Apa Saja Penyebab Hasil Elektrokardiografi Tidak Normal?

Elektrokardiografi, atau terkadang disebut elektrokardiogram dan EKG, merupakan tes mudah dan cepat yang dilakukan dokter untuk mengukur aktivitas jantung Anda. Tes ini dapat membantu dokter untuk mencari penyebab kondisi gangguan kesehatan jantung. Terkadang, pembacaan EKG yang tidak normal sesungguhnya hanya variasi normal ritme jantung Anda. Dalam kasus lain, pembacaan EKG yang tidak normal tersebut dapat disebabkan karena gangguan kesehatan jantung dan reaksi pada obat-obatan tertentu. Pembacaan tes EKG merupakan alat diagnosa yang sangat membantu. Saat dokter sudah mengidentifikasi penyebab kondisi tersebut, mereka dapat menyarankan perawatan yang dibutuhkan oleh pasien.

Hasil-hasil EKG

Bagi orang awam, hasil elektrokardiografi hanyalah sekumpulan garis yang tidak memiliki arti. Namun masing-masing garis tersebut berhubungan dengan sinyal elektrik yang dikirim jantung. Dokter tahu bagaimana membaca dan mengartikan garis tersebut, yang memberikan mereka informasi kondisi jantung secara keseluruhan. Dokter atau petugas medis profesional akan memasang elektroda ke kulit pasien, biasanya pada 10 titik berbeda di dada dan kaki. Masing-masing detak jantung akan mengirimkan impuls elektrik. Elektroda ini akan mengambil impuls ini dan merekam aktivitas dalam bentuk gelombang pada grafik. Semua ini terjadi hanya dalam sekejap, yang mana membuat EKG sangat penting. EKG dapat menangkap semua detail kecil tersebut dan merekamnya, sehingga dokter akan dapat menganalisanya.

Hal apa saja yang menyebabkan EKG tidak normal?

Elektrokardiografi yang tidak normal berarti ada sesuatu yang tidak disangka terjadi pada pembacaan EKG. Namun perlu diingat bahwa hal ini tidak serta merta berarti ada tanda-tanda jantung yang tidak sehat. Misalnya saja, pada tahun 2015, para peneliti menemukan bahwa atlit olahraga yang kompetitif memiliki pembacaan EKG yang tidak normal secara teratur. Pada peneliti mengindikasikan kebanyakan dari hasil tersebut tidak berbahaya dan hanya dikarenakan adaptasi seseorang terhadap olahraga. Akan tetapi, para atlit tersebut masih tetap dipanggil untuk mendapatkan pemeriksaan penuh untuk memeriksa apakah ada faktor risiko lain. Selain itu, pembacaan EKG tidak normal juga dapat disebabkan karena:

  • Detak jantung yang tidak teratur

EKG akan mengambil ketidakteraturan apapun pada detak jantung seseorang. Jantung manusia biasanya berdetak sekitar 60 hingga 100 detak jantung setiap menitnya. Jantung yang berdetak terlalu cepat atau lebih lambat dapat mengindikasi adanya kondisi tertentu. Dokter akan melakukan tes tambahan untuk menemukan penyebabnya.

  • Ritme jantung yang tidak teratur

Meskipun akan berbeda setiap orangnya, setiap jantung memiliki ritme yang stabil. Seseorang mungkin akan merasakan perubahan ritme, misalnya detak jantung yang terlewat atau seakan jantung berdebar. EKG akan membantu dokter untuk melihat di mana dan bagaimana jantung berdetak tidak sesuai dengan ritmenya, namun hanya akan merekam ketidakteraturan tersebut apabila hal ini terjadi pada saat tes dilakukan. Karena hal ini mungkin tidak akan terjadi, dokter akan merekomendasikan monitor Holter yang akan mengawasi aktivitas jantung selama 24 jam atau lebih. Hal ini akan memberikan dokter kesempatan yang lebih baik dalam melihat ketidakteraturan tersebut.

  • Tekanan darah tinggi dan serangan jantung

Aspek lain dari serangan jantung dapat menyebabkan EKG yang tidak normal. Misalnya saja, orang-orang dengan tekanan darah tinggi akan lebih sering memiliki pembacaan EKG yang tidak normal.

Elektrokardiografi merupakan prosedur tidak invasif dan bebas risiko. Prosedur ini tidak mengirim listrik apapun ke dalam tubuh Anda dan tidak menyebabkan rasa sakit. Prosedur ini merupakan alat yang penting untuk mendiagnosa suatu kondisi yang mempengaruhi jantung.

Read More
Hidup Sehat

Berkat Teh Hijau, Minum Teh Setelah Makan Menyehatkan

Apabila Anda ingin menurunkan berat badan, memilih minuman yang tepat sama pentingnya dengan memilih makanan yang sehat. Misalnya saja, Anda ingin mengganti minuman berkalori tinggi dengan minuman yang rendah kalori seperti teh hijau. Teh hijau juga memiliki manfaat kesehatan tambahan lainnya dalam mengurangi berat badan. Namun, untuk benar-benar mengurangi berat badan dalam jumlah yang signigikan, minum teh hijau saja tidak cukup. Anda bisa minum teh hijau setelah makan. Namun, agar bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal, ada baiknya meminumnya sebelum makan. Artikel ini akan membahas manfaat teh hijau dalam menurunkan berat badan, sekaligus fungsinya dalam meningkatkan fungsi metabolisme.

Menurut studi yang diterbitkan di Jurnal Kampus Nutrisi Amerika 2010, meminum empat cangkir teh hijau atau 4 cangkir air yang dicampur ekstrak teh hijau dapat membantu mereka yang menderita obesitas dalam menurunkan berat badan. Mereka yang minum teh setelah makan dapat menurunkan berat badan lebih dari 2 kg dalam studi yang dilakukan selama 8 minggu tersebut dibandingkan dengan mereka yang hanya meminum air putih. Sementara itu, mereka yang mengonsumsi ekstrak teh hijau mengalami penurunan berat badan sebesar 1.5 kg. Hal ini mungkin disebabkan karena kandungan EGCG, sebuah zat yang ditemukan di dalam teh hijau yang diklasifikasikan sebagai katekin.

Mengonsumsi katekin yang banyak ditemukan di dalam teh hijau dapat membantu wanita dalam menurunkan berat badan dan menghilangkan lemak tubuh, termasuk lemak perut, menurut studi yang diterbitkan di jurnal Obesitas pada bulan Juni 2017. Studi lain yang diterbitkan pada Penelitian Obesitas tahun 2005 menemukan bahwa campuran kafein dan EGCG dalam teh hijau dapat membantu meningkatkan metabolisme dan proses pembakaran lemak, sehingga dapat mengurangi berat badan dan lemak, dibandingkan dengan mengonsumsi placebo. Artikel ulasan yang diterbitkan pada Jurnal Nutrisi Biokimia pada bulan Januari 2011 menunjukkan bahwa kafein dan katekin dapat bekerja secara sinergis yang masing-masing meningkatkan potensi manfaat mengurangi berat badan satu sama lain.

Namun, Anda harus menemukan waktu meminum teh hijau yang tepat. Akan lebih baik apabila Anda tidak meminum teh hijau di waktu yang bersamaan dengan mengonsumsi produk-produk yang terbuat dari susu karena susu dapat menghambat efek teh hijau dalam manfaatnya terhadap metabolisme tubuh. Walaupun minum teh setelah makan masih menyediakan manfaat kesehatan berupa kafein dan katekin yang dapat mengurangi berat badan, akan lebih baik apabila Anda minum teh hijau sebelum makan. Meminum teh hijau sebelum makan dapat membuat Anda merasa kenyang sehingga Anda akan makan dalam porsi yang sedikit. Menurut studi pada obesitas yang diterbitkan tahun 2011, bahkan meminum air putih biasa sebelum makan dapat membantu mengurangi berat badan. Meskipun Anda bisa minum teh setelah makan (khusus teh hijau), Anda tetap harus melakukan olahraga guna meningkatkan efek penurunan berat badan. Olahraga penting terutama ketika Anda mencoba menurunkan berat badan, karena dengan bersamaan minum teh hijau, lemak akan berkurang dan tubuh dapat membantu mengurangi otot yang hilang. Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Nutrisi tahun 2009 menemukan bahwa kombinasi olahraga setidaknya 180 menit per minggu dan minum teh hijua dapat mengurangi lemak perut jika dibandingkan dengan olahraga saja. Seperti yang kita tahu, lemak perut adalah salah satu jenis lemak paling berbahaya karena dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit serius seperti diabetes tipe 2 dan juga penyakit jantung.

Read More
Penyakit

Pengobatan Alternatif Alami Penyakit Influenza

Penyakit influenza, atau biasa dikenal dengan sebutan “flu”, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Karena disebabkan oleh virus, antibiotik tidak akan bisa menyembuhkan penyakit ataupun mencegah penyakit ini. Namun, gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit influenza dapat dikurangi dengan mendapatkan banyak istirahat, minum banyak air, dan menggunakan pengobatan alternatif rumahan. Gejala-gejala tersebut seperti hidung meler, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, tubuh yang terasa sakit, dan demam. Artikel ini akan membahas alternatif apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sekaligus mengurangi gejala influenza.

Zinc

Sebuah studi menunjukkan suplemen zinc dapat membantu memperpendek dan mengurangi gajala influenza. Para ahli meyakini hal ini dikarenakan zinc dapat mencegah virus badak, virus penyebab influenza, untuk mereplikasi diri di dalam tubuh. Anda dapat mengonsumsi zinc dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirup. Namun pastikan untuk mengikuti anjuran resep yang ada pada kemasan. Terlalu banyak mengonsumsi zinc dapat menyebabkan pusing dan sakit perut. Zinc banyak ditemukan di apotek terdekat. Zinc juga banyak ditemukan pada bahan makanan seperti daging merah, kerang, kacang, telur, dan produk-produk berbahan susu.

Madu

Madu memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melawan bakteri dan virus. Sebuah studi menemukan bahwa madu efektif dalam meredakan batuk yang disebabkan oleh influenza pada anak berusia di atas 1 tahun. Anak-anak berusia di bawah 1 tahun tidak boleh mendapatkan asupan madu karena dapat meningkatkan risiko anak terkena botulisme. Anda dapat mencampur sedikit madu ke dalam air panas untuk meredakan sakit tenggorokan.

Teh rempah

Beberapa rempah memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang alami. Adas manis adalah rempah berbentuk bintang yang sering digunakan untuk diambil ekstrak oseltamivir-nya. Oseltamivir fosfat (atau lebih dikenal dengan sebutan Tamiflu) adalah sebuah obat resep yang digunakan untuk mencegah sekaligus mengobati penyakit influenza dengan cepat. Sifat antivirusnya efektif melawan berbagai jenis virus flu. Rempah lain seperti teh hijau juga memiliki manfaat antioksidan dan melawan kuman. Teh rempah dapat membantu tubuh dalam melawan virus flu. Selain itu, teh rempah yang panas dapat melegakan tenggorokan dan sinus. Anda dapat membuat teh rempah pelawan influenza dengan mencampur teh hijau atau hitam, adas manis, kunyit, jahe, bawang putih, dan cengkeh. Untuk memberi rasa manis, tambahkan madu alami. Madu dan royal jelly dipercaya memiliki sifat antivirus dan antibakteri.

Bawang Putih

Bawang putih dapat membantu tubuh melawan demam dan influenza karena kemampuan antibakteri dan antivirusnya. Sebuah studi menemukan orang-orang yang mengonsumsi suplemen bawang putih selama 3 bulan jarang terkena demam. Bawang putih telah lama digunakan sebagai obat alternatif rumahan untuk demam dan influenza. Anda bisa mengonsumsinya langsung, digunakan sebagai tambahan makanan, atau dimakan dalam bentuk suplemen. Bawang putih juga aman untuk dikonsumsi (kecuali bagi mereka yang memiliki alergi terhadap bahan makanan ini).

Vitamin D

Vitamin D-3 dapat menjadi suplemen yang berguna untuk mencegah atau mengurangi risiko terkena demam. Penelitian menemukan hubungan antara suplemen vitamin D dan berkurangnya jumlah penderita influenza pada mahasiswa.

Dengan mengonsumsi bahan pengobatan alternatif rumahan di atas, Anda dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan influenza dan mencegah risiko terkena penyakit ini. Selain itu, saat terkena influenza, Anda perlu banyak istirahat, banyak tidur, dan minum air putih untuk mengurangi gejala-gejala flu yang ditimbulkan.

Read More
Uncategorized

Penyebab dan Cara Mengembalikan Suara yang Hilang

Pernahkah Anda kehilangan suara? Apakah Anda tahu apa yang terjadi pada pita suara Anda? Serta bagaimana cara mengembalikan suara yang hilang?

Pita suara kita terletak di tulang rawan tiroid, di tengah leher kita.

Produksi suara Anda terjadi ketika udara dari paru-paru melewati pita suara, menyebabkan pita suara bergetar. Getaran ini tidak terlihat oleh mata telanjang (sekitar 100-250 kali per detik). Suara yang dihasilkan dari getaran ini diperkuat melalui ruang resonansi Anda, yaitu hidung dan mulut.

Ketika Anda menggunakan suara Anda secara berlebihan atau dengan cara yang kasar, pita suara Anda bisa menjadi bengkak dan meradang, kadang-kadang dapat menyebabkan pendarahan. Alhasil suara Anda suara serak, rasa sakit di tenggorokan Anda, perubahan nada ketika Anda berbicara, ketidakmampuan untuk berbicara dengan nada tinggi, atau bahkan kehilangan suara Anda.

Infeksi sinus dan alergi hidung juga dapat memblokir ruang resonansi Anda dan mempengaruhi kemampuan Anda untuk memproyeksikan suara. Pita suara bisa terluka karena penggunaan dan penyalahgunaan yang berlebihan. Penderitaan yang umum terjadi termasuk nodul vokal, polip, kista, radang tenggorokan (inflamasi) dan perdarahan.

  1. Penyalahgunaan suara

Hampir setiap individu telah mengalami beberapa tingkat kehilangan suara, biasanya setelah Anda berteriak, bersorak, dan bernyanyi secara berlebihan di acara-acara seperti pesta atau acara khusus lainnya. Dalam kebanyakan kasus, tubuh dapat dengan mudah menyembuhkan luka kecil di pita suara, tetapi trauma vokal berulang dapat menyebabkan nodul vokal (kapalan pada pita suara), polip vokal, kista vokal dan pembengkakan vokal.

Terkadang, pembuluh darah di pita suara Anda bisa meledak tiba-tiba dan menyebabkan pendarahan vokal. Hal ini biasanya menyebabkan kehilangan suara tiba-tiba dan merupakan keadaan darurat vokal yang harus segera ditangani.

Apa yang harus Anda lakukan?

Beristirahat dan meminimalisir berbicara serta jangan berbisik. Gunakan pulpen dan kertas untuk berkomunikasi jika perlu. Jika Anda belum pulih setelah satu minggu, bertemu dokter THT. Dokter Anda akan melakukan video stroboskopi pada Anda dengan nasendoscopy yang fleksibel untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Jika Anda kehilangan suara secara tiba-tiba dan mencurigai adanya pendarahan vokal, hindari berbicara sepenuhnya dan buatlah janji untuk segera menemui ahli bedah THT. Meskipun tidak mengancam jiwa, penggunaan suara Anda secara terus-menerus dapat menyebabkan pita suara Anda menjadi kaku dan bengkak dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

  1. Infeksi saluran pernafasan atas atau flu biasa

Ketika Anda masuk angin, Anda sering mengalami hidung tersumbat. Dalam kasus tertentu, seiring berjalannya waktu dahak kuning-hijau tebal diiringi dengan batuk akan muncul. Hidung tersumbat mempengaruhi kemampuan Anda untuk memproyeksikan suara, menyebabkan ketegangan ekstra ketika Anda berbicara.

Apa yang harus Anda lakukan?

Jika Anda masuk angin dan mulai mengalami gejala yang tercantum di atas, dapatkan perawatan medis lebih awal. Jika batuk dan suara serak Anda berlanjut selama lebih dari dua minggu, Anda mungkin perlu mengunjungi dokter THT.

Biasanya, kehilangan suara (laringitis akut) memerlukan waktu 3 sampai 5 hari untuk sembuh, jadi istirahatkan diri Anda beberapa hari untuk pulih. Jika pekerjaan Anda melibatkan banyak bicara, kembali bekerja terlalu dini ketika suara Anda masih serak dapat mengakibatkan kerusakan jangka panjang pada suara Anda.

  1. Refluks asam

Kehilangan suara juga dapat terjadi karena refluks asam. Refluks asam terjadi ketika asam dari lambung naik ke tenggorokan dan melukai lapisan mukosa. Ini dapat dianggap sebagai benjolan di tenggorokan, dahak tenggorokan, batuk dan suara serak.

Biasanya, gejala-gejala ini terjadi dalam waktu setengah jam setelah makan atau berbaring setelah makan. Penderita refluks asam sering memiliki riwayat nyeri lambung dan sering bersendawa. Makanan tertentu dikaitkan dengan peningkatan frekuensi refluks asam, seperti gorengan, makanan berminyak, produk susu, minuman berkafein dan alkohol, serta makanan asam seperti jeruk, lemon, dan anggur.

Apa yang harus Anda lakukan?

Hindari makanan yang menyebabkan refluks dan berbaring di tempat tidur dalam waktu paling tidak tiga jam setelah makan. Obat-obatan juga dapat membantu mencegah refluks. Jika gejalanya menetap, Anda disarankan untuk segera ke dokter THT.

  1. Hidung tersumbat terus menerus atau pilek karena alergi

Kehilangan suara juga dapat terjadi karena sering berdarah dan batuk akibat alergi. Pasien dengan alergi hidung sering mengalami hidung tersumbat, bersin atau hidung “berair”. Lendir di hidung seringkali kembali menetes ke tenggorokan dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Apa yang harus Anda lakukan?

Jika hidung Anda sering tersumbat, kunjungi dokter keluarga Anda terlebih dahulu untuk perawatan. Jika gejalanya menetap, atau jika suara Anda mulai terpengaruh, mungkin perlu untuk mengunjungi dokter ahli bedah THT yang akan melakukan tes untuk mengkonfirmasi alergi yang Anda miliki. Mencari tahu penyebab alergi hidung Anda akan membantu meringankan masalah terkait suara. Itulah beberapa penyakit yang dapat menyebabkan hilangnya suara Anda. Berhenti merokok, mengunyah permen karet tanpa gula, tidak mengonsumsi alkohol, hingga memasang pelembab udara, juga bisa menjadi cara mengembalikan suara yang hilang. Jika Anda menginginkan kesembuhan yang maksimal, berkonsultasilah dengan dokter.

Read More
Hidup Sehat

Apa Itu Mulas?

Rasa mulas sering kita alami ketika kita terlalu banyak makan atau saat kita memakan makanan pedas. Mulas merupakan bentuk iritasi yang disebabkan oleh asam lambung yang meningkat. Hal ini membuat kita merasakan sensasi yang tidak nyaman di bagian perut hingga area bawah dada.

Apa penyebab mulas?

Gejala mulas diawali dengan permasalahan pada katup di mulut lambung (LES) yang tidak bisa menutup dengan baik dan menyebabkan asam di lambung naik ke atas. Keadaan ini mengakibatkan rasa panas pada perut dan sekitar dada. Beberapa alasan mengapa LES tidak tertutup:

  1. Makan terlalu banyak. Selain menghindari makanan yang dapat menyebabkan refluks asam lambung, makan terlalu banyak juga menyebabkan perut Anda penuh dan produksi asam lambung semakin bertambah. Solusinya adalah mengimbanginya dengan minum air putih yang banyak.
  2. Tekanan pada bagian perut akibat kehamilan, obesitas maupun konstipasi dapat menyebabkan asam lambung kambuh.

Makanan pemicu produksi asam lambung

Beberapa makanan telah terbukti dapat meningkatkan asam lambung pada perut. Hal ini yang menyebabkan asam lambung Anda kambuh dan terkadang nyerinya sampai ke area dada. Jika Anda terkena GERD, makanan berikut ini sebaiknya dihindari karena akan menyebabkan refluks.

  • Tomat
  • Buah sitrus seperti jeruk
  • Bawang putih dan bombai
  • Cokelat
  • kopi dan minuman berkafein lainnya
  • alcohol
  • peppermint

Makanan dengan kadar lemak yang tinggi serta obat-obatan tertentu juga dapat mengakibatkan mulas. Begitu juga dengan kurang tidur dan stress bisa meningkatkan produksi asam lambung di perut. Merokok juga dapat meningkatkan asam lambung. Jika Anda sedang hamil, pengaruh hormon progesterone juga dapat mengakibatkan asam lambung.

Untuk mengurangi refluks asam lambung, Anda dapat mengonsumsi teh maupun jahe yang terbukti dapat meredakan asam lambung.

Berapa lama rasa mulas bisa bertahan?

Untuk kondisi tertentu, rasa mulas bisa bertahan selama beberapa menit, tetapi bisa juga sampai berjam-jam. Kondisi mulas sering terjadi pada wanita hamil seminggu sekali. Jika rasa mulas datang sesekali dalam seminggu, hal itu sangat wajar. Tetapi jika rasa tersebut mulai sering mengganggu, kemungkinan Anda menderita GERD yang bisa menyebabkan penyakit serius lainnya seperti:

  • batuk berkepanjangan
  • laringitis
  • pembengkakan atau terkikisnya dinding lambung
  • kesulitan menelan
  • terjadi barret esophagus yang menjadi cikal bakal kanker

Sangat penting untuk mengetahui gejala dan penyebab mulas agar tidak sampai terjadi komplikasi yang serius dan bisa segera ditangani

Read More
Kesehatan Mental

Suka Menimbun Barang Tak Terpakai? Hati-hati, Bisa Jadi Gejala Gangguan Mental

Saat membersihkan rumah yang berantakan dan menemukan barang yang tidak digunakan, pernahkah Anda meyakinkan diri untuk tidak membuang benda tersebut dengan pernyataan “lain kali bisa digunakan” atau “mungkin masih perlu”?

Wajar jika Anda melontarkan pernyataan demikian saat sedang membereskan rumah yang berantakan. Ketika Anda mempraktikkan metode Konmari yang sedang populer belakangan ini, Anda harus menyortir barang-barang dan menyingkirkan yang tidak memancarkan kebahagiaan untuk Anda.

Sayangnya, berlawanan dari teknik beberes Konmari ini, Anda mungkin cenderung merasa sayang untuk membuang barang-barang yang Anda miliki dan berujung menumpuk semuanya.

Namun, Anda harus berhati-hati karena terkadang menumpuk atau menyimpan barang-barang bekas dan rusak secara berlebihan merupakan indikasi dari suatu gangguan mental. Kondisi ini disebut sebagai hoarding disorder.

Barang-barang yang disimpan oleh para hoarder (sebutan untuk orang yang memiliki hoarding disorder) biasanya tidak memiliki nilai jual dan jumlahnya cukup banyak. Gangguan mental ini mulai menjadi masalah saat tumpukan-tumpukan barang-barang bekas dan rusak yang dikumpulkan mulai menyita banyak ruang di rumah dan membuat rumah berantakan.

Tidak hanya itu, gangguan mental ini juga dapat merusak hubungan penderita dengan orang-orang di sekitarnya. Penting bagi Anda untuk dapat mengenali ciri-ciri dari gangguan mental ini.

Gejala Hoarding Disorder

  1. Menimbun barang-barang yang tidak memiliki nilai jual secara berlebihan, meskipun sudah tidak ada ruang lagi untuk menyimpan barang-barang tersebut.

  2. Memiliki kesulitan untuk mengatur barang-barang yang sudah disimpan dan cenderung menimbun barang-barang tersebut menjadi suatu tumpukan ketika sudah tidak ada ruang lagi untuk menyimpan barang-barang tersebut.

  3. Memiliki keyakinan bahwa barang-barang yang ditimbun akan berguna nantinya, meskipun barang-barang tersebut tidak digunakan dan tidak bernilai.

  4. Memiliki ikatan yang kuat dengan barang-barang yang ditumpuk dan bahkan cenderung bisa marah jika seseorang menyentuh atau ingin meminjam barang tersebut.

  5. Kesulitan untuk membuang barang-barang yang ditumpuk dan merasa kesal jika harus membuang barang-barang tersebut.
  6. Barang-barang yang ditumpuk memenuhi rumah dan membuat orang-orang kesulitan untuk bergerak dalam rumah.

Namun, perlu untuk Anda perhatikan, penderita hoarding disorder tidak hanya menimbun benda-benda rusak ataupun bekas yang tidak berguna. Penderita bisa saja menimbun benda-benda yang masih baru, seperti peralatan masak, pakaian, buku-buku, dan sebagainya. Hoarder juga bisa memelihara banyak sekali binatang seperti kucing atau anjing padahal dirinya tidak sanggup lagi menampung.

Pada umumnya, penderita hoarding disorder memiliki pemikiran-pemikiran sebagai berikut:

  • Tidak ingin membuang-buang barang.
  • Percaya bahwa barang yang dimiliki unik atau bisa digunakan nantinya.
  • Merasa aman bersama barang-barang tersebut.
  • Barang-barang yang dikumpulkan memiliki kenangan emosional dan berfungsi sebagai “pengingat” bagi penderita.

Penyebab Hoarding Disorder

Penyebab dari hoarding disorder belum diketahui, tetapi kemungkinan kondisi ini diakibatkan oleh ketidakmampuan mengatasi stres. Misalnya saat ditinggalkan orang yang disayangi, kehilangan rumah, mengalami trauma, menjadi korban bullying, dan sebagainya.

Kadang-kadang hoarding disorder ini bisa jadi gejala dari gangguan mental lainnya, seperti skizofrenia.

Penanganan Hoarding Disorder

Penderita hoarding disorder biasanya akan diberikan psikoterapi, obat-obatan, atau campuran dari keduanya. Oleh karena itu, jika kerabat atau teman dekat Anda memiliki hoarding disorder, Anda perlu untuk merujuk teman atau kerabat Anda ke psikolog atau psikiater.

Jika Anda mengalami hoarding disorder, Anda tidak perlu malu untuk ke psikolog atau psikiater. Setelah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Tetap mengikuti perawatan yang sudah diberikan

Mengubah diri menjadi lebih baik hal memang tidak mudah, tetapi Anda harus tetap termotivasi untuk bisa mengurangi keinginan menimbun barang. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda tidak ingin menjadi stres karena tinggal dalam rumah yang berantakan.

  1. Mencari bantuan dan menerima bantuan dari orang lain

Jangan sungkan untuk meminta dan menerima bantuan dari orang lain dalam mengatur barang-barang di rumah. Anda juga dapat menceritakan tentang kesulitan Anda dengan orang-orang terdekat dan meminta dukungan dari mereka.

  1. Jaga kesehatan diri Anda

Jangan lupa untuk makan teratur dan memerhatikan kebersihan diri Anda.

  1. Fokus pada langkah-langkah kecil

Anda tidak perlu terlalu menekan diri dengan ingin secepatnya lepas dari gangguan hoarding Ingatkan diri Anda bahwa ini adalah suatu proses yang membutuhkan waktu.

Fokuslah pada tujuan-tujuan kecil yang lama kelamaan mengarahkan Anda menjadi lebih baik dan dapat menaklukkan hoarding disorder yang dialami.

Read More
Hidup Sehat

Daftar Tes Kesehatan yang Harus Anda Jalani Berdasarkan Usia

Pernahkah Anda melakukan tes kesehatan? Sebenarnya kapan seseorang perlu melakukan pengecekan kolesterol, kadar gula darah, kesehatan tulang, dan sebagainya? Berikut panduan pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya rutin dilakukan.

Menurut para ahli, deteksi dini dan tes kesehatan secara reguler berguna untuk penanganan kanker, mengontrol penyakit kronis seperti diabetes, serta menghindari serangan jantung dan stroke.

Ada beberapa jenis tes kesehatan yang memang ditujukan khusus untuk usia tertentu dan tidak harus dilakukan setiap tahun. Ada pula tes kesehatan yang direkomendasikan untuk diambil setiap tahunnya.

Tes Kesehatan untuk Usia 18 – 39 Tahun

  • Cek kolesterol. Ketika Anda berusia 20-an, setidaknya Anda harus sudah melakukan pemeriksaan kolesterol. Lakukan setiap tahun hingga Anda mencapai usia 35 tahun. Bila Anda tidak memiliki risiko kolesterol tinggi, pemeriksaan bisa dilakukan setiap lima tahun sekali. Namun jika ada perubahan gaya hidup yang  mengakibatkan penurunan atau kenaikan berat badan, atau jika Anda memiliki riwayat diabetes, masalah ginjal, atau faktor risiko lainnya, pemeriksaan kolesterol harus dilakukan rutin setiap tahunnya.
  • Pemeriksaan kulit. Tes kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi jika ada tahi lalat atau tanda lahir yang mencurigakan pada tubuh. Dengan mengecek kulit di seluruh tubuh, Anda juga bisa mengetahui bila ada luka yang tak kunjung sembuh.
  • Pap smear  dan pemeriksaan pelvis. Pemeriksaan kesehatan ini sebaiknya dilakukan wanita setiap tiga tahun sekali ketika menginjak usia 21 tahun. Tujuannya untuk mengetahui kemungkinan kanker serviks. Jika Anda berusia lebih dari 30 tahun dan hasil pap smear dan HPV normal, Anda hanya perlu melakukan pap smear setiap lima tahun.
  • Pemeriksaan payudara. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri di rumah untuk mengecek apakah ada benjolan pada payudara Anda. Jika Anda memiliki ibu atau saudara perempuan yang mengalami kanker payudara, Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan payudara di rumah sakit.
  • Pemeriksaan testis. Pria disarankan melakukan pemeriksaan testis di rumah sakit.

Pemeriksaan Kesehatan untuk Usia 40 – 64 Tahun

Beberapa tes yang direkomendasikan untuk diambil pada usia 18-39 tahun semestinya dilakukan secara berkala sesuai dengan rekomendasi dokter Anda.

  • Wanita: mammogram. Tes ini sebaiknya dilakukan ketika Anda berusia 40 tahun dan berkala setiap tahunnya. Jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker payudara atau Anda memiliki faktor risiko, lebih baik mulai lakukan mammogram secara rutin dari usia dini.
  • Pria: tes prostat. Pemeriksaan ini dimulai dari usia 50 tahun, kecuali Anda memiliki risiko tinggi, maka tes prostat bisa dilakukan pada usia 40 tahun.
  • Mengecek tahi lalat yang mencurigakan atau luka-luka pada kulit. Periksa seluruh kulit tubuh Anda setiap tahunnya.
  • Kadar gula darah. Lakukan pemeriksaan level gula darah Anda. Kadar gula darah yang naik dengan cepat bisa jadi merupakan tanda-tanda diabetes.
  • Kolonoskopi.Tes kesehatan ini semestinya dilakukan pada usia 50 tahun. Lakukan 10 tahun lebih awal jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker usus besar. Bagi mereka yang tidak memilki faktor risiko, tes ini dapat dilakukan setiap 10 tahun sekali.  

Tes Kesehatan untuk Usia 65 Tahun ke Atas

Berikut beberapa tes yang harus dilakukan ketika Anda berusia 65 tahun ke atas:

  • Kepadatan tulang. Dimulai dari usia 65, laki-laki dan wanita sudah harus mulai mengecek kepadatan tulang mereka setiap 2 – 5 tahun sekali. Lakukan pemeriksaan kesehatan tulang sejak usia 60 tahun jika Anda memiliki risiko osteoporosis yang tinggi.
  • Tekanan darah. Sekitar 64% laki-laki dan 69% perempuan antara usia 65 – 74 mengalami tekanan darah tinggi. Jika Anda atau orang tua Anda sudah berusia lebih dari 65 tahun, lakukan pengecekan tekanan darah setidaknya setahun sekali. Hipertensi seringkali luput dideteksi karena gejalanya tidak muncul sebelum parah. Orang dengan darah tinggi berisiko mengalami stroke maupun serangan jantung.
  • Pemeriksaan mata. Jika Anda memakai kacamata atau lensa kontak, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara berkala. Pada usia lanjut, kadang ditemukan penyakit mata seperti glaukoma dan katarak.
  • Pengecekan kemampuan mendengar. Berkurangnya kemampuan mendengar adalah hal yang wajar ketika seseorang menua. Kadang-kadang hal tersebut disebabkan infeksi atau kondisi medis lainnya. Lakukan pemeriksaan setiap dua atau tiga tahun sekali.

Ada beberapa tes yang mungkin direkomendasikan dokter berdasarkan riwayat kesehatan Anda. Selain itu, penting sekali untuk menceritakan kekhawatiran, pertanyaan, atau perubahan yang terjadi pada kesehatan Anda. Riwayat kesehatan tersebut dapat dijadikan sebagai referensi untuk memastikan langkah apa selanjutnya yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan kondisi kesehatan Anda.

Read More
Kesehatan Wanita

Penyakit Jantung pada Wanita, Ini Penyebabnya!

Penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang paling umum terjadi baik pada pria maupun wanita. Namun, penyakit ini tidak mempengaruhi pria dan wanita dengan cara yang sama. Beberapa kondisi jantung mungkin terjadi pada wanita. Selain itu, gejala yang dialami juga bisa berbeda pada wanita dan pada pria. Seiring bertambahnya usia, penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang harus diperhatikan dan bagaimana melindungi diri dari penyakit jantung.

Gejala-Gejala

Mungkin yang Anda tahu, gejala dari penyakit jantung adalah adanya rasa nyeri pada dada ketika terjadi serangan jantung. Padahal, pada wanita, gejala yang timbul mungkin kurang jelas dan cenderung terlihat seperti nyeri dada pada umumnya. Anda juga mungkin merasakan sakit di bagian rahang, punggung, atau perut bagian atas. Mungkin juga Anda merasa mual atau pusing.

SCAD

Diseksi arteri koroner spontan (SCAD) adalah ketika salah satu pembuluh darah jantung Anda robek. Hal ini dapat memperlambat atau menghambat aliran darah Anda dan menyebabkan nyeri dada yang intens dan gejala lain yang bisa terasa seperti serangan jantung. Ini adalah kondisi serius yang perlu diobati dengan cepat. Wanita lebih mungkin memiliki SCAD daripada pria, terutama jika mereka baru saja melahirkan.

Sindrom “Patah Hati”

Istilah medis untuk ini adalah kardiomiopati yang diinduksi stres, dan lebih mungkin terjadi pada wanita daripada pria. Penyakit jantung ini disebabkan oleh pelepasan hormon stres secara mendadak, dan itu terjadi setelah peristiwa yang sangat emosional seperti perceraian atau kematian dalam keluarga Anda. Sebagian dari jantung Anda menjadi lebih besar dan tidak dapat memompa darah juga. Hal tersebut dapat menyebabkan nyeri dada yang hebat, tetapi perawatan cepat dapat mempercepat proses pemulihan.

Menopause

Walaupun menopause tidak menyebabkan penyakit jantung pada wanita, perubahan alami yang terjadi pada tubuh Anda selama menopause dapat membuat Anda lebih mungkin mengalaminya. Ketika kadar estrogen Anda turun, arteri Anda bisa menjadi lebih kaku. Tekanan darah, lemak perut, dan LDL (atau kolesterol “buruk”) juga bisa naik setelah menopause. Tetap aktif untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda setelah mengalami menopause.

Peradangan

Jika Anda memiliki kondisi yang menyebabkan hal ini, seperti rheumatoid arthritis atau lupus, kemungkinan Anda terkena penyakit jantung lebih tinggi. Hal ini benar adanya bahkan jika Anda muda, berolahraga, dan tidak merokok. Bicarakan dengan dokter Anda tentang cara terbaik untuk melindungi jantung Anda.

Depresi

Kondisi kesehatan mental ini dapat menggandakan peluang Anda terkena penyakit jantung, dan wanita dua kali lebih mungkin mengalaminya daripada pria. Ketika Anda mengalami depresi, kecil kemungkinannya bagi Anda untuk tetap aktif dan menjaga kesehatan Anda. Ditambah stres dan kecemasan yang terus-menerus, depresi dapat membuat jantung Anda menjadi terganggu.

Diabetes

Selain depresi, diabetes juga dapat menggandakan peluang wanita terkena penyakit jantung. Salah satu alasannya adalah karena gula darah yang tinggi dapat memperlambat aliran oksigen dalam darah dan dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri Anda. Selain itu, wanita dengan diabetes mungkin cenderung menjadi gemuk dan memiliki tekanan darah serta kolesterol yang tinggi. Anda dapat mengatur berat badan dan kadar gula darah dengan diet dan olahraga.

Read More
Hidup Sehat

15 Makanan Sehat yang Dapat Menyebabkan Perut Kembung

Perut kembung setelah makan memang sering menyebabkan rasa tidak nyaman, apalagi jika banyak aktivitas yang menanti untuk Anda lakukan. Untuk itu, simak ulasan mengenai daftar makanan sehat yang ternyata dapat menyebabkan gas dalam perut.

1. Apel
Apel memiliki kandungan sorbitol, yaitu gula yang secara alami terdapat dalam banyak buah. Sebagian orang memiliki tubuh yang tidak mampu menyerapnya dengan benar. Akibatnya, sorbitol ini akan membuat perut menjadi kembun. Kondisi ini dapat menyebabkan diare, khususnya pada anak-anak.

2. Blackberry
Blackberry selalu menjadi buah yang banyak disukai orang karena rasanya yang menyegarkan. Tidak hanya dalam kondisi segar, blackberry yang dikeringkan juga memberi cita rasa manis pada sajian kue dan teh untuk camilan. Sayangnya, jika terlalu banyak, sorbitol yang terkandung dalam buah ini dalam membuat Anda merasa kembung, sakit perut, hingga diare, kembung, atau bahkan mual.

3. Semangka
Buah semangka memang sangat menyegarkan dengan kandungan air yang banyak. Buah ini menjadi semakin favorit jika disantap di musim panas. Namun, perhatikan kandungan fruktosa atau gula di dalamnya. Fruktosa ini akan menjadi asupan yang cukup sulit untuk dicerna hingga membuat perut kembung.

4. Artichoke
Sayuran yang satu ini memiliki kandungan gula yang disebut fructan. Kandungan gula inilah yang dapat membantu memicu gas di perut. Jika Anda merasa tidak enak setelah mencicipinya, segera hentikan memakannya.

5. Kentang
Jika Anda berpikir untuk menggantikan asupan nasi dengan kentang, pastikan untuk membatasi konsumsinya agar tidak berlebihan. Pasalnya, kentang sudah cukup banyak dikonsumsi sehari-hari sebagai lauk dan camilan. Apalagi mengingat pati dalam kentang dapat memicu gas dan perut kembung pada beberapa orang.

6. Jamur Shiitake
Jamur ini cukup populer karena banyak dipilih sebagai alternatif menu makanan penurun berat makan. Akan tetapi, waspadai kandungan mannitol dan beragam gula alami lainnya yang bisa menimbulkan gas pada perut Anda. Bahkan, jika Anda makan terlalu banyak, jamur ini juga bisa membuat Anda sedikit mengalami diare.

7. Kacang Polong
Tahukah Anda bahwa sayuran hijau lembut ini memiliki kandungan rantai gula yang disebut galacto-oligosaccharides. Dengan kata lain, kacang polong dapat memberi makan bakteri usus dan menyebabkan gas di perut. Jika dimakan berlebihan, Anda akan merasakan perut yang tidak nyaman dan bergejolak.

8. Kopi
Kafein memang selalu menjadi andalan untuk membuat tubuh kembali segar dan berstamina. Sayangnya, efek samping pada pencernaan dapat menimbulkan perut yang kembung dan kembung. Jadi, batasi konsumsi hariannya.

9. Oatmeal
Pilihan menu sehat untuk sarapan ini memiliki banyak kandungan serat yang dapat membuat Anda merasa kenyang sepanjang pagi. Namun, jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak, perut Anda mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman karena membuat perut kembung.

10. Beragam Sayuran
Sayur-sayuran merupakan sumber makanan yang menyehatkan dan bernutrisi untuk tubuh. Namun, meskipun sayuran merupakan asupan yang lezat dan sangat sehat, kebanyakan dari mereka cenderung sulit dicerna. Sayuran seperti brokoli dan kembang kol berisiko menimbulkan rasa kembung atau kram pada perut. Jika Anda merasakannya, Anda dapat sesekali menggantinya dengan sayuran lain, seperti paprika, zucchini, atau kacang hijau.

11. Aprikot Kering
Serat dalam buah kering memiliki banyak hal untuk pencernaan. Buah ini sangat bisa diandalkan bagi Anda yang sedang mengalami konstipasi. Namun, kudapan manis ini juga memiliki kandungan gula tinggi yang disebut fruktosa. Jika dikonsumsi terlalu banyak bisa berisiko membuat Anda sakit perut.

12. Buah Persik
Buat persik memang sangat lezat untuk dijadikan camilan sore yang menyegarkan. Namun, waspadai rasa manis di dalamnya yang terkadang dapat menyebabkan masalah pada perut. Buah persik memiliki gula alami yang disebut poliol, yang terkadang tidak selalu cocok dengan bakteri usus Anda. Jangan heran jika memakan buah ini dapat menyebabkan kram dan kembung.

13. Minuman Diet dengan Gula Alkohol
Pemanis alternatif ini banyak ditemukan di beberapa minuman rendah kalori dan dapat membantu jika Anda mencoba menurunkan berat badan. Sayangnya, gula alkohol dapat bertindak sebagai pencahar jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak. Pastikan untuk memeriksa label makanan agar dapat mengetahui apakah minuman mengandung pemanis buatan seperti xylitol dan manitol.

14. Permen Karet
Saat mengunyah permen karet, Anda dapat menelan udara yang juga membawa gas ke usus Anda. Jenis permen “bebas gula” biasanya akan menggunakan pemanis alternatif seperti sorbitol dan xylitol sebagai pengganti gula. Kandungan ini akan membuat perut kembung atau bahkan bekerja seperti pencahar.

15. Permen
Tidak hanya permen karet. Permen biasa pada umumnya juga dapat menimbulkan gas di perut jika di makan terlalu berlebihan. Pasalnya, sebagian besar permen dimaniskan dengan menggunakan xylitol, mannitol, sorbitol, atau gula alternatif lain yang membuat beberapa orang sakit perut.

Read More
Penyakit

Agar Tidak Salah Penanganan, Pahami Perbedaan Fakta dan Mitos Mengenai Sembelit

Sembelit atau konstipasi merupakan masalah pencernaan yang sangat umum terjadi. Tidak heran jika banyak sekali asumsi mengenai penyebab, penanganan, dan pencegahan sembelit yang tersebar di masyarakat. Namun, Anda perlu lebih waspada dalam membedakan yang mana informasi fakta, dan mana yang hanya berupa mitos.

Mitos Sembelit

1. Buang Air Besar Seharusnya Setiap Hari
Perlu dipahami bahwa setiap orang memiliki metabolisme dan kerja organ tubuh yang berbeda. Itulah sebabnya frekuensi buang air besar seseorang tidak akan sama dengan orang lain. Beberapa di antara mereka ada yang terbiasa buang air tiga kali sehari atau bahkan tiga kali seminggu. Anda sendiri yang mengetahui bagaimana frekuensi buang air besar normal yang biasa Anda lakukan. Namun, jika sembelit terjadi, biasanya frekuensi akan semakin berkurang dan ada rasa tidak nyaman di perut.

2. Sembelit Dapat Menjadi Racun
Beberapa orang percaya bahwa sembelit menyebabkan tubuh menyerap zat beracun dalam tinja yang menyebabkan penyakit seperti radang sendi, asma, hingga kanker usus besar. Hal ini adalah mitos, sebab tidak ada bukti yang mengungkap bahwa feses dapat menghasilkan racun. Perlu dipahami pula, sembelit atau konstipasi itu sendiri bukan penyakit, melainkan masalah pencernaan.

3. Sembelit Hanya Membutuhkan Banyak Serat
Memang benar bahwa kebanyakan orang yang mengalami susah buang air besar akan dianjurkan untuk makan lebih banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan makanan nabati lainnya. Tidak heran jika seseorang yang sembelit akan menambahkan serat pada kombinasi makanannya secara bertahap. Namun, jika sembelit masih belum juga terselesaikan, mungkin ada alasan lain yang menjadi penyebab sembelit seperti kondisi medis atau efek samping dari beberapa obat.

4. Semua Serat Memiliki Manfaat Sama
Ada dua macam serat yang harus Anda ketahui, yaitu serat yang larut dan serat yang tidak larut. Serat yang tidak larut akan menambah jumlah kotoran pada tinja dan membantu melewati usus Anda lebih cepat. Contoh serat ini berasal dari roti gandum, pasta, dan sereal. Sedangkan, serat yang larut larut dalam air dapat berupa kacang-kacangan dan beberapa makanan nabati lainnya.

5. Menahan Buang Air Besar Tidak Akan Berbahaya
Apakah Anda merasa terlalu sibuk untuk sekedar menyempatkan diri ke toilet? Mengabaikan dorongan dan keinginan buang air besar dapat membuat Anda secara fisik tidak nyaman dan berisiko menyebabkan atau memperburuk sembelit. Jadi, jangan pernah mengabaikan rasa dan dorongan untuk buang air besar kapan pun Anda merasakannya.

6. Minum Kopi Adalah Solusi yang Baik
Kafein memang dapat berperan dalam merangsang otot-otot sistem pencernaan untuk berkontraksi dan menyebabkan buang air besar. Namun, kafein memiliki efek samping membuat tubuh menjadi dehidrasi. Itulah sebabnya kopi sangat tidak disarankan bagi Anda yang sedang sembelit.

Fakta Sembelit

1. Permen Karet yang Tertelan Bisa Menghambat
Jika Anda pernah dilarang untuk menelan permen karet karena khawatir menempel dan menghambat di lambung atau usus, hal ini dapat menjadi benar adanya. Pasalnya, beberapa kasus orang yang menelan permen karet dalam jumlah besar atau banyak mengalami hambatan dalam saluran pencernaan. Penyumbatan ini yang nantinya dapat menyebabkan sembelit. Meskipun begitu, sesekali menelan permen karet tidak akan terlalu berbahaya karena dapat dikeluarkan sebagaimana makanan lainnya.

2. Liburan Dapat Menimbulkan Masalah
Melakukan sebuah perjalanan dapat mengubah rutinitas dan diet harian Anda. Saat Anda pergi, perbanyaklah minum air dan pastikan tubuh bisa tetap aktif bergerak. Hal ini penting untuk mencegah sembelit terjadi selama perjalanan. Selain itu, sering-seringlah melakukan peregangan, batasi konsumsi alkohol dan kafein, serta perbanyak asupan buah dan sayur. Jangan terlalu bergantung pada makanan cepat saji.

3. Sembelit Karena Perubahan Mood

Depresi dapat memicu sembelit atau bahkan memperburuknya. Mengurangi stres melalui meditasi, yoga, biofeedback, dan teknik relaksasi dapat membantu Anda mengatasinya. Akupresur atau pijat shiatsu juga cukup direkomendasikan. Anda dapat memijat perut Anda untuk melemaskan otot-otot dan mendukung usus dalam bekerja.

4. Obat-obatan Dapat Menjadi Penyebab
Sebagian obat pereda rasa sakit, depresi, tekanan darah tinggi, dan penyakit Parkinson dapat memberikan efek samping berupa sembelit atau konstipasi. Selain itu, suplemen kalsium dan zat besi juga berdampak pada susah buang air besar. Jika ini terjadi pada Anda lakukan konsultasi pada dokter untuk mendapat arahan mengenai penggunaan obat yang tepat.

5. Minum Lebih Banyak Air Akan Membantu
Tidak hanya serat, banyak minum air putih juga dapat membuat tinja Anda lunak dan meredakan sembelit. Anda bisa mendapatkannya dari minuman atau beragam makanan yang kaya air, seperti buah-buahan dan sayuran. Batasi atau hindari asupan kafein dan alkohol, yang dapat menyebabkan dehidrasi.

6. Latihan Fisik Meredakan Sembelit
Jangan biarkan tubuh Anda terlalu lama duduk dan berdiam diri. Bergeraklah dan lakukan aktivitas fisik seperti olahraga dan senam. Dengan begitu, kerja organ dalam tubuh juga akan semakin lancar, termasuk di dalamnya pencernaan.

Read More