampung urine selama 24 jam. Isilah wadah tersebut dengan cara berikut:

  • Pada pagi hari, langsung buang air kecil (BAK) setelah bangun tidur. Urine pertama ini tidak perlu ditampung, tapi catat jam berapa Anda BAK.
  • Selanjutnya, tampung semua urine yang Anda keluarkan dalam 24 jam. Catat waktu setiap BAK dan selalu simpan kembali wadah penampung urine di kulkas atau kotak es.
  • Setelah berhasil mengumpulkan sampel urine selama 24 jam, serahkan wadah berisi urine ke laboratorium untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan bisa Anda dapatkan dalam waktu beberapa hari.

Beberapa tes diagnostik lainnya untuk asam urat di antaranya adalah:

  1. Tes cairan sendi, pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil cairan sendi yang bengkak menggunakan jarum suntik.
  2. Rontgen dengan sinar-X, apabila dicurigai menderita kondisi ini, penderita perlu melakukan rontgen untuk melihat lebih jauh penyebab peradangan yang terjadi pada sendi.
  3. CT-scan, pemeriksaan ini dapat mendeteksi di mana lokasi tumpukan kristal berada, meskipun tidak menimbulkan gejala.

***

Lantaran begitu banyak manfaatnya untuk kesehatan, itulah kiranya betapa penting kita melakukan tes asam urat. Apalagi bagi mereka yang masuk ke dalam golongan berisiko tinggi. Jadi, jangan sungkan untuk mendatangi fasilitas kesehatan untuk mengecek asam urat Anda.

Read More

Wajib Tahu, Ini 5 Penggolongan Obat di Indonesia

Pernahkan Anda kesulitan membeli obat di apotek tanpa resep dokter? Namun di waktu yang berbeda, Anda bisa membeli berbagai obat di apotek, meskipun tidak ada resep dokter di kantong. Tidak perlu heran. Perlu tidaknya resep dokter untuk membeli obat di apotek sangat bergantung dengan penggolongan obat yang hendak Anda beli.

Macam-macam penggolongan obat dibuat berdasarkan tingkat risiko dari pemakaian obat tersebut. Semakin tinggi tinggi risikonya, semakin sulit pula obat tersebut didapatkan secara bebas di toko obat maupun apotek.

Tiap negara biasanya memiliki aturan sendiri mengenai penggolongan obat di wilayahnya secara spesifik, tidak terkecuali di Indonesia. Di negeri ini, setidaknya ada beberapa jenis golongan obat yang perlu Anda ketahuI berdasarkan jenis peredarannya.

Obat bebas  

Namanya obat bebas artinya Anda bisa mendapatkannya di mana saja. Tidak hanya di farmasi rumah sakit ataupu apotek, obat yang tergolong obat bebas bahkan bisa Anda peroleh di warung-warung dekat rumah Anda. Sifat obat ini hanya meringankan gejala penyakit karena itu kerap dianjurkan apabila tidak berefek segera ke dokter. Tanda obat herbal bisa Anda temukan dalam lambang lingkaran berwarna hijau dengan tepian hitam di bagian sudut kemasan obat tersebut.

Obat bebas terbatas

Penggolongan obat lainnya yang bisa Anda beli bebas di apotek dan toko obat adalah jenis obat bebas terbatas. Jenis obat ini juga tidak memerlukan resep dokter karena dinilai cukup aman dikonsumsi dalam kadar tertentu. Perbedaannya dengan obat bebas, biasanya di jenis obat bebas terbatas adalah tulisan peringatan yang menyatakan obat tersebut obat keras. Kemasan obat bebas terbatas juga memiliki tanda khusus, yaitu ada lingkaran biru dengan tepian garis hitam di salah satu bagian sudutnya.

Obat wajib apotek

Pernah tidak ketika Anda merasa tidak enak badan, kemudian apoteker di apotek tersebut menyarankan suatu obat yang tergolong obat keras, tapi tidak memerlukan resep dokter. Obat seperti itu termasuk penggolongan obat wajib apotek. Pembeliannya biasanya harus dengan persetujuan apoteker yang terdaftar. Ketika membeli jenis obat ini, biasanya apoteker akan meminta data diri Anda berikut memberi penjelasan lengkap mengenai fungsi dan risiko obat tersebut.

Obat keras

Disebut sebagai obat keras karena faktor risiko yang mengintai dari pemakaian obat tersebut. Tidak hanya bisa berefek menyembuhkan, jika salah digunakan, penggolongan obat yang berjenis keras ini justru dapat memperparah penyakit yang Anda alami dan dapat juga berujung pada kematian. Karena itulah, obat yang dulunya dikenal sebagai daftar obat G ini hanya boleh dibeli dengan resep dokter dan mesti ditebus di rumah sakit ataupun apotek terdaftar. Logo dari penggolongan obat ini sendiri saat ini harus lingkaran merah dengan tepian garis hitam. Di tengah logo lingkaran tersebut, terdapat lambang huruf K berwarna hitam pula.

Obat psikotropika dan narkotika

Psikotropika dan narkotika nyatanya juga termasuk dalam jenis obat. Hanya saja, penggunaannya sangat diawasi. Anda pun tidak bisa sembaragan memiliki obat dengan golongan psikotropika maupun narkotika. Jenis obat psikotropika ditujukan untuk memberikan manfaat pada sistem saraf. Biasanya penggolongan obat yang dilambangkan sama dengan obat keras ini diberikan pada pasien-pasien yang memiliki penyakit saraf parah. Sementara itu, jenis obat narkotika dilambangkan dengan symbol lingkaran merah dengan tepian hitam, yang bagian tengahnya terdapat palang. Narkotika sendiri ditujukan pada pasien yang memiliki keluhan sakit parah. Jenis obat ini digunakan untuk mengurangi rasi sakit dan nyeri yang dialami pasien bersangkutan.

*** Penggolongan obat di Indonesia seperti di atas merupakan ketetapkan dari Kementerian Kesehatan. Menyadari dampak dan risiko dari tiap golongan obat-obat tersebut, Anda baiknya selalu memeriksa dan bertanya jika tidak tahu kepada dokter mengenai penggolongan obat yang diberikan kepada Anda.

Read More
Penyakit

Teratoma

Teratoma adalah salah satu jenis tumor yang melibatkan jaringan dan organ seperti gigi, tulang, dan otot. Teratoma biasanya terjadi pada bagian tulang ekor, ovarium, dan testis. Teratoma juga tidak menutup kemungkinan untuk muncul di bagian tubuh lain.

Orang-orang yang biasanya mengalami teratoma adalah wanita yang berusia di atas 45 tahun, namun tumor tersebut juga bisa terjadi pada bayi yang baru lahir, anak-anak, dan orang dewasa.

Jenis Teratoma

Secara umum, teratoma dibagi menjadi dua jenis, antara lain:

  • Teratoma matur

Teratoma matur adalah jenis teratoma yang terjadi di dalam tubuh manusia, namun biasanya jinak dan tidak dapat memicu kanker. Meskipun demikian, teratoma matur bisa terjadi kembali, bahkan jika seseorang telah menjalani operasi.

  • Teratoma imatur

Teratoma imatur adalah jenis teratoma yang terjadi di dalam tubuh manusia dan bisa memicu kanker. Teratoma imatur diklasifikasikan menjadi:

  • Cystic, teratoma yang berbentuk kantong dan memiliki cairan.
  • Solid, teratoma yang memiliki jaringan padat dimana keadaannya tidak tertutup.
  • Mixed, gabungan antara cystic dan solid.

Gejala

Pada awalnya, seseorang tidak merasakan gejala apapun, namun akan mengalami gejala tergantung lokasi yang terjadi. Gejala-gejala yang biasanya dialami penderita teratoma adalah sebagai berikut:

  • Rasa nyeri.
  • Pembengkakan.
  • Pendarahan.
  • Kadar alpha-fetoprotein (AFP) meningkat.
  • Kadar hCG meningkat.

Selain gejala yang disebutkan di atas, gejala yang dialami penderita bervariasi, namun tergantung lokasinya. Berikut yang kemungkinan dialami penderita:

  • Teratoma tulang ekor

Teratoma tulang ekor adalah jenis teratoma yang terjadi pada bayi dan anak-anak. Teratoma tulang ekor merupakan jenis teratoma yang sangat langka dimana hanya 1 dari 40.000 bayi atau anak yang berpotensi mengalami masalah ini.

Gejala yang dialami penderita teratoma tulang ekor adalah konstipasi, nyeri perut, nyeri ketika buang air kecil, pembengkakan pada bagian alat kelamin, dan kaki terasa lemah.

  • Teratoma ovarium

Teratoma ovarium dapat menimbulkan rasa nyeri pada bagian perut kiri atau kanan yang disebabkan oleh tumor yang berkembang. Sebagian orang yang mengalami teratoma ovarium juga merasa sakit kepala intens sehingga mereka kehilangan orientasi.

  • Teratoma testis

Gejala yang dialami penderita teratoma testis adalah pembengkakan pada testis. Orang-orang yang berusia antara 20 hingga 30 tahun sering mengalami teratoma testis.

Penyebab

Teratoma terjadi karena seseorang mengalami kelainan pada proses pertumbuhan sehingga sel di dalam tubuh berkembang tidak normal. Teratoma juga bisa terjadi karena sel germinal tubuh yang berkembang saat dalam kandungan.

Cara Untuk Menyembuhkan Teratoma

Teratoma dapat disembuhkan dengan cara berikut:

  • Teratoma tulang ekor

Jika teratoma tulang ekor terjadi saat berada dalam kandungan, dokter akan mendiagnosis apakah teratoma akan membesar atau tidak. Jika kecil, maka pasien dapat melakukan persalinan normal.

Jika pasien mengalami pertumbuhan teratoma, maka mereka perlu menjalani persalinan caesar. Dokter akan mengambil teratoma melalui prosedur operasi. Setelah itu, kondisi pasien perlu dipantau jika ada kemungkinan teratoma untuk tumbuh kembali dalam waktu 3 tahun.

  • Teratoma ovarium

Dokter akan melakukan prosedur operasi laparoskopi jika tumor pasien kecil. Namun, risiko yang dialami adalah tumor pecah dan mengeluarkan material sehingga terjadi peradangan pada dinding perut.

  • Teratoma testis

Dokter akan melakukan prosedur operasi jika pasien mengalami teratoma testis yang bersifat kanker. Pilihan lain yang dapat dokter coba adalah kemoterapi.

Walaupun teratoma merupakan salah satu penyakit yang langka dan bersifat jinak, ada kemungkinan bahwa pasien akan mengalami teratoma dalam waktu tertentu sehingga dokter perlu mengawasi kondisi mereka.

Read More