Bedah Skoliosis Tak Lagi Jadi Pilihan Satu-satunya

Jika dahulu bedah menjadi jalan satu-satunya pilihan bagi penderita skoliosis, kini setelah ada brace, pasien memiliki pilihan lain. Banyak pasien yang mengalami kelainan tulang belakang memilih untuk menghindari bedah skoliosis.

Skoliosis adalah kondisi di mana tulang belakang melengkung, seperti huruf C atau S. Skoliosis lebih sering ditemukan pada anak-anak sebelum masa pubertas, yaitu sekitar usia 10-15 tahun.

Skoliosis yang terjadi biasanya ringan, namun dapat berkembang menjadi lebih parah seiring pertambahan usia, khususnya pada wanita. Bila skoliosis menjadi parah, bisa menyebabkan penderitanya mengalami gangguan jantung, paru-paru, atau kelemahan pada tungkai.

Lengkungan yang parah dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada punggung. Tulang belakang juga dapat berputar sehingga lengkungan bertambah parah dan salah satu tulang iga tampak menonjol dibanding sisi lainnya. Ketika kondisinya makin parah, skoliosis dapat menyebabkan gangguan pernapasan.

Apa Itu Brace?

Deteksi skoliosis semakin baik dilakukan sejak dini sehingga terapi dan upaya menormalkan kembali tulang belakang dengan brace dapat efektif. Brace adalah suatu alat yang diciptakan dan digunakan untuk menunjang tulang belakang. Untuk menggunakan brace, kondisi skoliosis seseorang harus diobservasi terlebih dahulu.

Tujuan penggunaannya untuk mengoreksi kelainan yang terjadi di tulang belakang penderita skoliosis. Bagi anak-anak yang sudah mengenakan bracing untuk merawat skoliosisnya, konidisi tubuh mereka akan lebih mudah untuk terkoreksi. Hal ini karena tulang mereka masih muda dan ototnya yang masih fleksibel

Di samping itu, ketika seseorang mendapatkan terapi bracing sejak dini dampaknya akan lebih menguntungkan. Ini karena kondisi tubuhnya belum benar-benar tumbuh secara sempurna sehingga cenderung lebih mudah dalam pengaplikasiannya.

Brace Lebih Unggul, Aman, dan Efektif?

Selama ini banyak penderita skoliosis tidak punya harapan karena harus menjalani operasi dengan biaya mahal dan berbagai risiko yang menyertai. Brace atau prosedur pemasangan penunjang tulang belakang termasuk baru di Indonesia, sehingga metode ini masih segar di dunia medis dalam negeri.

Penggunaan brace relatif lebih aman dibandingkan bedah skoliosis. Penanganan dengan operasi memiliki beberapa risiko setelah pembedahan seperti iritasi, luka, dan besi yang kemungkinan dapat mengenai jaringan kulit.

Namun, Penggunaan brace ini hanya dapat dilakukan dan menunjukkan hasil yang signifikan dengan kriteria penderita skoliosis dengan kelengkungan di bawah 60 derajat dan bukan bawaan dari lahir. Penggunaan brace yang tepat dalam jangka waktu tertentu dapat membuat tulang yang melengkung kembali lurus. Brace yang tepat ditandai dengan pemakaian yang nyaman, tidak mengerikan, bisa membuat pemakai menerima kondisinya, dan tidak mengganggu keseharian.

Faktor penunjang keberhasilan penggunaan brace terdiri dari pemakaian yang tepat sesuai anjuran dokter dan kepatuhan si pasien sendiri. Brace tersebut mesti dikenakan minimal dalam jangka waktu dua tahun agar dapat menguatkan otot tulang belakang tetap pada posisi yang pas.

***

Dari apa yang dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan brace bisa efektif dibanding dengan bedah skoliosis jika kondisi pasien masih memungkinkan. Beberapa kondisi itu termasuk tingkat keparahan dan usia pasien.

Ada baiknya seseorang segera mendatangi dokter atau fasilitas medis untuk mengetahui secara rinci mengenai kondisi tulang belakangnya. Di sana, Anda dan petugas medis akan menimbang dan memilih dari beberapa kemungkinan yang tersedia.

Seandainya harus dilakukan bedah skoliosis, setidaknya Anda sudah tahu dan paham betul dengan segala risiko dan komplikasi yang ada. Dokter yang Anda percaya juga akan memberikan jalan terbaik dalam mengatasi masalah di tulang belakang Anda.

Read More
Operasi

Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Scaling Gigi

Pernahkah Anda mendapatkan scaling gigi? Dokter gigi biasanya akan merekomendasikan Anda untuk mendapatkan scaling gigi apabila karang gigi telah menumpuk. Prosedur ini biasanya dilakukan bersamaan dengan root planing. Dan kedua prosedur medis ini, dalam istilah yang lebih luas, juga dikenal dengan sebutan ‘deep cleaning’ atau pembersihan secara menyeluruh. Scaling gigi dan root planing biasanya dilakukan untuk merawat penyakit periodontal seperti penyakit gusi. Kedua prosedur medis ini akan membutuhkan lebih dari satu kunjungan dokter gigi dan mungkin membutuhkan anestesi lokal (tergantung seberapa kronis penyakit periodontal Anda. Penyembuhan dari prosedur ini biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa hari, namun dalam kasus-kasus tertentu, dapat membutuhkan waktu yang lebih lama.

Kapan seseorang membutuhkan scaling gigi?

Dokter gigi akan merekomendasikan scaling gigi dan root planing apabila mulut Anda memiliki tanda-tanda penyakit periodontal kronis. Kedua prosedur ini akan membantu menghentikan efek-efek berbahaya dari kondisi ini dan menjaga mulut tetap sehat. Penyakit periodontal kronis terjadi ketika bakteri yang ada di plak menyebabkan gusi mulai bergerak meninggalkan gigi. Hal ini akan menyebabkan terbentuknya kantung yang besar yang muncul di antara gigi dan gusi, dan lebih banyak bakteri akan hidup di sana yang tidak bisa Anda gapai atau jangkau dengan menggunakan sikat gigi biasa. Inilah mengapa melakukan flossing dengan teratur untuk menjangkau tempat-tempat yang tidak bisa disentuh oleh sikat gigi setiap harinya penting dilakukan. Apabila tidak diobati, penyakit periodontal kronis dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan tulang, gigi yang tanggal, gigi yang goyah, dan gigi yang bergerak. Di Amerika Serikat sendiri, penyakit periodontal kronis menyerang setidaknya setengah dari populasi orang dewasa berusia di atas 30 tahun. Adapun alasan mengapa seseorang dapat memiliki kondisi kesehatan ini adalah jarang menyikat gigi, merokok, faktor usia, perubahan hormon, nutrisi yang buruk, riwayat keluarga, dan kondisi medis lain. Selain munculnya kantong di antara gigi dan gusi, gejala lain dari penyakit periodontal kronis adalah gusi yang berdarah, gusi yang meradang dan memerah, bau nafas tidak sedap, dan gigi goyah atau bergerak.

Prosedur scaling gigi apa saja?

Scaling gigi dan root planing dapat dilakukan di ruang kerja dokter gigi sebagai salah satu prosedur rawat jalan. Anda mungkin perlu menjadwalkan satu atau dua pertemuan untuk mendapatkan prosedur tersebut, tergantung dengan sebarapa parah kondisi kesehatan mulut Anda. Dokter gigi dapat memberikan anestesi lokal untuk mengurangi rasa tidak nyaman saat prosedur dilakukan, namun tidak jarang pula pemberian anestesi ini tidak dilakukan. Apabila Anda tidak tahan rasa sakit, Anda perlu mengkonsultasikan hal ini dengan dokter gigi Anda.

Hal pertama yang akan dilakukan oleh dokter gigi adalah prosedur scaling gigi. Prosedur ini terdiri dari mengikis plak yang ada pada gigi dan pada kantong-kantong besar yang terbentuk di antara gigi dan gusi. Selanjutnya, dokter akan melakukan root planing. Dokter akan menghaluskan akar gigi dnengan alat scaling. Penghalusan ini akan membuat gusi untuk menempel kembali pada gigi. Dokter juga mungkin akan merekomdasikan perawatan tambahan tergantung pada kesehatan gigi dan gusi Anda. Dokter mungkin juga akan menggunakan agen antibakteri pada mulut Anda atau meresepkan antibiotik oral yang harus Anda konsumsi selama beberapa hari agar proses penyembuhan dapat berjalan dengan lebih cepat. Bahkan, dokter gigi juga akan merekomendasikan disinfeksi menyeluruh.

Read More