9 Obat Penumbuh Rambut yang Paling Ampuh Mengatasi Rontok

Kerontokan atau penipisan rambut kerap menjadi keluhan banyak orang. Gaya hidup yang serba modern, paparan polusi dan penggunaan produk perawatan rambut berbahan kimia bisa menyebabkan rambut rentan menipis. Tidak perlu khawatir, saat ini ada banyak obat penumbuh rambut alami atapun kimia yang bisa Anda jadikan solusi untuk mengatasi kerontokan.

Tetapi tentu saja, pertumbuhan rambut seseorang juga bergantung pada banyak faktor, termasuk faktor genetik atau keturunan. Selain itu, apabila kerontokal rambut terjadi karena kondisi medis tertentu, coba konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mencoba obat penumbuh rambut.

Obat penumbuh rambut

Berikut ini beberapa obat penumbuh rambut yang bisa Anda coba:

  1. Minyak kelapa

Salah satu obat penumbuh rambut yang bisa mengembalikan hilangnya protein dari rambut rusak adalah minyak kelapa. Kandungan asam laurat pada minyak kelapa mampu memperbaiki tingkat kelembapan kulit kepala dan juga rambut.

Obat penumbuh rambut yang satu ini sangat cocok bagi Anda yang kerap menggunakan produk perawatan rambut kimia. Caranya adalah dengan memijat kelapa dengan 2 sendok makan. Diamkan selama 1 jam sebelum membilasnya dengan sampo lembut.

  • Yogurt

Tidak hanya lezat dan sehat, ternyata yogurt juga bisa menjadi obat penumbuh rambut. Kandungan probiotik yang ada dalam yogurt bisa merangsang pertumbuhan rambut dan mencegah kerusakan rambut. Jadi, konsumsi satu porsi yogurt setiap hari bisa menjaga kesehatan rambut.

  • Ekstrak bawang putih

Walapun baunya terlalu kuat, tapi ekstrak bawang putih juga ampuh sebagai obat penumbuh rambut. Kandungan fitokimia yang terdapat pada esktrak bawang putih mampu merangsang pertumbuhan rambut. 

Caranya, ambil sari-sari bawang putih dan aplikasikasikan ke kulit kepala. Diamkan sealam 1 jam sebelum membilasnya dengan sampo. Anda bisa melakukan cara ini setidaknya 2 kali dalam sepekan untuk mencegah rambut rontok.

  • Teh hijau

Tidak hanya kaya antioksidan dan baik untuk kesehatan, teh hijau juga bisa merangsang pertumbuhan rambut. Kandungan bioktif dalam teh hijau bisa mengurangi risiko kerontokan rambut. Teh hijau ini bisa Anda konsumsi 1-2 kali dalam sehari. Namun apabila Anda mengonsumsi obat pengencer darah, sabaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter untuk menghindari efek samping.

  • Ginseng

Sejak lama, ginseng selalu menjadi bahan alami perawatan rambut termasuk sebagai obat penumbuhan rambut. Kandungan dalam ginseng bisa merangsang pertumbuhan rambut. Caranya adalah dengan memijat kulit kepala dengan beberapa sendok makan ginseng. Kemudian, diamkan selama 1 jam dan bilas dngan sampo. Anda bisa melakukan cara ini dua kali dalam seminggu.

  • Lemon

obat penumbuh rambut dari bahan alami berikutnya adalah lemon. Caranya, aplikasikan perasan lemon pada kulit kepala 15 menit sebelum mencuci rambut. Kandungan yang terdapat pada lemon dapat mempercepat pertumbuhan rambut.

  • Kopi

Kandungan kafien dalam kopi juga bisa menjadi obat penumbuh rambut yang alami. Selain itu, kafein juga bisa memperkuat rambut sehingga bisa tumbuh lebih Panjang. Caranya adalah dengan mengonsumsi kopi setidaknya satu kali sehari.

  • Minoxidil

Kandungan kimia yang bisa menjadi obat penumbuh rambut biasanya adalah minoxidil. Rata-rata produk penumbuhan rambut yang dijual di pasaran mengandung 5% minoxidil dan bisa digunakan oleh laki-laki maupun perempuan. Namun terkadang ada reaksi alergi akibat minoxidil.

  • Finasteride

Kerontokan rambut yang disebabkan karena autoimun terhadap folikel biasanya diatas dengan finasteride. Tentunya, konsumsi obat penumbuh rambut yang mengandung finasteride harus atas persetujuan dokter.

Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi untuk mencegah rasa gatal atau kering pada kulit kepala. Mengonsumsi makanan yang akan asam lemak omega-3 juga bisa mencegah kerontokan.

Read More
Hidup Sehat

Berkat Teh Hijau, Minum Teh Setelah Makan Menyehatkan

Apabila Anda ingin menurunkan berat badan, memilih minuman yang tepat sama pentingnya dengan memilih makanan yang sehat. Misalnya saja, Anda ingin mengganti minuman berkalori tinggi dengan minuman yang rendah kalori seperti teh hijau. Teh hijau juga memiliki manfaat kesehatan tambahan lainnya dalam mengurangi berat badan. Namun, untuk benar-benar mengurangi berat badan dalam jumlah yang signigikan, minum teh hijau saja tidak cukup. Anda bisa minum teh hijau setelah makan. Namun, agar bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal, ada baiknya meminumnya sebelum makan. Artikel ini akan membahas manfaat teh hijau dalam menurunkan berat badan, sekaligus fungsinya dalam meningkatkan fungsi metabolisme.

Menurut studi yang diterbitkan di Jurnal Kampus Nutrisi Amerika 2010, meminum empat cangkir teh hijau atau 4 cangkir air yang dicampur ekstrak teh hijau dapat membantu mereka yang menderita obesitas dalam menurunkan berat badan. Mereka yang minum teh setelah makan dapat menurunkan berat badan lebih dari 2 kg dalam studi yang dilakukan selama 8 minggu tersebut dibandingkan dengan mereka yang hanya meminum air putih. Sementara itu, mereka yang mengonsumsi ekstrak teh hijau mengalami penurunan berat badan sebesar 1.5 kg. Hal ini mungkin disebabkan karena kandungan EGCG, sebuah zat yang ditemukan di dalam teh hijau yang diklasifikasikan sebagai katekin.

Mengonsumsi katekin yang banyak ditemukan di dalam teh hijau dapat membantu wanita dalam menurunkan berat badan dan menghilangkan lemak tubuh, termasuk lemak perut, menurut studi yang diterbitkan di jurnal Obesitas pada bulan Juni 2017. Studi lain yang diterbitkan pada Penelitian Obesitas tahun 2005 menemukan bahwa campuran kafein dan EGCG dalam teh hijau dapat membantu meningkatkan metabolisme dan proses pembakaran lemak, sehingga dapat mengurangi berat badan dan lemak, dibandingkan dengan mengonsumsi placebo. Artikel ulasan yang diterbitkan pada Jurnal Nutrisi Biokimia pada bulan Januari 2011 menunjukkan bahwa kafein dan katekin dapat bekerja secara sinergis yang masing-masing meningkatkan potensi manfaat mengurangi berat badan satu sama lain.

Namun, Anda harus menemukan waktu meminum teh hijau yang tepat. Akan lebih baik apabila Anda tidak meminum teh hijau di waktu yang bersamaan dengan mengonsumsi produk-produk yang terbuat dari susu karena susu dapat menghambat efek teh hijau dalam manfaatnya terhadap metabolisme tubuh. Walaupun minum teh setelah makan masih menyediakan manfaat kesehatan berupa kafein dan katekin yang dapat mengurangi berat badan, akan lebih baik apabila Anda minum teh hijau sebelum makan. Meminum teh hijau sebelum makan dapat membuat Anda merasa kenyang sehingga Anda akan makan dalam porsi yang sedikit. Menurut studi pada obesitas yang diterbitkan tahun 2011, bahkan meminum air putih biasa sebelum makan dapat membantu mengurangi berat badan. Meskipun Anda bisa minum teh setelah makan (khusus teh hijau), Anda tetap harus melakukan olahraga guna meningkatkan efek penurunan berat badan. Olahraga penting terutama ketika Anda mencoba menurunkan berat badan, karena dengan bersamaan minum teh hijau, lemak akan berkurang dan tubuh dapat membantu mengurangi otot yang hilang. Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Nutrisi tahun 2009 menemukan bahwa kombinasi olahraga setidaknya 180 menit per minggu dan minum teh hijua dapat mengurangi lemak perut jika dibandingkan dengan olahraga saja. Seperti yang kita tahu, lemak perut adalah salah satu jenis lemak paling berbahaya karena dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit serius seperti diabetes tipe 2 dan juga penyakit jantung.

Read More
Hidup Sehat

Apa Itu Mulas?

Rasa mulas sering kita alami ketika kita terlalu banyak makan atau saat kita memakan makanan pedas. Mulas merupakan bentuk iritasi yang disebabkan oleh asam lambung yang meningkat. Hal ini membuat kita merasakan sensasi yang tidak nyaman di bagian perut hingga area bawah dada.

Apa penyebab mulas?

Gejala mulas diawali dengan permasalahan pada katup di mulut lambung (LES) yang tidak bisa menutup dengan baik dan menyebabkan asam di lambung naik ke atas. Keadaan ini mengakibatkan rasa panas pada perut dan sekitar dada. Beberapa alasan mengapa LES tidak tertutup:

  1. Makan terlalu banyak. Selain menghindari makanan yang dapat menyebabkan refluks asam lambung, makan terlalu banyak juga menyebabkan perut Anda penuh dan produksi asam lambung semakin bertambah. Solusinya adalah mengimbanginya dengan minum air putih yang banyak.
  2. Tekanan pada bagian perut akibat kehamilan, obesitas maupun konstipasi dapat menyebabkan asam lambung kambuh.

Makanan pemicu produksi asam lambung

Beberapa makanan telah terbukti dapat meningkatkan asam lambung pada perut. Hal ini yang menyebabkan asam lambung Anda kambuh dan terkadang nyerinya sampai ke area dada. Jika Anda terkena GERD, makanan berikut ini sebaiknya dihindari karena akan menyebabkan refluks.

  • Tomat
  • Buah sitrus seperti jeruk
  • Bawang putih dan bombai
  • Cokelat
  • kopi dan minuman berkafein lainnya
  • alcohol
  • peppermint

Makanan dengan kadar lemak yang tinggi serta obat-obatan tertentu juga dapat mengakibatkan mulas. Begitu juga dengan kurang tidur dan stress bisa meningkatkan produksi asam lambung di perut. Merokok juga dapat meningkatkan asam lambung. Jika Anda sedang hamil, pengaruh hormon progesterone juga dapat mengakibatkan asam lambung.

Untuk mengurangi refluks asam lambung, Anda dapat mengonsumsi teh maupun jahe yang terbukti dapat meredakan asam lambung.

Berapa lama rasa mulas bisa bertahan?

Untuk kondisi tertentu, rasa mulas bisa bertahan selama beberapa menit, tetapi bisa juga sampai berjam-jam. Kondisi mulas sering terjadi pada wanita hamil seminggu sekali. Jika rasa mulas datang sesekali dalam seminggu, hal itu sangat wajar. Tetapi jika rasa tersebut mulai sering mengganggu, kemungkinan Anda menderita GERD yang bisa menyebabkan penyakit serius lainnya seperti:

  • batuk berkepanjangan
  • laringitis
  • pembengkakan atau terkikisnya dinding lambung
  • kesulitan menelan
  • terjadi barret esophagus yang menjadi cikal bakal kanker

Sangat penting untuk mengetahui gejala dan penyebab mulas agar tidak sampai terjadi komplikasi yang serius dan bisa segera ditangani

Read More
Hidup Sehat

Daftar Tes Kesehatan yang Harus Anda Jalani Berdasarkan Usia

Pernahkah Anda melakukan tes kesehatan? Sebenarnya kapan seseorang perlu melakukan pengecekan kolesterol, kadar gula darah, kesehatan tulang, dan sebagainya? Berikut panduan pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya rutin dilakukan.

Menurut para ahli, deteksi dini dan tes kesehatan secara reguler berguna untuk penanganan kanker, mengontrol penyakit kronis seperti diabetes, serta menghindari serangan jantung dan stroke.

Ada beberapa jenis tes kesehatan yang memang ditujukan khusus untuk usia tertentu dan tidak harus dilakukan setiap tahun. Ada pula tes kesehatan yang direkomendasikan untuk diambil setiap tahunnya.

Tes Kesehatan untuk Usia 18 – 39 Tahun

  • Cek kolesterol. Ketika Anda berusia 20-an, setidaknya Anda harus sudah melakukan pemeriksaan kolesterol. Lakukan setiap tahun hingga Anda mencapai usia 35 tahun. Bila Anda tidak memiliki risiko kolesterol tinggi, pemeriksaan bisa dilakukan setiap lima tahun sekali. Namun jika ada perubahan gaya hidup yang  mengakibatkan penurunan atau kenaikan berat badan, atau jika Anda memiliki riwayat diabetes, masalah ginjal, atau faktor risiko lainnya, pemeriksaan kolesterol harus dilakukan rutin setiap tahunnya.
  • Pemeriksaan kulit. Tes kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi jika ada tahi lalat atau tanda lahir yang mencurigakan pada tubuh. Dengan mengecek kulit di seluruh tubuh, Anda juga bisa mengetahui bila ada luka yang tak kunjung sembuh.
  • Pap smear  dan pemeriksaan pelvis. Pemeriksaan kesehatan ini sebaiknya dilakukan wanita setiap tiga tahun sekali ketika menginjak usia 21 tahun. Tujuannya untuk mengetahui kemungkinan kanker serviks. Jika Anda berusia lebih dari 30 tahun dan hasil pap smear dan HPV normal, Anda hanya perlu melakukan pap smear setiap lima tahun.
  • Pemeriksaan payudara. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri di rumah untuk mengecek apakah ada benjolan pada payudara Anda. Jika Anda memiliki ibu atau saudara perempuan yang mengalami kanker payudara, Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan payudara di rumah sakit.
  • Pemeriksaan testis. Pria disarankan melakukan pemeriksaan testis di rumah sakit.

Pemeriksaan Kesehatan untuk Usia 40 – 64 Tahun

Beberapa tes yang direkomendasikan untuk diambil pada usia 18-39 tahun semestinya dilakukan secara berkala sesuai dengan rekomendasi dokter Anda.

  • Wanita: mammogram. Tes ini sebaiknya dilakukan ketika Anda berusia 40 tahun dan berkala setiap tahunnya. Jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker payudara atau Anda memiliki faktor risiko, lebih baik mulai lakukan mammogram secara rutin dari usia dini.
  • Pria: tes prostat. Pemeriksaan ini dimulai dari usia 50 tahun, kecuali Anda memiliki risiko tinggi, maka tes prostat bisa dilakukan pada usia 40 tahun.
  • Mengecek tahi lalat yang mencurigakan atau luka-luka pada kulit. Periksa seluruh kulit tubuh Anda setiap tahunnya.
  • Kadar gula darah. Lakukan pemeriksaan level gula darah Anda. Kadar gula darah yang naik dengan cepat bisa jadi merupakan tanda-tanda diabetes.
  • Kolonoskopi.Tes kesehatan ini semestinya dilakukan pada usia 50 tahun. Lakukan 10 tahun lebih awal jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker usus besar. Bagi mereka yang tidak memilki faktor risiko, tes ini dapat dilakukan setiap 10 tahun sekali.  

Tes Kesehatan untuk Usia 65 Tahun ke Atas

Berikut beberapa tes yang harus dilakukan ketika Anda berusia 65 tahun ke atas:

  • Kepadatan tulang. Dimulai dari usia 65, laki-laki dan wanita sudah harus mulai mengecek kepadatan tulang mereka setiap 2 – 5 tahun sekali. Lakukan pemeriksaan kesehatan tulang sejak usia 60 tahun jika Anda memiliki risiko osteoporosis yang tinggi.
  • Tekanan darah. Sekitar 64% laki-laki dan 69% perempuan antara usia 65 – 74 mengalami tekanan darah tinggi. Jika Anda atau orang tua Anda sudah berusia lebih dari 65 tahun, lakukan pengecekan tekanan darah setidaknya setahun sekali. Hipertensi seringkali luput dideteksi karena gejalanya tidak muncul sebelum parah. Orang dengan darah tinggi berisiko mengalami stroke maupun serangan jantung.
  • Pemeriksaan mata. Jika Anda memakai kacamata atau lensa kontak, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara berkala. Pada usia lanjut, kadang ditemukan penyakit mata seperti glaukoma dan katarak.
  • Pengecekan kemampuan mendengar. Berkurangnya kemampuan mendengar adalah hal yang wajar ketika seseorang menua. Kadang-kadang hal tersebut disebabkan infeksi atau kondisi medis lainnya. Lakukan pemeriksaan setiap dua atau tiga tahun sekali.

Ada beberapa tes yang mungkin direkomendasikan dokter berdasarkan riwayat kesehatan Anda. Selain itu, penting sekali untuk menceritakan kekhawatiran, pertanyaan, atau perubahan yang terjadi pada kesehatan Anda. Riwayat kesehatan tersebut dapat dijadikan sebagai referensi untuk memastikan langkah apa selanjutnya yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan kondisi kesehatan Anda.

Read More
Hidup Sehat

15 Makanan Sehat yang Dapat Menyebabkan Perut Kembung

Perut kembung setelah makan memang sering menyebabkan rasa tidak nyaman, apalagi jika banyak aktivitas yang menanti untuk Anda lakukan. Untuk itu, simak ulasan mengenai daftar makanan sehat yang ternyata dapat menyebabkan gas dalam perut.

1. Apel
Apel memiliki kandungan sorbitol, yaitu gula yang secara alami terdapat dalam banyak buah. Sebagian orang memiliki tubuh yang tidak mampu menyerapnya dengan benar. Akibatnya, sorbitol ini akan membuat perut menjadi kembun. Kondisi ini dapat menyebabkan diare, khususnya pada anak-anak.

2. Blackberry
Blackberry selalu menjadi buah yang banyak disukai orang karena rasanya yang menyegarkan. Tidak hanya dalam kondisi segar, blackberry yang dikeringkan juga memberi cita rasa manis pada sajian kue dan teh untuk camilan. Sayangnya, jika terlalu banyak, sorbitol yang terkandung dalam buah ini dalam membuat Anda merasa kembung, sakit perut, hingga diare, kembung, atau bahkan mual.

3. Semangka
Buah semangka memang sangat menyegarkan dengan kandungan air yang banyak. Buah ini menjadi semakin favorit jika disantap di musim panas. Namun, perhatikan kandungan fruktosa atau gula di dalamnya. Fruktosa ini akan menjadi asupan yang cukup sulit untuk dicerna hingga membuat perut kembung.

4. Artichoke
Sayuran yang satu ini memiliki kandungan gula yang disebut fructan. Kandungan gula inilah yang dapat membantu memicu gas di perut. Jika Anda merasa tidak enak setelah mencicipinya, segera hentikan memakannya.

5. Kentang
Jika Anda berpikir untuk menggantikan asupan nasi dengan kentang, pastikan untuk membatasi konsumsinya agar tidak berlebihan. Pasalnya, kentang sudah cukup banyak dikonsumsi sehari-hari sebagai lauk dan camilan. Apalagi mengingat pati dalam kentang dapat memicu gas dan perut kembung pada beberapa orang.

6. Jamur Shiitake
Jamur ini cukup populer karena banyak dipilih sebagai alternatif menu makanan penurun berat makan. Akan tetapi, waspadai kandungan mannitol dan beragam gula alami lainnya yang bisa menimbulkan gas pada perut Anda. Bahkan, jika Anda makan terlalu banyak, jamur ini juga bisa membuat Anda sedikit mengalami diare.

7. Kacang Polong
Tahukah Anda bahwa sayuran hijau lembut ini memiliki kandungan rantai gula yang disebut galacto-oligosaccharides. Dengan kata lain, kacang polong dapat memberi makan bakteri usus dan menyebabkan gas di perut. Jika dimakan berlebihan, Anda akan merasakan perut yang tidak nyaman dan bergejolak.

8. Kopi
Kafein memang selalu menjadi andalan untuk membuat tubuh kembali segar dan berstamina. Sayangnya, efek samping pada pencernaan dapat menimbulkan perut yang kembung dan kembung. Jadi, batasi konsumsi hariannya.

9. Oatmeal
Pilihan menu sehat untuk sarapan ini memiliki banyak kandungan serat yang dapat membuat Anda merasa kenyang sepanjang pagi. Namun, jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak, perut Anda mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman karena membuat perut kembung.

10. Beragam Sayuran
Sayur-sayuran merupakan sumber makanan yang menyehatkan dan bernutrisi untuk tubuh. Namun, meskipun sayuran merupakan asupan yang lezat dan sangat sehat, kebanyakan dari mereka cenderung sulit dicerna. Sayuran seperti brokoli dan kembang kol berisiko menimbulkan rasa kembung atau kram pada perut. Jika Anda merasakannya, Anda dapat sesekali menggantinya dengan sayuran lain, seperti paprika, zucchini, atau kacang hijau.

11. Aprikot Kering
Serat dalam buah kering memiliki banyak hal untuk pencernaan. Buah ini sangat bisa diandalkan bagi Anda yang sedang mengalami konstipasi. Namun, kudapan manis ini juga memiliki kandungan gula tinggi yang disebut fruktosa. Jika dikonsumsi terlalu banyak bisa berisiko membuat Anda sakit perut.

12. Buah Persik
Buat persik memang sangat lezat untuk dijadikan camilan sore yang menyegarkan. Namun, waspadai rasa manis di dalamnya yang terkadang dapat menyebabkan masalah pada perut. Buah persik memiliki gula alami yang disebut poliol, yang terkadang tidak selalu cocok dengan bakteri usus Anda. Jangan heran jika memakan buah ini dapat menyebabkan kram dan kembung.

13. Minuman Diet dengan Gula Alkohol
Pemanis alternatif ini banyak ditemukan di beberapa minuman rendah kalori dan dapat membantu jika Anda mencoba menurunkan berat badan. Sayangnya, gula alkohol dapat bertindak sebagai pencahar jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak. Pastikan untuk memeriksa label makanan agar dapat mengetahui apakah minuman mengandung pemanis buatan seperti xylitol dan manitol.

14. Permen Karet
Saat mengunyah permen karet, Anda dapat menelan udara yang juga membawa gas ke usus Anda. Jenis permen “bebas gula” biasanya akan menggunakan pemanis alternatif seperti sorbitol dan xylitol sebagai pengganti gula. Kandungan ini akan membuat perut kembung atau bahkan bekerja seperti pencahar.

15. Permen
Tidak hanya permen karet. Permen biasa pada umumnya juga dapat menimbulkan gas di perut jika di makan terlalu berlebihan. Pasalnya, sebagian besar permen dimaniskan dengan menggunakan xylitol, mannitol, sorbitol, atau gula alternatif lain yang membuat beberapa orang sakit perut.

Read More
Hidup Sehat

Tips Keamanan Makanan Saat Liburan

Saat merayakan liburan tahun baru, semua orang mungkin ingin bersenang-senang. Terlebih lagi, bila Anda gemar mencicipi makanan khas di lokasi liburan. Namun sayangnya, tidak semua makanan ternyata baik bagi kesehatan. Ikuti tips sederhana berikut ini untuk menjaga kesehatan keluarga dari bahaya keracunan makanan atau penyakit saat berwisata kuliner di tempat liburan.

1. Rajin Mencuci Tangan

Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan membilasnya di bawah air yang mengalir. Terutama sebelum bersantap atau menyiapkan makanan, setelah menyentuh daging mentah, telur mentah, atau sayuran yang tidak dicuci, atau sehabis menggunakan toilet. Sering mencuci tangan merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan selama berlibur.

2. Mengonsumsi Makanan yang Matang

Bahan makanan seperti daging, unggas, makanan laut, dan telur dapat membawa kuman yang menyebabkan keracunan makanan. Pastikan makanan ini dimasak hingga matang, terutama daging steak atau daging panggang, yang harus didiamkan selama 3 menit setelah dikeluarkan dari oven. Kemudian, hindari memakan telur mentah yang berpotensi mengandung bakteri salmonella. Beberapa makanan yang mengandung telur mentah dan sebaiknya dihindari atau dibatasi termasuk eggnog, tiramisu, saus hollandaise, dan saus Caesar.

3. Hati-hati Mengonsumsi Kue

Alasan kuat menghindari kue tertentu selama liburan adalah bahan adonannya yang berasal dari tepung dan telur, dan berpotensi mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) atau salmonella. Adonan apa pun yang tidak dipasteurisasi seperti cookies, pie, biskuit, pancake, tortilla, pizza, atau cupcake, bisa membuat perut anak sakit. Sementara waktu, hindari dahulu kue di restoran atau hotel, dan pilihlah jenis makanan lain yang lebih sehat.

4. Memisah Makanan

Bila Anda menyewa vila yang dilengkapi dapur dan lemari es, sebaiknya simpan bahan makanan dengan baik. Simpanlah telur di kompartemen khusus pada bagian pintu kulkas. Sementara itu, makanan seperti daging atau ikan sebaiknya dibungkus atau ditempatkan dalam wadah tertutup, agar aromanya tidak mengontaminasi buah dan sayuran. Daging harus dinormalkan dahulu ke suhu ruang atau disiram air dingin sebelum dimasak, untuk mencegah perkembangan kuman.

Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil Saat Liburan

Wanita hamil sepuluh kali lebih berpotensi terinfeksi kuman atau bakteri berbahaya dari makanan yang kurang higienis. Pelajari langkah-langkah berikut ini untuk mencegah penyakit dari kuman atau bakteri Listeria.

1. Hindari Susu, Keju atau Produk Mentah yang Tidak Dipasteurisasi:
Contohnya seperti keju lunak, keju Hispanik atau susu sapi mentah. Sebab, produk ini dapat mengandung kuman Listeria yang berbahaya. Hindari juga jus atau sari buah mentah.

2. Waspadai Seafood:
Cermati kandungan merkuri yang bisa berbahaya terhadap kesehatan janin. Selain itu, hindari makanan laut asap yang sudah dibekukan. Alternatifnya, pilih seafood dalam kemasan kalengan.

3. Hindari Minuman Beralkohol:
Apa pun alasannya, liburan bukan berarti mengabaikan kesehatan diri sendiri dan janin. Mengonsumsi semua jenis alkohol dapat memengaruhi perkembangan buah hati. Hindari minuman apa pun yang mengandung alkohol atau berbahan telur dan susu seperti eggnog.

Selamat menikmati liburan tahun baru dan selalu jaga kesehatan Anda.

Read More