Penyakit

Ketahui, 4 Dampak Buruk Pedofilia terhadap Anak!

Pedofilia adalah suatu gangguan atau kelainan seksual pada orang dewasa terhadap anak-anak yang belum mengalami pubertas. Kondisi penyimpangan seksual ini merupakan kasus yang paling sering terjadi hingga dibawa ke pengadilan. Pedofilia telah dicap sebagai kejahatan pada anak, karena memberikan dampak buruk bagi korban. Lebih parahnya, banyak kasus pedofilia dilakukan oleh pelaku dengan karakter lembut dan terlihat seperti orang normal pada umumnya. Akibatnya, banyak Ibu yang tidak bisa mengenali pelaku pedofil di luar sana.

Mengenal jenis pedofilia.

Para psikiater sepakat menganggap pedofilia sebagai gangguan mental, bukan preferensi seksual. Bahkan, di banyak negara, pedofilia dikategorikan sebagai kasus pidana, termasuk Indonesia. Secara umum, pedofilia dibagi menjadi dua jenis sesuai dengan jenis kelamin korbannya.

  1. Pedofilia heteroseksual, yaitu pelaku pedofilia yang memiliki objek sasarannya dengan jenis kelamin yang berbeda.
  2. Pedofilia homoseksual, yaitu pelaku pedofilia yang sasaran objek seksualnya dengan jenis kelamin yang sama.

Menurut Teddy Hidayat, dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin, pedofilia dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

  1. Immature pedophiles, yaitu pelaku cenderung melakukan pendekatan kepada sasarannya yang masih anak-anak. Contohnya pada kasus Emon yang mengiming-imingi korbannya sebelum beraksi. Biasanya, orang dengan tipe ini kurang dapat bergaul dengan orang dewasa.
  2. Regressed pedophiles, yaitu pemilik kelainan seksual yang sudah memiliki istri, namun dijadikan sebagai kedok penyimpangan seksual. Tidak jarang, pasangan seperti ini memiliki masalah seksual dalam rumah tangganya.
  3. Agressive pedophiles, yaitu pelaku cenderung anti-sosial terhadap lingkungannya. Biasanya, punya keinginan menyerang hingga membunuh, setelah menikmati korban. Contoh kasusnya adalah Robot Gedek.

Dampak anak yang mengalami kekerasan seksual.

Menurut Seto Mulyadi, ahli kejiwaan anak, korban pedofilia akan memiliki rasa percaya diri yang kurang dan pandangan negatif terhadap seksual. Pedofilia adalah bentuk penyiksaan pada anak yang mengakibatkan depresi, trauma, dan gelisah. Secara umum, dampak buruk yang dapat terjadi pada anak dalam jangka panjang adalah sebagai berikut.

  1. Perilaku.
    • Suka berbuah mendadak, misalnya dari bahagia ke depresi, dari bersahabat ke menyendiri, dari komunikatif ke pendiam.
    • Mengalami gangguan tidur, seperti sulit tidur, terjaga dalam waktu yang cukup lama, dan bermimpi buruk.
    • Takut dan atau menghindar dari orang-orang tertentu, kabur dari rumah, jadi nakal, atau suka bolos sekolah.
  2. Kognitif.
    • Sulit konsentrasi dan suka melamun.
    • Hilangnya minta untuk belajar ke sekolah.
    • Reaksi berlebihan saat ada orang yang tiba-tiba mendekat.
  3. Sosial dan emosional.
    • Kurang percaya diri dan merasa tidak dihargai.
    • Mengisolasi diri dari luar, termasuk teman-teman sekitar.
    • Sering merasa cemas berlebihan dan sulit mempercayai orang lain.
  4. Fisik.
    • Terdapat luka di area alat kelamin, bahkan bisa mengidap penyakit kelamin.
    • Sering merasa sakit yang tidak jelas, seperti sakit kepala dan sakit perut.
    • Berat badan menurun, karena nafsu makan berkurang dan sering muntah.

Dampak buruk dari korban pedofilia bergantung pada kepribadian, cara mengatasi masalah, cara memanipulasi kognisi, serta dukungan sosial yang diberikan untuk korban. Meskipun dampak yang dialami berbeda-beda, sebagian besar korban akan mengalami efek traumatis yang ikut memengaruhi perilakunya sehari-hari atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Catatan

Anak-anak yang mengalami kekerasan seksual sudah seharusnya dilindungi. Bahkan, pada anak yang kondisi psikisnya semakin memburuk, perlu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, pelaku penyimpangan seksual perlu diberikan penanganan berupa terapi untuk membantu mengatasi gangguan pedofilia yang dialami.

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*