Hidup Sehat

Kenali Tingkatan Syok Hipovolemik dan Cara Menanganinya

Syok hipovolemik terjadi saat tubuh kita kehilangan lebih dari dua puluh persen cairan dan pasokan darah. Kondisi ini merupakan kondisi yang berbahaya serta dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini juga bisa mengancam jiwa.

Tingkat keparahan syok hipovolemik

Kekurangan cairan dalam tubuh akan membuat jantung kesulitan memompa darah dalam jumlah yang cukup dan membawanya ke seluruh tubuh. Akibatnya, asupan darah menjadi berkurang dan menyebabkan syok hipovolemik.

Berdasarkan tingkat keparahannya, kondisi ini terbagi atas empat tingkatan. Pembagian ini dilihat dari jumlah volume darah yang hilang dalam tubuh.

  • Tingkat 1

Pada tingkat pertama, penderita umumnya mengalami kehilangan sebanyak 750 ml darah atau sekitar 15% dari dari total volume darah dalam tubuh. Kondisi ini cukup sulit untuk didiagnosa karena tekanan darah dan pernapasan penderita cenderung masih normal.

Salah satu gejala yang terlihat pada tingkat ini adalah penyempitan pembuluh darah yang terjadi untuk menjaga tekanan darah tidak meningkat. Selain itu, penderita pada tingkat ini biasanya mengalami rasa cemas mendadak dan kulit yang pucat.

  • Tingkat 2

Di tingkat kedua, tubuh telah mengalami kekurangan darah sebesar 30% atau sebanyak 750 hingga 1500 ml darah.  Pada situasi ini, tubuh akan berusaha menarik darah dari anggota tubuh dan usus untuk dikirimkan ke organ-organ vital seperti jantung dan otak.

Penderita pada tingkat dua mungkin belum mengalami perubahan tekanan darah secara signifikan. Akan tetapi, penderita akan mengalami rasa cemas dan gelisah yang semakin memburuk. Selain itu, denyut jantung dan pernapasan juga akan mengalami peningkatan.

  • Tingkat 3

Penderita syok hipovolemik tingkat tiga akan mengalami kekurangan volume darah sebesar 30-40%, sekitar 1500 sampai 2000 ml atau setara dengan setengah isi galon. Di situasi ini, penderita akan mengalami penurunan tekanan darah dan air seni, kulit yang memucat, serta lengan yang dingin dan lembab.

Selain gejala fisik, tingkat tiga juga menyebabkan gejala psikis seperti kebingungan, tekanan mental, dan rasa cemas berlebih.

  • Tingkat 4

Tingkat empat atau tingkat terakhir merupakan tahap yang paling berbahaya. Pada tingkat ini, kekurangan darah telah mencapai lebih dari 2000 ml atau 40% dari volume darah secara keseluruhan.

Penderita tingkat empat akan mengalami peningkatan denyut jantung yang sangat cepat namun denyut nadi melemah. Pernapasan juga akan terasa semakin sulit. Pada tingkat ini, pasien akan dikategorikan sebagai pasien kritis dan harus segera melakukan penanganan di rumah sakit.

Keempat tingkatan di atas merupakan tahap yang berbahaya. Penderita pada tingkatan pertama dianjurkan untuk melakukan pengobatan sesegera mungkin guna mencegah gejala semakin memburuk.

Pertolongan pertama untuk menangani pasien syok hipovolemik

Apabila tidak ditangani dengan cepat, kondisi syok hipovolemik bisa menjadi sangat berbahaya dan mengancam jiwa. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama pada pasien, yaitu:

  • Meminta pasien berbaring dengan kaki terangkat sekitar 12 inci
  • Menghindari gerakan apabila pasien dicurigai mengalami cedera pada kepala, leher, atau punggung
  • Menjaga tubuh pasien tetap hangat
  • Tidak memberikan pasien cairan melalui mulut

Apabila pasien mengalami cedera, bersihkan area luka agar terhindar dari kotoran. Jangan mencoba untuk melepaskan kaca, pisau, ataupun benda-benda lain yang tertanam pada luka. Hindari juga mengangkat kepala pasien pada posisi yang lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya.

Dalam tingkat apa pun, pasien syok hipovolemik harus segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani secara khusus. Apabila kondisi memburuk, pertolongan pertama bisa membantu meredakan gejala sebelum pasien menerima pertolongan dari rumah sakit.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*