Penyebab dan Faktor Risiko Dermatographia

Dikenal juga dengan istilah skin writing, dermatographia merupakan kondisi di mana seseorang yang menggores kulitnya secara halus. Goresan ini akan berubah menjadi kemerahan disertai dengan biduran, muncul dengan bentuk menyerupai goresan. Tanda ini akan hilang dengan sendirinya pada umumnya, namun membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Penyebab dari kondisi ini belum diketahui secara pasti, tetapi pada sebagian orang dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti infeksi, perubahan emosional hingga konsumsi obat-obatan tertentu. Namun, sebagian besar orang dengan penyakit ini tidak mencari solusi dalam penanganannya. Walaupun jika dirasakan keluhan yang sangat mengganggu bisa diobati dengan resep obat-obatan tertentu.

Penyebab Dermatographia

Seperti yang sedikit dijelaskan di atas bahwa penyebab dari kondisi ini belum bisa diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa kondisi yang dialami seseorang dan diduga kuat merupakan momen yang menyebabkan seseorang terkena penyakit ini. Berikut ini beberapa kondisi yang diduga menjadi pemicu.

  • Stres.
  • Riwayat alergi.
  • Gesekan yang berlebih dari pakaian atau seprai.
  • Infeksi.
  • Pengobatan tertentu, seperti misalnya menggunakan penisilin.
  • Olahraga yang mengakibatkan gesekan berlebih di kulit.

Faktor Risiko Dermatographia

Selain karena penyebabnya tidak diketahui secara pasti, terdapat beberapa faktor risiko yang diduga berkaitan dengan kondisi ini. Kemudian, faktor risiko terjadinya kondisi ini bisa meningkat pada seseorang yang mengalami beberapa kondisi tertentu. Berikut beberapa kondisi yang perlu diwaspadai.

  • Memiliki kulit kering.
  • Sebelumnya memiliki riwayat dermatitis atau peradangan kulit.
  • Berada dalam kelompok usia dewasa muda.
  • Sering mengalami goresan pada kulit.
  • Memiliki penyakit tiroid tertentu.
  • Memiliki kelainan saraf atau penyakit lain tertentu yang menyebabkan kulit menjadi gatal.

Diagnosis

Pada umumnya kondisi ini didiagnosis dengan beberapa metode medis, yakni wawancara medis, pemeriksaan fisik dan tes kulit. Dokter akan menggunakan alat yang diletakkan dan kemudian diseret pada kulit untuk melihat adanya reaksi yang terjadi. Reaksi yang muncul bisa berupa garis merah disertai dengan biduran yang muncul dalam beberapa menit.

Kecuali pada kondisi yang berkepanjangan, umumnya penanganan yang dilakukan tidak selalu dibutuhkan. Beberapa jenis pengobatan antialergi tertentu nantinya bisa didapat dari resep dokter, tujuan diberikan obat ini adalah untuk mengatasi keluhan gatal dan kemerahan yang muncul akibat peradangan.

Namun, pada kasus yang lebih berat dokter akan memberi rekomendasi untuk melakukan fototerapi, kondisi tersebut memang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman. Tetapi, reaksi negatif yang muncul akibat kondisi tersebut bisa dicegah, salah satunya dengan beberapa perubahan gaya hidup dan tindakan preventif yang bisa dilakukan secara mandiri, berikut di antaranya.

  • Berusaha untuk menghindari pakaian atau seprai yang menimbulkan rasa gatal, bahan seperti wol dan sintetik bisa menyebabkan iritasi pada kulit sebagian orang.
  • Menggunakan sabun tanpa bahan kimia tertentu dengan risiko menyebabkan kulit menjadi gatal-gatal dan kemerahan.
  • Mandi menggunakan air hangat, jika dilakukan secara teratur bisa mengurangi tingkat risiko terkena reaksi kondisi tersebut.
  • Menggunakan pelembab kulit setiap hari, selain itu penggunaan pelembab kulit memang dianjurkan untuk menyehatkan kulit.
  • Menangani stres dengan cara berolahraga rutin, selain itu pastikan jam tidur cukup dan melakukan rekreasi.
  • Sebisa mungkin untuk menghindari kegiatan menggaruk kulit secara berlebihan, aktivitas ini bisa memperburuk kondisi dermatographia.

Jika seseorang mengalami satu dari beberapa tanda gejala yang disebutkan di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Segera buat janji dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan secara langsung, pastikan dokter yang dipilih spesialis.

Read More

Kenali Penyebab Otot Terasa Nyeri pada Masa Kehamilan

Pada masa kehamilan, tubuh mengalami beberapa perubahan fisik sebagai bentuk penyesuaian terhadap janin yang mulai tumbuh di dalam rahim. Pegal-pegal dan otot terasa nyeri saat masa kehamilan dapat menandakan beberapa hal. Namun, Anda dapat menghilangkannya dengan beberapa cara setelah Anda memahami penyebab nyeri otot yang sering menyerang pada masa kehamilan tersebut.

  • Mencari Tahu Penyebab Nyeri Otot

Seiring dengan membesarnya rahim, pegal-pegal dan nyeri dapat menyerang karena otot-otot punggung, perut, dan paha terlalu banyak bekerja. Alasan mengapa otot terasa nyeri pada saat Anda hamil adalah karena beban ditanggung lebih berat dari saat belum mengandung. Akibatnya, otot-otot yang biasanya jarang digunakan jadi harus bekerja ekstra.

Asam laktat yang dihasilkan oleh proses metabolisme pada otot juga akan terakumulasi di dalam otot jika otot bekerja lebih keras dari biasanya. Asam laktat dapat membuat otot iritasi dan mengakibatkan rasa yang tidak nyaman serta nyeri

  • Penyebab Otot Perut Terasa Nyeri

Kram pada perut bagian bawah biasanya wajar, karena janin sedang terbentuk di dalam perut. Janin sekaligus ukuran rahim akan menjadi lebih besar dari hari ke hari, sehingga ligamen serta otot-otot yang menyokongnya menjadi renggang sebagai bentuk penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi. Proses peregangan ini menjadikan otot nyeri, khususnya ketika ibu hamil berganti posisi, melakukan kegiatan yang aktif, atau ketika ia batuk.

  • Penyebab Otot Paha Terasa Nyeri 

Otot-otot pada paha digunakan untuk berjalan dan menyokong postur tubuh. Semakin banyak berat badan bertambah, semakin berat tarikan dari gravitasi pada tubuh. Kaki Anda akan bekerja lebih keras ketika Anda berjalan atau berdiri, dan hal ini menyebabkan banyaknya asam laktat yang terakumulasi pada otot kaki, sehingga menyebabkan otot terasa sakit.

  • Mengatasi Otot Terasa Nyeri saat Hamil

Penting bagi Anda untuk mengetahui tip atau cara-cara mengatasi nyeri otot selama masa kehamilan. Informasi yang Anda miliki akan membantu Anda melewati masa-masa sulit pada kehamilan Anda.

  • Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Penting bagi ibu hamil untuk mengonsumsi makanan yang seimbang selama masa kehamilan. Selain untuk membantu perkembangan janin sebaik mungkin, mengonsumsi nutrisi yang cukup dapat menghindarkan Anda dari nyeri otot.

Makanan yang kaya akan magnesium bisa membantu meredakan nyeri otot. Makanan yang kaya akan magnesium misalnya biji labu, bayam rebus, salmon, biji wijen, atau brokoli. 

Makanan yang kaya akan kalsium juga dapat membantu meringankan otot terasa nyeri, karena kalsium bekerja sama dengan magnesium untuk meningkatkan fungsi otot. Kalsium dapat ditemukan di makanan yang berbahan dasar susu. 

Anda juga dapat membeli suplemen kalsium di apotek, utamanya vitamin B6 dan B12.

  • Jaga Asupan Protein

Protein merupakan zat yang diperlukan untuk memperbaiki serta membangun otot-otot tubuh. Konsumsi protein yang ideal per hari untuk ibu hamil sedikitnya adalah 70g. Cobalah makan setidaknya satu jenis makanan yang kaya akan protein di setiap makan berat Anda.

Makanan sumber protein yang bagus adalah daging tanpa lemak, kacang-kacangan, hasil laut yang memiliki cangkang (seperti udang atau kerang), susu, telur, keju, tahu, dan yogurt.

  • Jaga Asupan Cairan

Mengonsumsi air putih yang banyak berguna untuk menjaga kebutuhan cairan dalam tubuh. Salah satu alasan lain mengapa otot terasa nyeri selama masa kehamilan adalah karena Anda dehidrasi. 

Mungkin Anda tidak merasa haus, tetapi otot-otot tubuh membutuhkan lebih banyak air agar dapat berfungsi dengan baik. Maka dari itu, minumlah air yang banyak selama masa kehamilan dan jadikan hal tersebut sebagai kebiasaan.

Selain itu, cobalah untuk mulai melakukan olahraga ringan untuk merenggangkan otot-otot Anda. Semakin Anda malas bergerak maka akan memperparah kondisi otot yang terasa nyeri. Cobalah melakukan beberapa peregangan untuk sedikit mengendurkan otot-otot Anda. 

Namun, jangan pernah melakukan olahraga berat. Pasalnya, hal itu justru malah memicu otot terasa nyeri lantaran olahraga atau olahraga fisik berat akan membuat penumpukan asam laktat.

Read More
Hidup Sehat

Kenali Tingkatan Syok Hipovolemik dan Cara Menanganinya

Syok hipovolemik terjadi saat tubuh kita kehilangan lebih dari dua puluh persen cairan dan pasokan darah. Kondisi ini merupakan kondisi yang berbahaya serta dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini juga bisa mengancam jiwa.

Tingkat keparahan syok hipovolemik

Kekurangan cairan dalam tubuh akan membuat jantung kesulitan memompa darah dalam jumlah yang cukup dan membawanya ke seluruh tubuh. Akibatnya, asupan darah menjadi berkurang dan menyebabkan syok hipovolemik.

Berdasarkan tingkat keparahannya, kondisi ini terbagi atas empat tingkatan. Pembagian ini dilihat dari jumlah volume darah yang hilang dalam tubuh.

  • Tingkat 1

Pada tingkat pertama, penderita umumnya mengalami kehilangan sebanyak 750 ml darah atau sekitar 15% dari dari total volume darah dalam tubuh. Kondisi ini cukup sulit untuk didiagnosa karena tekanan darah dan pernapasan penderita cenderung masih normal.

Salah satu gejala yang terlihat pada tingkat ini adalah penyempitan pembuluh darah yang terjadi untuk menjaga tekanan darah tidak meningkat. Selain itu, penderita pada tingkat ini biasanya mengalami rasa cemas mendadak dan kulit yang pucat.

  • Tingkat 2

Di tingkat kedua, tubuh telah mengalami kekurangan darah sebesar 30% atau sebanyak 750 hingga 1500 ml darah.  Pada situasi ini, tubuh akan berusaha menarik darah dari anggota tubuh dan usus untuk dikirimkan ke organ-organ vital seperti jantung dan otak.

Penderita pada tingkat dua mungkin belum mengalami perubahan tekanan darah secara signifikan. Akan tetapi, penderita akan mengalami rasa cemas dan gelisah yang semakin memburuk. Selain itu, denyut jantung dan pernapasan juga akan mengalami peningkatan.

  • Tingkat 3

Penderita syok hipovolemik tingkat tiga akan mengalami kekurangan volume darah sebesar 30-40%, sekitar 1500 sampai 2000 ml atau setara dengan setengah isi galon. Di situasi ini, penderita akan mengalami penurunan tekanan darah dan air seni, kulit yang memucat, serta lengan yang dingin dan lembab.

Selain gejala fisik, tingkat tiga juga menyebabkan gejala psikis seperti kebingungan, tekanan mental, dan rasa cemas berlebih.

  • Tingkat 4

Tingkat empat atau tingkat terakhir merupakan tahap yang paling berbahaya. Pada tingkat ini, kekurangan darah telah mencapai lebih dari 2000 ml atau 40% dari volume darah secara keseluruhan.

Penderita tingkat empat akan mengalami peningkatan denyut jantung yang sangat cepat namun denyut nadi melemah. Pernapasan juga akan terasa semakin sulit. Pada tingkat ini, pasien akan dikategorikan sebagai pasien kritis dan harus segera melakukan penanganan di rumah sakit.

Keempat tingkatan di atas merupakan tahap yang berbahaya. Penderita pada tingkatan pertama dianjurkan untuk melakukan pengobatan sesegera mungkin guna mencegah gejala semakin memburuk.

Pertolongan pertama untuk menangani pasien syok hipovolemik

Apabila tidak ditangani dengan cepat, kondisi syok hipovolemik bisa menjadi sangat berbahaya dan mengancam jiwa. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama pada pasien, yaitu:

  • Meminta pasien berbaring dengan kaki terangkat sekitar 12 inci
  • Menghindari gerakan apabila pasien dicurigai mengalami cedera pada kepala, leher, atau punggung
  • Menjaga tubuh pasien tetap hangat
  • Tidak memberikan pasien cairan melalui mulut

Apabila pasien mengalami cedera, bersihkan area luka agar terhindar dari kotoran. Jangan mencoba untuk melepaskan kaca, pisau, ataupun benda-benda lain yang tertanam pada luka. Hindari juga mengangkat kepala pasien pada posisi yang lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya.

Dalam tingkat apa pun, pasien syok hipovolemik harus segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani secara khusus. Apabila kondisi memburuk, pertolongan pertama bisa membantu meredakan gejala sebelum pasien menerima pertolongan dari rumah sakit.

Read More

Apa itu Angioedema? Berikut Penjelasannya

Angioedema adalah bentuk reaksi alergi pada kulit atau membran mukosa. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan pada lapisan kulit bagian dalam.

Kondisi bengkak yang muncul karena reaksi alergi disebut dengan angioedema, meskipun pada umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan bekas setelah penyembuhan. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan para penderitanya sulit bernapas karena munculnya pembengkakan yang terjadi di saluran pernapasan manusia.

Kondisi bengkak yang muncul karena reaksi alergi disebut dengan angioedema, meskipun pada umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan bekas setelah penyembuhan.. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan para penderitanya sulit bernapas karena munculnya pembengkakan yang terjadi di saluran pernapasan manusia.

Dalam beberapa kasus, penderita penyakit ini juga mengalami urtikaria atau juga disebut dengan biduran. Kedua kondisi ini memang terlihat sama, yang membedakan pada penyakit ini adalah terjadi di lapisan bawah kulit. Sementara, bengkak pada biduran muncul dan terjadi di permukaan kulit manusia.

Gejala Angioedema

Gejala utama yang muncul pada seseorang penderita penyakit ini adalah bengkak yang muncul di bawah permukaan kulit. Munculnya pembengkakan ini disebabkan karena adanya penumpukan cairan di lapisan kulit bagian dalam, selain itu juga bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh lain seperti area sekitar mata, lidah, tangan, kaki dan kelamin.

Dalam kasus yang sudah parah, pembengkakan ini juga bisa terjadi pada bagian dalam tenggorokan dan perut. Kondisi yang muncul biasanya tidak menimbulkan gatal, namun pada kondisi idiopathic dan allergic, bengkak yang muncul akan disertai dengan biduran atau urtikaria yang menjadi penyebab munculnya rasa gatal, berikut beberapa gejala lain yang bisa muncul.

  • Merasakan sensasi panas dan nyeri, tepat pada area yang mengalami pembengkakan.
  • Mengalami sesak napas, yang diakibatkan karena pembengkakan di tenggorokan dan paru-paru.
  • Kondisi mata memerah, hal ini diakibatkan karena adanya pembengkakan di konjungtiva.

Jenis Angioedema

  • Allergic

Seseorang yang mengalami pembengkakan jenis ini disebabkan karena alergi terhadap beberapa bahan tertentu, seperti makanan terutama kacang, kerang, susu dan telur. Kemudian alergi obat, seperti antibiotik, aspirin dan antiinflamasi nonsteroid. Lalu alergi terhadap gigitan serangga, seperti lebah dan alergi pada lateks atau sejenis karet bahan sarung tangan karet.

  • Drug-Induced

Kondisi pembengkakan ini muncul karena seseorang menggunakan obat tertentu meskipun tidak memiliki alergi obat. Bengkak yang muncul biasanya sesaat setelah penggunaan obat, tetapi juga bisa muncul dalam beberapa bulan hingga tahun setelah penggunaan obat. 

Beberapa jenis obat penyebab kondisi ini seperti obat antiinflamasi nonsteroid, obat hipertensi golongan ACE seperti ramipril, perindopril dan lisinopril, serta obat hipertensi golongan ARB seperti valstartan, losartan dan irbesartan.

  • Hereditary

Pembengkakan jenis ini disebabkan karena seseorang kekurangan protein penghambat C1-esterase di dalam darah. Protein ini berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, jika seseorang kekurangan protein ini maka sistem imun akan berbalik menyerang tubuh dan menimbulkan gejala pembengkakan.

Kondisi ini disebabkan beberapa hal yang berhubungan dengan perilaku seseorang, seperti mengalami depresi atau stres, kemudian akibat prosedur bedah atau perawatan gigi, penggunaan pil KB, kehamilan hingga seseorang mengalami cedera atau infeksi. Namun, seseorang yang mengalami pembengkakan jenis ini berisiko menurunkan penyakit ini ke anaknya.

  • Idiopathic

Terlepas dari faktor yang dijelaskan di atas, sebagian besar kasus angioedema tidak diketahui penyebab pastinya. Namun, para ahli memiliki dugaan bahwa kondisi tersebut muncul karena adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Beberapa penyebab yang membuat munculnya idiopathic adalah seperti stres, mengenakan pakaian berat dan olahraga terlalu berat.

Selain itu, cuaca atau iklim yang terlalu panas juga bisa menjadi penyebab munculnya pembengkakan tersebut. Tak hanya itu, konsumsi alkohol, kafein dan makanan pedas serta kondisi medis seperti lupus atau limfoma meski sangat jarang bisa menjadi penyebab munculnya idiopathic ini.

Kondisi bengkak yang muncul karena reaksi alergi disebut dengan angioedema, meskipun pada umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan bekas setelah penyembuhan.. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan para penderitanya sulit bernapas karena munculnya pembengkakan yang terjadi di saluran pernapasan manusia.

Dalam beberapa kasus, penderita penyakit ini juga mengalami urtikaria atau juga disebut dengan biduran. Kedua kondisi ini memang terlihat sama, yang membedakan pada penyakit ini adalah terjadi di lapisan bawah kulit. Sementara, bengkak pada biduran muncul dan terjadi di permukaan kulit manusia.

Gejala Angioedema

Gejala utama yang muncul pada seseorang penderita penyakit ini adalah bengkak yang muncul di bawah permukaan kulit. Munculnya pembengkakan ini disebabkan karena adanya penumpukan cairan di lapisan kulit bagian dalam, selain itu juga bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh lain seperti area sekitar mata, lidah, tangan, kaki dan kelamin.

Dalam kasus yang sudah parah, pembengkakan ini juga bisa terjadi pada bagian dalam tenggorokan dan perut. Kondisi yang muncul biasanya tidak menimbulkan gatal, namun pada kondisi idiopathic dan allergic, bengkak yang muncul akan disertai dengan biduran atau urtikaria yang menjadi penyebab munculnya rasa gatal, berikut beberapa gejala lain yang bisa muncul.

  • Merasakan sensasi panas dan nyeri, tepat pada area yang mengalami pembengkakan.
  • Mengalami sesak napas, yang diakibatkan karena pembengkakan di tenggorokan dan paru-paru.
  • Kondisi mata memerah, hal ini diakibatkan karena adanya pembengkakan di konjungtiva.

Jenis Angioedema

  • Allergic

Seseorang yang mengalami pembengkakan jenis ini disebabkan karena alergi terhadap beberapa bahan tertentu, seperti makanan terutama kacang, kerang, susu dan telur. Kemudian alergi obat, seperti antibiotik, aspirin dan antiinflamasi nonsteroid. Lalu alergi terhadap gigitan serangga, seperti lebah dan alergi pada lateks atau sejenis karet bahan sarung tangan karet.

  • Drug-Induced

Kondisi pembengkakan ini muncul karena seseorang menggunakan obat tertentu meskipun tidak memiliki alergi obat. Bengkak yang muncul biasanya sesaat setelah penggunaan obat, tetapi juga bisa muncul dalam beberapa bulan hingga tahun setelah penggunaan obat. 

Beberapa jenis obat penyebab kondisi ini seperti obat antiinflamasi nonsteroid, obat hipertensi golongan ACE seperti ramipril, perindopril dan lisinopril, serta obat hipertensi golongan ARB seperti valstartan, losartan dan irbesartan.

  • Hereditary

Pembengkakan jenis ini disebabkan karena seseorang kekurangan protein penghambat C1-esterase di dalam darah. Protein ini berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, jika seseorang kekurangan protein ini maka sistem imun akan berbalik menyerang tubuh dan menimbulkan gejala pembengkakan.

Kondisi ini disebabkan beberapa hal yang berhubungan dengan perilaku seseorang, seperti mengalami depresi atau stres, kemudian akibat prosedur bedah atau perawatan gigi, penggunaan pil KB, kehamilan hingga seseorang mengalami cedera atau infeksi. Namun, seseorang yang mengalami pembengkakan jenis ini berisiko menurunkan penyakit ini ke anaknya.

  • Idiophatic

Terlepas dari faktor yang dijelaskan di atas, sebagian besar kasus angioedema tidak diketahui penyebab pastinya. Namun, para ahli memiliki dugaan bahwa kondisi tersebut muncul karena adany gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Beberapa penyebab yang membuat munculnya idiophatic adalah seperti stres, mengenakan pakaian berat dan olahraga terlalu berat.

Selain itu, cuaca atau iklim yang terlalu panas juga bisa menjadi penyebab munculnya pembengkakan tersebut. Tak hanya itu, konsumsi alkohol, kafein dan makanan pedas serta kondisi medis seperti lupus atau limfoma meski sangat jarang bisa menjadi penyebab munculnya idiophatic ini.

Read More
Hidup Sehat

Membongkar Kandungan Pisang dari Macam-Macam Jenisnya

Pisang adalah salah satu buah yang tumbuh subur di negara tropis. Indonesia sebagai negara tropis beruntung memiliki beragam jenis buah yang kaya akan manfaat ini. Manfaat yang dibawa berasal dari kandungan pisang.

Pisang berkembang menjadi buah yang populer di Nusantara. Selain mudah didapat, pisang juga dapat dikonsumsi dengan banyak cara. Belum lagi jika kita bicara bagaimana buah ini tidak memerlukan banyak syarat untuk dapat tumbuh dan berkembang meski hanya dengan mengandalkan pekarangan rumah kita.

Hal itulah beberapa alasan mengapa pisang menjadi primadona di negara ini. Nah, sekarang kita bahas, yuk, berbagai jenis buah pisang dengan segudang manfaat yang terkandung di dalamnnya, yang bisa kita temukan dengan mudah di sini:

  • Pisang Kepok

Jika kita menyambangi los buah di pasar atau ke kios buah yang terletak di pinggir jalan, dengan mudah kita jumpai pisang kepok tergantung di sudut-sudutnya. Pisang yang berbentuk agak pipih ini disukai lantaran dapat diolah menjadi makanan. Selain nikmat, kandungan pisang kepok juga amat banyak.

Kandungan nutrisi pada pisang kepok amat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Di sana dapat ditemukan kalori, vitamin B6, vitamin C, zat mangan, serat, dan kalium. Manfaat pisang kepok banyak digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan seperti membantu melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, dan mengatasi maag. Selain itu, pisang kepok juga bisa dijadikan untuk mencukupi kebutuhan potasium.

  • Pisang Ambon

Pisang ambon dapat dikenali dengan ciri berukuran cukup besar dan memiliki rasa yang manis. Pisang ambon dikenal memiliki manfaat dapat membuat kulit tampak lebih putih. Manfaat pisang ambon lainnya adalah bisa melancarkan buang air besar dan mengobati sakit mata apabila dikonsumsi secara rutin.

Manfaat itu ada tak lain berasal dari kandungan pisang ambon sendiri, seperti karbohidrat, protein, zat besi, lemak, serat, mineral, dan vitamin bisa membantu untuk memenuhi nutrisi dalam tubuh.

  • Pisang Susu

Pisang susu memiliki manfaat yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan ibu hamil. Kandungan pisang susu yang utama adalah asam folat. Hal ini memungkinkan pisang susu bisa bermaat untuk ibu hamil. Pasalnya, asam folat merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh janin.

Selain itu, pisang susu juga bisa membantu mengatasi rasa mual akibat mabuk. Namun, jumlah kalori pada pisang susu sangat tinggi. Oleh karena itu, kamu perlu membatasi asupan konsumsinya.

  • Pisang Raja

Tak mau kalah dengan jenis pisang lainnya, pisang raja juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Kandugan pisang raja antara lain serat, protein, vitamin C, vitamin A, vitamin B6, kalium, niacin, mangan, magnesium, filat, dan zat besi. Kandungan mineral dan vitamin pada pisang raja ini sangat berguna untuk melawan beragai penyakit.

Manfaat pisang raja yang bisa dirasakan seperti meningkatkan imun tubuh, meningkatkan energi tubuh, menguatkan tulang, mengurangi gangguan penglihatan, menurunkan hipertensi, mengurangi risiko batu ginjal, menyembuhkan maag, mengatasi anemia, dan lain sebagainya.

  • Pisang Tanduk

Selain memiliki rasa yang nikmat, pisang tanduk menjadi primadona lantaran kandungan pisang di dalamnya. Magnesium, folat, kalium, serat, zat besi, niacin, riboflavin, mangan, protein, vitamin C, vitamin A, dan vitamin B6 merupakan deretan nutrisi yang terdapat di dalam pisang yang memiliki ciri fisik dengan panjang mencapai 28 cm ini.

Dilihat dari nutrisinya, pisang yang akan tetap berwarna hijau pada kulitnya walaupun sudah matang ini bisa membantu menjaga kesehatan ginjal. Selain itu, kandungan zat besi pada pisang tanduk juga bisa bantu menambah darah.

***

Itulah kandungan pisang yang terdapat di masing-masing jenis. Keseluruh jenis pisang yang disebut di atas sudah amat populer dan mudah dijumpai hampir di seluruh tempat di Indonesia. Melihat kayanya kandungan pisang, mulai sekarang jangan pernah ragu untuk mengonsumsi buah ini, ya!

Read More

Menjaga Tubuh Tetap Bugar dengan Latihan Aerobik

Setiap orang pasti ingin tetap memiliki tulang yang kuat dan tubuh yang bugar, berapa pun usianya. Latihan aerobik secara teratur dapat membantu Anda untuk mencapai hal tersebut.

Ketika mendengar latihan aerobik, otak Anda mungkin langsung mengasosiasikannya dengan senam. Padahal, setiap aktivitas yang melibatkan oksigen dalam proses pembakaran kalori untuk menciptakan energi disebut sebagai latihan aerobik. Jika Anda melakukannya secara teratur, ada banyak sekali manfaat dari latihan tersebut.

Manfaat latihan aerobik

Latihan aerobik dapat disebut juga sebagai latihan kardio, aktivitas atau olahraga yang berutujuan untuk meningkatkan denyut jantung selama waktu tertentu. Melalui latihan aerobik, aliran darah dan oksigen ke otot serta jantung akan meningkat. Efeknya, tubuh pun semakin sehat.

Berikut ini beberapa manfaat dari latihan aerobik yang akan dirasakan oleh tubuh.

1. Membantu menjaga kesehatan jantung

Latihan aerobik direkomendasikan bagi penderita penyakit jantung atau orang yang memiliki risiko penyakit tersebut. Jenis olahraga ini dapat membantu jantung memompa darah dengan lebih efisien ke seluruh tubuh dan membuat jantung lebih kuat.

Dengan latihan aerobik, tekanan darah dan kadar kolesterol “jahat” (LDL) dapat menurun. Itu sebabnya, penderita tekanan darah tinggi dan gangguan kadar kolesterol disarankan melakukan latihan aerobik 3-4 kali seminggu.

2. Membantu menurunkan berat badan

Karena latihan aerobik dapat membakar banyak kalori, maka jenis olahraga ini dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

Namun, untuk memperoleh hasil optimal, latihan aerobik saja tentu tidak cukup. Aktivitas ini perlu diimbangi dengan pola makan yang sehat serta mengurangi asupan kalori harian.

3. Menurunkan risiko diabetes tipe 2

Banyak orang mengira bahwa asupan gula hanya menimbulkan masalah diabetes. Padahal, tingginya kadar gula dapat juga memicu penyakit lain, penyakit jantung misalnya.

Seperti diketahui, masalah diabetes tipe 2 erat kaitannya dengan hormon insulin. Latihan aerobik dapat membantu meningkatkan sensitivitas hormon insulin. Selain itu, latihan ini juga membuat otot-otot menggunakan glukosa dari darah, sehingga mencegah jumlah kadar gula di dalam darah meningkat signifikan.

Seperti halnya proses penurunan berat badan, menjaga kadar gula darah juga perlu diimbangi dengan menjaga pola makan, latihan aerobik saja tidak cukup.

4. Mencegah terjadinya stroke

Penyakit stroke terjadi ketika asupan darah ke otak terhambat. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan serius, bahkan mengancam nyawa.

Kunci untuk mencegah terjadinya stroke adalah menjaga suplai darah ke otak tetap lancar. Dengan latihan aerobik secara rutin, kesehatan pembuluh darah dan jantung dapat terjaga. Sehingga risiko stroke pun lebih kecil.

5. Meningkatkan mood

Layaknya aktivitas fisik atau olahraga lainnya, latihan aerobik juga dapat memicu pengeluaran hormon yang memunculkan rasa senang. Oleh sebab itu, latihan ini dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi kecemasan.

Sebuah penelitian melaporkan bahwa latihan aerobik ringan selama 30 menit memang dapat meningkatkan suasana hati. Salah satunya, Anda dapat berjalan di treadmill. Tidak butuh waktu lama untuk merasakan efeknya, peningkatan suasana hati bahkan dapat langsung dirasakan hanya dengan satu latihan saja.

Anda tidak perlu melakukan latihan aerobik dengan intensitas tinggi. Dalam intensitas ringan atau sedang pun, manfaatnya sudah dapat dirasakan.

Melakukan latihan aerobik secara teratur, setiap hari, dapat membantu badan Anda tetap sehat dan bugar. Dengan demikian, tentu risiko terserang berbagai penyakit pun menjadi lebih rendah.

Read More

Bahan Alami untuk Mengatasi Limfadenitis Tanpa Efek Samping

Limfadenitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan virus, yang mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai penyaring sesuatu yang “berbahaya” bagi tubuh, mulai dari bakteri, virus, hingga jamur. Kelenjar getah bening termasuk ke dalam rangkaian sistem kekebalan tubuh kita. Namun, beberapa kondisi dapat menyebabkan fungsi kelenjar itu terganggu. Salah satunya adalah limfadenitis.

Limfadenitis merupakan istilah medis untuk menyebut peradangan atau pembengkakan di kelenjar getah bening. Pembengkakan itu terjadi karena infeksi. Selain itu, respons kelenjar getah bening terhadap penyakit, stres, atau infeksi juga dapat membuatnya membengkak.

Mengingat begitu pentingnya fungsi dan peran kelenjar getah bening dalam mekanisme tubuh kita, menjaganya tetap sehat adalah suatu keharusan. Banyak upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari atau mengatasi limfadenitis, salah satunya dengan bahan-bahan alami yang berkhasiat, seperti:

  • Vitamin C 

Vitamin C dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Vitamin C juga mengurangi kemungkinan mengembangkan komplikasi dari infeksi, seperti limfadenitis. Sebab kelenjar getah bening yang membengkak adalah tanda infeksi yang sudah ada dalam tubuh. Anda bisa mendapat asupan vitamin C melalui makanan seperti nanas, kangkung, jeruk bali, stroberi, jeruk dan pepaya. 

  • Madu Manuka 

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Pasifik Asia untuk Biomedis Tropis, madu manuka menunjukkan aktivitas bakterisidal yang signifikan terhadap bakteri resisten antibiotik yang menyebabkan infeksi serius. Para peneliti berpendapat karena madu manuka dan madu mentah, memiliki tingkat pH rendah dan kadar gula yang tinggi, maka dapat menghambat pertumbuhan mikroba. 

Madu manuka khususnya dapat menghentikan pertumbuhan bakteri di seluruh tubuh dan membantu mengobati infeksi bakteri yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening. Carilah Madu Manuka yang memiliki peringkat UMF10 atau lebih tinggi. Peringkat ini menjamin bahwa madu memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan dan diakui oleh perusahaan berlisensi di Selandia Baru. Peringkat UMF sebenarnya menguji kinerja antibakteri madu dan membandingkannya dengan fenol, desinfektan.

  • Bawang putih 

Studi menunjukkan bahwa bawang putih mentah, khususnya senyawa kimia yang ditemukan dalam bawang putih seperti allicin, sangat efektif membunuh mikroorganisme yang tak terhitung jumlahnya. Antimikroba, antivirus, dan antijamur yang terdapat di bawang putih dapat membantu meredakan infeksi yang menyebabkan limfadenitis. 

Cara mengkonsumsi bawang putih; hancurkan dan makan 2 hingga 3 siung bawang putih mentah setiap hari sampai infeksi hilang. Memotong bawang putih juga mengaktifkan enzim allinase di dalam sel bawang putih, yang menghasilkan allicin yang membantu mengobati infeksi. 

  • Minyak Oregano 

Sebuah studi pada tahun 2016 yang diterbitkan dalam Frontiers in Microbiology menunjukkan bahwa minyak oregano memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap beberapa strain bakteri yang kebal antibiotik. Minyak oregano menunjukkan efek bakterisidal terhadap 17 strain yang diuji. Minyak oregano juga efektif melawan infeksi virus dan jamur. 

Manfaat minyak oregano lebih baik dari antibiotik resep. Sebab menggunakan minyak oregano untuk mengobati infeksi cenderung tidak memiliki efek samping yang berbahaya, dibandingkan dengan antibiotik. Untuk mengobati infeksi yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening, minumlah minyak oregano dengan mengencerkan terlebih dahulu menggunakan air atau campur dengan minyak kelapa.

  • Cuka apel 

Asam asetat dalam cuka apel memiliki kemampuan unik untuk membunuh bakteri berbahaya dan mendorong pertumbuhan bakteri menguntungkan. Hal ini menjadikan cuka apel sebagai antibiotik alami yang membantu mengobati infeksi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cuka apel dapat digunakan sebagai tonik limfatik yang membantu mendetoksifikasi tubuh dan meningkatkan drainase limfatik. 

Ini akan membantu kelenjar getah bening untuk melindungi tubuh terhadap penyakit dan melawan bakteri. Untuk mengobati infeksi yang dapat menyebabkan gejala limfadenitis, ambil 2 sendok makan cuka apel dalam satu gelas air tiga kali sehari. Dapat pula dengan merendam kain cuci bersih dalam cuka apel dan mengoleskannya ke kelenjar getah bening yang meradang. 

  • Kompres dengan air dingin 

Mengompres dengan air dingin ke area yang meradang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Lakukan selama 10 hingga 15 menit beberapa kali sehari sampai pembengkakan berkurang. Menambahkan 1 hingga 2 tetes minyak pohon teh ke kompres juga akan membantu melawan infeksi yang menyebabkan limfadenitis.

Enam bahan dan cara mengobati limfadenitis secara alami di atas tentu bisa dipertimbangkan pada saat-saat pandemi sekarang. Mendatangi rumah sakit tentu amat berisiko. Namun, bukan berarti gejala yang Anda rasakan boleh dibiarkan begitu saja, kan?

Jika setelah mencoba seluruh bahan di atas, tetapi limfadenitis yang Anda rasakan tak kunjung membaik, barulah segera rujuk diri Anda ke dokter atau fasilitas kesehatan demi mendapatkan pertolongan medis yang lebih intensif.

Read More
Penyakit

Pijat Prostat, Terapi yang Diklaim Mampu Atasi Masalah Seksual

Ada banyak persoalan terkait organ reproduksi pria, mulai dari adanya rasa nyeri saat ejakulasi hingga disfungsi ereksi. Sebagian pria menyatakan bahwa persoalan mereka teratasi setelah menjalani pijat prostat.

Pijat prostat, prosedur apakah itu?

Pijat prostat tentu saja merupakan prosedur pijat yang dilakukan pada prostat pria. Kelenjar prostat pria terletak di depan dubur, antara kandung kemih dan penis, oleh sebab itu untuk melakukan prosedur pijat prostat, dokter akan memasukkan jari ke dubur pasien untuk memijat bagian prostat.

Tindakan pijat prostat ini ditujukan untuk peningkatan kualitas seksualitas seseorang. Klaim manfaat dari pijat prostat ini sebagian besar merupakan laporan masyarakat atau anekdotal. Penelitian ilmiah terkait hal ini masih sangat sedikit.

Minimnya penelitian ilmiah membuat prosedur ini masih menjadi kontroversi. Tidak mudah juga menemukan dokter yang menyediakan prosedur pijat prostat.

Klaim manfaat pijat prostat

Meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut, namun cukup banyak klaim manfaat terkait pijat prostat ini.

1. Membantu membersihkan saluran prostat

Di antara prostat dengan sistem reproduksi dan kemih pria, terdapat saluran. Memijat bagian prostat dipercaya menghasilkan cairan tertentu. Itu sebabnya, pijat prostat dianggap mampu membantu membersihkan saluran prostat.

2. Mengatasi rasa sakit ketika ejakulasi

Pria dapat mengalami rasa sakit ejakulasi karena saluran reproduksi terhambat. Seperti disebutkan sebelumnya, pijat prostat dapat membantu membersihkan saluran prostat yang dapat meredakan sumbatan tersebut.

Oleh sebab itu, tindakan pijat prostat diyakini dapat mengatasi rasa sakit saat ejakulasi.

3. Membantu menangani disfungsi ereksi

Konon, banyak pria yang melakukan stimulasi dan pijat prostat untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi, yaitu suatu kondisi di mana pria sulit mempertahankan ereksi penis.

Masih cukup banyak pria yang mengkombinasikan berbagai perawatan disfungsi ereksi lain dengan pijat prostat. Perawatan lain yang dapat dilakukan, antara lain penggunaan obat-obatan, pompa, dan implan.

4. Membantu melancarkan aliran urine

Saluran kencing atau uretra dikelilingi oleh kelenjar prostat. Pembengkakan atau peradangan yang terjadi pada prostat dapat menekan saluran uretra, sehingga mengganggu atau menghambat aliran urine.

Jika pijat prostat dapat memberikan hasil yang diharapkan, maka pembengkakan kelenjar prostat dapat diatasi dan aliran urine pun lancar kembali.

5. Mengatasi prostatitis

Prostatitis merupakan suatu peradangan yang terjadi pada kelenjar prostat. Dahulu, pijat prostat sering digunakan sebagai perawatan prostatitis. Namun, kini perawatan prostatitis tak lagi memanfaatkan prosedur pijat tersebut, melainkan menggunakan antibiotik.

Apakah pijat prostat aman?

Apabila Anda akan menjalani pijat prostat, pastikan prosedur tersebut dilakukan oleh tenaga profesional yang terlatih. Sebab jika dilakukan oleh tenaga yang tidak terlatih dapat membahayakan sistem reproduksi pasien.

Sebagai contoh, memijat prostat terlalu keras atau terlalu banyak memberikan tekanan, justru dapat memunculkan gejala dari gangguan yang dialami pasien. Tidak tertutup kemungkinan, prosedur yang kurang tepat malah memicu masalah baru.

Karena klaim manfaat pijat prostat masih bersifat anekdotal dan penelitian ilmiah terkait prosedur ini masih sangat minim, maka Anda perlu benar-benar mendiskusikannya dengan dokter jika ingin menjalani prosedur ini. Tanyakan kepada dokter segala manfaat dan risiko yang mungkin timbul.

Sebaiknya, Anda juga berdiskusi dengan dokter terkait alternatif terapi atau perawatan selain pijat prostat. Jenis perawatan lain yang lebih minim risiko dan didukung dengan data khasiat berdasarkan penelitian ilmiah.

Read More

Cara Merawat Rambut Pirang dengan Bahan Alami

Ada beberapa cara merawat rambut pirang yang perlu dilakukan

Merawat rambut adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Apalagi jika kamu sudah mengecat pirang rambutmu. Cara merawat rambut pirang akan berbeda dengan cara merawat rambut yang tidak diberi warna. Nah, agar kamu tidak buang-buang waktu dan tenaga untuk perawatan, berikut ini cara yang bisa dilakukan agar rambutmu selalu sehat berkilau dan warnanya tahan lama. 

1. Lakukan perawatan rambut secara rutin

Pastikan kamu meluangkan waktu ke salon setiap 6 minggu sekali untuk melakukan retouch akar rambut agar rambut kamu tetap sehat sekaligus agar warnanya tetap konsisten. Ini juga bisa merawat warna rambut agar tetap bersinar alami.

2. Gunakan tabir surya (heat protection)

Bukan hanya kulit saja yang perlu dilindungi dari sinar matahari. Bila kamu ingin warna rambut awet dan tetap bersinar, lindungi dengan krim pelindung khusus rambut. Produk tabir surya yang berbahan dasar air lebih baik untuk digunakan pada rambut yang diwarnai daripada produk yang mengandung minyak.

3. Gunakan kondisioner

Tekstur rambut yang diwarnai cenderung lebih kering daripada rambut alami, jadi pastikan kamu menggunakan rangkaian produk perawatan yang ditargetkan untuk melembabkan rambut, setidaknya sekali dalam seminggu.

Usapkan kondisioner pada rambut yang sudah dibasahi dengan air hangat, kemudian bungkus dengan handuk selama kurang lebih 30 menit agar dapat lebih terserap. Selanjutnya bilas bersih rambut, maka kondisi rambut pun akan terlihat lebih bersinar.

4. Gunakan produk pelembab rambut

Selain dirawat dari dalam, tentu saja rambut perlu dirawat dari luar. Salah satu caranya adalah dengan mengoleskan produk pelembab rambut agar dapat membantu meratakan warna yang baru dicat pada rambut mulai dari akar hingga ujungnya.

5. Jangan terlalu sering gonta-ganti warna rambut

Setiap kali kamu mengubah warna rambut, semakin banyak pula bahan kimia yang masuk agar dapat menciptakan efek warna yang diharapkan. Hal tersebut tentunya dapat membuat kondisi kesehatan rambut menjadi semakin tidak sehat akibat paparan bahan kimia secara terus menerus. Sebaiknya cat rambut secara berkala agar warna tetap menyala dan konsisten.

6. Bilas rambut sampai bersih

Salah satu merawat rambut berwarna adalah menghindari cairan garam dan kaporit. Keduanya membuat rambut kering dan rusak. Usai berenang ataupun setiap kali keramas, pastikan kamu membilas rambut hingga bersih.

7. Jangan terlalu sering memainkan atau menyentuh rambut

Rambut indah berkilau sangat menggoda untuk terus disentuh, tapi menyentuh rambut terlalu sering juga bisa merusak rambut, lho! Selain bisa membuat rambut jadi kotor, jari-jari kamu juga dapat merusak kutikula atau bahkan melukai kulit kepala.

8. Jangan terlalu sering pakai hair dryer

Setelah mencuci rambut, biasakan untuk mengeringkan rambut secara alami. Bila kamu terlalu sering menggunakan pengering rambut atau catokan, rambut bisa menjadi lebih berpori. Paparan panas hair dryer akan membuat warna rambut lebih mudah luntur dan tidak dapat bertahan lama.

9. Gunakan sampo khusus

Selain tepat untuk jenis kulit kepala kamu, pilih sampo yang sengaja diracik untuk rambut yang dicat. Sampo yang lembut memungkinkan kamu untuk mencuci rambut setiap hari, sehingga rambut kamu akan tetap sehat, bersih, dan bersinar.

Itulah cara merawat rambut pirang yang perlu diketahui. Dengan mengetahui hal itu, kamu tidak akan membuang-buang waktu dan uang secara sia-sia dan rambutmu akan tetap sehat meskipun sudah dicat pirang.

Read More

Bedah Skoliosis Tak Lagi Jadi Pilihan Satu-satunya

Jika dahulu bedah menjadi jalan satu-satunya pilihan bagi penderita skoliosis, kini setelah ada brace, pasien memiliki pilihan lain. Banyak pasien yang mengalami kelainan tulang belakang memilih untuk menghindari bedah skoliosis.

Skoliosis adalah kondisi di mana tulang belakang melengkung, seperti huruf C atau S. Skoliosis lebih sering ditemukan pada anak-anak sebelum masa pubertas, yaitu sekitar usia 10-15 tahun.

Skoliosis yang terjadi biasanya ringan, namun dapat berkembang menjadi lebih parah seiring pertambahan usia, khususnya pada wanita. Bila skoliosis menjadi parah, bisa menyebabkan penderitanya mengalami gangguan jantung, paru-paru, atau kelemahan pada tungkai.

Lengkungan yang parah dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada punggung. Tulang belakang juga dapat berputar sehingga lengkungan bertambah parah dan salah satu tulang iga tampak menonjol dibanding sisi lainnya. Ketika kondisinya makin parah, skoliosis dapat menyebabkan gangguan pernapasan.

Apa Itu Brace?

Deteksi skoliosis semakin baik dilakukan sejak dini sehingga terapi dan upaya menormalkan kembali tulang belakang dengan brace dapat efektif. Brace adalah suatu alat yang diciptakan dan digunakan untuk menunjang tulang belakang. Untuk menggunakan brace, kondisi skoliosis seseorang harus diobservasi terlebih dahulu.

Tujuan penggunaannya untuk mengoreksi kelainan yang terjadi di tulang belakang penderita skoliosis. Bagi anak-anak yang sudah mengenakan bracing untuk merawat skoliosisnya, konidisi tubuh mereka akan lebih mudah untuk terkoreksi. Hal ini karena tulang mereka masih muda dan ototnya yang masih fleksibel

Di samping itu, ketika seseorang mendapatkan terapi bracing sejak dini dampaknya akan lebih menguntungkan. Ini karena kondisi tubuhnya belum benar-benar tumbuh secara sempurna sehingga cenderung lebih mudah dalam pengaplikasiannya.

Brace Lebih Unggul, Aman, dan Efektif?

Selama ini banyak penderita skoliosis tidak punya harapan karena harus menjalani operasi dengan biaya mahal dan berbagai risiko yang menyertai. Brace atau prosedur pemasangan penunjang tulang belakang termasuk baru di Indonesia, sehingga metode ini masih segar di dunia medis dalam negeri.

Penggunaan brace relatif lebih aman dibandingkan bedah skoliosis. Penanganan dengan operasi memiliki beberapa risiko setelah pembedahan seperti iritasi, luka, dan besi yang kemungkinan dapat mengenai jaringan kulit.

Namun, Penggunaan brace ini hanya dapat dilakukan dan menunjukkan hasil yang signifikan dengan kriteria penderita skoliosis dengan kelengkungan di bawah 60 derajat dan bukan bawaan dari lahir. Penggunaan brace yang tepat dalam jangka waktu tertentu dapat membuat tulang yang melengkung kembali lurus. Brace yang tepat ditandai dengan pemakaian yang nyaman, tidak mengerikan, bisa membuat pemakai menerima kondisinya, dan tidak mengganggu keseharian.

Faktor penunjang keberhasilan penggunaan brace terdiri dari pemakaian yang tepat sesuai anjuran dokter dan kepatuhan si pasien sendiri. Brace tersebut mesti dikenakan minimal dalam jangka waktu dua tahun agar dapat menguatkan otot tulang belakang tetap pada posisi yang pas.

***

Dari apa yang dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan brace bisa efektif dibanding dengan bedah skoliosis jika kondisi pasien masih memungkinkan. Beberapa kondisi itu termasuk tingkat keparahan dan usia pasien.

Ada baiknya seseorang segera mendatangi dokter atau fasilitas medis untuk mengetahui secara rinci mengenai kondisi tulang belakangnya. Di sana, Anda dan petugas medis akan menimbang dan memilih dari beberapa kemungkinan yang tersedia.

Seandainya harus dilakukan bedah skoliosis, setidaknya Anda sudah tahu dan paham betul dengan segala risiko dan komplikasi yang ada. Dokter yang Anda percaya juga akan memberikan jalan terbaik dalam mengatasi masalah di tulang belakang Anda.

Read More