Penyakit Berbahaya di Balik Bintik Merah pada Kulit

Kulit merupakan bagian terluar dari tubuh manusia. Keberadaannya seakan menjadi “tameng” bagi bagian atau organ yang diselubunginya. Selain itu, kulit juga menjadi bagian tubuh yang paling terpapar oleh lingkungan, sehingga tak jarang banyak masalah terjadi pada kulit. Bintik merah pada kulit mungkin jadi salah satu kondisi yang menandakan tengah ada yang tidak beres di tubuh kita.

bintik merah pada kulit

Hampir semua orang pernah mengalami atau mendapati adanya bintik merah pada kulit mereka. Paling sering keadaan itu berlangsung setelah digigit serangga, seperti nyamuk, misalnya. Karena sifatnya timbul tenggelam, banyak orang yang menyepelekan kondisi ini.

Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa penyakit berbahaya di balik bintik merah pada kulit? Penyakit-pemyakit yang terangkum di bawah ini mungkin akan menjurus ke arah atau kondisi lebih serius jika tidak ditangani.

Oleh karenanya, penting untuk mengetahui apa-apa saja penyakit berbahaya di balik munculnya bintik merah pada kulit manusia. Berikut di antaranya:

  • Cacar Api

Penyakit ini kerap juga dikenal dengan herpes zoster, shingles, atau cacar ular. Penyakit yang identik sekali dengan bintik merah pada kulit ini disebabkan oleh virus varicella-zoster. Cacar api terjadi ketika virus yang telah menetap di kulit memperbanyak diri (multiplikasi) dan memicu bintik-bintik kecil berwarna merah di daerah sekitar kulit yang dilalui virus tersebut.

Bintik-bintik merah itu berisi cairan dan teksturnya akan menggelembung. Penderita penyakit ini akan menderita rasa sakit seperti terbakar dan kulit menjadi sensitif selama beberapa hari hingga satu minggu.

Cacar api cenderung menyerang orang lanjut usia dan penderita penyakit imunosupresif (sistem imun lemah) seperti AIDS, leukemia, lupus, dan limfoma. Penularan virus ini dapat terjadi mulai dari kontak langsung, hingga transmisi melalui pernapasan, sehingga virus tersebut dapat menjadi epidemik di antara inang yang rentan.

  • Demam Dengue

Sudah bukan rahasia jika salah satu indikasi seseorang terserang demam berdarah dengue (DBD) adalah munculnya bintik merah pada kulit. Tanda itu bisa muncul hampir di seluruh bagian tubuh.

Selain adanya bintik-bintik merah, penderita DBD juga merasakan nyeri sendi dan otot yang parah. Itu belum termasuk tanda lain seperti demam tinggi selama beberapa hari.

  • Biduran

Biduran, urtikaria, kaligata, atau ragam sebutan lainnya kerap dikaitkan dengan kondisi seseorang yang tidak tahan terhadap cuaca atau suhu dingin. Biasanya, penderita akan mendapati di hampir seluruh bagian kulitnya muncul bintik, cenderung ke arah bentol berwarna kemerahan. Bentol atau bintik kemerahan itu dihasilkan dari pelepasan histamin dari jaringan sel mast dan dari sirkulasi basofil.

Penderita juga merasakan gatal dan kadang sensasi panas di area yang ditumbuhi bintik merah pada kulit tersebut. Sebenarnya, biduran adalah kondisi kelainan kulit berupa reaksi vaskular terhadap bermacam-macam sebab, biasanya dikarenakan oleh suatu reaksi alergi.

Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa biduran tidak hanya terjadi lantaran suhu dingin. Namun, sejumlah faktor punya andil dalam memicu kondisi ini. Ada faktor imunologi dan nonimunologik. Faktor-faktor nonimunologik meliputi bahan-bahan kimia, obat-obatan tertentu (termasuk morfin dan kodein), makan makanan laut (lobster, kerang, udang), toksin bakteri, hingga kontak fisik.

  • Eksim

Kondisi yang kerap menyasar anak-anak ini juga dikenal sebagai dermatitik atopik. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Namun, kemungkinan faktor genetik dan lingkungan yang kurang bersih dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.

  • Kudis dan Kurap

Kurap dan kudis merupakan dua penyakit kulit yang umum terjadi lantaran pola dan kebiasaan hidup kurang sehat, serta lingkungan yang tidak bersih. Kedua penyakit ini mudah sekali menular dari satu orang ke orang yang lain.

Kurap disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit, sementara kudis disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, orang Indonesia mengenal parasit penyebab kudis ini sebagai “kutu bangsat” atau “kutu kasur”.

Kurap membuat kulit membentuk bagian kecil, berbentuk lingkaran merah muda, yang kasar berbentuk lingkaran merah muda. Adapun kudis membuat timbulnya ruam dan rasa gatal yang hebat di bagian tubuh yang terserang.        

***

Secara umum, bintik merah pada kulit memang tidak menandakan penyakit atau kondisi medis yang serius. Namun, bukan berarti kita bisa menyepelekannya begitu saja. Lebih baik cari tahu terlebih dahulu apa yang memicu timbulnya kondisi tersebut. Siapa tahu, itu merupakan kondisi yang butuh perhatian lebih dari kita ‘kan? Jadi, jangan dipandang sebelah mata, ya!

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*