Penyakit

Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi Kejang yang Perlu Anda Ketahui

Kejang adalah gangguan aktivitas listrik di otak. Kondisi ini sering kali ditandai oleh gerakan tubuh yang tidak terkendali dan disertai hilangnya kesadaran. Kejang bisa menjadi tanda adanya penyakit pada otak, atau kondisi lain yang memengaruhi fungsi otak. Ada banyak mitor atau tradisi yang biasanya dilakukan saat menolong seseorang yang mengalami kejang. Padahal, belum tentu semuanya benar. Membekali diri dengan pengetahuan tentang cara mengatasi kejang sangat penting, seperti jangan memasukaan apapun ke dalam mulut pasien.

Syarat utamanya adalah jangan panik ketika melihat orang di sekitar mengalami kejang. Sebagian besar kejang tidak akan berlangsung lama, bahkan ada yang hanya berlangsung sekitar 20 detik seperti petit mal pada anak-anak. Berteriak atau mengguncang tubuh orang kejang juga tidak perlu dilakukan karena justru tidak membantu.

Cara mengatasi kejang yang tepat

Saat melihat ada orang yang mengalami kejang, tugas orang yang berada di sekitarnya adalah memastikan tida ada risiko terjadi cedera atau masalah serius lainnya. Tahapan cara mengatasi kejang yang tepat sesuai arahan National Institute of Neurological Disorders and Stroke adalah:

  1. Gulingkan orang yang kejang ke satu sisi untuk menghindari risiko tersedak air liur
  2. Beri alas di kepala orang yang kejang
  3. Longgarkan kerah baju sehingga bisa bernapas lebih leluasa
  4. Pengang rahang perlahan dan arahkan kepala mendongak agar jalur pernapasan terbuka
  5. Jangan menahan gerakan orang yang sedang kejang, kecuali lokasi kejadian cukup berbahaya seperti di pinggir kolam atau tangga.
  6. Jangan masukkan benda apapun ke mulut (obat, benda padat, air) karena berisiko menyebabkan tersedak. Orang yang kejang bisa menggigit lidahnya sendiri adalah mitos.
  7. Jauhkan benda tajan di sekitar orang yang kejang
  8. Hitung durasi terjadinya kejang, gejalanya, kemudian sampaikan kepada tenaga medis saat sudah tiba.
  9. Tetap berada di samping orang yang mengalami kejang hingga mereda
  10. Tetap tenang
  11. Jangan berteriak atau mengguncangkan tubuh orang yang mengalami kejang karena tidak akan membantu apa pun.
  12. Minta orang di sekitar untuk memberikan ruang dan tidak menonton kejadian.
  13. Setelah kejang reda, tanyakan butuh bantuan apa atau siapa yang perlu dihubungi.

Kejang atau epilepsi terjadi karena ada masalah pada aktivitas otak. Ada banyak sekali jenis kejang, gejala utamanya adalah gerakan repetitif yang tidak terduga. Pada kejang klasik, istilah medisnya adalah generalized tonic-clonic seizure.Selain itu, kejang juga bisa terjadi berulang meski tanpa ada pemicu. Jenis pemicunya bisa karena terpapar zat beracun, trauma di kepala, atau konsumsi obat berbahaya.

Sebagian besar orang yang mengalami kejang tahu betul kondisi yang mereka alami. Ada yang rutin mengonsumsi obat untuk mengendalikan gejala atau menjalani terapi diet tertentu.

Terlepas dari apakah kejang yang dialami seseorang perlu mendapatkan penanganan medis darurat atau tidak, catat gejala yang terjadi dan durasinya. Apabila kejang terjadi saat berada di jalanan atau lingkungan yang berbahaya, sebisa mungkin jauhkan orang yang mengalaminya dari tempat itu.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*