Kesehatan Mental

Suka Menimbun Barang Tak Terpakai? Hati-hati, Bisa Jadi Gejala Gangguan Mental

Saat membersihkan rumah yang berantakan dan menemukan barang yang tidak digunakan, pernahkah Anda meyakinkan diri untuk tidak membuang benda tersebut dengan pernyataan “lain kali bisa digunakan” atau “mungkin masih perlu”?

Wajar jika Anda melontarkan pernyataan demikian saat sedang membereskan rumah yang berantakan. Ketika Anda mempraktikkan metode Konmari yang sedang populer belakangan ini, Anda harus menyortir barang-barang dan menyingkirkan yang tidak memancarkan kebahagiaan untuk Anda.

Sayangnya, berlawanan dari teknik beberes Konmari ini, Anda mungkin cenderung merasa sayang untuk membuang barang-barang yang Anda miliki dan berujung menumpuk semuanya.

Namun, Anda harus berhati-hati karena terkadang menumpuk atau menyimpan barang-barang bekas dan rusak secara berlebihan merupakan indikasi dari suatu gangguan mental. Kondisi ini disebut sebagai hoarding disorder.

Barang-barang yang disimpan oleh para hoarder (sebutan untuk orang yang memiliki hoarding disorder) biasanya tidak memiliki nilai jual dan jumlahnya cukup banyak. Gangguan mental ini mulai menjadi masalah saat tumpukan-tumpukan barang-barang bekas dan rusak yang dikumpulkan mulai menyita banyak ruang di rumah dan membuat rumah berantakan.

Tidak hanya itu, gangguan mental ini juga dapat merusak hubungan penderita dengan orang-orang di sekitarnya. Penting bagi Anda untuk dapat mengenali ciri-ciri dari gangguan mental ini.

Gejala Hoarding Disorder

  1. Menimbun barang-barang yang tidak memiliki nilai jual secara berlebihan, meskipun sudah tidak ada ruang lagi untuk menyimpan barang-barang tersebut.

  2. Memiliki kesulitan untuk mengatur barang-barang yang sudah disimpan dan cenderung menimbun barang-barang tersebut menjadi suatu tumpukan ketika sudah tidak ada ruang lagi untuk menyimpan barang-barang tersebut.

  3. Memiliki keyakinan bahwa barang-barang yang ditimbun akan berguna nantinya, meskipun barang-barang tersebut tidak digunakan dan tidak bernilai.

  4. Memiliki ikatan yang kuat dengan barang-barang yang ditumpuk dan bahkan cenderung bisa marah jika seseorang menyentuh atau ingin meminjam barang tersebut.

  5. Kesulitan untuk membuang barang-barang yang ditumpuk dan merasa kesal jika harus membuang barang-barang tersebut.
  6. Barang-barang yang ditumpuk memenuhi rumah dan membuat orang-orang kesulitan untuk bergerak dalam rumah.

Namun, perlu untuk Anda perhatikan, penderita hoarding disorder tidak hanya menimbun benda-benda rusak ataupun bekas yang tidak berguna. Penderita bisa saja menimbun benda-benda yang masih baru, seperti peralatan masak, pakaian, buku-buku, dan sebagainya. Hoarder juga bisa memelihara banyak sekali binatang seperti kucing atau anjing padahal dirinya tidak sanggup lagi menampung.

Pada umumnya, penderita hoarding disorder memiliki pemikiran-pemikiran sebagai berikut:

  • Tidak ingin membuang-buang barang.
  • Percaya bahwa barang yang dimiliki unik atau bisa digunakan nantinya.
  • Merasa aman bersama barang-barang tersebut.
  • Barang-barang yang dikumpulkan memiliki kenangan emosional dan berfungsi sebagai “pengingat” bagi penderita.

Penyebab Hoarding Disorder

Penyebab dari hoarding disorder belum diketahui, tetapi kemungkinan kondisi ini diakibatkan oleh ketidakmampuan mengatasi stres. Misalnya saat ditinggalkan orang yang disayangi, kehilangan rumah, mengalami trauma, menjadi korban bullying, dan sebagainya.

Kadang-kadang hoarding disorder ini bisa jadi gejala dari gangguan mental lainnya, seperti skizofrenia.

Penanganan Hoarding Disorder

Penderita hoarding disorder biasanya akan diberikan psikoterapi, obat-obatan, atau campuran dari keduanya. Oleh karena itu, jika kerabat atau teman dekat Anda memiliki hoarding disorder, Anda perlu untuk merujuk teman atau kerabat Anda ke psikolog atau psikiater.

Jika Anda mengalami hoarding disorder, Anda tidak perlu malu untuk ke psikolog atau psikiater. Setelah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Tetap mengikuti perawatan yang sudah diberikan

Mengubah diri menjadi lebih baik hal memang tidak mudah, tetapi Anda harus tetap termotivasi untuk bisa mengurangi keinginan menimbun barang. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda tidak ingin menjadi stres karena tinggal dalam rumah yang berantakan.

  1. Mencari bantuan dan menerima bantuan dari orang lain

Jangan sungkan untuk meminta dan menerima bantuan dari orang lain dalam mengatur barang-barang di rumah. Anda juga dapat menceritakan tentang kesulitan Anda dengan orang-orang terdekat dan meminta dukungan dari mereka.

  1. Jaga kesehatan diri Anda

Jangan lupa untuk makan teratur dan memerhatikan kebersihan diri Anda.

  1. Fokus pada langkah-langkah kecil

Anda tidak perlu terlalu menekan diri dengan ingin secepatnya lepas dari gangguan hoarding Ingatkan diri Anda bahwa ini adalah suatu proses yang membutuhkan waktu.

Fokuslah pada tujuan-tujuan kecil yang lama kelamaan mengarahkan Anda menjadi lebih baik dan dapat menaklukkan hoarding disorder yang dialami.

Read More
Hidup Sehat

Daftar Tes Kesehatan yang Harus Anda Jalani Berdasarkan Usia

Pernahkah Anda melakukan tes kesehatan? Sebenarnya kapan seseorang perlu melakukan pengecekan kolesterol, kadar gula darah, kesehatan tulang, dan sebagainya? Berikut panduan pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya rutin dilakukan.

Menurut para ahli, deteksi dini dan tes kesehatan secara reguler berguna untuk penanganan kanker, mengontrol penyakit kronis seperti diabetes, serta menghindari serangan jantung dan stroke.

Ada beberapa jenis tes kesehatan yang memang ditujukan khusus untuk usia tertentu dan tidak harus dilakukan setiap tahun. Ada pula tes kesehatan yang direkomendasikan untuk diambil setiap tahunnya.

Tes Kesehatan untuk Usia 18 – 39 Tahun

  • Cek kolesterol. Ketika Anda berusia 20-an, setidaknya Anda harus sudah melakukan pemeriksaan kolesterol. Lakukan setiap tahun hingga Anda mencapai usia 35 tahun. Bila Anda tidak memiliki risiko kolesterol tinggi, pemeriksaan bisa dilakukan setiap lima tahun sekali. Namun jika ada perubahan gaya hidup yang  mengakibatkan penurunan atau kenaikan berat badan, atau jika Anda memiliki riwayat diabetes, masalah ginjal, atau faktor risiko lainnya, pemeriksaan kolesterol harus dilakukan rutin setiap tahunnya.
  • Pemeriksaan kulit. Tes kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi jika ada tahi lalat atau tanda lahir yang mencurigakan pada tubuh. Dengan mengecek kulit di seluruh tubuh, Anda juga bisa mengetahui bila ada luka yang tak kunjung sembuh.
  • Pap smear  dan pemeriksaan pelvis. Pemeriksaan kesehatan ini sebaiknya dilakukan wanita setiap tiga tahun sekali ketika menginjak usia 21 tahun. Tujuannya untuk mengetahui kemungkinan kanker serviks. Jika Anda berusia lebih dari 30 tahun dan hasil pap smear dan HPV normal, Anda hanya perlu melakukan pap smear setiap lima tahun.
  • Pemeriksaan payudara. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri di rumah untuk mengecek apakah ada benjolan pada payudara Anda. Jika Anda memiliki ibu atau saudara perempuan yang mengalami kanker payudara, Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan payudara di rumah sakit.
  • Pemeriksaan testis. Pria disarankan melakukan pemeriksaan testis di rumah sakit.

Pemeriksaan Kesehatan untuk Usia 40 – 64 Tahun

Beberapa tes yang direkomendasikan untuk diambil pada usia 18-39 tahun semestinya dilakukan secara berkala sesuai dengan rekomendasi dokter Anda.

  • Wanita: mammogram. Tes ini sebaiknya dilakukan ketika Anda berusia 40 tahun dan berkala setiap tahunnya. Jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker payudara atau Anda memiliki faktor risiko, lebih baik mulai lakukan mammogram secara rutin dari usia dini.
  • Pria: tes prostat. Pemeriksaan ini dimulai dari usia 50 tahun, kecuali Anda memiliki risiko tinggi, maka tes prostat bisa dilakukan pada usia 40 tahun.
  • Mengecek tahi lalat yang mencurigakan atau luka-luka pada kulit. Periksa seluruh kulit tubuh Anda setiap tahunnya.
  • Kadar gula darah. Lakukan pemeriksaan level gula darah Anda. Kadar gula darah yang naik dengan cepat bisa jadi merupakan tanda-tanda diabetes.
  • Kolonoskopi.Tes kesehatan ini semestinya dilakukan pada usia 50 tahun. Lakukan 10 tahun lebih awal jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker usus besar. Bagi mereka yang tidak memilki faktor risiko, tes ini dapat dilakukan setiap 10 tahun sekali.  

Tes Kesehatan untuk Usia 65 Tahun ke Atas

Berikut beberapa tes yang harus dilakukan ketika Anda berusia 65 tahun ke atas:

  • Kepadatan tulang. Dimulai dari usia 65, laki-laki dan wanita sudah harus mulai mengecek kepadatan tulang mereka setiap 2 – 5 tahun sekali. Lakukan pemeriksaan kesehatan tulang sejak usia 60 tahun jika Anda memiliki risiko osteoporosis yang tinggi.
  • Tekanan darah. Sekitar 64% laki-laki dan 69% perempuan antara usia 65 – 74 mengalami tekanan darah tinggi. Jika Anda atau orang tua Anda sudah berusia lebih dari 65 tahun, lakukan pengecekan tekanan darah setidaknya setahun sekali. Hipertensi seringkali luput dideteksi karena gejalanya tidak muncul sebelum parah. Orang dengan darah tinggi berisiko mengalami stroke maupun serangan jantung.
  • Pemeriksaan mata. Jika Anda memakai kacamata atau lensa kontak, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara berkala. Pada usia lanjut, kadang ditemukan penyakit mata seperti glaukoma dan katarak.
  • Pengecekan kemampuan mendengar. Berkurangnya kemampuan mendengar adalah hal yang wajar ketika seseorang menua. Kadang-kadang hal tersebut disebabkan infeksi atau kondisi medis lainnya. Lakukan pemeriksaan setiap dua atau tiga tahun sekali.

Ada beberapa tes yang mungkin direkomendasikan dokter berdasarkan riwayat kesehatan Anda. Selain itu, penting sekali untuk menceritakan kekhawatiran, pertanyaan, atau perubahan yang terjadi pada kesehatan Anda. Riwayat kesehatan tersebut dapat dijadikan sebagai referensi untuk memastikan langkah apa selanjutnya yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan kondisi kesehatan Anda.

Read More
Kesehatan Wanita

Penyakit Jantung pada Wanita, Ini Penyebabnya!

Penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang paling umum terjadi baik pada pria maupun wanita. Namun, penyakit ini tidak mempengaruhi pria dan wanita dengan cara yang sama. Beberapa kondisi jantung mungkin terjadi pada wanita. Selain itu, gejala yang dialami juga bisa berbeda pada wanita dan pada pria. Seiring bertambahnya usia, penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang harus diperhatikan dan bagaimana melindungi diri dari penyakit jantung.

Gejala-Gejala

Mungkin yang Anda tahu, gejala dari penyakit jantung adalah adanya rasa nyeri pada dada ketika terjadi serangan jantung. Padahal, pada wanita, gejala yang timbul mungkin kurang jelas dan cenderung terlihat seperti nyeri dada pada umumnya. Anda juga mungkin merasakan sakit di bagian rahang, punggung, atau perut bagian atas. Mungkin juga Anda merasa mual atau pusing.

SCAD

Diseksi arteri koroner spontan (SCAD) adalah ketika salah satu pembuluh darah jantung Anda robek. Hal ini dapat memperlambat atau menghambat aliran darah Anda dan menyebabkan nyeri dada yang intens dan gejala lain yang bisa terasa seperti serangan jantung. Ini adalah kondisi serius yang perlu diobati dengan cepat. Wanita lebih mungkin memiliki SCAD daripada pria, terutama jika mereka baru saja melahirkan.

Sindrom “Patah Hati”

Istilah medis untuk ini adalah kardiomiopati yang diinduksi stres, dan lebih mungkin terjadi pada wanita daripada pria. Penyakit jantung ini disebabkan oleh pelepasan hormon stres secara mendadak, dan itu terjadi setelah peristiwa yang sangat emosional seperti perceraian atau kematian dalam keluarga Anda. Sebagian dari jantung Anda menjadi lebih besar dan tidak dapat memompa darah juga. Hal tersebut dapat menyebabkan nyeri dada yang hebat, tetapi perawatan cepat dapat mempercepat proses pemulihan.

Menopause

Walaupun menopause tidak menyebabkan penyakit jantung pada wanita, perubahan alami yang terjadi pada tubuh Anda selama menopause dapat membuat Anda lebih mungkin mengalaminya. Ketika kadar estrogen Anda turun, arteri Anda bisa menjadi lebih kaku. Tekanan darah, lemak perut, dan LDL (atau kolesterol “buruk”) juga bisa naik setelah menopause. Tetap aktif untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda setelah mengalami menopause.

Peradangan

Jika Anda memiliki kondisi yang menyebabkan hal ini, seperti rheumatoid arthritis atau lupus, kemungkinan Anda terkena penyakit jantung lebih tinggi. Hal ini benar adanya bahkan jika Anda muda, berolahraga, dan tidak merokok. Bicarakan dengan dokter Anda tentang cara terbaik untuk melindungi jantung Anda.

Depresi

Kondisi kesehatan mental ini dapat menggandakan peluang Anda terkena penyakit jantung, dan wanita dua kali lebih mungkin mengalaminya daripada pria. Ketika Anda mengalami depresi, kecil kemungkinannya bagi Anda untuk tetap aktif dan menjaga kesehatan Anda. Ditambah stres dan kecemasan yang terus-menerus, depresi dapat membuat jantung Anda menjadi terganggu.

Diabetes

Selain depresi, diabetes juga dapat menggandakan peluang wanita terkena penyakit jantung. Salah satu alasannya adalah karena gula darah yang tinggi dapat memperlambat aliran oksigen dalam darah dan dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri Anda. Selain itu, wanita dengan diabetes mungkin cenderung menjadi gemuk dan memiliki tekanan darah serta kolesterol yang tinggi. Anda dapat mengatur berat badan dan kadar gula darah dengan diet dan olahraga.

Read More
Hidup Sehat

15 Makanan Sehat yang Dapat Menyebabkan Perut Kembung

Perut kembung setelah makan memang sering menyebabkan rasa tidak nyaman, apalagi jika banyak aktivitas yang menanti untuk Anda lakukan. Untuk itu, simak ulasan mengenai daftar makanan sehat yang ternyata dapat menyebabkan gas dalam perut.

1. Apel
Apel memiliki kandungan sorbitol, yaitu gula yang secara alami terdapat dalam banyak buah. Sebagian orang memiliki tubuh yang tidak mampu menyerapnya dengan benar. Akibatnya, sorbitol ini akan membuat perut menjadi kembun. Kondisi ini dapat menyebabkan diare, khususnya pada anak-anak.

2. Blackberry
Blackberry selalu menjadi buah yang banyak disukai orang karena rasanya yang menyegarkan. Tidak hanya dalam kondisi segar, blackberry yang dikeringkan juga memberi cita rasa manis pada sajian kue dan teh untuk camilan. Sayangnya, jika terlalu banyak, sorbitol yang terkandung dalam buah ini dalam membuat Anda merasa kembung, sakit perut, hingga diare, kembung, atau bahkan mual.

3. Semangka
Buah semangka memang sangat menyegarkan dengan kandungan air yang banyak. Buah ini menjadi semakin favorit jika disantap di musim panas. Namun, perhatikan kandungan fruktosa atau gula di dalamnya. Fruktosa ini akan menjadi asupan yang cukup sulit untuk dicerna hingga membuat perut kembung.

4. Artichoke
Sayuran yang satu ini memiliki kandungan gula yang disebut fructan. Kandungan gula inilah yang dapat membantu memicu gas di perut. Jika Anda merasa tidak enak setelah mencicipinya, segera hentikan memakannya.

5. Kentang
Jika Anda berpikir untuk menggantikan asupan nasi dengan kentang, pastikan untuk membatasi konsumsinya agar tidak berlebihan. Pasalnya, kentang sudah cukup banyak dikonsumsi sehari-hari sebagai lauk dan camilan. Apalagi mengingat pati dalam kentang dapat memicu gas dan perut kembung pada beberapa orang.

6. Jamur Shiitake
Jamur ini cukup populer karena banyak dipilih sebagai alternatif menu makanan penurun berat makan. Akan tetapi, waspadai kandungan mannitol dan beragam gula alami lainnya yang bisa menimbulkan gas pada perut Anda. Bahkan, jika Anda makan terlalu banyak, jamur ini juga bisa membuat Anda sedikit mengalami diare.

7. Kacang Polong
Tahukah Anda bahwa sayuran hijau lembut ini memiliki kandungan rantai gula yang disebut galacto-oligosaccharides. Dengan kata lain, kacang polong dapat memberi makan bakteri usus dan menyebabkan gas di perut. Jika dimakan berlebihan, Anda akan merasakan perut yang tidak nyaman dan bergejolak.

8. Kopi
Kafein memang selalu menjadi andalan untuk membuat tubuh kembali segar dan berstamina. Sayangnya, efek samping pada pencernaan dapat menimbulkan perut yang kembung dan kembung. Jadi, batasi konsumsi hariannya.

9. Oatmeal
Pilihan menu sehat untuk sarapan ini memiliki banyak kandungan serat yang dapat membuat Anda merasa kenyang sepanjang pagi. Namun, jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak, perut Anda mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman karena membuat perut kembung.

10. Beragam Sayuran
Sayur-sayuran merupakan sumber makanan yang menyehatkan dan bernutrisi untuk tubuh. Namun, meskipun sayuran merupakan asupan yang lezat dan sangat sehat, kebanyakan dari mereka cenderung sulit dicerna. Sayuran seperti brokoli dan kembang kol berisiko menimbulkan rasa kembung atau kram pada perut. Jika Anda merasakannya, Anda dapat sesekali menggantinya dengan sayuran lain, seperti paprika, zucchini, atau kacang hijau.

11. Aprikot Kering
Serat dalam buah kering memiliki banyak hal untuk pencernaan. Buah ini sangat bisa diandalkan bagi Anda yang sedang mengalami konstipasi. Namun, kudapan manis ini juga memiliki kandungan gula tinggi yang disebut fruktosa. Jika dikonsumsi terlalu banyak bisa berisiko membuat Anda sakit perut.

12. Buah Persik
Buat persik memang sangat lezat untuk dijadikan camilan sore yang menyegarkan. Namun, waspadai rasa manis di dalamnya yang terkadang dapat menyebabkan masalah pada perut. Buah persik memiliki gula alami yang disebut poliol, yang terkadang tidak selalu cocok dengan bakteri usus Anda. Jangan heran jika memakan buah ini dapat menyebabkan kram dan kembung.

13. Minuman Diet dengan Gula Alkohol
Pemanis alternatif ini banyak ditemukan di beberapa minuman rendah kalori dan dapat membantu jika Anda mencoba menurunkan berat badan. Sayangnya, gula alkohol dapat bertindak sebagai pencahar jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak. Pastikan untuk memeriksa label makanan agar dapat mengetahui apakah minuman mengandung pemanis buatan seperti xylitol dan manitol.

14. Permen Karet
Saat mengunyah permen karet, Anda dapat menelan udara yang juga membawa gas ke usus Anda. Jenis permen “bebas gula” biasanya akan menggunakan pemanis alternatif seperti sorbitol dan xylitol sebagai pengganti gula. Kandungan ini akan membuat perut kembung atau bahkan bekerja seperti pencahar.

15. Permen
Tidak hanya permen karet. Permen biasa pada umumnya juga dapat menimbulkan gas di perut jika di makan terlalu berlebihan. Pasalnya, sebagian besar permen dimaniskan dengan menggunakan xylitol, mannitol, sorbitol, atau gula alternatif lain yang membuat beberapa orang sakit perut.

Read More
Penyakit

Agar Tidak Salah Penanganan, Pahami Perbedaan Fakta dan Mitos Mengenai Sembelit

Sembelit atau konstipasi merupakan masalah pencernaan yang sangat umum terjadi. Tidak heran jika banyak sekali asumsi mengenai penyebab, penanganan, dan pencegahan sembelit yang tersebar di masyarakat. Namun, Anda perlu lebih waspada dalam membedakan yang mana informasi fakta, dan mana yang hanya berupa mitos.

Mitos Sembelit

1. Buang Air Besar Seharusnya Setiap Hari
Perlu dipahami bahwa setiap orang memiliki metabolisme dan kerja organ tubuh yang berbeda. Itulah sebabnya frekuensi buang air besar seseorang tidak akan sama dengan orang lain. Beberapa di antara mereka ada yang terbiasa buang air tiga kali sehari atau bahkan tiga kali seminggu. Anda sendiri yang mengetahui bagaimana frekuensi buang air besar normal yang biasa Anda lakukan. Namun, jika sembelit terjadi, biasanya frekuensi akan semakin berkurang dan ada rasa tidak nyaman di perut.

2. Sembelit Dapat Menjadi Racun
Beberapa orang percaya bahwa sembelit menyebabkan tubuh menyerap zat beracun dalam tinja yang menyebabkan penyakit seperti radang sendi, asma, hingga kanker usus besar. Hal ini adalah mitos, sebab tidak ada bukti yang mengungkap bahwa feses dapat menghasilkan racun. Perlu dipahami pula, sembelit atau konstipasi itu sendiri bukan penyakit, melainkan masalah pencernaan.

3. Sembelit Hanya Membutuhkan Banyak Serat
Memang benar bahwa kebanyakan orang yang mengalami susah buang air besar akan dianjurkan untuk makan lebih banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan makanan nabati lainnya. Tidak heran jika seseorang yang sembelit akan menambahkan serat pada kombinasi makanannya secara bertahap. Namun, jika sembelit masih belum juga terselesaikan, mungkin ada alasan lain yang menjadi penyebab sembelit seperti kondisi medis atau efek samping dari beberapa obat.

4. Semua Serat Memiliki Manfaat Sama
Ada dua macam serat yang harus Anda ketahui, yaitu serat yang larut dan serat yang tidak larut. Serat yang tidak larut akan menambah jumlah kotoran pada tinja dan membantu melewati usus Anda lebih cepat. Contoh serat ini berasal dari roti gandum, pasta, dan sereal. Sedangkan, serat yang larut larut dalam air dapat berupa kacang-kacangan dan beberapa makanan nabati lainnya.

5. Menahan Buang Air Besar Tidak Akan Berbahaya
Apakah Anda merasa terlalu sibuk untuk sekedar menyempatkan diri ke toilet? Mengabaikan dorongan dan keinginan buang air besar dapat membuat Anda secara fisik tidak nyaman dan berisiko menyebabkan atau memperburuk sembelit. Jadi, jangan pernah mengabaikan rasa dan dorongan untuk buang air besar kapan pun Anda merasakannya.

6. Minum Kopi Adalah Solusi yang Baik
Kafein memang dapat berperan dalam merangsang otot-otot sistem pencernaan untuk berkontraksi dan menyebabkan buang air besar. Namun, kafein memiliki efek samping membuat tubuh menjadi dehidrasi. Itulah sebabnya kopi sangat tidak disarankan bagi Anda yang sedang sembelit.

Fakta Sembelit

1. Permen Karet yang Tertelan Bisa Menghambat
Jika Anda pernah dilarang untuk menelan permen karet karena khawatir menempel dan menghambat di lambung atau usus, hal ini dapat menjadi benar adanya. Pasalnya, beberapa kasus orang yang menelan permen karet dalam jumlah besar atau banyak mengalami hambatan dalam saluran pencernaan. Penyumbatan ini yang nantinya dapat menyebabkan sembelit. Meskipun begitu, sesekali menelan permen karet tidak akan terlalu berbahaya karena dapat dikeluarkan sebagaimana makanan lainnya.

2. Liburan Dapat Menimbulkan Masalah
Melakukan sebuah perjalanan dapat mengubah rutinitas dan diet harian Anda. Saat Anda pergi, perbanyaklah minum air dan pastikan tubuh bisa tetap aktif bergerak. Hal ini penting untuk mencegah sembelit terjadi selama perjalanan. Selain itu, sering-seringlah melakukan peregangan, batasi konsumsi alkohol dan kafein, serta perbanyak asupan buah dan sayur. Jangan terlalu bergantung pada makanan cepat saji.

3. Sembelit Karena Perubahan Mood

Depresi dapat memicu sembelit atau bahkan memperburuknya. Mengurangi stres melalui meditasi, yoga, biofeedback, dan teknik relaksasi dapat membantu Anda mengatasinya. Akupresur atau pijat shiatsu juga cukup direkomendasikan. Anda dapat memijat perut Anda untuk melemaskan otot-otot dan mendukung usus dalam bekerja.

4. Obat-obatan Dapat Menjadi Penyebab
Sebagian obat pereda rasa sakit, depresi, tekanan darah tinggi, dan penyakit Parkinson dapat memberikan efek samping berupa sembelit atau konstipasi. Selain itu, suplemen kalsium dan zat besi juga berdampak pada susah buang air besar. Jika ini terjadi pada Anda lakukan konsultasi pada dokter untuk mendapat arahan mengenai penggunaan obat yang tepat.

5. Minum Lebih Banyak Air Akan Membantu
Tidak hanya serat, banyak minum air putih juga dapat membuat tinja Anda lunak dan meredakan sembelit. Anda bisa mendapatkannya dari minuman atau beragam makanan yang kaya air, seperti buah-buahan dan sayuran. Batasi atau hindari asupan kafein dan alkohol, yang dapat menyebabkan dehidrasi.

6. Latihan Fisik Meredakan Sembelit
Jangan biarkan tubuh Anda terlalu lama duduk dan berdiam diri. Bergeraklah dan lakukan aktivitas fisik seperti olahraga dan senam. Dengan begitu, kerja organ dalam tubuh juga akan semakin lancar, termasuk di dalamnya pencernaan.

Read More
Penyakit

Atasi Diare dengan Memahami Pemicu dan Pengobatan Diare Ini

Anda pernah merasakan kram perut yang diikuti oleh keinginan kuat untuk buang air besar, kemudian keinginan buang air besar terjadi berulang lebih dari 3 kali dalam sehari? Bisa dipastikan Anda mengalami diare. Diare umum terjadi sebanyak dua tahun sekali dalam periode waktu 1-2 hari setiap mengalaminya. Namun, jika diare yang Anda alami berlangsung selama berminggu-minggu, Anda perlu mewaspadai kondisi kesehatan tertentu pada tubuh Anda. Itulah sebabnya, Anda akan disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter untuk perawatan yang tepat.

Pemicu Diare

Dari sekian banyak penyebab diare, ada beberapa hal yang umum mengakibatkan masalah pencernaan ini terjadi, di antaranya adalah karena asupan makanan, minuman, atau obat-obatan tertentu, seperti:

1. Produk Susu

Salah satu intoleransi makanan yang paling umum yang berisiko menyebabkan diare kronis adalah intoleransi laktosa. Jika Anda mengalami diare kronis, hentikan segera asupan produk susu untuk dapat meredakan keluhan diare Anda.

2. Makanan dengan Kandungan Gluten

Selain susu, gluten juga dapat menyebabkan diare terjadi pada sebagian orang. Bagi sebagian orang yang memiliki sensitivitas terhadap gluten, makanan ini dapat menyebabkan kembung dan diare.

3. Makanan Berminyak dan Berlemak

Makanan berminyak dan berlemak adalah pemicu yang mungkin menyebabkan diare terjadi pada sebagian orang. Makanan dengan kandungan minyak dan lemak tinggi dapat memperlambat pengosongan lambung, sehingga membuat orang merasa kembung. Selain itu, makanan seperti ini juga dapat mengencangkan otot-otot di saluran pencernaan Anda. Akibatnya, Anda akan mengalami diare.

4. Kopi dan Alkohol

Tidak hanya itu, hindari pula asupan minuman dengan kandungan alkohol dan kafein. Keduanya dapat menyebabkan kotoran menjadi lebih cair. Jika Anda sering mengalami diare, cobalah untuk menghentikan asupan kopi di pagi hari atau bir di malam hari. Cara ini dapat meredakan gejala diare yang Anda rasakan, khususnya jika Anda mengonsumsinya dengan jumlah yang cukup banyak.

5. Beberapa Obat-obatan

Bahkan, selain makanan dan minuman, obat-obatan juga berisiko memberikan efek samping berupa diare, seperti:

  • Obat pencahar
  • Antasida
  • Obat yang mengandung magnesium
  • NSAID (seperti aspirin dan ibuprofen)

Itulah sebabnya, jika Anda menderita sakit yang kronis, Anda mungkin juga akan mengalami diare kronis juga akibat asupan obat tertentu.

Selain dari makanan dan minuman, hal lain yang juga dapat berisiko menyebabkan diare adalah infeksi penyakit. Beberapa penyakit yang berisiko menyebabkan diare, misalnya:

  • Irritable bowel syndrome (IBS)
  • Penyakit Crohn
  • Kolitis ulserativa
  • Diabetes

Jika Anda menderita IBS, stres yang disebabkannya dapat memperburuk diare. Perubahan obat-obatan dan pengaturan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi gejala yang mengganggu.

Diabetes juga dapat menjadi pemicu diare yang kerap mengejutkan orang. Pasalnya, diabetes dapat mempengaruhi saraf ke usus. Itulah sebabnya, diabetes kronis pada beberapa orang dapat menyebabkan diare kronis. Rekomendasi terbaik untuk membantu menangani keluhan adalah dengan melakukan kontrol diabetes yang lebih baik dan teratur.

Tidak hanya itu, perawatan untuk penyakit kanker juga dapat menyebabkan diare, khususnya pada penanganan kemoterapi dan radiasi. Dalam hal ini, kemo dapat menyebabkan efek samping berupa gangguan atau kerusakan pada lapisan saluran pencernaan.

Pengobatan Diare
Jika Anda mengalami diare selama 2 minggu atau lebih, segera konsultasikan diri Anda pada dokter. Apabila Anda mendapatkan ada darah pada kotoran, demam, atau penurunan berat badan yang tidak direncanakan, Anda harus langsung memeriksakan diri lebih cepat.

Dokter akan menggunakan riwayat medis Anda untuk mengetahui penyebabnya. Ia juga dapat melakukan pemeriksaan darah atau tinja Anda. Selanjutnya, Anda mungkin akan diberi resep obat yang digunakan untuk keluhan diare pada umumnya.

Selama Anda tidak menderita penyakit Crohn atau radang usus besar, Anda mungkin dapat mengurangi keluhan diare dengan menambahkan asupan serat ke dalam makanan Anda. Serat bekerja untuk memberi konsistensi pada kotoran.

Read More
Hidup Sehat

Tips Keamanan Makanan Saat Liburan

Saat merayakan liburan tahun baru, semua orang mungkin ingin bersenang-senang. Terlebih lagi, bila Anda gemar mencicipi makanan khas di lokasi liburan. Namun sayangnya, tidak semua makanan ternyata baik bagi kesehatan. Ikuti tips sederhana berikut ini untuk menjaga kesehatan keluarga dari bahaya keracunan makanan atau penyakit saat berwisata kuliner di tempat liburan.

1. Rajin Mencuci Tangan

Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan membilasnya di bawah air yang mengalir. Terutama sebelum bersantap atau menyiapkan makanan, setelah menyentuh daging mentah, telur mentah, atau sayuran yang tidak dicuci, atau sehabis menggunakan toilet. Sering mencuci tangan merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan selama berlibur.

2. Mengonsumsi Makanan yang Matang

Bahan makanan seperti daging, unggas, makanan laut, dan telur dapat membawa kuman yang menyebabkan keracunan makanan. Pastikan makanan ini dimasak hingga matang, terutama daging steak atau daging panggang, yang harus didiamkan selama 3 menit setelah dikeluarkan dari oven. Kemudian, hindari memakan telur mentah yang berpotensi mengandung bakteri salmonella. Beberapa makanan yang mengandung telur mentah dan sebaiknya dihindari atau dibatasi termasuk eggnog, tiramisu, saus hollandaise, dan saus Caesar.

3. Hati-hati Mengonsumsi Kue

Alasan kuat menghindari kue tertentu selama liburan adalah bahan adonannya yang berasal dari tepung dan telur, dan berpotensi mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) atau salmonella. Adonan apa pun yang tidak dipasteurisasi seperti cookies, pie, biskuit, pancake, tortilla, pizza, atau cupcake, bisa membuat perut anak sakit. Sementara waktu, hindari dahulu kue di restoran atau hotel, dan pilihlah jenis makanan lain yang lebih sehat.

4. Memisah Makanan

Bila Anda menyewa vila yang dilengkapi dapur dan lemari es, sebaiknya simpan bahan makanan dengan baik. Simpanlah telur di kompartemen khusus pada bagian pintu kulkas. Sementara itu, makanan seperti daging atau ikan sebaiknya dibungkus atau ditempatkan dalam wadah tertutup, agar aromanya tidak mengontaminasi buah dan sayuran. Daging harus dinormalkan dahulu ke suhu ruang atau disiram air dingin sebelum dimasak, untuk mencegah perkembangan kuman.

Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil Saat Liburan

Wanita hamil sepuluh kali lebih berpotensi terinfeksi kuman atau bakteri berbahaya dari makanan yang kurang higienis. Pelajari langkah-langkah berikut ini untuk mencegah penyakit dari kuman atau bakteri Listeria.

1. Hindari Susu, Keju atau Produk Mentah yang Tidak Dipasteurisasi:
Contohnya seperti keju lunak, keju Hispanik atau susu sapi mentah. Sebab, produk ini dapat mengandung kuman Listeria yang berbahaya. Hindari juga jus atau sari buah mentah.

2. Waspadai Seafood:
Cermati kandungan merkuri yang bisa berbahaya terhadap kesehatan janin. Selain itu, hindari makanan laut asap yang sudah dibekukan. Alternatifnya, pilih seafood dalam kemasan kalengan.

3. Hindari Minuman Beralkohol:
Apa pun alasannya, liburan bukan berarti mengabaikan kesehatan diri sendiri dan janin. Mengonsumsi semua jenis alkohol dapat memengaruhi perkembangan buah hati. Hindari minuman apa pun yang mengandung alkohol atau berbahan telur dan susu seperti eggnog.

Selamat menikmati liburan tahun baru dan selalu jaga kesehatan Anda.

Read More
Olahraga

Waspadai Cedera IT Band Yang Terjadi Saat Berlari

Belakangan ini, lari marathon menjadi salah satu olahraga yang paling banyak diminati oleh anak muda. Beragam kompetisi lari marathon banyak digelar dengan peserta yang didominasi remaja dan dewasa muda. Sayangnya, banyak dari pelari pemula yang tidak mengetahui pentingnya pemanasan saat akan berlari. Tidak heran jika cedera lari banyak dialami, salah satunya adalah cedera IT Band.

Seseorang yang mengalami cedera sindrom IT akan merasakan sakit di sepanjang tempurung lutut luar atau paha luar. Pelari, pengendara sepeda, dan siapa saja yang ikut serta dalam olahraga lari seperti sepak bola dan baseball rentan terhadap cedera ini.

Cedera IT Band, Apa Itu?

Cedera IT Band atau Iliotibial Band merupakan cedera yang terjadi pada ITB atau jaringan ikat tebal yang memberikan stabilitas pada lutut. Jaringan ini bekerja di sepanjang bagian luar paha dari pinggul dan menyisip ke wilayah luar patela (tempurung lutut). Dengan kata lain, jaringan ITB melintasi tulang paha, jaringan lunak, serta kantung kecil di dekat lutut.

Saat IT Band Sakit
Para peneliti mengatakan IT Band dapat mengalami peradangan ketika berulang kali mengalami gesekan di bagian luar lutut. Ada pula yang mengatakan cedera IT Band terjadi karena jaringan lunak dan kantung yang terletak di bawah lutut tertekan ketika lutut menekuk sekitar 20 hingga 30 derajat. Ini kemudian menyebabkan struktur tersebut mengalami iritasi. Kondisi ini dapat terjadi saat Anda berlari pada permukaan yang menurun dengan lutut menekuk lebih tinggi saat tumit menyentuh tanah dibandingkan dengan permukaan yang rata. Bahkan, penekanan pada area yang sama dari ITB secara konsisten juga dapat menyebabkan kerusakan para jaringan tersebut.

Mengapa Anda Perlu Istirahat
Jika Anda berlari dan glutes (otot bokong) Anda lemah, kaki dapat bergerak ke dalam dan memutar terlalu banyak sehingga menarik ITB. Cedera akan bertambah parah jika kaki bergerak ke arah bagian dalam tubuh, yang menyebabkan kaki memutar ke dalam. Akhirnya, akan lebih banyak gesekan dan kompresi struktur jaringan lunak pada area sekitar lutut. Secara umum, rotasi internal pinggul dan kaki yang berlebihan dapat menyebabkan cedera IT Band.

Jika Anda tidak cukup istirahat saat mengalami cedera IT Band, Anda berisiko mengalami cedera serupa yang berulang, atau bahkan lebih parah.


Cara Menghindari Cedera IT Band
Ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan untuk mencegah cedera IT Band terjadi, seperti dengan menggunakan sepatu lari berukuran pas, melakukan peregangan dan pemanasan sebelum memulai lari, serta melakukan latihan kekuatan untuk otot-otot paha dan bokong. Berikut ini adalah beberapa latihan yang dapat Anda lakukan untuk menguatkan otot-otot tersebut:

  • One-Legged Squats: Lakukan squat dengan posisi tubuh setengah jongkok, pastikan posisi lutut tidak lebih maju melewati jari-jari kaki.
  • Side Leg Lifts: Berbaringlah menyamping, kemudian angkat kaki yang berada bagian atas. Pastikan kaki tetap lurus sejajar dengan tubuh dan tidak lebih maju. Tahan selama 3 detik.
  • Clam Shells: Berbaringlah menyamping, satukan kedua lutut dan pergelangan kaki. Kemudian tekuk kaki hingga lutut membentuk sudut 90 derajat. Putar kaki bagian atas ke atas tanpa mengerakkan panggul.
  • Get Rolling: Berbaringlah di matras dan lakukan rolling hingga menggulung ITB dan otot kaki hingga jaringan fibrosa menjadi lebih fleksibel. Ulangi selama 1 menit.

Lakukan latihan ini sebanyak 2 set dengan 10 kali repetisi di tiap setnya.

Terakhir, jangan lewatkan pemeriksaan kesehatan dengan dokter sebelum memulai sebuah program latihan. Anda mungkin akan dianjurkan untuk beristirahat hingga cedera benar-benar pulih. Hal tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan dengan cedera berulang yang tidak kunjung sembuh.

Read More
Olahraga

Jangan Sepelekan, Ini Dia 7 Manfaat dari Latihan Kekuatan Pengondisian untuk Seni Bela Diri

Alain Moggi, seorang pelatih pribadi yang memiliki 10 tahun pengalaman dalam melatih karate, Muay Thai, dan Brazilian jiu-jitsu (BJJ) memberi menjelaskan banyak hal tentang beberapa latihan fisik seputar kekuatan dan pengondisian bagi para atlet bela diri.

Beberapa hal yang perlu dipahami, latihan yang efektif dan efisien harus disesuaikan pada tujuan Anda dalam berlatih, apakah untuk kekuatan atau sebagai bagian dari pengondisian dan daya tahan. Secara umum, jika Anda ingin menjadi lebih kuat, lakukan latihan dengan bobot yang lebih berat dan repetisi yang lebih sedikit. Sedangkan untuk pengondisian dan daya tahan, lakukan lebih banyak repetisi dengan beban bobot yang lebih rendah.

Pilihan Latihan dengan Peralatan Minimal
1. Pull-up
Pull-up merupakan latihan yang membantu membangun kekuatan tubuh bagian atas dengan mengembangkan otot-otot punggung atas Anda. Latihan ini sangat penting bagi para atlet jiu-jitsu agar dapat melakukan gerakan menarik dengan baik ketika akan mengendalikan lawan. Tidak hanya itu, pull-up juga penting sebagai latihan dalam memperkuat gerakan meraih di Muay Thai dan MMA.

Jika Anda tidak dapat melakukan pull-up yang tepat, mulailah dengan latihan yang lebih mudah seperti jump pulls atau negative pull-ups (di mana Anda berdiri di atas platform). Caranya cukup dengan melompat atau melangkah ke platform hingga dagu Anda sejajar atau lebih tinggi dari bar, lalu turunkan tubuh perlahan.

Kedua latihan ini berfokus pada gerakan ke bawah yang terkendali dari latihan pull-up. Dengan rutin melakukannya, latihan ini akan membantu Anda membangun kekuatan yang Anda butuhkan agar mampu melakukan pull-up yang tepat. Yang terpenting, Anda harus fokus pada menggerakkan otot bahu secara bersama-sama untuk mengaktifkan otot punggung, bukan dengan otot bisep Anda.

2. Push-up
Anda tentu tidak boleh melewatkan push-up dalam deretan latihan kekuatan dan pengondisian untuk seni bela diri. Latihan fisik dasar ini sangat bermanfaat untuk menambah kekuatan pada gerakan mendorong sehingga Anda dapat memberikan lebih banyak kekuatan dan energi dalam setiap pukulan.

Untuk melakukan push-up yang tepat, letakkan telapak tangan pada alas atau lantai dengan posisi terbuka selebar bahu Anda. Biarkan kaki bertumpu pada ujung-ujung jari kaki, hingga tubuh berada dalam posisi lurus sempurna. Pastikan agar pundak atau bokong Anda tidak menonjol ke atas. Kemudian, turunkan bahu Anda hingga siku membentuk sudut 90 derajat. Lalu dorong bahu dan lengan kembali hingga lurus seperti posisi awal sambil mengambil napas.

3. Burpees
Burpees merupakan latihan fisik berat yang membuatnya sulit untuk dinikmati oleh orang-orang yang melakukannya. Meskipun begitu, ini menjadi salah satu latihan beban berat terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mengoptimalkan bela diri yang Anda tekuni. Intensitas tinggi dan cepat yang dimulai dari gerakan jongkok (squat), menendang kedua kaki ke belakang (kick feet back), push-up, kembali pada posisi squat (ke posisi jongkok), dan terakhir berdiri sambil melompat akan melatih tubuh menjadi lebih kuat, cepat, dan lincah. Tidak heran jika latihan ini dapat meningkatkan detak jantung serta membangun ketahanan dan kebugaran kardiovaskular.

Dengan Peralatan Gym Dasar
4. Overhead Presses
Overhead presses merupakan latihan dengan gerakan mengangkat kettlebell atau dumbbell ke atas kepala dari bahu. Latihan ini dapat membantu memperkuat dan membesarkan deltoids. Sebagai seorang atlet bela diri, pundak yang kuat akan sangat berguna untuk pertahanan diri, terutama ketika Anda lelah.

Optimalkan latihan ini dengan melakukannya sekitar 8 hingga 12 repetisi. Pastikan untuk menjaga bobotnya agar cukup berat sehingga tiga gerakan terakhir terasa sulit untuk diselesaikan. Dengan begitu, tubuh Anda akan semakin lebih kuat. Selain itu, pastikan untuk menjaga lengan bawah agar tetap sejajar satu sama lain. Perhatikan pula posisi bisep harus berada di samping telinga saat melakukan gerakan ke posisi atas.

5. Deadlifts
Deadlifts merupakan latihan yang mengaktifkan glutes, paha belakang, otot punggung bawah, dan otot inti. Latihan ini sangat bagus untuk para atlet BJJ karena mampu membantu memperkuat genggaman Anda pada saat yang bersamaan. Untuk deadlifts, fokus dititikberatkan pada postur dan bentuk tubuh yang baik. Jadi, hindari menggunakan beban yang terlalu berat saat Anda pertama kali memulai.

Saat melakukan deadlifts, pastikan jari-jari kaki harus mengarah ke depan sejajar dengan arah tubuh Anda dengan posisi badan yang tegak lurus. Ketika mengangkat beban, jaga punggung pada posisi alami (jangan membungkuk atau meratakan punggung). Pastikan pula bar tetap dekat dengan tubuh dan angkat hingga ke atas paha. Selanjutnya, tahapan menurunkan bar juga perlu diperhatikan, yaitu dorong pinggul ke belakang kemudian tekuk lutut Anda ketika palang berada pada ketinggian lutut. Tetap jaga bar agar dekat dengan tubuh lalu kembali ke posisi semula.

Jika postur dan gerakan Anda bagus serta tepat, Anda akan segera merasakan peregangan di paha belakang, bukan paha depan.


6. Squats with A Barbell
Latihan penting lainnya memperkuat kaki adalah dengan melakukan squat dengan barbel. Gerakan ini mampu mengaktifkan otot inti, paha depan, glutes, dan paha belakang Anda. Agar hasilnya dapat optimal, Anda harus fokus pada gerakan dan postur yang tepat. Baik itu front squats (di mana barbel diletakkan pada pundak di bawah dagu) dan back squats (di mana Anda meletakkan barbel pada bahu di belakang leher dan otot trapezius), keduanya sama-sama menguntungkan. Yang terpenting, fokus pada menjaga postur dan tantang tubuh Anda dengan beban yang lebih berat.

7. Thrusters
Thrusters merupakan latihan yang membantu melatih daya pacu dan kebugaran kardiovaskular Anda. Untuk melakukannya, mulailah dari berdiri dengan kaki selebar bahu, dan pegang barbel di depan bahu Anda. Pergelangan tangan Anda harus diposisikan di bawah barbel. Lakukan jongkok penuh, dan saat Anda meregangkan pinggul dan kaki dengan cepat. Kemudian, gunakan momentum gerakan ke atas untuk mendorong bar ke kepala Anda.

Read More