Bisakah Ikan Hias Menghilangkan Stres?

Setiap orang memiliki hobi yang berbeda. Sebagian orang senang menyalurkan hobi mereka dengan hewan peliharaannya. Salah satu hewan yang dapat dipelihara manusia adalah ikan hias. Sebagian orang berpikir bahwa ikan hias dapat menghilangkan stres.

Sekilas Informasi Tentang Stres

Stres merupakan perasaan yang sulit untuk dihilangkan manusia. Ada berbagai penyebab yang dapat membuat manusia mengalami stres seperti pengaruh orang lain terhadap kehidupannya. Tidak hanya penyebab, stres juga dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh seperti tekanan darah tinggi.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan manusia untuk menghilangkan stres. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melibatkan hewan peliharaan. Sebagian orang memilih hewan lain untuk menghibur diri mereka dibandingkan dengan ikan hias.

Alasan Mengapa Ikan Hias Dapat Menghilangkan Stres

Meskipun sebagian orang lebih tertarik dengan hewan-hewan yang paling umum seperti anjing, ikan hias juga tidak kalah menarik untuk dipelihara. Berikut adalah beberapa alasan mengapa ikan hias dapat menghilangkan stres:

  1. Menenangkan pikiran

Salah satu alasan mengapa manusia sebaiknya pelihara ikan hias adalah dapat menenangkan pikiran manusia. Manusia bisa menaruh ikan hias di manapun mereka suka dan ikan hias dapat menambah kesan dekorasi tambahan pada ruangan yang digunakan.

Sebuah studi juga menyatakan bahwa manusia yang melihat akuarium yang berisi air dan batu karang dapat menenangkan pikiran mereka. Hal tersebut akan membuat pikiran mereka lebih terkendalikan jika akuarium tersebut ditambahkan dengan ikan hias, karena memberikan warna yang berbeda pada akuarium. Warna yang berbeda dapat memberikan pemandangan yang menarik.

  • Mengalihkan pikiran yang dapat membuat manusia menderita

Alasan lain mengapa manusia perlu memelihara ikan hias adalah dapat mengalihkan pikiran mereka dari hal-hal yang dapat membuat mereka stres atau menderita. Sebuah studi menyatakan bahwa hewan-hewan bisa menjadi hiburan bagi manusia, termasuk ikan hias. Manusia yang merasa terhibur akan secara otomatis mengurangi stres.

  • Meningkatkan kualitas tidur

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan manusia untuk meningkatkan kualitas tidur, dan salah satu cara tersebut termasuk memelihara ikan hias. Ikan hias tidak hanya dapat menenangkan pikiran manusia, namun juga dapat menenangkan tubuh mereka sehingga dapat membuat mereka tidur dengan lebih mudah.

  • Menjaga tekanan darah

Ikan hias diklaim dapat menjaga tekanan darah manusia. Stres dapat menyebabkan tekanan darah naik, detak jantung bergerak cepat, dan pembuluh darah sempit. Karena ikan hias memiliki sifat yang menenangkan pada tubuh manusia, hal tersebut akan secara otomatis mengurangi hambatan-hambatan yang memicu tekanan darah.

Sebuah studi menyatakan bahwa manusia yang hanya melihat akuarium saja dapat menurunkan detak jantung sebanyak 3 persen. Jika ada ikan hias di akuarium tersebut, maka detak jantung manusia akan turun sebanyak 7 persen.

  • Simulasi visual dengan efek terapeutik

Ikan hias dapat memberikan simulasi visual dengan efek terapeutik pada manusia dimana hal tersebut dapat membantu manusia fokus pada hal-hal yang ingin dilakukan.

Jika Kondisi Pasien Memburuk

Jika Anda mengalami tekanan darah yang tinggi akibat stres dan kondisinya memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami (jika ada).
  • Daftar riwayat medis (jika dibutuhkan).

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter dapat menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala yang Anda alami terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis dan memberikan pengobatan sesuai kondisi Anda.

Kesimpulan

Ikan hias dapat menghilangkan stres karena tidak hanya memberikan pemandangan yang menarik di sebuah ruangan, namun juga dapat memberikan berbagai manfaat pada tubuh manusia. Untuk informasi lebih lanjut tentang stres atau ikan hias, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Read More

Ciri-Ciri pistanthrophobia

Pistanthrophobia adalah fobia akan disakiti oleh seseorang dalam hubungan romantis.

Fobia sendiri adalah jenis gangguan kecemasan yang muncul sebagai ketakutan yang terus-menerus, tidak rasional, dan berlebihan tentang seseorang, aktivitas, situasi, hewan, atau objek.

Pistanthrophobia adalah rasa takut mempercayai orang lain dan sering kali merupakan akibat dari mengalami kekecewaan yang serius atau akhir yang menyakitkan dari hubungan sebelumnya.

Jadi, bagaimana Anda tahu jika Anda adalah orang yang memiliki fobia ini? Berikut beberapa ciri pistanthrophobia:

  • Berasumsi bahwa setiap orang yang Anda temui akan menyakiti Anda

Anda tampak berpikir bahwa setiap orang di dunia ini jahat dan mereka semua berniat untuk menyakiti Anda.

  • Merasa tidak mungkin memiliki hubungan yang bisa membuat Anda bahagia

Seolah-olah Anda selalu mengharapkan sesuatu yang tidak beres, Anda selalu mencari hal-hal untuk dikecewakan. Seperti Anda yakin bahwa kebahagiaan adalah kemustahilan yang benar-benar tidak dapat dicapai karena banyak hal buruk yang telah terjadi dalam hidup Anda.

  • Selalu curiga terhadap orang yang Anda temui

Anda selalu berpikir bahwa orang yang Anda temui tidak tulus.  

  • Meragukan apa pun yang dikatakan orang lain

Otak Anda secara alami cenderung menganggap semua yang dikatakan orang lain kepada Anda sebagai kebohongan. Sehingga Anda hanya memperlakukan setiap orang sebagai individu yang tidak jujur.

  • Cemburu, bahkan untuk hal-hal kecil

Anda merasa begitu tidak aman tentang tempat Anda dalam sebuah hubungan romantis, sehingga Anda menjadi sangat mudah cemburu.

  • Menginginkan kepastian secara terus-menerus dalam hubungan Anda

Anda selalu butuh pasangan Anda untuk mengingatkan Anda betapa mereka mencintai Anda. Anda selalu meminta mereka untuk memberi tahu Anda bahwa mereka tidak akan menyakiti Anda.

  • Menuntut terlalu banyak dan terlalu cepat dalam hubungan

Anda cenderung ingin menguncinya sehingga Anda tahu bahwa dia tidak akan pernah menyakiti atau meninggalkan Anda.  

Seperti fobia lainnya, pistanthrophobia biasanya dipicu oleh seseorang atau peristiwa dalam kehidupan Anda.

Banyak orang memiliki pengalaman buruk dengan hubungan masa lalu di mana mereka merasa sangat terluka, dikhianati, atau ditolak. Akibatnya, mereka hidup dalam ketakutan akan pengalaman serupa, yang menyebabkan mereka menghindari semua hubungan.

Mengatasi masalah mendasar yang memicu fobia mungkin merupakan hal yang tidak nyaman, namun pada saatnya Anda dapat mempelajari cara baru untuk mempercayai orang dan memasuki hubungan yang sehat.

Fobia seperti pistanthrophobia dapat mengganggu kemampuan Anda untuk menjalin hubungan asmara dengan orang lain. Oleh karena itu, segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda merasa memiliki fobia ini.

Read More
Kesehatan Mental

Suka Menimbun Barang Tak Terpakai? Hati-hati, Bisa Jadi Gejala Gangguan Mental

Saat membersihkan rumah yang berantakan dan menemukan barang yang tidak digunakan, pernahkah Anda meyakinkan diri untuk tidak membuang benda tersebut dengan pernyataan “lain kali bisa digunakan” atau “mungkin masih perlu”?

Wajar jika Anda melontarkan pernyataan demikian saat sedang membereskan rumah yang berantakan. Ketika Anda mempraktikkan metode Konmari yang sedang populer belakangan ini, Anda harus menyortir barang-barang dan menyingkirkan yang tidak memancarkan kebahagiaan untuk Anda.

Sayangnya, berlawanan dari teknik beberes Konmari ini, Anda mungkin cenderung merasa sayang untuk membuang barang-barang yang Anda miliki dan berujung menumpuk semuanya.

Namun, Anda harus berhati-hati karena terkadang menumpuk atau menyimpan barang-barang bekas dan rusak secara berlebihan merupakan indikasi dari suatu gangguan mental. Kondisi ini disebut sebagai hoarding disorder.

Barang-barang yang disimpan oleh para hoarder (sebutan untuk orang yang memiliki hoarding disorder) biasanya tidak memiliki nilai jual dan jumlahnya cukup banyak. Gangguan mental ini mulai menjadi masalah saat tumpukan-tumpukan barang-barang bekas dan rusak yang dikumpulkan mulai menyita banyak ruang di rumah dan membuat rumah berantakan.

Tidak hanya itu, gangguan mental ini juga dapat merusak hubungan penderita dengan orang-orang di sekitarnya. Penting bagi Anda untuk dapat mengenali ciri-ciri dari gangguan mental ini.

Gejala Hoarding Disorder

  1. Menimbun barang-barang yang tidak memiliki nilai jual secara berlebihan, meskipun sudah tidak ada ruang lagi untuk menyimpan barang-barang tersebut.

  2. Memiliki kesulitan untuk mengatur barang-barang yang sudah disimpan dan cenderung menimbun barang-barang tersebut menjadi suatu tumpukan ketika sudah tidak ada ruang lagi untuk menyimpan barang-barang tersebut.

  3. Memiliki keyakinan bahwa barang-barang yang ditimbun akan berguna nantinya, meskipun barang-barang tersebut tidak digunakan dan tidak bernilai.

  4. Memiliki ikatan yang kuat dengan barang-barang yang ditumpuk dan bahkan cenderung bisa marah jika seseorang menyentuh atau ingin meminjam barang tersebut.

  5. Kesulitan untuk membuang barang-barang yang ditumpuk dan merasa kesal jika harus membuang barang-barang tersebut.
  6. Barang-barang yang ditumpuk memenuhi rumah dan membuat orang-orang kesulitan untuk bergerak dalam rumah.

Namun, perlu untuk Anda perhatikan, penderita hoarding disorder tidak hanya menimbun benda-benda rusak ataupun bekas yang tidak berguna. Penderita bisa saja menimbun benda-benda yang masih baru, seperti peralatan masak, pakaian, buku-buku, dan sebagainya. Hoarder juga bisa memelihara banyak sekali binatang seperti kucing atau anjing padahal dirinya tidak sanggup lagi menampung.

Pada umumnya, penderita hoarding disorder memiliki pemikiran-pemikiran sebagai berikut:

  • Tidak ingin membuang-buang barang.
  • Percaya bahwa barang yang dimiliki unik atau bisa digunakan nantinya.
  • Merasa aman bersama barang-barang tersebut.
  • Barang-barang yang dikumpulkan memiliki kenangan emosional dan berfungsi sebagai “pengingat” bagi penderita.

Penyebab Hoarding Disorder

Penyebab dari hoarding disorder belum diketahui, tetapi kemungkinan kondisi ini diakibatkan oleh ketidakmampuan mengatasi stres. Misalnya saat ditinggalkan orang yang disayangi, kehilangan rumah, mengalami trauma, menjadi korban bullying, dan sebagainya.

Kadang-kadang hoarding disorder ini bisa jadi gejala dari gangguan mental lainnya, seperti skizofrenia.

Penanganan Hoarding Disorder

Penderita hoarding disorder biasanya akan diberikan psikoterapi, obat-obatan, atau campuran dari keduanya. Oleh karena itu, jika kerabat atau teman dekat Anda memiliki hoarding disorder, Anda perlu untuk merujuk teman atau kerabat Anda ke psikolog atau psikiater.

Jika Anda mengalami hoarding disorder, Anda tidak perlu malu untuk ke psikolog atau psikiater. Setelah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Tetap mengikuti perawatan yang sudah diberikan

Mengubah diri menjadi lebih baik hal memang tidak mudah, tetapi Anda harus tetap termotivasi untuk bisa mengurangi keinginan menimbun barang. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda tidak ingin menjadi stres karena tinggal dalam rumah yang berantakan.

  1. Mencari bantuan dan menerima bantuan dari orang lain

Jangan sungkan untuk meminta dan menerima bantuan dari orang lain dalam mengatur barang-barang di rumah. Anda juga dapat menceritakan tentang kesulitan Anda dengan orang-orang terdekat dan meminta dukungan dari mereka.

  1. Jaga kesehatan diri Anda

Jangan lupa untuk makan teratur dan memerhatikan kebersihan diri Anda.

  1. Fokus pada langkah-langkah kecil

Anda tidak perlu terlalu menekan diri dengan ingin secepatnya lepas dari gangguan hoarding Ingatkan diri Anda bahwa ini adalah suatu proses yang membutuhkan waktu.

Fokuslah pada tujuan-tujuan kecil yang lama kelamaan mengarahkan Anda menjadi lebih baik dan dapat menaklukkan hoarding disorder yang dialami.

Read More