Ini Tanda-Tanda Kalau Anda Menderita Gangguan Depersonalisasi

Pernahkah Anda merasakan sensasi seolah-olah berada di luar tubuh? Bagi sebagian orang, pengalaman ini terkesan seperti pengalaman mistis. Akan tetapi, kondisi ini sebenarnya merupakan kondisi medis yang disebut dengan gangguan depersonalisasi.

gangguan depersonalisasi

Penderita gangguan depersonalisasi merasa berada di luar tubuh, bahkan memperhatikan tindakan tubuh dari jarak jauh. Anda akan merasa dunia di sekitar Anda tidak nyata dan seluruh benda serta orang di sekitar Anda seolah-olah tidak bernyawa.

Gangguan ini tergolong sebagai gangguan kesehatan mental. Pemutusan hubungan dengan kenyataan yang secara tiba-tiba merupakan gejala utama dari kondisi ini.

Mengenal gejala gangguan depersonalisasi

Ada beberapa hal yang bisa menjadi tanda dari gejala kondisi ini. Bebeberapa gejala tersebut antara lain:

  • Perasaan di luar tubuh, seolah-olah memandang diri sendiri dari jarak jauh
  • Tubuh dan pikiran mati rasa
  • Merasa seolah-olah tidak dapat mengontrol perkataan dan tindakan
  • Tidak memiliki ingatan pada sebagian memori mengenai suatu peristiwa, orang, atau suatu masa dalam hidup
  • Merasa hidup seperti mimpi, saat semua orang dan lingkungan terasa seperti tidak nyata
  • Perilaku obsesif, seperti berkaca berulang kali untuk memastikan dirinya nyata

Dalam beberapa kasus, penderita gangguan depersonalisasi mungkin melakukan perjalanan  ke berbagai tempat secara fisik, namun menggunakan identitas yang berbeda di setiap tempat tersebut. Anda mungkin kesulitan untuk mengingat identitas Anda sendiri.

Jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat berujung pada masalah kesehatan mental lainnya berupa gangguan kecemasan.

Faktor penyebab gangguan depersonalisasi

Tidak ada faktor penyebab yang pasti untuk setiap penderita gangguan ini. Biasanya, stres dan pengalaman traumatis menjadi penyebab utama kondisi ini, khususnya jika hal tersebut dialami semasa kecil.

Secara khusus, pengalaman traumatis yang menimbulkan kondisi ini biasanya berupa kekerasan ekstrem, penculikan, perang, atau pelecehan semasa kecil. Bagi orang yang pernah mengalami hal ini, merasakan pengalaman keluar dari tubuh merupakan reaksi yang normal terhadap pengalaman yang tidak dapat dikendalikan.

Tanpa disadsari, sensasi berada di luar tubuh merupakan upaya seseorang untuk melarikan diri dari kenyataan yang menyakitkan.

Selain pengalaman masa lalu, sensasi berada di luar tubuh juga bisa disebabkan oleh pemakaian obat-obatan terlarang, seperti halusinogen, ganja, dan ketamin.

Cara mengobati gangguan depersonalisasi

Bagi penderita gangguan depersonalisasi, pengobatan biasanya bersifat lebih personal dengan mengetahui faktor yang mendasari stres. Bentuk pengobatan dapat berupa:

  • Psikoterapi

Psikoterapi adalah terapi perilaku kognitif dengan mengajarkan strategi untuk memblokir pikiran obsesif mengenai hal-hal yang tidak nyata. Terdapat dua teknik dalam psikoterapi, yaitu teknik grounding dan teknik psikodinamik.

Teknik grounding memanfaatkan indra tubuh agar penderita merasa lebih berhubungan dengan kenyataan, seperti melalui musik atau menggenggam es batu. Sementara, teknik psikodinamik berfokus pada mengatasi konflik dan perasaan negatif yang sedang dirasakan oleh penderita pada saat itu.

  • Terapi EMDR

Terapi EMDR merupakan metode terapi yang diterapkan untuk sejumlah gangguan kesehatan mental. Biasanya, terapi ini dilakukan pada pasien yang pernah mengalami trauma akibat kekerasan seksual.

EMDR merupakan singkatan dari eye movement desnsitization and reprocessing, terapi yang melibatkan gerakan mata serta tepukan tangan. Penderita gangguan depersonalisasi yang memiliki trauma kekerasan seksual dapat ditangani dengan terapi ini.

Dalam beberapa kasus, penderita gangguan ini mungkin akan diberikan obat-obatan tertentu seperti antidepresan untuk meringankan gejala. Akan tetapi, tidak ada obat yang secara khusus dapat menyembuhkan kondisi gangguan depersonalisasi bila tidak melalui terapi.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*