Penyakit

Atasi Diare dengan Memahami Pemicu dan Pengobatan Diare Ini

Anda pernah merasakan kram perut yang diikuti oleh keinginan kuat untuk buang air besar, kemudian keinginan buang air besar terjadi berulang lebih dari 3 kali dalam sehari? Bisa dipastikan Anda mengalami diare. Diare umum terjadi sebanyak dua tahun sekali dalam periode waktu 1-2 hari setiap mengalaminya. Namun, jika diare yang Anda alami berlangsung selama berminggu-minggu, Anda perlu mewaspadai kondisi kesehatan tertentu pada tubuh Anda. Itulah sebabnya, Anda akan disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter untuk perawatan yang tepat.

Pemicu Diare

Dari sekian banyak penyebab diare, ada beberapa hal yang umum mengakibatkan masalah pencernaan ini terjadi, di antaranya adalah karena asupan makanan, minuman, atau obat-obatan tertentu, seperti:

1. Produk Susu

Salah satu intoleransi makanan yang paling umum yang berisiko menyebabkan diare kronis adalah intoleransi laktosa. Jika Anda mengalami diare kronis, hentikan segera asupan produk susu untuk dapat meredakan keluhan diare Anda.

2. Makanan dengan Kandungan Gluten

Selain susu, gluten juga dapat menyebabkan diare terjadi pada sebagian orang. Bagi sebagian orang yang memiliki sensitivitas terhadap gluten, makanan ini dapat menyebabkan kembung dan diare.

3. Makanan Berminyak dan Berlemak

Makanan berminyak dan berlemak adalah pemicu yang mungkin menyebabkan diare terjadi pada sebagian orang. Makanan dengan kandungan minyak dan lemak tinggi dapat memperlambat pengosongan lambung, sehingga membuat orang merasa kembung. Selain itu, makanan seperti ini juga dapat mengencangkan otot-otot di saluran pencernaan Anda. Akibatnya, Anda akan mengalami diare.

4. Kopi dan Alkohol

Tidak hanya itu, hindari pula asupan minuman dengan kandungan alkohol dan kafein. Keduanya dapat menyebabkan kotoran menjadi lebih cair. Jika Anda sering mengalami diare, cobalah untuk menghentikan asupan kopi di pagi hari atau bir di malam hari. Cara ini dapat meredakan gejala diare yang Anda rasakan, khususnya jika Anda mengonsumsinya dengan jumlah yang cukup banyak.

5. Beberapa Obat-obatan

Bahkan, selain makanan dan minuman, obat-obatan juga berisiko memberikan efek samping berupa diare, seperti:

  • Obat pencahar
  • Antasida
  • Obat yang mengandung magnesium
  • NSAID (seperti aspirin dan ibuprofen)

Itulah sebabnya, jika Anda menderita sakit yang kronis, Anda mungkin juga akan mengalami diare kronis juga akibat asupan obat tertentu.

Selain dari makanan dan minuman, hal lain yang juga dapat berisiko menyebabkan diare adalah infeksi penyakit. Beberapa penyakit yang berisiko menyebabkan diare, misalnya:

  • Irritable bowel syndrome (IBS)
  • Penyakit Crohn
  • Kolitis ulserativa
  • Diabetes

Jika Anda menderita IBS, stres yang disebabkannya dapat memperburuk diare. Perubahan obat-obatan dan pengaturan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi gejala yang mengganggu.

Diabetes juga dapat menjadi pemicu diare yang kerap mengejutkan orang. Pasalnya, diabetes dapat mempengaruhi saraf ke usus. Itulah sebabnya, diabetes kronis pada beberapa orang dapat menyebabkan diare kronis. Rekomendasi terbaik untuk membantu menangani keluhan adalah dengan melakukan kontrol diabetes yang lebih baik dan teratur.

Tidak hanya itu, perawatan untuk penyakit kanker juga dapat menyebabkan diare, khususnya pada penanganan kemoterapi dan radiasi. Dalam hal ini, kemo dapat menyebabkan efek samping berupa gangguan atau kerusakan pada lapisan saluran pencernaan.

Pengobatan Diare
Jika Anda mengalami diare selama 2 minggu atau lebih, segera konsultasikan diri Anda pada dokter. Apabila Anda mendapatkan ada darah pada kotoran, demam, atau penurunan berat badan yang tidak direncanakan, Anda harus langsung memeriksakan diri lebih cepat.

Dokter akan menggunakan riwayat medis Anda untuk mengetahui penyebabnya. Ia juga dapat melakukan pemeriksaan darah atau tinja Anda. Selanjutnya, Anda mungkin akan diberi resep obat yang digunakan untuk keluhan diare pada umumnya.

Selama Anda tidak menderita penyakit Crohn atau radang usus besar, Anda mungkin dapat mengurangi keluhan diare dengan menambahkan asupan serat ke dalam makanan Anda. Serat bekerja untuk memberi konsistensi pada kotoran.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*