Manfaat Bunga Melati yang Tersimpan di Balik Harumnya

manfaat bunga melati bagi kecantikan dan kesehatan

Di Indonesia, melati bukanlah bunga yang sembarangan. Hampir di tiap prosesi adat dan kebudayaan di kepulauan Nusantara, melati hadir, tidak hanya sebagai pelengkap. Melati memiliki peran tersendiri, tergantung ritus apa yang dijalankan. Melati juga merupakan bunga nasional Indonesia. Oleh karenanya, bunga ini memiliki tempat khusus di bumi pertiwi. Terang saja, di balik harum dan keindahannya, manfaat melati juga amat beragam.

Artikel ini akan memaparkan beragam dari manfaat melati bagi kesehatan. Tanaman yang menyimpan senyawa kimia positif di daun dan bunganya ini, mungkin, mengilhami nenek moyang kita dahulu untuk memanfaatkannya untuk keperluan hidup sehari-hari. Banyak tim peneliti dari berbagai universitas di Indonesia yang melakukan penelitian untuk mengkonfirmasi hal itu. Hasilnya menyenangkan, bahwa banyaknya kandungan di dalamnya membuat berbagai kalangan sepakat memasukkan tanaman ini sebagai salah satu herbal yang bermanfaat bagi manusia.

Beberapa kandungan seperti seperti minyak eteris (zat berbau), indole, linalcohol, asetat benzilic, alkohol benzilic, livalylacetaat, dan jasmon terdapat di dalamnya. Bunga dan daun melati (Jasminum sambac) juga memiliki kandungan kimia yang berpotensi farmakologi seperti glycosid, saponin, terpenoid, dan flavonoid. Flavonoid berpotensi sebagai antioksidan dan mempunyai kerja yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka seperti antibakteri.

Nah, berangkat dari situ, banyak orang percaya bahwa yang tertulis di bawah ini adalah beberapa manfaat bunga melati untuk kesehatan manusia, antara lain:

  1. Mengobati Stres

Bunga melati terkenal memiliki aroma harum yang khas. Aroma ini dipercaya bisa memberikan efek relaksasi. Menurut Balai Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, aroma tersebut berasal dari minyak atsiri atau yang dikenal dengan jasmine oil. Minyak atsiri yang berasal dari melati banyak digunakan untuk parfum dan kosmetika.

Untuk itu, rutin mengonsumsi satu cangkir teh bunga melati dipercaya dapat membuat saraf yang tadinya tegang menjadi tenang. Ini juga membuat kulit lebih cantik setiap saat.

  1. Menurunkan Berat Badan

Bunga melati dapat menurunkan berat badan apabila dikombinasikan dengan teh hijau. Sebab bunga melati dan teh hijau memiliki banyak kandungan antioksidan dan Epigallocatechin Gallate (EGCG) yang bekerja efektif di tubuh untuk proses pembakaran lemak.

  1. Mencegah Kolesterol

Kolesterol yang ada pada tubuh manusia ada dua jenis, ada yang bersifat baik dan jahat. Kolesterol jahat atau biasa disebut dengan low-density lipoprotein atau LDL merupakan penyebab terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang membuat darah tidak bisa mengalir dengan lancar.

Manfaat ini dipercaya lantaran kandungan senyawa aktif, yang bersifat farmakologi atau berpotensi sebagai obat, begitu kaya di dalam bunga melati. 

  1. Melawan Tanda-Tanda Penuaan

Minum satu cangkir teh bunga melati setiap hari dipercaya akan mencegah penuaan karena tanaman ini bermanfaat untuk melawan radikal bebas yang menyebabkan kerutan di kulit termasuk kulit kering.

Untuk mendapatkan manfaat bunga melati ini, Anda bisa membuat membuat masker tubuh dari bunga melati. Caranya:

  • Siapkan segenggam bunga melati, air mawar, atau olive oil
  • Tumbuk halus bunga melati dan tambahkan air mawar atau olive oil
  • Oleskan pada bagian tubuh dengan merata dan diamkan 15-20 menit
  • Bilas tubuh hingga bersih
  • Untuk memberi hasil kulit yang cantik dan bersih anda dapat melakukannya 2-3 kali dalam seminggu.
  1. Menyeimbangkan Gula Darah

Teh bunga melati memiliki manfaat untuk menyeimbangkan gula darah dalam tubuh. Pasalnya, Bunga melati putih memiliki khasiat sebagai anti radang, merangsang keluarnya keringat (diaforetik), peluruh air seni (diuretik), dan lain-lain. Itu semua berkaitan dengan metabolisme tubuh. Artinya, konsumsi melati akan membuat metabolisme tubuh terjaga. Adapun terjaganya metabolisme tubuh bisa menghindarkan seseorang dari diabetes.

Untuk penderita diabetes sebaiknya mengonsumsi teh bunga melati tanpa menggunakan gula. 

  1. Atasi Insomnia

Anda juga bisa memanfaatkan bunga melati bila susah tidur. Caranya:

  • Ambillah akar bunga melati sebanyak 1-1,5 gram dan cuci hingga bersih
  • Tumbuk akar bunga melati tersebut dan tambahkan air secukupnya
  • Saring dan minum hingga habis
  1. Mengobati Sakit Kepala

Anda bisa menggunakan bunga melati sebagai obat herbal untuk mengobati demam dan sakit kepala. Caranya:

  • Siapkan segenggam bunga melati yang telah dibersihkan
  • Remas-remas bunga melati dan rendam dalam air
  • Gunakan air bunga melati untuk mengompres dahi
  1. Mengobati Sesak Nafas

Manfaat bunga melati selanjutnya adalah mengobati sesak nafas. Pasalnya, minyak eteris yang terkandung di dalamnya dapat berperan sebagai aromaterapi. Untuk menggunakan melati untuk mengobati sesak nafas caranya sangat mudah, yaitu:

  • Rebus 20 lembar kelopak bunga melati dengan garam dan 3 gelas air
  • Tunggu hingga rebusan air mendidih dan hanya tersisa untuk dua gelas
  • Sesudah air rebusan dingin, saring air rebusan bunga melati tersebut dan minum
  • Lakukan ini dua kali sehari yaitu saat pagi dan sore
  1. Meredakan Sengatan Lebah atau Serangga Lain

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kandungan di dalam bunga melati amat baik bagi kulit manusia. Sifatnya sebagai antioksidan bisa membuat luka di permukaan kulit lebih cepat reda. Anda juga dapat menggunakan bunga melati untuk mengatasi sengatan lebah yang sangat beracun. Caranya:

  • Siapkan segenggam bunga melati dan remas-remas hingga halus.
  • Tempelkan bunga melati yang sudah halus ke bagian tubuh yang tersengat lebah atau serangga.

Kira-kira itulah beragam manfaat bunga melati bagi kesehatan jasmani seorang manusia. Tak ada salahnya untuk sesekali mencoba mengonsumsi atau menggunakan bunga melati di keseharian Anda. Kendati mungkin beberapa di antara yang tertulis di atas belum teruji secara klinis, tetapi bunga melati adalah bahan alami, sehingga minim risiko.

Read More

Kanker Lidah: Bagaimana Cara Mengatasinya?

Salah satu jenis penyakit kanker yang diderita oleh manusia adalah kanker lidah. Kanker lidah merupakan penyakit dimana sel-sel kanker memicu dan menyebar ke seluruh lidah yang dilalui secara bertahap.

Kanker lidah terjadi di dua tempat, antara lain di ujung lidah dan di pangkal lidah. Kanker lidah bisa dideteksi ketika menyebar ke kelenjar getah bening di bagian leher. Kanker lidah pada umumnya terjadi pada orang dewasa, namun orang yang berusia lebih dari 40 tahun memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker lidah.

Tahap Kanker Lidah

Sel kanker berupa tumor berperan dalam menyerang lidah sehingga manusia merasa kesulitan untuk menggerakan mulut. Kanker lidah terdiri dari 4 tahap, antara lain:

  1. Tahap pertama

Tahap ini terjadi dari bagian depan lidah dimana tumor mulai dibentuk dan ukuran awal mencapai 2 cm.

  • Tahap kedua

Tahap kedua terjadi ketika tumor tumbuh antara 2 hingga 4 cm.

  • Tahap ketiga

Tahap ketiga terjadi ketika tumor tumbuh lebih dari 4 cm.

  • Tahap keempat

Tahap keempat terjadi ketika tumor berukuran lebih dari 4 cm, namun bervariasi. Selain itu, sel-sel kanker mencapai getah bening.

Gejala

Gejala yang ditimbulkan oleh kanker lidah beragam. Gejala tersebut antara lain:

  • Bercak merah atau putih pada lidah.
  • Benjolan atau luka pada lidah.
  • Rasa nyeri di bagian lidah.
  • Suara serak.
  • Sakit tenggorokan.
  • Penebalan pada lapisan mulut.
  • Kesulitan dalam menggerakan rahang.
  • Rasa sakit pada bagian leher dan telinga.

Penyebab

Kanker lidah terjadi karena kebiasaan manusia sehari-hari, antara lain:

  • Merokok.
  • Minuman beralkohol.
  • Kurangnya perawatan pada bagian mulut berupa gigi dan gusi.
  • Penyakit keturunan.
  • Infeksi human papillomavirus (HPV).
  • Paparan kimia seperti asam sulfat.
  • Kurangnya nutrisi pada tubuh.
  • Daya tahan tubuh yang lemah.

Diagnosis

Sebelum menentukan cara untuk mengatasi kanker lidah, Anda sebaiknya melakukan diagnosis jika terindikasi penyakit tersebut atau tidak. Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik perlu dilakukan dengan teliti dari mulut hingga tenggorokan. Anda bisa langsung konsultasikan atau minta pemeriksaan fisik dengan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan bisa dilakukan untuk mengetahui seberapa parah penyakit kanker lidah yang tersebar pada tubuh manusia. Tes pencitraan meliputi CT scan dan MRI.

  • Biopsi

Biopsi dapat dilakukan dengan dua cara, antara lain biopsi sikat atau biopsi jaringan. Biopsi sikat dilakukan dengan menyikat bagian lidah yang terindikasi sel kanker. Biopsi jaringan meliputi pemotongan tumor di bagian lidah.

Perawatan

Setelah melakukan diagnosis, dokter akan menyarankan perawatan apa yang tepat untuk dijalani. Contohnya bisa dengan operasi, namun ini bergantung pada seberapa parah atau banyaknya tumor yang ada di bagian lidah. Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan dengan sebagai berikut:

  1. Radioterapi

Radioterapi meliputi sinar X-ray untuk membunuh sel kanker. Perawatan melalui radioterapi biasanya berlangsung selama beberapa minggu.

  • Kemoterapi

Kemoterapi berperan dalam menghancurkan kanker dengan sitotoksik. Beberapa orang menjalankan perawatan ini untuk mengecilkan kanker.

  • Obat kanker

Salah satu obat yang tepat untuk mencegah kanker adalah obat imunoterapi. Obat tersebut tidak hanya melawan sel-sel kanker, namun juga merangsang sistem kekebalan tubuh.

Pencegahan

Selain perawatan di atas, Anda juga perlu ubah gaya hidup agar mencegah terjadinya kanker lidah. Pola gaya hidup yang bisa Anda lakukan antara lain:

  • Perbanyak minum air mineral untuk mencegah dehidrasi dan kanker lidah. Jangan konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Ubah kebiasaan merokok dengan pola hidup yang sehat seperti berolahraga.
  • Anda sebaiknya secara rutin menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi dan pakai obat kumur bila perlu.
Read More

9 Obat Penumbuh Rambut yang Paling Ampuh Mengatasi Rontok

Kerontokan atau penipisan rambut kerap menjadi keluhan banyak orang. Gaya hidup yang serba modern, paparan polusi dan penggunaan produk perawatan rambut berbahan kimia bisa menyebabkan rambut rentan menipis. Tidak perlu khawatir, saat ini ada banyak obat penumbuh rambut alami atapun kimia yang bisa Anda jadikan solusi untuk mengatasi kerontokan.

Tetapi tentu saja, pertumbuhan rambut seseorang juga bergantung pada banyak faktor, termasuk faktor genetik atau keturunan. Selain itu, apabila kerontokal rambut terjadi karena kondisi medis tertentu, coba konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mencoba obat penumbuh rambut.

Obat penumbuh rambut

Berikut ini beberapa obat penumbuh rambut yang bisa Anda coba:

  1. Minyak kelapa

Salah satu obat penumbuh rambut yang bisa mengembalikan hilangnya protein dari rambut rusak adalah minyak kelapa. Kandungan asam laurat pada minyak kelapa mampu memperbaiki tingkat kelembapan kulit kepala dan juga rambut.

Obat penumbuh rambut yang satu ini sangat cocok bagi Anda yang kerap menggunakan produk perawatan rambut kimia. Caranya adalah dengan memijat kelapa dengan 2 sendok makan. Diamkan selama 1 jam sebelum membilasnya dengan sampo lembut.

  • Yogurt

Tidak hanya lezat dan sehat, ternyata yogurt juga bisa menjadi obat penumbuh rambut. Kandungan probiotik yang ada dalam yogurt bisa merangsang pertumbuhan rambut dan mencegah kerusakan rambut. Jadi, konsumsi satu porsi yogurt setiap hari bisa menjaga kesehatan rambut.

  • Ekstrak bawang putih

Walapun baunya terlalu kuat, tapi ekstrak bawang putih juga ampuh sebagai obat penumbuh rambut. Kandungan fitokimia yang terdapat pada esktrak bawang putih mampu merangsang pertumbuhan rambut. 

Caranya, ambil sari-sari bawang putih dan aplikasikasikan ke kulit kepala. Diamkan sealam 1 jam sebelum membilasnya dengan sampo. Anda bisa melakukan cara ini setidaknya 2 kali dalam sepekan untuk mencegah rambut rontok.

  • Teh hijau

Tidak hanya kaya antioksidan dan baik untuk kesehatan, teh hijau juga bisa merangsang pertumbuhan rambut. Kandungan bioktif dalam teh hijau bisa mengurangi risiko kerontokan rambut. Teh hijau ini bisa Anda konsumsi 1-2 kali dalam sehari. Namun apabila Anda mengonsumsi obat pengencer darah, sabaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter untuk menghindari efek samping.

  • Ginseng

Sejak lama, ginseng selalu menjadi bahan alami perawatan rambut termasuk sebagai obat penumbuhan rambut. Kandungan dalam ginseng bisa merangsang pertumbuhan rambut. Caranya adalah dengan memijat kulit kepala dengan beberapa sendok makan ginseng. Kemudian, diamkan selama 1 jam dan bilas dngan sampo. Anda bisa melakukan cara ini dua kali dalam seminggu.

  • Lemon

obat penumbuh rambut dari bahan alami berikutnya adalah lemon. Caranya, aplikasikan perasan lemon pada kulit kepala 15 menit sebelum mencuci rambut. Kandungan yang terdapat pada lemon dapat mempercepat pertumbuhan rambut.

  • Kopi

Kandungan kafien dalam kopi juga bisa menjadi obat penumbuh rambut yang alami. Selain itu, kafein juga bisa memperkuat rambut sehingga bisa tumbuh lebih Panjang. Caranya adalah dengan mengonsumsi kopi setidaknya satu kali sehari.

  • Minoxidil

Kandungan kimia yang bisa menjadi obat penumbuh rambut biasanya adalah minoxidil. Rata-rata produk penumbuhan rambut yang dijual di pasaran mengandung 5% minoxidil dan bisa digunakan oleh laki-laki maupun perempuan. Namun terkadang ada reaksi alergi akibat minoxidil.

  • Finasteride

Kerontokan rambut yang disebabkan karena autoimun terhadap folikel biasanya diatas dengan finasteride. Tentunya, konsumsi obat penumbuh rambut yang mengandung finasteride harus atas persetujuan dokter.

Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi untuk mencegah rasa gatal atau kering pada kulit kepala. Mengonsumsi makanan yang akan asam lemak omega-3 juga bisa mencegah kerontokan.

Read More

Apa Saja Penyebab Hasil Elektrokardiografi Tidak Normal?

Elektrokardiografi, atau terkadang disebut elektrokardiogram dan EKG, merupakan tes mudah dan cepat yang dilakukan dokter untuk mengukur aktivitas jantung Anda. Tes ini dapat membantu dokter untuk mencari penyebab kondisi gangguan kesehatan jantung. Terkadang, pembacaan EKG yang tidak normal sesungguhnya hanya variasi normal ritme jantung Anda. Dalam kasus lain, pembacaan EKG yang tidak normal tersebut dapat disebabkan karena gangguan kesehatan jantung dan reaksi pada obat-obatan tertentu. Pembacaan tes EKG merupakan alat diagnosa yang sangat membantu. Saat dokter sudah mengidentifikasi penyebab kondisi tersebut, mereka dapat menyarankan perawatan yang dibutuhkan oleh pasien.

Hasil-hasil EKG

Bagi orang awam, hasil elektrokardiografi hanyalah sekumpulan garis yang tidak memiliki arti. Namun masing-masing garis tersebut berhubungan dengan sinyal elektrik yang dikirim jantung. Dokter tahu bagaimana membaca dan mengartikan garis tersebut, yang memberikan mereka informasi kondisi jantung secara keseluruhan. Dokter atau petugas medis profesional akan memasang elektroda ke kulit pasien, biasanya pada 10 titik berbeda di dada dan kaki. Masing-masing detak jantung akan mengirimkan impuls elektrik. Elektroda ini akan mengambil impuls ini dan merekam aktivitas dalam bentuk gelombang pada grafik. Semua ini terjadi hanya dalam sekejap, yang mana membuat EKG sangat penting. EKG dapat menangkap semua detail kecil tersebut dan merekamnya, sehingga dokter akan dapat menganalisanya.

Hal apa saja yang menyebabkan EKG tidak normal?

Elektrokardiografi yang tidak normal berarti ada sesuatu yang tidak disangka terjadi pada pembacaan EKG. Namun perlu diingat bahwa hal ini tidak serta merta berarti ada tanda-tanda jantung yang tidak sehat. Misalnya saja, pada tahun 2015, para peneliti menemukan bahwa atlit olahraga yang kompetitif memiliki pembacaan EKG yang tidak normal secara teratur. Pada peneliti mengindikasikan kebanyakan dari hasil tersebut tidak berbahaya dan hanya dikarenakan adaptasi seseorang terhadap olahraga. Akan tetapi, para atlit tersebut masih tetap dipanggil untuk mendapatkan pemeriksaan penuh untuk memeriksa apakah ada faktor risiko lain. Selain itu, pembacaan EKG tidak normal juga dapat disebabkan karena:

  • Detak jantung yang tidak teratur

EKG akan mengambil ketidakteraturan apapun pada detak jantung seseorang. Jantung manusia biasanya berdetak sekitar 60 hingga 100 detak jantung setiap menitnya. Jantung yang berdetak terlalu cepat atau lebih lambat dapat mengindikasi adanya kondisi tertentu. Dokter akan melakukan tes tambahan untuk menemukan penyebabnya.

  • Ritme jantung yang tidak teratur

Meskipun akan berbeda setiap orangnya, setiap jantung memiliki ritme yang stabil. Seseorang mungkin akan merasakan perubahan ritme, misalnya detak jantung yang terlewat atau seakan jantung berdebar. EKG akan membantu dokter untuk melihat di mana dan bagaimana jantung berdetak tidak sesuai dengan ritmenya, namun hanya akan merekam ketidakteraturan tersebut apabila hal ini terjadi pada saat tes dilakukan. Karena hal ini mungkin tidak akan terjadi, dokter akan merekomendasikan monitor Holter yang akan mengawasi aktivitas jantung selama 24 jam atau lebih. Hal ini akan memberikan dokter kesempatan yang lebih baik dalam melihat ketidakteraturan tersebut.

  • Tekanan darah tinggi dan serangan jantung

Aspek lain dari serangan jantung dapat menyebabkan EKG yang tidak normal. Misalnya saja, orang-orang dengan tekanan darah tinggi akan lebih sering memiliki pembacaan EKG yang tidak normal.

Elektrokardiografi merupakan prosedur tidak invasif dan bebas risiko. Prosedur ini tidak mengirim listrik apapun ke dalam tubuh Anda dan tidak menyebabkan rasa sakit. Prosedur ini merupakan alat yang penting untuk mendiagnosa suatu kondisi yang mempengaruhi jantung.

Read More
Hidup Sehat

Berkat Teh Hijau, Minum Teh Setelah Makan Menyehatkan

Apabila Anda ingin menurunkan berat badan, memilih minuman yang tepat sama pentingnya dengan memilih makanan yang sehat. Misalnya saja, Anda ingin mengganti minuman berkalori tinggi dengan minuman yang rendah kalori seperti teh hijau. Teh hijau juga memiliki manfaat kesehatan tambahan lainnya dalam mengurangi berat badan. Namun, untuk benar-benar mengurangi berat badan dalam jumlah yang signigikan, minum teh hijau saja tidak cukup. Anda bisa minum teh hijau setelah makan. Namun, agar bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal, ada baiknya meminumnya sebelum makan. Artikel ini akan membahas manfaat teh hijau dalam menurunkan berat badan, sekaligus fungsinya dalam meningkatkan fungsi metabolisme.

Menurut studi yang diterbitkan di Jurnal Kampus Nutrisi Amerika 2010, meminum empat cangkir teh hijau atau 4 cangkir air yang dicampur ekstrak teh hijau dapat membantu mereka yang menderita obesitas dalam menurunkan berat badan. Mereka yang minum teh setelah makan dapat menurunkan berat badan lebih dari 2 kg dalam studi yang dilakukan selama 8 minggu tersebut dibandingkan dengan mereka yang hanya meminum air putih. Sementara itu, mereka yang mengonsumsi ekstrak teh hijau mengalami penurunan berat badan sebesar 1.5 kg. Hal ini mungkin disebabkan karena kandungan EGCG, sebuah zat yang ditemukan di dalam teh hijau yang diklasifikasikan sebagai katekin.

Mengonsumsi katekin yang banyak ditemukan di dalam teh hijau dapat membantu wanita dalam menurunkan berat badan dan menghilangkan lemak tubuh, termasuk lemak perut, menurut studi yang diterbitkan di jurnal Obesitas pada bulan Juni 2017. Studi lain yang diterbitkan pada Penelitian Obesitas tahun 2005 menemukan bahwa campuran kafein dan EGCG dalam teh hijau dapat membantu meningkatkan metabolisme dan proses pembakaran lemak, sehingga dapat mengurangi berat badan dan lemak, dibandingkan dengan mengonsumsi placebo. Artikel ulasan yang diterbitkan pada Jurnal Nutrisi Biokimia pada bulan Januari 2011 menunjukkan bahwa kafein dan katekin dapat bekerja secara sinergis yang masing-masing meningkatkan potensi manfaat mengurangi berat badan satu sama lain.

Namun, Anda harus menemukan waktu meminum teh hijau yang tepat. Akan lebih baik apabila Anda tidak meminum teh hijau di waktu yang bersamaan dengan mengonsumsi produk-produk yang terbuat dari susu karena susu dapat menghambat efek teh hijau dalam manfaatnya terhadap metabolisme tubuh. Walaupun minum teh setelah makan masih menyediakan manfaat kesehatan berupa kafein dan katekin yang dapat mengurangi berat badan, akan lebih baik apabila Anda minum teh hijau sebelum makan. Meminum teh hijau sebelum makan dapat membuat Anda merasa kenyang sehingga Anda akan makan dalam porsi yang sedikit. Menurut studi pada obesitas yang diterbitkan tahun 2011, bahkan meminum air putih biasa sebelum makan dapat membantu mengurangi berat badan. Meskipun Anda bisa minum teh setelah makan (khusus teh hijau), Anda tetap harus melakukan olahraga guna meningkatkan efek penurunan berat badan. Olahraga penting terutama ketika Anda mencoba menurunkan berat badan, karena dengan bersamaan minum teh hijau, lemak akan berkurang dan tubuh dapat membantu mengurangi otot yang hilang. Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Nutrisi tahun 2009 menemukan bahwa kombinasi olahraga setidaknya 180 menit per minggu dan minum teh hijua dapat mengurangi lemak perut jika dibandingkan dengan olahraga saja. Seperti yang kita tahu, lemak perut adalah salah satu jenis lemak paling berbahaya karena dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit serius seperti diabetes tipe 2 dan juga penyakit jantung.

Read More
Penyakit

Pengobatan Alternatif Alami Penyakit Influenza

Penyakit influenza, atau biasa dikenal dengan sebutan “flu”, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Karena disebabkan oleh virus, antibiotik tidak akan bisa menyembuhkan penyakit ataupun mencegah penyakit ini. Namun, gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit influenza dapat dikurangi dengan mendapatkan banyak istirahat, minum banyak air, dan menggunakan pengobatan alternatif rumahan. Gejala-gejala tersebut seperti hidung meler, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, tubuh yang terasa sakit, dan demam. Artikel ini akan membahas alternatif apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sekaligus mengurangi gejala influenza.

Zinc

Sebuah studi menunjukkan suplemen zinc dapat membantu memperpendek dan mengurangi gajala influenza. Para ahli meyakini hal ini dikarenakan zinc dapat mencegah virus badak, virus penyebab influenza, untuk mereplikasi diri di dalam tubuh. Anda dapat mengonsumsi zinc dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirup. Namun pastikan untuk mengikuti anjuran resep yang ada pada kemasan. Terlalu banyak mengonsumsi zinc dapat menyebabkan pusing dan sakit perut. Zinc banyak ditemukan di apotek terdekat. Zinc juga banyak ditemukan pada bahan makanan seperti daging merah, kerang, kacang, telur, dan produk-produk berbahan susu.

Madu

Madu memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melawan bakteri dan virus. Sebuah studi menemukan bahwa madu efektif dalam meredakan batuk yang disebabkan oleh influenza pada anak berusia di atas 1 tahun. Anak-anak berusia di bawah 1 tahun tidak boleh mendapatkan asupan madu karena dapat meningkatkan risiko anak terkena botulisme. Anda dapat mencampur sedikit madu ke dalam air panas untuk meredakan sakit tenggorokan.

Teh rempah

Beberapa rempah memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang alami. Adas manis adalah rempah berbentuk bintang yang sering digunakan untuk diambil ekstrak oseltamivir-nya. Oseltamivir fosfat (atau lebih dikenal dengan sebutan Tamiflu) adalah sebuah obat resep yang digunakan untuk mencegah sekaligus mengobati penyakit influenza dengan cepat. Sifat antivirusnya efektif melawan berbagai jenis virus flu. Rempah lain seperti teh hijau juga memiliki manfaat antioksidan dan melawan kuman. Teh rempah dapat membantu tubuh dalam melawan virus flu. Selain itu, teh rempah yang panas dapat melegakan tenggorokan dan sinus. Anda dapat membuat teh rempah pelawan influenza dengan mencampur teh hijau atau hitam, adas manis, kunyit, jahe, bawang putih, dan cengkeh. Untuk memberi rasa manis, tambahkan madu alami. Madu dan royal jelly dipercaya memiliki sifat antivirus dan antibakteri.

Bawang Putih

Bawang putih dapat membantu tubuh melawan demam dan influenza karena kemampuan antibakteri dan antivirusnya. Sebuah studi menemukan orang-orang yang mengonsumsi suplemen bawang putih selama 3 bulan jarang terkena demam. Bawang putih telah lama digunakan sebagai obat alternatif rumahan untuk demam dan influenza. Anda bisa mengonsumsinya langsung, digunakan sebagai tambahan makanan, atau dimakan dalam bentuk suplemen. Bawang putih juga aman untuk dikonsumsi (kecuali bagi mereka yang memiliki alergi terhadap bahan makanan ini).

Vitamin D

Vitamin D-3 dapat menjadi suplemen yang berguna untuk mencegah atau mengurangi risiko terkena demam. Penelitian menemukan hubungan antara suplemen vitamin D dan berkurangnya jumlah penderita influenza pada mahasiswa.

Dengan mengonsumsi bahan pengobatan alternatif rumahan di atas, Anda dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan influenza dan mencegah risiko terkena penyakit ini. Selain itu, saat terkena influenza, Anda perlu banyak istirahat, banyak tidur, dan minum air putih untuk mengurangi gejala-gejala flu yang ditimbulkan.

Read More
Uncategorized

Penyebab dan Cara Mengembalikan Suara yang Hilang

Pernahkah Anda kehilangan suara? Apakah Anda tahu apa yang terjadi pada pita suara Anda? Serta bagaimana cara mengembalikan suara yang hilang?

Pita suara kita terletak di tulang rawan tiroid, di tengah leher kita.

Produksi suara Anda terjadi ketika udara dari paru-paru melewati pita suara, menyebabkan pita suara bergetar. Getaran ini tidak terlihat oleh mata telanjang (sekitar 100-250 kali per detik). Suara yang dihasilkan dari getaran ini diperkuat melalui ruang resonansi Anda, yaitu hidung dan mulut.

Ketika Anda menggunakan suara Anda secara berlebihan atau dengan cara yang kasar, pita suara Anda bisa menjadi bengkak dan meradang, kadang-kadang dapat menyebabkan pendarahan. Alhasil suara Anda suara serak, rasa sakit di tenggorokan Anda, perubahan nada ketika Anda berbicara, ketidakmampuan untuk berbicara dengan nada tinggi, atau bahkan kehilangan suara Anda.

Infeksi sinus dan alergi hidung juga dapat memblokir ruang resonansi Anda dan mempengaruhi kemampuan Anda untuk memproyeksikan suara. Pita suara bisa terluka karena penggunaan dan penyalahgunaan yang berlebihan. Penderitaan yang umum terjadi termasuk nodul vokal, polip, kista, radang tenggorokan (inflamasi) dan perdarahan.

  1. Penyalahgunaan suara

Hampir setiap individu telah mengalami beberapa tingkat kehilangan suara, biasanya setelah Anda berteriak, bersorak, dan bernyanyi secara berlebihan di acara-acara seperti pesta atau acara khusus lainnya. Dalam kebanyakan kasus, tubuh dapat dengan mudah menyembuhkan luka kecil di pita suara, tetapi trauma vokal berulang dapat menyebabkan nodul vokal (kapalan pada pita suara), polip vokal, kista vokal dan pembengkakan vokal.

Terkadang, pembuluh darah di pita suara Anda bisa meledak tiba-tiba dan menyebabkan pendarahan vokal. Hal ini biasanya menyebabkan kehilangan suara tiba-tiba dan merupakan keadaan darurat vokal yang harus segera ditangani.

Apa yang harus Anda lakukan?

Beristirahat dan meminimalisir berbicara serta jangan berbisik. Gunakan pulpen dan kertas untuk berkomunikasi jika perlu. Jika Anda belum pulih setelah satu minggu, bertemu dokter THT. Dokter Anda akan melakukan video stroboskopi pada Anda dengan nasendoscopy yang fleksibel untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Jika Anda kehilangan suara secara tiba-tiba dan mencurigai adanya pendarahan vokal, hindari berbicara sepenuhnya dan buatlah janji untuk segera menemui ahli bedah THT. Meskipun tidak mengancam jiwa, penggunaan suara Anda secara terus-menerus dapat menyebabkan pita suara Anda menjadi kaku dan bengkak dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

  1. Infeksi saluran pernafasan atas atau flu biasa

Ketika Anda masuk angin, Anda sering mengalami hidung tersumbat. Dalam kasus tertentu, seiring berjalannya waktu dahak kuning-hijau tebal diiringi dengan batuk akan muncul. Hidung tersumbat mempengaruhi kemampuan Anda untuk memproyeksikan suara, menyebabkan ketegangan ekstra ketika Anda berbicara.

Apa yang harus Anda lakukan?

Jika Anda masuk angin dan mulai mengalami gejala yang tercantum di atas, dapatkan perawatan medis lebih awal. Jika batuk dan suara serak Anda berlanjut selama lebih dari dua minggu, Anda mungkin perlu mengunjungi dokter THT.

Biasanya, kehilangan suara (laringitis akut) memerlukan waktu 3 sampai 5 hari untuk sembuh, jadi istirahatkan diri Anda beberapa hari untuk pulih. Jika pekerjaan Anda melibatkan banyak bicara, kembali bekerja terlalu dini ketika suara Anda masih serak dapat mengakibatkan kerusakan jangka panjang pada suara Anda.

  1. Refluks asam

Kehilangan suara juga dapat terjadi karena refluks asam. Refluks asam terjadi ketika asam dari lambung naik ke tenggorokan dan melukai lapisan mukosa. Ini dapat dianggap sebagai benjolan di tenggorokan, dahak tenggorokan, batuk dan suara serak.

Biasanya, gejala-gejala ini terjadi dalam waktu setengah jam setelah makan atau berbaring setelah makan. Penderita refluks asam sering memiliki riwayat nyeri lambung dan sering bersendawa. Makanan tertentu dikaitkan dengan peningkatan frekuensi refluks asam, seperti gorengan, makanan berminyak, produk susu, minuman berkafein dan alkohol, serta makanan asam seperti jeruk, lemon, dan anggur.

Apa yang harus Anda lakukan?

Hindari makanan yang menyebabkan refluks dan berbaring di tempat tidur dalam waktu paling tidak tiga jam setelah makan. Obat-obatan juga dapat membantu mencegah refluks. Jika gejalanya menetap, Anda disarankan untuk segera ke dokter THT.

  1. Hidung tersumbat terus menerus atau pilek karena alergi

Kehilangan suara juga dapat terjadi karena sering berdarah dan batuk akibat alergi. Pasien dengan alergi hidung sering mengalami hidung tersumbat, bersin atau hidung “berair”. Lendir di hidung seringkali kembali menetes ke tenggorokan dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Apa yang harus Anda lakukan?

Jika hidung Anda sering tersumbat, kunjungi dokter keluarga Anda terlebih dahulu untuk perawatan. Jika gejalanya menetap, atau jika suara Anda mulai terpengaruh, mungkin perlu untuk mengunjungi dokter ahli bedah THT yang akan melakukan tes untuk mengkonfirmasi alergi yang Anda miliki. Mencari tahu penyebab alergi hidung Anda akan membantu meringankan masalah terkait suara. Itulah beberapa penyakit yang dapat menyebabkan hilangnya suara Anda. Berhenti merokok, mengunyah permen karet tanpa gula, tidak mengonsumsi alkohol, hingga memasang pelembab udara, juga bisa menjadi cara mengembalikan suara yang hilang. Jika Anda menginginkan kesembuhan yang maksimal, berkonsultasilah dengan dokter.

Read More
Hidup Sehat

Apa Itu Mulas?

Rasa mulas sering kita alami ketika kita terlalu banyak makan atau saat kita memakan makanan pedas. Mulas merupakan bentuk iritasi yang disebabkan oleh asam lambung yang meningkat. Hal ini membuat kita merasakan sensasi yang tidak nyaman di bagian perut hingga area bawah dada.

Apa penyebab mulas?

Gejala mulas diawali dengan permasalahan pada katup di mulut lambung (LES) yang tidak bisa menutup dengan baik dan menyebabkan asam di lambung naik ke atas. Keadaan ini mengakibatkan rasa panas pada perut dan sekitar dada. Beberapa alasan mengapa LES tidak tertutup:

  1. Makan terlalu banyak. Selain menghindari makanan yang dapat menyebabkan refluks asam lambung, makan terlalu banyak juga menyebabkan perut Anda penuh dan produksi asam lambung semakin bertambah. Solusinya adalah mengimbanginya dengan minum air putih yang banyak.
  2. Tekanan pada bagian perut akibat kehamilan, obesitas maupun konstipasi dapat menyebabkan asam lambung kambuh.

Makanan pemicu produksi asam lambung

Beberapa makanan telah terbukti dapat meningkatkan asam lambung pada perut. Hal ini yang menyebabkan asam lambung Anda kambuh dan terkadang nyerinya sampai ke area dada. Jika Anda terkena GERD, makanan berikut ini sebaiknya dihindari karena akan menyebabkan refluks.

  • Tomat
  • Buah sitrus seperti jeruk
  • Bawang putih dan bombai
  • Cokelat
  • kopi dan minuman berkafein lainnya
  • alcohol
  • peppermint

Makanan dengan kadar lemak yang tinggi serta obat-obatan tertentu juga dapat mengakibatkan mulas. Begitu juga dengan kurang tidur dan stress bisa meningkatkan produksi asam lambung di perut. Merokok juga dapat meningkatkan asam lambung. Jika Anda sedang hamil, pengaruh hormon progesterone juga dapat mengakibatkan asam lambung.

Untuk mengurangi refluks asam lambung, Anda dapat mengonsumsi teh maupun jahe yang terbukti dapat meredakan asam lambung.

Berapa lama rasa mulas bisa bertahan?

Untuk kondisi tertentu, rasa mulas bisa bertahan selama beberapa menit, tetapi bisa juga sampai berjam-jam. Kondisi mulas sering terjadi pada wanita hamil seminggu sekali. Jika rasa mulas datang sesekali dalam seminggu, hal itu sangat wajar. Tetapi jika rasa tersebut mulai sering mengganggu, kemungkinan Anda menderita GERD yang bisa menyebabkan penyakit serius lainnya seperti:

  • batuk berkepanjangan
  • laringitis
  • pembengkakan atau terkikisnya dinding lambung
  • kesulitan menelan
  • terjadi barret esophagus yang menjadi cikal bakal kanker

Sangat penting untuk mengetahui gejala dan penyebab mulas agar tidak sampai terjadi komplikasi yang serius dan bisa segera ditangani

Read More
Kesehatan Mental

Suka Menimbun Barang Tak Terpakai? Hati-hati, Bisa Jadi Gejala Gangguan Mental

Saat membersihkan rumah yang berantakan dan menemukan barang yang tidak digunakan, pernahkah Anda meyakinkan diri untuk tidak membuang benda tersebut dengan pernyataan “lain kali bisa digunakan” atau “mungkin masih perlu”?

Wajar jika Anda melontarkan pernyataan demikian saat sedang membereskan rumah yang berantakan. Ketika Anda mempraktikkan metode Konmari yang sedang populer belakangan ini, Anda harus menyortir barang-barang dan menyingkirkan yang tidak memancarkan kebahagiaan untuk Anda.

Sayangnya, berlawanan dari teknik beberes Konmari ini, Anda mungkin cenderung merasa sayang untuk membuang barang-barang yang Anda miliki dan berujung menumpuk semuanya.

Namun, Anda harus berhati-hati karena terkadang menumpuk atau menyimpan barang-barang bekas dan rusak secara berlebihan merupakan indikasi dari suatu gangguan mental. Kondisi ini disebut sebagai hoarding disorder.

Barang-barang yang disimpan oleh para hoarder (sebutan untuk orang yang memiliki hoarding disorder) biasanya tidak memiliki nilai jual dan jumlahnya cukup banyak. Gangguan mental ini mulai menjadi masalah saat tumpukan-tumpukan barang-barang bekas dan rusak yang dikumpulkan mulai menyita banyak ruang di rumah dan membuat rumah berantakan.

Tidak hanya itu, gangguan mental ini juga dapat merusak hubungan penderita dengan orang-orang di sekitarnya. Penting bagi Anda untuk dapat mengenali ciri-ciri dari gangguan mental ini.

Gejala Hoarding Disorder

  1. Menimbun barang-barang yang tidak memiliki nilai jual secara berlebihan, meskipun sudah tidak ada ruang lagi untuk menyimpan barang-barang tersebut.

  2. Memiliki kesulitan untuk mengatur barang-barang yang sudah disimpan dan cenderung menimbun barang-barang tersebut menjadi suatu tumpukan ketika sudah tidak ada ruang lagi untuk menyimpan barang-barang tersebut.

  3. Memiliki keyakinan bahwa barang-barang yang ditimbun akan berguna nantinya, meskipun barang-barang tersebut tidak digunakan dan tidak bernilai.

  4. Memiliki ikatan yang kuat dengan barang-barang yang ditumpuk dan bahkan cenderung bisa marah jika seseorang menyentuh atau ingin meminjam barang tersebut.

  5. Kesulitan untuk membuang barang-barang yang ditumpuk dan merasa kesal jika harus membuang barang-barang tersebut.
  6. Barang-barang yang ditumpuk memenuhi rumah dan membuat orang-orang kesulitan untuk bergerak dalam rumah.

Namun, perlu untuk Anda perhatikan, penderita hoarding disorder tidak hanya menimbun benda-benda rusak ataupun bekas yang tidak berguna. Penderita bisa saja menimbun benda-benda yang masih baru, seperti peralatan masak, pakaian, buku-buku, dan sebagainya. Hoarder juga bisa memelihara banyak sekali binatang seperti kucing atau anjing padahal dirinya tidak sanggup lagi menampung.

Pada umumnya, penderita hoarding disorder memiliki pemikiran-pemikiran sebagai berikut:

  • Tidak ingin membuang-buang barang.
  • Percaya bahwa barang yang dimiliki unik atau bisa digunakan nantinya.
  • Merasa aman bersama barang-barang tersebut.
  • Barang-barang yang dikumpulkan memiliki kenangan emosional dan berfungsi sebagai “pengingat” bagi penderita.

Penyebab Hoarding Disorder

Penyebab dari hoarding disorder belum diketahui, tetapi kemungkinan kondisi ini diakibatkan oleh ketidakmampuan mengatasi stres. Misalnya saat ditinggalkan orang yang disayangi, kehilangan rumah, mengalami trauma, menjadi korban bullying, dan sebagainya.

Kadang-kadang hoarding disorder ini bisa jadi gejala dari gangguan mental lainnya, seperti skizofrenia.

Penanganan Hoarding Disorder

Penderita hoarding disorder biasanya akan diberikan psikoterapi, obat-obatan, atau campuran dari keduanya. Oleh karena itu, jika kerabat atau teman dekat Anda memiliki hoarding disorder, Anda perlu untuk merujuk teman atau kerabat Anda ke psikolog atau psikiater.

Jika Anda mengalami hoarding disorder, Anda tidak perlu malu untuk ke psikolog atau psikiater. Setelah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Tetap mengikuti perawatan yang sudah diberikan

Mengubah diri menjadi lebih baik hal memang tidak mudah, tetapi Anda harus tetap termotivasi untuk bisa mengurangi keinginan menimbun barang. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda tidak ingin menjadi stres karena tinggal dalam rumah yang berantakan.

  1. Mencari bantuan dan menerima bantuan dari orang lain

Jangan sungkan untuk meminta dan menerima bantuan dari orang lain dalam mengatur barang-barang di rumah. Anda juga dapat menceritakan tentang kesulitan Anda dengan orang-orang terdekat dan meminta dukungan dari mereka.

  1. Jaga kesehatan diri Anda

Jangan lupa untuk makan teratur dan memerhatikan kebersihan diri Anda.

  1. Fokus pada langkah-langkah kecil

Anda tidak perlu terlalu menekan diri dengan ingin secepatnya lepas dari gangguan hoarding Ingatkan diri Anda bahwa ini adalah suatu proses yang membutuhkan waktu.

Fokuslah pada tujuan-tujuan kecil yang lama kelamaan mengarahkan Anda menjadi lebih baik dan dapat menaklukkan hoarding disorder yang dialami.

Read More
Hidup Sehat

Daftar Tes Kesehatan yang Harus Anda Jalani Berdasarkan Usia

Pernahkah Anda melakukan tes kesehatan? Sebenarnya kapan seseorang perlu melakukan pengecekan kolesterol, kadar gula darah, kesehatan tulang, dan sebagainya? Berikut panduan pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya rutin dilakukan.

Menurut para ahli, deteksi dini dan tes kesehatan secara reguler berguna untuk penanganan kanker, mengontrol penyakit kronis seperti diabetes, serta menghindari serangan jantung dan stroke.

Ada beberapa jenis tes kesehatan yang memang ditujukan khusus untuk usia tertentu dan tidak harus dilakukan setiap tahun. Ada pula tes kesehatan yang direkomendasikan untuk diambil setiap tahunnya.

Tes Kesehatan untuk Usia 18 – 39 Tahun

  • Cek kolesterol. Ketika Anda berusia 20-an, setidaknya Anda harus sudah melakukan pemeriksaan kolesterol. Lakukan setiap tahun hingga Anda mencapai usia 35 tahun. Bila Anda tidak memiliki risiko kolesterol tinggi, pemeriksaan bisa dilakukan setiap lima tahun sekali. Namun jika ada perubahan gaya hidup yang  mengakibatkan penurunan atau kenaikan berat badan, atau jika Anda memiliki riwayat diabetes, masalah ginjal, atau faktor risiko lainnya, pemeriksaan kolesterol harus dilakukan rutin setiap tahunnya.
  • Pemeriksaan kulit. Tes kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi jika ada tahi lalat atau tanda lahir yang mencurigakan pada tubuh. Dengan mengecek kulit di seluruh tubuh, Anda juga bisa mengetahui bila ada luka yang tak kunjung sembuh.
  • Pap smear  dan pemeriksaan pelvis. Pemeriksaan kesehatan ini sebaiknya dilakukan wanita setiap tiga tahun sekali ketika menginjak usia 21 tahun. Tujuannya untuk mengetahui kemungkinan kanker serviks. Jika Anda berusia lebih dari 30 tahun dan hasil pap smear dan HPV normal, Anda hanya perlu melakukan pap smear setiap lima tahun.
  • Pemeriksaan payudara. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri di rumah untuk mengecek apakah ada benjolan pada payudara Anda. Jika Anda memiliki ibu atau saudara perempuan yang mengalami kanker payudara, Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan payudara di rumah sakit.
  • Pemeriksaan testis. Pria disarankan melakukan pemeriksaan testis di rumah sakit.

Pemeriksaan Kesehatan untuk Usia 40 – 64 Tahun

Beberapa tes yang direkomendasikan untuk diambil pada usia 18-39 tahun semestinya dilakukan secara berkala sesuai dengan rekomendasi dokter Anda.

  • Wanita: mammogram. Tes ini sebaiknya dilakukan ketika Anda berusia 40 tahun dan berkala setiap tahunnya. Jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker payudara atau Anda memiliki faktor risiko, lebih baik mulai lakukan mammogram secara rutin dari usia dini.
  • Pria: tes prostat. Pemeriksaan ini dimulai dari usia 50 tahun, kecuali Anda memiliki risiko tinggi, maka tes prostat bisa dilakukan pada usia 40 tahun.
  • Mengecek tahi lalat yang mencurigakan atau luka-luka pada kulit. Periksa seluruh kulit tubuh Anda setiap tahunnya.
  • Kadar gula darah. Lakukan pemeriksaan level gula darah Anda. Kadar gula darah yang naik dengan cepat bisa jadi merupakan tanda-tanda diabetes.
  • Kolonoskopi.Tes kesehatan ini semestinya dilakukan pada usia 50 tahun. Lakukan 10 tahun lebih awal jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker usus besar. Bagi mereka yang tidak memilki faktor risiko, tes ini dapat dilakukan setiap 10 tahun sekali.  

Tes Kesehatan untuk Usia 65 Tahun ke Atas

Berikut beberapa tes yang harus dilakukan ketika Anda berusia 65 tahun ke atas:

  • Kepadatan tulang. Dimulai dari usia 65, laki-laki dan wanita sudah harus mulai mengecek kepadatan tulang mereka setiap 2 – 5 tahun sekali. Lakukan pemeriksaan kesehatan tulang sejak usia 60 tahun jika Anda memiliki risiko osteoporosis yang tinggi.
  • Tekanan darah. Sekitar 64% laki-laki dan 69% perempuan antara usia 65 – 74 mengalami tekanan darah tinggi. Jika Anda atau orang tua Anda sudah berusia lebih dari 65 tahun, lakukan pengecekan tekanan darah setidaknya setahun sekali. Hipertensi seringkali luput dideteksi karena gejalanya tidak muncul sebelum parah. Orang dengan darah tinggi berisiko mengalami stroke maupun serangan jantung.
  • Pemeriksaan mata. Jika Anda memakai kacamata atau lensa kontak, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara berkala. Pada usia lanjut, kadang ditemukan penyakit mata seperti glaukoma dan katarak.
  • Pengecekan kemampuan mendengar. Berkurangnya kemampuan mendengar adalah hal yang wajar ketika seseorang menua. Kadang-kadang hal tersebut disebabkan infeksi atau kondisi medis lainnya. Lakukan pemeriksaan setiap dua atau tiga tahun sekali.

Ada beberapa tes yang mungkin direkomendasikan dokter berdasarkan riwayat kesehatan Anda. Selain itu, penting sekali untuk menceritakan kekhawatiran, pertanyaan, atau perubahan yang terjadi pada kesehatan Anda. Riwayat kesehatan tersebut dapat dijadikan sebagai referensi untuk memastikan langkah apa selanjutnya yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan kondisi kesehatan Anda.

Read More