Hidup Sehat

Mengenal Fungsi Gendang Telinga dan Gangguan yang Mengintainya

Telinga kita dilengkapi dengan gendang telinga yang memiliki peranan penting bagi fungsi pendengaran. Oleh gendang telinga, getaran dari gelombang suara diubah menjadi impuls saraf yang dikirimkan ke otak dan diterjemahkan sebagai suara tertentu. Fungsi gendang telinga yang lain, melindungi telinga bagian dalam dari infeksi serta dari masuknya benda asing.

Fungsi gendang telinga

Gendang telinga berbentuk bulat dengan diameter sekitar 10 mm. Di dalam gendang telinga terdapat cekungan, yang disebut cekungan maleus. Bagian gendang telinga sendiri terbagi dua, yaitu bagian yang posisinya lebih tinggi dari cekungan maleus serta bagian dengan area yang lebih besar, disebut pars tensa.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, fungsi gendang telinga adalah menerima getaran suara dari luar, mengubah getaran suara tersebut secara mekanis, serta menyalurkan getaran suara ke tulang-tulang pendengaran. Tergantung getaran yang masuk, tingkat ketegangan gendang telinga

Tak hanya itu, gendang telinga juga berfungsi sebagai pembatas antara telinga luar dan tengah. Maksudnya, untuk menghindari benda asing masuk ke dalam telinga tengah.

Waspada gangguan pada gendang telinga

Pernahkah Anda membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud atau korek kuping? Tampaknya, hal ini cukup umum dilakukan oleh banyak orang. Akan tetapi, tahukah Anda, alih-alih membersihkan cara tersebut justru dapat mendorong kotoran masuk ke dalam telinga dan menyebabkan gangguan pada gendang telinga.

Sebetulnya, Anda tidak perlu mengorek kotoran telinga sebab lubang telinga memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Selain kebiasaan mengorek telinga, masih ada berbagai hal lain yang dapat menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi gendang telinga, antara lain:

– Radang gendang telinga tengah

Dalam istilah medis, radang gendang telinga tengah disebut otitis media. Kondisi ini terjadi akibat adanya infeksi, baik disebabkan oleh virus maupun bakteri. Penderitanya akan mengalami nyeri pada telinga, keluar cairan dari telinga, hingga gangguan pendengaran.

– Infeksi telinga

Salah satu hal yang dapat memicu terjadinya infeksi tersebut adalah membersihkan telinga terlalu dalam dengan menggunakan cotton bud. Infeksi juga dapat terjadi karena pilek, infeksi tenggorokan, atau terjadi serangan alergi. Adanya infeksi pada telinga sering kali menyebabkan pecahnya gendang telinga, terlebih pada anak-anak.

Terjadinya infeksi dapat menyebabkan penumpukkan cairan di belakang gendang telinga. Tekanan dari cairan yang menumpuk tersebut akan membuat gendang telinga pecah.

– Barotrauma

Barotrauma atau perubahan tekanan merupakan suatu cedera telinga akibat perubahan tekanan yang drastis. Artinya, tekanan di luar telinga berbeda dengan tekanan di dalam telinga, dan hal tersebut terjadi secara tiba-tiba.

Tak hanya akan mengganggu fungsi gendang telinga, kondisi ini juga dapat menyebabkan pecahnya gendang telinga.

– Cedera akibat trauma fisik

Cedera yang disebabkan oleh trauma fisik jelas dapat terjadi. Manifestasinya, gendang telinga dapat pecah. Jika sudah demikian, fungsi gendang telinga sudah pasti terganggu.

Pukulan keras dan langsung pada telinga misalnya, merupakan salah satu trauma fisik yang dapat menyebabkan cedera telinga.

– Trauma akustik

Berbeda dengan trauma fisik, trauma akustik terjadi karena seseorang terlalu sering terpapar suara yang terlalu keras. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini tetap dapat memicu kerusakan pada gendang telinga.

Jadi, sebaiknya Anda tidak sembarangan membersihkan telinga. Sebab bila keliru dapat menimbulkan gangguan dan merusak fungsi gendang telinga. Berkonsultasilah dengan dokter, jika Anda merasa perlu dilakukan tindakan pembersihan telinga.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*