Bahan Alami untuk Mengatasi Limfadenitis Tanpa Efek Samping

Limfadenitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan virus, yang mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai penyaring sesuatu yang “berbahaya” bagi tubuh, mulai dari bakteri, virus, hingga jamur. Kelenjar getah bening termasuk ke dalam rangkaian sistem kekebalan tubuh kita. Namun, beberapa kondisi dapat menyebabkan fungsi kelenjar itu terganggu. Salah satunya adalah limfadenitis.

Limfadenitis merupakan istilah medis untuk menyebut peradangan atau pembengkakan di kelenjar getah bening. Pembengkakan itu terjadi karena infeksi. Selain itu, respons kelenjar getah bening terhadap penyakit, stres, atau infeksi juga dapat membuatnya membengkak.

Mengingat begitu pentingnya fungsi dan peran kelenjar getah bening dalam mekanisme tubuh kita, menjaganya tetap sehat adalah suatu keharusan. Banyak upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari atau mengatasi limfadenitis, salah satunya dengan bahan-bahan alami yang berkhasiat, seperti:

  • Vitamin C 

Vitamin C dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Vitamin C juga mengurangi kemungkinan mengembangkan komplikasi dari infeksi, seperti limfadenitis. Sebab kelenjar getah bening yang membengkak adalah tanda infeksi yang sudah ada dalam tubuh. Anda bisa mendapat asupan vitamin C melalui makanan seperti nanas, kangkung, jeruk bali, stroberi, jeruk dan pepaya. 

  • Madu Manuka 

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Pasifik Asia untuk Biomedis Tropis, madu manuka menunjukkan aktivitas bakterisidal yang signifikan terhadap bakteri resisten antibiotik yang menyebabkan infeksi serius. Para peneliti berpendapat karena madu manuka dan madu mentah, memiliki tingkat pH rendah dan kadar gula yang tinggi, maka dapat menghambat pertumbuhan mikroba. 

Madu manuka khususnya dapat menghentikan pertumbuhan bakteri di seluruh tubuh dan membantu mengobati infeksi bakteri yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening. Carilah Madu Manuka yang memiliki peringkat UMF10 atau lebih tinggi. Peringkat ini menjamin bahwa madu memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan dan diakui oleh perusahaan berlisensi di Selandia Baru. Peringkat UMF sebenarnya menguji kinerja antibakteri madu dan membandingkannya dengan fenol, desinfektan.

  • Bawang putih 

Studi menunjukkan bahwa bawang putih mentah, khususnya senyawa kimia yang ditemukan dalam bawang putih seperti allicin, sangat efektif membunuh mikroorganisme yang tak terhitung jumlahnya. Antimikroba, antivirus, dan antijamur yang terdapat di bawang putih dapat membantu meredakan infeksi yang menyebabkan limfadenitis. 

Cara mengkonsumsi bawang putih; hancurkan dan makan 2 hingga 3 siung bawang putih mentah setiap hari sampai infeksi hilang. Memotong bawang putih juga mengaktifkan enzim allinase di dalam sel bawang putih, yang menghasilkan allicin yang membantu mengobati infeksi. 

  • Minyak Oregano 

Sebuah studi pada tahun 2016 yang diterbitkan dalam Frontiers in Microbiology menunjukkan bahwa minyak oregano memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap beberapa strain bakteri yang kebal antibiotik. Minyak oregano menunjukkan efek bakterisidal terhadap 17 strain yang diuji. Minyak oregano juga efektif melawan infeksi virus dan jamur. 

Manfaat minyak oregano lebih baik dari antibiotik resep. Sebab menggunakan minyak oregano untuk mengobati infeksi cenderung tidak memiliki efek samping yang berbahaya, dibandingkan dengan antibiotik. Untuk mengobati infeksi yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening, minumlah minyak oregano dengan mengencerkan terlebih dahulu menggunakan air atau campur dengan minyak kelapa.

  • Cuka apel 

Asam asetat dalam cuka apel memiliki kemampuan unik untuk membunuh bakteri berbahaya dan mendorong pertumbuhan bakteri menguntungkan. Hal ini menjadikan cuka apel sebagai antibiotik alami yang membantu mengobati infeksi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cuka apel dapat digunakan sebagai tonik limfatik yang membantu mendetoksifikasi tubuh dan meningkatkan drainase limfatik. 

Ini akan membantu kelenjar getah bening untuk melindungi tubuh terhadap penyakit dan melawan bakteri. Untuk mengobati infeksi yang dapat menyebabkan gejala limfadenitis, ambil 2 sendok makan cuka apel dalam satu gelas air tiga kali sehari. Dapat pula dengan merendam kain cuci bersih dalam cuka apel dan mengoleskannya ke kelenjar getah bening yang meradang. 

  • Kompres dengan air dingin 

Mengompres dengan air dingin ke area yang meradang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Lakukan selama 10 hingga 15 menit beberapa kali sehari sampai pembengkakan berkurang. Menambahkan 1 hingga 2 tetes minyak pohon teh ke kompres juga akan membantu melawan infeksi yang menyebabkan limfadenitis.

Enam bahan dan cara mengobati limfadenitis secara alami di atas tentu bisa dipertimbangkan pada saat-saat pandemi sekarang. Mendatangi rumah sakit tentu amat berisiko. Namun, bukan berarti gejala yang Anda rasakan boleh dibiarkan begitu saja, kan?

Jika setelah mencoba seluruh bahan di atas, tetapi limfadenitis yang Anda rasakan tak kunjung membaik, barulah segera rujuk diri Anda ke dokter atau fasilitas kesehatan demi mendapatkan pertolongan medis yang lebih intensif.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*