Kesehatan Wanita

Penyakit Jantung pada Wanita, Ini Penyebabnya!

Penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang paling umum terjadi baik pada pria maupun wanita. Namun, penyakit ini tidak mempengaruhi pria dan wanita dengan cara yang sama. Beberapa kondisi jantung mungkin terjadi pada wanita. Selain itu, gejala yang dialami juga bisa berbeda pada wanita dan pada pria. Seiring bertambahnya usia, penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang harus diperhatikan dan bagaimana melindungi diri dari penyakit jantung.

Gejala-Gejala

Mungkin yang Anda tahu, gejala dari penyakit jantung adalah adanya rasa nyeri pada dada ketika terjadi serangan jantung. Padahal, pada wanita, gejala yang timbul mungkin kurang jelas dan cenderung terlihat seperti nyeri dada pada umumnya. Anda juga mungkin merasakan sakit di bagian rahang, punggung, atau perut bagian atas. Mungkin juga Anda merasa mual atau pusing.

SCAD

Diseksi arteri koroner spontan (SCAD) adalah ketika salah satu pembuluh darah jantung Anda robek. Hal ini dapat memperlambat atau menghambat aliran darah Anda dan menyebabkan nyeri dada yang intens dan gejala lain yang bisa terasa seperti serangan jantung. Ini adalah kondisi serius yang perlu diobati dengan cepat. Wanita lebih mungkin memiliki SCAD daripada pria, terutama jika mereka baru saja melahirkan.

Sindrom “Patah Hati”

Istilah medis untuk ini adalah kardiomiopati yang diinduksi stres, dan lebih mungkin terjadi pada wanita daripada pria. Penyakit jantung ini disebabkan oleh pelepasan hormon stres secara mendadak, dan itu terjadi setelah peristiwa yang sangat emosional seperti perceraian atau kematian dalam keluarga Anda. Sebagian dari jantung Anda menjadi lebih besar dan tidak dapat memompa darah juga. Hal tersebut dapat menyebabkan nyeri dada yang hebat, tetapi perawatan cepat dapat mempercepat proses pemulihan.

Menopause

Walaupun menopause tidak menyebabkan penyakit jantung pada wanita, perubahan alami yang terjadi pada tubuh Anda selama menopause dapat membuat Anda lebih mungkin mengalaminya. Ketika kadar estrogen Anda turun, arteri Anda bisa menjadi lebih kaku. Tekanan darah, lemak perut, dan LDL (atau kolesterol “buruk”) juga bisa naik setelah menopause. Tetap aktif untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda setelah mengalami menopause.

Peradangan

Jika Anda memiliki kondisi yang menyebabkan hal ini, seperti rheumatoid arthritis atau lupus, kemungkinan Anda terkena penyakit jantung lebih tinggi. Hal ini benar adanya bahkan jika Anda muda, berolahraga, dan tidak merokok. Bicarakan dengan dokter Anda tentang cara terbaik untuk melindungi jantung Anda.

Depresi

Kondisi kesehatan mental ini dapat menggandakan peluang Anda terkena penyakit jantung, dan wanita dua kali lebih mungkin mengalaminya daripada pria. Ketika Anda mengalami depresi, kecil kemungkinannya bagi Anda untuk tetap aktif dan menjaga kesehatan Anda. Ditambah stres dan kecemasan yang terus-menerus, depresi dapat membuat jantung Anda menjadi terganggu.

Diabetes

Selain depresi, diabetes juga dapat menggandakan peluang wanita terkena penyakit jantung. Salah satu alasannya adalah karena gula darah yang tinggi dapat memperlambat aliran oksigen dalam darah dan dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri Anda. Selain itu, wanita dengan diabetes mungkin cenderung menjadi gemuk dan memiliki tekanan darah serta kolesterol yang tinggi. Anda dapat mengatur berat badan dan kadar gula darah dengan diet dan olahraga.

Read More