Gejala Penyakit TORCH yang Perlu Anda Ketahui

Penyakit TORCH merupakan beberapa jenis infeksi yang dapat membahayakan ibu hamil dan janin dalam kandungan

Masa kehamilan adalah masa yang paling ditunggu oleh setiap pasangan. Ayah dan ibu harus sabar menanti selama sembilan bulan untuk melihat si kecil lahir ke dunia.

Namun, masa kehamilan juga merupakan masa yang paling berat. Selama masa kehamilan, kekebalan tubuh menjadi lemah sehingga ibu hamil mudah terserang penyakit dan infeksi.

Penyakit TORCH merupakan salah satu infeksi yang dapat menyerang ibu hamil. TORCH merupakan akronim dari lima infeksi yaitu toksoplasma, rubella, cytomegalovirus (CMV), herpes, dan berbagai infeksi lainnya.

Ibu yang terkena infeksi TORCH kemungkinan besar akan mempengaruhi bayi dalam kandungan. Bayi yang terinfeksi dapat mengalami cacat lahir seperti masalah saraf dan kebutaan. 

Bagaimana bayi dapat tertular penyakit TORCH?

Karena bayi belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, ia belum bisa melindungi diri dari infeksi dan penyakit. 

Ibu yang terkena penyakit TORCH dapat menularkan janinnya melalui darah atau cairan tubuh. Untungnya, kondisi ini bisa ditangani bila Anda segera melakukan pemeriksaan TORCH.

Plasenta juga menjadi media penularan lainnya. Meskipun kesehatan ibu tidak terlalu berisiko, penyakit TORCH sangat mempengaruhi kesehatan bayi, bahkan bisa menyebabkan keguguran. 

Gejala penyakit TORCH yang harus diketahui

Gejala infeksi TORCH bisa berbeda karena penyakit ini merupakan gabungan dari beberapa infeksi. Namun Anda bisa mewaspadai gejala umum dari penyakit ini, antara lain:

  • Penyakit kuning.
  • Demam dan kehilangan nafsu makan.
  • Pembesaran limpa dan hati.
  • Flu.
  • Petechiae atau ruam berwarna merah keunguan pada kulit. 

Jika Anda mengalami salah satu atau lebih gejala di atas, ada baiknya untuk segera menemui dokter. Sampaikan keluhan Anda secara jujur agar dokter dapat memberikan perawatan yang sesuai.

Anda juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan TORCH sejak awal merencanakan kehamilan. Jika pada kunjungan pranatal Anda dicurigai mengalami infeksi, Anda akan diminta untuk melakukan screening infeksi melalui cek darah. 

Pemeriksaan yang dilakukan sedini mungkin dapat meminimalisir sebanyak mungkin risiko yang dapat diterima oleh bayi. Bahkan Anda harus tetap memantau perkembangan bayi Anda, terutama jika hasilnya positif.

Nantinya, perawatan yang diberikan bisa berbeda tergantung virus yang menginfeksi. Umumnya dokter akan memberikan obat minum seperti antivirus atau analgesik ringan untuk mencegah bayi ikut tertular.

Mencegah infeksi penyakit TORCH pada kehamilan

Berikut ini tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah Anda dari infeksi TORCH:

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah makan menggunakan sabun dan air mengalir.
  • Hindari mengonsumsi daging mentah. Pastikan untuk memasak daging hingga benar-benar matang.
  • Jaga kebersihan di lingkungan sekitar Anda.
  • Minimalisir kontak langsung dengan kucing dan anjing liar untuk mencegah toksoplasmosis. Jika Anda memiliki hewan peliharaan, pastikan untuk menjaganya tetap bersih dan sehat. Anda bisa mengurungnya di dalam rumah, atau menaruhnya di luar dan dilarang untuk memasuki rumah.
  • Jangan bertukar barang dengan orang lain seperti sisir, pisau cukur, dan barang-barang personal lainnya.
  • Hindari membuat tato atau melakukan tindik selama masa kehamilan.
  • Meminimalisir konsumsi cokelat, kacang tanah, dan selai kacang karena dapat memicu herpes genital. 
  • Lakukan manajemen stres. Stres dapat mempengaruhi kesehatan fisik sekaligus menurunkan kekebalan tubuh.

Masa kehamilan adalah masa yang membahagiakan sekaligus masa yang paling berat. Ibu dituntut untuk tetap sehat demi kesehatan janin dalam kandungan Anda.

Jika Anda positif terinfeksi penyakit TORCH, jangan panik. Percayalah bahwa dengan penanganan medis yang tepat, infeksi penyakit TORCH dapat ditangani. Konsistenlah melakukan perawatan dan jangan pernah melewatkan janji konsultasi dengan dokter. 

Bagaimanapun, tetaplah tenang dan nikmati masa kehamilan Anda. Jangan biarkan infeksi ini membuat Anda stres dan berdampak pada bayi Anda.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*