Gejala Penyakit TORCH yang Perlu Anda Ketahui

Penyakit TORCH merupakan beberapa jenis infeksi yang dapat membahayakan ibu hamil dan janin dalam kandungan

Masa kehamilan adalah masa yang paling ditunggu oleh setiap pasangan. Ayah dan ibu harus sabar menanti selama sembilan bulan untuk melihat si kecil lahir ke dunia.

Namun, masa kehamilan juga merupakan masa yang paling berat. Selama masa kehamilan, kekebalan tubuh menjadi lemah sehingga ibu hamil mudah terserang penyakit dan infeksi.

Penyakit TORCH merupakan salah satu infeksi yang dapat menyerang ibu hamil. TORCH merupakan akronim dari lima infeksi yaitu toksoplasma, rubella, cytomegalovirus (CMV), herpes, dan berbagai infeksi lainnya.

Ibu yang terkena infeksi TORCH kemungkinan besar akan mempengaruhi bayi dalam kandungan. Bayi yang terinfeksi dapat mengalami cacat lahir seperti masalah saraf dan kebutaan. 

Bagaimana bayi dapat tertular penyakit TORCH?

Karena bayi belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, ia belum bisa melindungi diri dari infeksi dan penyakit. 

Ibu yang terkena penyakit TORCH dapat menularkan janinnya melalui darah atau cairan tubuh. Untungnya, kondisi ini bisa ditangani bila Anda segera melakukan pemeriksaan TORCH.

Plasenta juga menjadi media penularan lainnya. Meskipun kesehatan ibu tidak terlalu berisiko, penyakit TORCH sangat mempengaruhi kesehatan bayi, bahkan bisa menyebabkan keguguran. 

Gejala penyakit TORCH yang harus diketahui

Gejala infeksi TORCH bisa berbeda karena penyakit ini merupakan gabungan dari beberapa infeksi. Namun Anda bisa mewaspadai gejala umum dari penyakit ini, antara lain:

  • Penyakit kuning.
  • Demam dan kehilangan nafsu makan.
  • Pembesaran limpa dan hati.
  • Flu.
  • Petechiae atau ruam berwarna merah keunguan pada kulit. 

Jika Anda mengalami salah satu atau lebih gejala di atas, ada baiknya untuk segera menemui dokter. Sampaikan keluhan Anda secara jujur agar dokter dapat memberikan perawatan yang sesuai.

Anda juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan TORCH sejak awal merencanakan kehamilan. Jika pada kunjungan pranatal Anda dicurigai mengalami infeksi, Anda akan diminta untuk melakukan screening infeksi melalui cek darah. 

Pemeriksaan yang dilakukan sedini mungkin dapat meminimalisir sebanyak mungkin risiko yang dapat diterima oleh bayi. Bahkan Anda harus tetap memantau perkembangan bayi Anda, terutama jika hasilnya positif.

Nantinya, perawatan yang diberikan bisa berbeda tergantung virus yang menginfeksi. Umumnya dokter akan memberikan obat minum seperti antivirus atau analgesik ringan untuk mencegah bayi ikut tertular.

Mencegah infeksi penyakit TORCH pada kehamilan

Berikut ini tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah Anda dari infeksi TORCH:

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah makan menggunakan sabun dan air mengalir.
  • Hindari mengonsumsi daging mentah. Pastikan untuk memasak daging hingga benar-benar matang.
  • Jaga kebersihan di lingkungan sekitar Anda.
  • Minimalisir kontak langsung dengan kucing dan anjing liar untuk mencegah toksoplasmosis. Jika Anda memiliki hewan peliharaan, pastikan untuk menjaganya tetap bersih dan sehat. Anda bisa mengurungnya di dalam rumah, atau menaruhnya di luar dan dilarang untuk memasuki rumah.
  • Jangan bertukar barang dengan orang lain seperti sisir, pisau cukur, dan barang-barang personal lainnya.
  • Hindari membuat tato atau melakukan tindik selama masa kehamilan.
  • Meminimalisir konsumsi cokelat, kacang tanah, dan selai kacang karena dapat memicu herpes genital. 
  • Lakukan manajemen stres. Stres dapat mempengaruhi kesehatan fisik sekaligus menurunkan kekebalan tubuh.

Masa kehamilan adalah masa yang membahagiakan sekaligus masa yang paling berat. Ibu dituntut untuk tetap sehat demi kesehatan janin dalam kandungan Anda.

Jika Anda positif terinfeksi penyakit TORCH, jangan panik. Percayalah bahwa dengan penanganan medis yang tepat, infeksi penyakit TORCH dapat ditangani. Konsistenlah melakukan perawatan dan jangan pernah melewatkan janji konsultasi dengan dokter. 

Bagaimanapun, tetaplah tenang dan nikmati masa kehamilan Anda. Jangan biarkan infeksi ini membuat Anda stres dan berdampak pada bayi Anda.

Read More
Penyakit

Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi Kejang yang Perlu Anda Ketahui

Kejang adalah gangguan aktivitas listrik di otak. Kondisi ini sering kali ditandai oleh gerakan tubuh yang tidak terkendali dan disertai hilangnya kesadaran. Kejang bisa menjadi tanda adanya penyakit pada otak, atau kondisi lain yang memengaruhi fungsi otak. Ada banyak mitor atau tradisi yang biasanya dilakukan saat menolong seseorang yang mengalami kejang. Padahal, belum tentu semuanya benar. Membekali diri dengan pengetahuan tentang cara mengatasi kejang sangat penting, seperti jangan memasukaan apapun ke dalam mulut pasien.

Syarat utamanya adalah jangan panik ketika melihat orang di sekitar mengalami kejang. Sebagian besar kejang tidak akan berlangsung lama, bahkan ada yang hanya berlangsung sekitar 20 detik seperti petit mal pada anak-anak. Berteriak atau mengguncang tubuh orang kejang juga tidak perlu dilakukan karena justru tidak membantu.

Cara mengatasi kejang yang tepat

Saat melihat ada orang yang mengalami kejang, tugas orang yang berada di sekitarnya adalah memastikan tida ada risiko terjadi cedera atau masalah serius lainnya. Tahapan cara mengatasi kejang yang tepat sesuai arahan National Institute of Neurological Disorders and Stroke adalah:

  1. Gulingkan orang yang kejang ke satu sisi untuk menghindari risiko tersedak air liur
  2. Beri alas di kepala orang yang kejang
  3. Longgarkan kerah baju sehingga bisa bernapas lebih leluasa
  4. Pengang rahang perlahan dan arahkan kepala mendongak agar jalur pernapasan terbuka
  5. Jangan menahan gerakan orang yang sedang kejang, kecuali lokasi kejadian cukup berbahaya seperti di pinggir kolam atau tangga.
  6. Jangan masukkan benda apapun ke mulut (obat, benda padat, air) karena berisiko menyebabkan tersedak. Orang yang kejang bisa menggigit lidahnya sendiri adalah mitos.
  7. Jauhkan benda tajan di sekitar orang yang kejang
  8. Hitung durasi terjadinya kejang, gejalanya, kemudian sampaikan kepada tenaga medis saat sudah tiba.
  9. Tetap berada di samping orang yang mengalami kejang hingga mereda
  10. Tetap tenang
  11. Jangan berteriak atau mengguncangkan tubuh orang yang mengalami kejang karena tidak akan membantu apa pun.
  12. Minta orang di sekitar untuk memberikan ruang dan tidak menonton kejadian.
  13. Setelah kejang reda, tanyakan butuh bantuan apa atau siapa yang perlu dihubungi.

Kejang atau epilepsi terjadi karena ada masalah pada aktivitas otak. Ada banyak sekali jenis kejang, gejala utamanya adalah gerakan repetitif yang tidak terduga. Pada kejang klasik, istilah medisnya adalah generalized tonic-clonic seizure.Selain itu, kejang juga bisa terjadi berulang meski tanpa ada pemicu. Jenis pemicunya bisa karena terpapar zat beracun, trauma di kepala, atau konsumsi obat berbahaya.

Sebagian besar orang yang mengalami kejang tahu betul kondisi yang mereka alami. Ada yang rutin mengonsumsi obat untuk mengendalikan gejala atau menjalani terapi diet tertentu.

Terlepas dari apakah kejang yang dialami seseorang perlu mendapatkan penanganan medis darurat atau tidak, catat gejala yang terjadi dan durasinya. Apabila kejang terjadi saat berada di jalanan atau lingkungan yang berbahaya, sebisa mungkin jauhkan orang yang mengalaminya dari tempat itu.

Read More

8 Fakta Mengejutkan tentang Leukemia Limfobatik

Leukimia atau kanker darah putih sudah populer di telinga banyak orang. Penyakit ini disebabkan oleh produksi sel darah putih yang terlampau banyak di dalam tubuh sehingga membuat perannya menjadi kebalikan. Seharusnya, sel darah putih mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Akan tetapi, jumlahnya yang berlebihan justru memicu gangguan dan peradangan parah dalam tubuh. Namun ternyata leukemia ada banyak jenis, loh. Salah satunya adalah leukemia limfobatik.

Sama seperti leukemia pada umumnya, leukimia limfobatik membuat produksi sel darah putih dalam tubuh meningkat tajam. Tidak hanya menciptakan sel darah putih yang matang, adanya sel kanker ini juga membuat munculnya sel-sel darah putih yang tidak matang yang membuat kondisi tubuh semakin tidak baik. Parahnya lagi, leukemia limfobatik termasuk jenis kanker agresif yang tingkat pertumbuhan selnya amat cepat.

Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai jenis leukemia tersebut. Beberapa di antaranya mungkin membuat Anda tercengang karena nyatanya leukemia limfobatik tidak bisa disamakan dengan leukemia biasa!

Sasar Anak-anak dan Lansia

Umumnya, sel kanker akan lebih agresif ketika diderita oleh orang-orang berusia produktif. Namun nyatanya untuk leukemia limfobatik, anak-anak dan orang tua berusia di atas 50 tahunlah yang paling rentan terkena penyakit ini karena sel kanker melaju sangat kencang. Sekitar 60 persen penderita leukemia limfobatik ternyata merupakan anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Produktif Turun Risiko

Jika penyakit kanker pada umumnya rentang menyerang usia produktif, berbeda dengan leukemia limfobatik. Menurut American Cancer Society, orang-orang berusia 20 tahun ke atas yang masuk ke dalam kategori produktif nyatanya memiliki risiko yang lebih rentan untuk terserang penyakit ini.

Pria Lebih Rentan

Jika dilihat dari statistic penderita, ternyata pasien leukemia limfobatik lebih banyak yang berjenis kelamin laki-laki dibandingkan perempuan. Namun, belum diketahui secara pasti mengenai penyebab lebih rentan pria terkena penyakit ini dibandingkan wanita.

Risiko Orang Kulit Putih

Menurut penelitian, orang-orang berkulit putih lebih mudah terkena leukemia limfobatik dibandingkan orang-orang berkulit hitam. Secara lebih rinci penelitian tersebut menyebutkan, ras Kaukasoid yang menetap di dataran Eropa , Amerika Utara, dan Selandia Baru menjadi sasaran empuk penyakit yang satu ini.

Gejala Datar

Banyak orang tidak menyadari sedang mengidap leukemia limfobatik. Alasannya karena gejala dari jenis penyakit ini tampak datar. Beberapa gejala umum bahkan hanya terlihat seperti keringat yang berlebihan serta sakit pada tulang. Alhasil ketika akhirnya pasien tersebut diperiksa secara lebih terperinci, leukemia limfobatik yang diidapnya sudah memasuki tahap akut.

Tidak Mesti Perawatan

Leukemia limfobatik merupakan jenis kanker yang agresif. Akan tetapi uniknya, justru tidak banyak dokter yang menyarankan pengobatan khusus untuk penderitanya. Orang-orang yang terkena leukemia limfobatik hanya disarankan melakukan kontrol agar pergerakan kankernya terpantau terus oleh tim medis. Perawatan baru diberikan ketika pasien yang bersangkutan sudah memiliki tingkat keparahan sel yang memasuki kronis.

Simalakama Kemoterapi

Penderita kanker umumnya dirujuk untuk melakukan kemoterapi guna bisa membunuh sel kanker yang menjadi sumber penyakit. Namun, hal tersebut menjadi sulit bagi penderita leukemia limfobatik. Soalnya ketika kemoterapi dijalankan, sel-sel darah putih yang sehat, yang berfungsi untuk pertahanan tubuh, juga bisa ikut musnah.

Terpengaruh Sindrom Turunan

Leukemia limfobatik sebenarnya bukan merupakan jenis penyakit turunan. Namun, beberapa kondisi genetik turunan yang menyebabkan kondisi tertentu bisa memicu lebih rentannya orang tersebut terkena jenis leukemia yang satu ini. Contoh sindrom turunan yang bisa menjadi risiko leukemia limfobatik, seperti down syndrome juga anemia fanconi.

Dengan mempertimbangkan berbagai fakta di atas, tidak ada salahnya melakukan pengecekan kesehatan tubuh secara menyeluruh dalam waktu rutin. Tujuannya jelas, apabila ada indikasi leukemia limfobatik, tim medis bisa segera menanganinya.

Read More
Penyakit

Ketahui, 4 Dampak Buruk Pedofilia terhadap Anak!

Pedofilia adalah suatu gangguan atau kelainan seksual pada orang dewasa terhadap anak-anak yang belum mengalami pubertas. Kondisi penyimpangan seksual ini merupakan kasus yang paling sering terjadi hingga dibawa ke pengadilan. Pedofilia telah dicap sebagai kejahatan pada anak, karena memberikan dampak buruk bagi korban. Lebih parahnya, banyak kasus pedofilia dilakukan oleh pelaku dengan karakter lembut dan terlihat seperti orang normal pada umumnya. Akibatnya, banyak Ibu yang tidak bisa mengenali pelaku pedofil di luar sana.

Mengenal jenis pedofilia.

Para psikiater sepakat menganggap pedofilia sebagai gangguan mental, bukan preferensi seksual. Bahkan, di banyak negara, pedofilia dikategorikan sebagai kasus pidana, termasuk Indonesia. Secara umum, pedofilia dibagi menjadi dua jenis sesuai dengan jenis kelamin korbannya.

  1. Pedofilia heteroseksual, yaitu pelaku pedofilia yang memiliki objek sasarannya dengan jenis kelamin yang berbeda.
  2. Pedofilia homoseksual, yaitu pelaku pedofilia yang sasaran objek seksualnya dengan jenis kelamin yang sama.

Menurut Teddy Hidayat, dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin, pedofilia dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

  1. Immature pedophiles, yaitu pelaku cenderung melakukan pendekatan kepada sasarannya yang masih anak-anak. Contohnya pada kasus Emon yang mengiming-imingi korbannya sebelum beraksi. Biasanya, orang dengan tipe ini kurang dapat bergaul dengan orang dewasa.
  2. Regressed pedophiles, yaitu pemilik kelainan seksual yang sudah memiliki istri, namun dijadikan sebagai kedok penyimpangan seksual. Tidak jarang, pasangan seperti ini memiliki masalah seksual dalam rumah tangganya.
  3. Agressive pedophiles, yaitu pelaku cenderung anti-sosial terhadap lingkungannya. Biasanya, punya keinginan menyerang hingga membunuh, setelah menikmati korban. Contoh kasusnya adalah Robot Gedek.

Dampak anak yang mengalami kekerasan seksual.

Menurut Seto Mulyadi, ahli kejiwaan anak, korban pedofilia akan memiliki rasa percaya diri yang kurang dan pandangan negatif terhadap seksual. Pedofilia adalah bentuk penyiksaan pada anak yang mengakibatkan depresi, trauma, dan gelisah. Secara umum, dampak buruk yang dapat terjadi pada anak dalam jangka panjang adalah sebagai berikut.

  1. Perilaku.
    • Suka berbuah mendadak, misalnya dari bahagia ke depresi, dari bersahabat ke menyendiri, dari komunikatif ke pendiam.
    • Mengalami gangguan tidur, seperti sulit tidur, terjaga dalam waktu yang cukup lama, dan bermimpi buruk.
    • Takut dan atau menghindar dari orang-orang tertentu, kabur dari rumah, jadi nakal, atau suka bolos sekolah.
  2. Kognitif.
    • Sulit konsentrasi dan suka melamun.
    • Hilangnya minta untuk belajar ke sekolah.
    • Reaksi berlebihan saat ada orang yang tiba-tiba mendekat.
  3. Sosial dan emosional.
    • Kurang percaya diri dan merasa tidak dihargai.
    • Mengisolasi diri dari luar, termasuk teman-teman sekitar.
    • Sering merasa cemas berlebihan dan sulit mempercayai orang lain.
  4. Fisik.
    • Terdapat luka di area alat kelamin, bahkan bisa mengidap penyakit kelamin.
    • Sering merasa sakit yang tidak jelas, seperti sakit kepala dan sakit perut.
    • Berat badan menurun, karena nafsu makan berkurang dan sering muntah.

Dampak buruk dari korban pedofilia bergantung pada kepribadian, cara mengatasi masalah, cara memanipulasi kognisi, serta dukungan sosial yang diberikan untuk korban. Meskipun dampak yang dialami berbeda-beda, sebagian besar korban akan mengalami efek traumatis yang ikut memengaruhi perilakunya sehari-hari atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Catatan

Anak-anak yang mengalami kekerasan seksual sudah seharusnya dilindungi. Bahkan, pada anak yang kondisi psikisnya semakin memburuk, perlu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, pelaku penyimpangan seksual perlu diberikan penanganan berupa terapi untuk membantu mengatasi gangguan pedofilia yang dialami.

Read More

Apa itu Angioedema? Berikut Penjelasannya

Angioedema adalah bentuk reaksi alergi pada kulit atau membran mukosa. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan pada lapisan kulit bagian dalam.

Kondisi bengkak yang muncul karena reaksi alergi disebut dengan angioedema, meskipun pada umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan bekas setelah penyembuhan. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan para penderitanya sulit bernapas karena munculnya pembengkakan yang terjadi di saluran pernapasan manusia.

Kondisi bengkak yang muncul karena reaksi alergi disebut dengan angioedema, meskipun pada umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan bekas setelah penyembuhan.. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan para penderitanya sulit bernapas karena munculnya pembengkakan yang terjadi di saluran pernapasan manusia.

Dalam beberapa kasus, penderita penyakit ini juga mengalami urtikaria atau juga disebut dengan biduran. Kedua kondisi ini memang terlihat sama, yang membedakan pada penyakit ini adalah terjadi di lapisan bawah kulit. Sementara, bengkak pada biduran muncul dan terjadi di permukaan kulit manusia.

Gejala Angioedema

Gejala utama yang muncul pada seseorang penderita penyakit ini adalah bengkak yang muncul di bawah permukaan kulit. Munculnya pembengkakan ini disebabkan karena adanya penumpukan cairan di lapisan kulit bagian dalam, selain itu juga bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh lain seperti area sekitar mata, lidah, tangan, kaki dan kelamin.

Dalam kasus yang sudah parah, pembengkakan ini juga bisa terjadi pada bagian dalam tenggorokan dan perut. Kondisi yang muncul biasanya tidak menimbulkan gatal, namun pada kondisi idiopathic dan allergic, bengkak yang muncul akan disertai dengan biduran atau urtikaria yang menjadi penyebab munculnya rasa gatal, berikut beberapa gejala lain yang bisa muncul.

  • Merasakan sensasi panas dan nyeri, tepat pada area yang mengalami pembengkakan.
  • Mengalami sesak napas, yang diakibatkan karena pembengkakan di tenggorokan dan paru-paru.
  • Kondisi mata memerah, hal ini diakibatkan karena adanya pembengkakan di konjungtiva.

Jenis Angioedema

  • Allergic

Seseorang yang mengalami pembengkakan jenis ini disebabkan karena alergi terhadap beberapa bahan tertentu, seperti makanan terutama kacang, kerang, susu dan telur. Kemudian alergi obat, seperti antibiotik, aspirin dan antiinflamasi nonsteroid. Lalu alergi terhadap gigitan serangga, seperti lebah dan alergi pada lateks atau sejenis karet bahan sarung tangan karet.

  • Drug-Induced

Kondisi pembengkakan ini muncul karena seseorang menggunakan obat tertentu meskipun tidak memiliki alergi obat. Bengkak yang muncul biasanya sesaat setelah penggunaan obat, tetapi juga bisa muncul dalam beberapa bulan hingga tahun setelah penggunaan obat. 

Beberapa jenis obat penyebab kondisi ini seperti obat antiinflamasi nonsteroid, obat hipertensi golongan ACE seperti ramipril, perindopril dan lisinopril, serta obat hipertensi golongan ARB seperti valstartan, losartan dan irbesartan.

  • Hereditary

Pembengkakan jenis ini disebabkan karena seseorang kekurangan protein penghambat C1-esterase di dalam darah. Protein ini berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, jika seseorang kekurangan protein ini maka sistem imun akan berbalik menyerang tubuh dan menimbulkan gejala pembengkakan.

Kondisi ini disebabkan beberapa hal yang berhubungan dengan perilaku seseorang, seperti mengalami depresi atau stres, kemudian akibat prosedur bedah atau perawatan gigi, penggunaan pil KB, kehamilan hingga seseorang mengalami cedera atau infeksi. Namun, seseorang yang mengalami pembengkakan jenis ini berisiko menurunkan penyakit ini ke anaknya.

  • Idiopathic

Terlepas dari faktor yang dijelaskan di atas, sebagian besar kasus angioedema tidak diketahui penyebab pastinya. Namun, para ahli memiliki dugaan bahwa kondisi tersebut muncul karena adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Beberapa penyebab yang membuat munculnya idiopathic adalah seperti stres, mengenakan pakaian berat dan olahraga terlalu berat.

Selain itu, cuaca atau iklim yang terlalu panas juga bisa menjadi penyebab munculnya pembengkakan tersebut. Tak hanya itu, konsumsi alkohol, kafein dan makanan pedas serta kondisi medis seperti lupus atau limfoma meski sangat jarang bisa menjadi penyebab munculnya idiopathic ini.

Kondisi bengkak yang muncul karena reaksi alergi disebut dengan angioedema, meskipun pada umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan bekas setelah penyembuhan.. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan para penderitanya sulit bernapas karena munculnya pembengkakan yang terjadi di saluran pernapasan manusia.

Dalam beberapa kasus, penderita penyakit ini juga mengalami urtikaria atau juga disebut dengan biduran. Kedua kondisi ini memang terlihat sama, yang membedakan pada penyakit ini adalah terjadi di lapisan bawah kulit. Sementara, bengkak pada biduran muncul dan terjadi di permukaan kulit manusia.

Gejala Angioedema

Gejala utama yang muncul pada seseorang penderita penyakit ini adalah bengkak yang muncul di bawah permukaan kulit. Munculnya pembengkakan ini disebabkan karena adanya penumpukan cairan di lapisan kulit bagian dalam, selain itu juga bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh lain seperti area sekitar mata, lidah, tangan, kaki dan kelamin.

Dalam kasus yang sudah parah, pembengkakan ini juga bisa terjadi pada bagian dalam tenggorokan dan perut. Kondisi yang muncul biasanya tidak menimbulkan gatal, namun pada kondisi idiopathic dan allergic, bengkak yang muncul akan disertai dengan biduran atau urtikaria yang menjadi penyebab munculnya rasa gatal, berikut beberapa gejala lain yang bisa muncul.

  • Merasakan sensasi panas dan nyeri, tepat pada area yang mengalami pembengkakan.
  • Mengalami sesak napas, yang diakibatkan karena pembengkakan di tenggorokan dan paru-paru.
  • Kondisi mata memerah, hal ini diakibatkan karena adanya pembengkakan di konjungtiva.

Jenis Angioedema

  • Allergic

Seseorang yang mengalami pembengkakan jenis ini disebabkan karena alergi terhadap beberapa bahan tertentu, seperti makanan terutama kacang, kerang, susu dan telur. Kemudian alergi obat, seperti antibiotik, aspirin dan antiinflamasi nonsteroid. Lalu alergi terhadap gigitan serangga, seperti lebah dan alergi pada lateks atau sejenis karet bahan sarung tangan karet.

  • Drug-Induced

Kondisi pembengkakan ini muncul karena seseorang menggunakan obat tertentu meskipun tidak memiliki alergi obat. Bengkak yang muncul biasanya sesaat setelah penggunaan obat, tetapi juga bisa muncul dalam beberapa bulan hingga tahun setelah penggunaan obat. 

Beberapa jenis obat penyebab kondisi ini seperti obat antiinflamasi nonsteroid, obat hipertensi golongan ACE seperti ramipril, perindopril dan lisinopril, serta obat hipertensi golongan ARB seperti valstartan, losartan dan irbesartan.

  • Hereditary

Pembengkakan jenis ini disebabkan karena seseorang kekurangan protein penghambat C1-esterase di dalam darah. Protein ini berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, jika seseorang kekurangan protein ini maka sistem imun akan berbalik menyerang tubuh dan menimbulkan gejala pembengkakan.

Kondisi ini disebabkan beberapa hal yang berhubungan dengan perilaku seseorang, seperti mengalami depresi atau stres, kemudian akibat prosedur bedah atau perawatan gigi, penggunaan pil KB, kehamilan hingga seseorang mengalami cedera atau infeksi. Namun, seseorang yang mengalami pembengkakan jenis ini berisiko menurunkan penyakit ini ke anaknya.

  • Idiophatic

Terlepas dari faktor yang dijelaskan di atas, sebagian besar kasus angioedema tidak diketahui penyebab pastinya. Namun, para ahli memiliki dugaan bahwa kondisi tersebut muncul karena adany gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Beberapa penyebab yang membuat munculnya idiophatic adalah seperti stres, mengenakan pakaian berat dan olahraga terlalu berat.

Selain itu, cuaca atau iklim yang terlalu panas juga bisa menjadi penyebab munculnya pembengkakan tersebut. Tak hanya itu, konsumsi alkohol, kafein dan makanan pedas serta kondisi medis seperti lupus atau limfoma meski sangat jarang bisa menjadi penyebab munculnya idiophatic ini.

Read More

Bahan Alami untuk Mengatasi Limfadenitis Tanpa Efek Samping

Limfadenitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan virus, yang mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai penyaring sesuatu yang “berbahaya” bagi tubuh, mulai dari bakteri, virus, hingga jamur. Kelenjar getah bening termasuk ke dalam rangkaian sistem kekebalan tubuh kita. Namun, beberapa kondisi dapat menyebabkan fungsi kelenjar itu terganggu. Salah satunya adalah limfadenitis.

Limfadenitis merupakan istilah medis untuk menyebut peradangan atau pembengkakan di kelenjar getah bening. Pembengkakan itu terjadi karena infeksi. Selain itu, respons kelenjar getah bening terhadap penyakit, stres, atau infeksi juga dapat membuatnya membengkak.

Mengingat begitu pentingnya fungsi dan peran kelenjar getah bening dalam mekanisme tubuh kita, menjaganya tetap sehat adalah suatu keharusan. Banyak upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari atau mengatasi limfadenitis, salah satunya dengan bahan-bahan alami yang berkhasiat, seperti:

  • Vitamin C 

Vitamin C dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Vitamin C juga mengurangi kemungkinan mengembangkan komplikasi dari infeksi, seperti limfadenitis. Sebab kelenjar getah bening yang membengkak adalah tanda infeksi yang sudah ada dalam tubuh. Anda bisa mendapat asupan vitamin C melalui makanan seperti nanas, kangkung, jeruk bali, stroberi, jeruk dan pepaya. 

  • Madu Manuka 

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Pasifik Asia untuk Biomedis Tropis, madu manuka menunjukkan aktivitas bakterisidal yang signifikan terhadap bakteri resisten antibiotik yang menyebabkan infeksi serius. Para peneliti berpendapat karena madu manuka dan madu mentah, memiliki tingkat pH rendah dan kadar gula yang tinggi, maka dapat menghambat pertumbuhan mikroba. 

Madu manuka khususnya dapat menghentikan pertumbuhan bakteri di seluruh tubuh dan membantu mengobati infeksi bakteri yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening. Carilah Madu Manuka yang memiliki peringkat UMF10 atau lebih tinggi. Peringkat ini menjamin bahwa madu memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan dan diakui oleh perusahaan berlisensi di Selandia Baru. Peringkat UMF sebenarnya menguji kinerja antibakteri madu dan membandingkannya dengan fenol, desinfektan.

  • Bawang putih 

Studi menunjukkan bahwa bawang putih mentah, khususnya senyawa kimia yang ditemukan dalam bawang putih seperti allicin, sangat efektif membunuh mikroorganisme yang tak terhitung jumlahnya. Antimikroba, antivirus, dan antijamur yang terdapat di bawang putih dapat membantu meredakan infeksi yang menyebabkan limfadenitis. 

Cara mengkonsumsi bawang putih; hancurkan dan makan 2 hingga 3 siung bawang putih mentah setiap hari sampai infeksi hilang. Memotong bawang putih juga mengaktifkan enzim allinase di dalam sel bawang putih, yang menghasilkan allicin yang membantu mengobati infeksi. 

  • Minyak Oregano 

Sebuah studi pada tahun 2016 yang diterbitkan dalam Frontiers in Microbiology menunjukkan bahwa minyak oregano memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap beberapa strain bakteri yang kebal antibiotik. Minyak oregano menunjukkan efek bakterisidal terhadap 17 strain yang diuji. Minyak oregano juga efektif melawan infeksi virus dan jamur. 

Manfaat minyak oregano lebih baik dari antibiotik resep. Sebab menggunakan minyak oregano untuk mengobati infeksi cenderung tidak memiliki efek samping yang berbahaya, dibandingkan dengan antibiotik. Untuk mengobati infeksi yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening, minumlah minyak oregano dengan mengencerkan terlebih dahulu menggunakan air atau campur dengan minyak kelapa.

  • Cuka apel 

Asam asetat dalam cuka apel memiliki kemampuan unik untuk membunuh bakteri berbahaya dan mendorong pertumbuhan bakteri menguntungkan. Hal ini menjadikan cuka apel sebagai antibiotik alami yang membantu mengobati infeksi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cuka apel dapat digunakan sebagai tonik limfatik yang membantu mendetoksifikasi tubuh dan meningkatkan drainase limfatik. 

Ini akan membantu kelenjar getah bening untuk melindungi tubuh terhadap penyakit dan melawan bakteri. Untuk mengobati infeksi yang dapat menyebabkan gejala limfadenitis, ambil 2 sendok makan cuka apel dalam satu gelas air tiga kali sehari. Dapat pula dengan merendam kain cuci bersih dalam cuka apel dan mengoleskannya ke kelenjar getah bening yang meradang. 

  • Kompres dengan air dingin 

Mengompres dengan air dingin ke area yang meradang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Lakukan selama 10 hingga 15 menit beberapa kali sehari sampai pembengkakan berkurang. Menambahkan 1 hingga 2 tetes minyak pohon teh ke kompres juga akan membantu melawan infeksi yang menyebabkan limfadenitis.

Enam bahan dan cara mengobati limfadenitis secara alami di atas tentu bisa dipertimbangkan pada saat-saat pandemi sekarang. Mendatangi rumah sakit tentu amat berisiko. Namun, bukan berarti gejala yang Anda rasakan boleh dibiarkan begitu saja, kan?

Jika setelah mencoba seluruh bahan di atas, tetapi limfadenitis yang Anda rasakan tak kunjung membaik, barulah segera rujuk diri Anda ke dokter atau fasilitas kesehatan demi mendapatkan pertolongan medis yang lebih intensif.

Read More
Penyakit

Pijat Prostat, Terapi yang Diklaim Mampu Atasi Masalah Seksual

Ada banyak persoalan terkait organ reproduksi pria, mulai dari adanya rasa nyeri saat ejakulasi hingga disfungsi ereksi. Sebagian pria menyatakan bahwa persoalan mereka teratasi setelah menjalani pijat prostat.

Pijat prostat, prosedur apakah itu?

Pijat prostat tentu saja merupakan prosedur pijat yang dilakukan pada prostat pria. Kelenjar prostat pria terletak di depan dubur, antara kandung kemih dan penis, oleh sebab itu untuk melakukan prosedur pijat prostat, dokter akan memasukkan jari ke dubur pasien untuk memijat bagian prostat.

Tindakan pijat prostat ini ditujukan untuk peningkatan kualitas seksualitas seseorang. Klaim manfaat dari pijat prostat ini sebagian besar merupakan laporan masyarakat atau anekdotal. Penelitian ilmiah terkait hal ini masih sangat sedikit.

Minimnya penelitian ilmiah membuat prosedur ini masih menjadi kontroversi. Tidak mudah juga menemukan dokter yang menyediakan prosedur pijat prostat.

Klaim manfaat pijat prostat

Meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut, namun cukup banyak klaim manfaat terkait pijat prostat ini.

1. Membantu membersihkan saluran prostat

Di antara prostat dengan sistem reproduksi dan kemih pria, terdapat saluran. Memijat bagian prostat dipercaya menghasilkan cairan tertentu. Itu sebabnya, pijat prostat dianggap mampu membantu membersihkan saluran prostat.

2. Mengatasi rasa sakit ketika ejakulasi

Pria dapat mengalami rasa sakit ejakulasi karena saluran reproduksi terhambat. Seperti disebutkan sebelumnya, pijat prostat dapat membantu membersihkan saluran prostat yang dapat meredakan sumbatan tersebut.

Oleh sebab itu, tindakan pijat prostat diyakini dapat mengatasi rasa sakit saat ejakulasi.

3. Membantu menangani disfungsi ereksi

Konon, banyak pria yang melakukan stimulasi dan pijat prostat untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi, yaitu suatu kondisi di mana pria sulit mempertahankan ereksi penis.

Masih cukup banyak pria yang mengkombinasikan berbagai perawatan disfungsi ereksi lain dengan pijat prostat. Perawatan lain yang dapat dilakukan, antara lain penggunaan obat-obatan, pompa, dan implan.

4. Membantu melancarkan aliran urine

Saluran kencing atau uretra dikelilingi oleh kelenjar prostat. Pembengkakan atau peradangan yang terjadi pada prostat dapat menekan saluran uretra, sehingga mengganggu atau menghambat aliran urine.

Jika pijat prostat dapat memberikan hasil yang diharapkan, maka pembengkakan kelenjar prostat dapat diatasi dan aliran urine pun lancar kembali.

5. Mengatasi prostatitis

Prostatitis merupakan suatu peradangan yang terjadi pada kelenjar prostat. Dahulu, pijat prostat sering digunakan sebagai perawatan prostatitis. Namun, kini perawatan prostatitis tak lagi memanfaatkan prosedur pijat tersebut, melainkan menggunakan antibiotik.

Apakah pijat prostat aman?

Apabila Anda akan menjalani pijat prostat, pastikan prosedur tersebut dilakukan oleh tenaga profesional yang terlatih. Sebab jika dilakukan oleh tenaga yang tidak terlatih dapat membahayakan sistem reproduksi pasien.

Sebagai contoh, memijat prostat terlalu keras atau terlalu banyak memberikan tekanan, justru dapat memunculkan gejala dari gangguan yang dialami pasien. Tidak tertutup kemungkinan, prosedur yang kurang tepat malah memicu masalah baru.

Karena klaim manfaat pijat prostat masih bersifat anekdotal dan penelitian ilmiah terkait prosedur ini masih sangat minim, maka Anda perlu benar-benar mendiskusikannya dengan dokter jika ingin menjalani prosedur ini. Tanyakan kepada dokter segala manfaat dan risiko yang mungkin timbul.

Sebaiknya, Anda juga berdiskusi dengan dokter terkait alternatif terapi atau perawatan selain pijat prostat. Jenis perawatan lain yang lebih minim risiko dan didukung dengan data khasiat berdasarkan penelitian ilmiah.

Read More
Penyakit

Menilik Pentingnya Tes Asam Urat untuk Kesehatan

Penyakit asam urat mudah mengecoh diagnosis dokter karena sebagian besar gejalanya hampir sama dengan gejala penyakit lain. Terkadang, meski jumlah asam uratnya telah tinggi, tetapi tidak ada gejala yang dirasakan. Biasanya tes asam urat umumnya dianjurkan oleh dokter bila sering mengalami nyeri sendi atau nyeri punggung bagian bawah yang berkelanjutan.

Tes asam urat berfungsi untuk mengetahui kadar asam urat seseorang di dalam tubuh mereka dengan sampel darah atau urine, karena asam urat  dihasilkan dari kerusakan alami sel tubuh, juga dari makanan yang Anda makan. Tes asam urat juga bisa menjadi alat bantu untuk mendiagnosis dan memantau berbagai penyakit, seperti penyakit asam urat dan batu ginjal.

Ginjal menyaring sebagian besar Asam Urat dalam darah dan membuang kelebihan Asam Urat melalui air kencing. Beberapa jumlah asam juga terdapat dalam tinja. Kadar asam urat tinggi dalam darah menunjukkan bahwa

  • ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat tersebut dari darah
  • atau jumlah asam urat  yang dihasilkan dijaringan oleh tubuh terlampau tinggi.
  • Konsumsi makanan tinggi purin melebihi batas yang dapat dikompensasi tubuh
  • Diet rendah Purin,
  • penyakit Wilson (penyakit hati)
  • sindrom Fanconi (masalah dalam sekresi hormon diuretik)
  • obat-obatan tertentu seperti estrogen, glukosa, kortikosteroid, warfarin, allopurinol, obat yang diresepkan untuk menurunkan gejala gout
  • kehamilan

Manfaat Pemeriksaan Asam Urat

Tes darah dapat membantu mengukur dan memantau kadar Asam urat dalam darah. Pemeriksaan ini dapat membantu mendiagnosa Gout. Tes urin dengan urinalisis dapat digunakan untuk mendeteksi gangguan ginjal akibat batu ginjal asam urat.

Pemeriksaan atau tes ulang Asam Urat membantu Anda mengetahui apakah obat yang diresepkan bekerja atau tidak. Seringkali, dokter harus memantau kadar asam urat darah dari pasien yang menjalani kemoterapi atau terapi radiasi karena efek dari kemoterapi dan radiasi dapat membunuh sel-sel kanker sebagai konsekuensiya dapat meningkatkan asam urat.

Prosedur Tes Asam Urat

Berdasarkan sampel pemeriksaannya, secara umum ada dua metode yang bisa dilakukan untuk mengukur kadar asam urat dalam tubuh:

Sampel darah

Sebelum melakukan tes darah biasanya dokter akan meminta kita untuk berpuasa (tidak makan dan minum) sekitar 4 jam sebelum tes asam urat dilakukan. Selanjutnya, akan dilakukan pengambilan sampel darah dari pembuluh darah vena, umumnya pada lipatan lengan.

Prosedur pengambilan darah hanya berlangsung beberapa menit, lalu setelah itu bisa pulang. Sampel darah akan diperiksa di laboratorium, dan hasilnya bisa diambil dalam waktu beberapa jam hingga 1-2 hari.

Selain itu, ada juga tes asam urat yang dapat memberikan hasil dalam waktu cepat dan hanya menggunakan alat nirkabel yang sangat praktis. Tes ini dilakukan dengan menusukkan jarum kecil pada ujung jari, kemudian meneteskan darah yang keluar ke ujung alat periksa. Hasil tes akan muncul pada monitor dalam waktu beberapa menit.

Meski praktis dan cepat, pemeriksaan ini hanya bersifat skrining dan bukan diagnostik. Artinya, tes asam urat dengan cara ini hanya memberikan gambaran bagaimana kadar asam urat dalam tubuh. Jika hasilnya meningkat, Anda dianjurkan untuk memastikan kembali ke dokter di rumah sakit atau laboratorium.

Sampel urine

Tes asam urat ini dilakukan menggunakan sampel urine. Anda biasanya akan diberi wadah untuk menampung urine selama 24 jam. Isilah wadah tersebut dengan cara berikut:

  • Pada pagi hari, langsung buang air kecil (BAK) setelah bangun tidur. Urine pertama ini tidak perlu ditampung, tapi catat jam berapa Anda BAK.
  • Selanjutnya, tampung semua urine yang Anda keluarkan dalam 24 jam. Catat waktu setiap BAK dan selalu simpan kembali wadah penampung urine di kulkas atau kotak es.
  • Setelah berhasil mengumpulkan sampel urine selama 24 jam, serahkan wadah berisi urine ke laboratorium untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan bisa Anda dapatkan dalam waktu beberapa hari.

Beberapa tes diagnostik lainnya untuk asam urat di antaranya adalah:

  1. Tes cairan sendi, pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil cairan sendi yang bengkak menggunakan jarum suntik.
  2. Rontgen dengan sinar-X, apabila dicurigai menderita kondisi ini, penderita perlu melakukan rontgen untuk melihat lebih jauh penyebab peradangan yang terjadi pada sendi.
  3. CT-scan, pemeriksaan ini dapat mendeteksi di mana lokasi tumpukan kristal berada, meskipun tidak menimbulkan gejala.

***

Lantaran begitu banyak manfaatnya untuk kesehatan, itulah kiranya betapa penting kita melakukan tes asam urat. Apalagi bagi mereka yang masuk ke dalam golongan berisiko tinggi. Jadi, jangan sungkan untuk mendatangi fasilitas kesehatan untuk mengecek asam urat Anda.

Read More
Penyakit

Teratoma

Teratoma adalah salah satu jenis tumor yang melibatkan jaringan dan organ seperti gigi, tulang, dan otot. Teratoma biasanya terjadi pada bagian tulang ekor, ovarium, dan testis. Teratoma juga tidak menutup kemungkinan untuk muncul di bagian tubuh lain.

Orang-orang yang biasanya mengalami teratoma adalah wanita yang berusia di atas 45 tahun, namun tumor tersebut juga bisa terjadi pada bayi yang baru lahir, anak-anak, dan orang dewasa.

Jenis Teratoma

Secara umum, teratoma dibagi menjadi dua jenis, antara lain:

  • Teratoma matur

Teratoma matur adalah jenis teratoma yang terjadi di dalam tubuh manusia, namun biasanya jinak dan tidak dapat memicu kanker. Meskipun demikian, teratoma matur bisa terjadi kembali, bahkan jika seseorang telah menjalani operasi.

  • Teratoma imatur

Teratoma imatur adalah jenis teratoma yang terjadi di dalam tubuh manusia dan bisa memicu kanker. Teratoma imatur diklasifikasikan menjadi:

  • Cystic, teratoma yang berbentuk kantong dan memiliki cairan.
  • Solid, teratoma yang memiliki jaringan padat dimana keadaannya tidak tertutup.
  • Mixed, gabungan antara cystic dan solid.

Gejala

Pada awalnya, seseorang tidak merasakan gejala apapun, namun akan mengalami gejala tergantung lokasi yang terjadi. Gejala-gejala yang biasanya dialami penderita teratoma adalah sebagai berikut:

  • Rasa nyeri.
  • Pembengkakan.
  • Pendarahan.
  • Kadar alpha-fetoprotein (AFP) meningkat.
  • Kadar hCG meningkat.

Selain gejala yang disebutkan di atas, gejala yang dialami penderita bervariasi, namun tergantung lokasinya. Berikut yang kemungkinan dialami penderita:

  • Teratoma tulang ekor

Teratoma tulang ekor adalah jenis teratoma yang terjadi pada bayi dan anak-anak. Teratoma tulang ekor merupakan jenis teratoma yang sangat langka dimana hanya 1 dari 40.000 bayi atau anak yang berpotensi mengalami masalah ini.

Gejala yang dialami penderita teratoma tulang ekor adalah konstipasi, nyeri perut, nyeri ketika buang air kecil, pembengkakan pada bagian alat kelamin, dan kaki terasa lemah.

  • Teratoma ovarium

Teratoma ovarium dapat menimbulkan rasa nyeri pada bagian perut kiri atau kanan yang disebabkan oleh tumor yang berkembang. Sebagian orang yang mengalami teratoma ovarium juga merasa sakit kepala intens sehingga mereka kehilangan orientasi.

  • Teratoma testis

Gejala yang dialami penderita teratoma testis adalah pembengkakan pada testis. Orang-orang yang berusia antara 20 hingga 30 tahun sering mengalami teratoma testis.

Penyebab

Teratoma terjadi karena seseorang mengalami kelainan pada proses pertumbuhan sehingga sel di dalam tubuh berkembang tidak normal. Teratoma juga bisa terjadi karena sel germinal tubuh yang berkembang saat dalam kandungan.

Cara Untuk Menyembuhkan Teratoma

Teratoma dapat disembuhkan dengan cara berikut:

  • Teratoma tulang ekor

Jika teratoma tulang ekor terjadi saat berada dalam kandungan, dokter akan mendiagnosis apakah teratoma akan membesar atau tidak. Jika kecil, maka pasien dapat melakukan persalinan normal.

Jika pasien mengalami pertumbuhan teratoma, maka mereka perlu menjalani persalinan caesar. Dokter akan mengambil teratoma melalui prosedur operasi. Setelah itu, kondisi pasien perlu dipantau jika ada kemungkinan teratoma untuk tumbuh kembali dalam waktu 3 tahun.

  • Teratoma ovarium

Dokter akan melakukan prosedur operasi laparoskopi jika tumor pasien kecil. Namun, risiko yang dialami adalah tumor pecah dan mengeluarkan material sehingga terjadi peradangan pada dinding perut.

  • Teratoma testis

Dokter akan melakukan prosedur operasi jika pasien mengalami teratoma testis yang bersifat kanker. Pilihan lain yang dapat dokter coba adalah kemoterapi.

Walaupun teratoma merupakan salah satu penyakit yang langka dan bersifat jinak, ada kemungkinan bahwa pasien akan mengalami teratoma dalam waktu tertentu sehingga dokter perlu mengawasi kondisi mereka.

Read More

Kanker Lidah: Bagaimana Cara Mengatasinya?

Salah satu jenis penyakit kanker yang diderita oleh manusia adalah kanker lidah. Kanker lidah merupakan penyakit dimana sel-sel kanker memicu dan menyebar ke seluruh lidah yang dilalui secara bertahap.

Kanker lidah terjadi di dua tempat, antara lain di ujung lidah dan di pangkal lidah. Kanker lidah bisa dideteksi ketika menyebar ke kelenjar getah bening di bagian leher. Kanker lidah pada umumnya terjadi pada orang dewasa, namun orang yang berusia lebih dari 40 tahun memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker lidah.

Tahap Kanker Lidah

Sel kanker berupa tumor berperan dalam menyerang lidah sehingga manusia merasa kesulitan untuk menggerakan mulut. Kanker lidah terdiri dari 4 tahap, antara lain:

  1. Tahap pertama

Tahap ini terjadi dari bagian depan lidah dimana tumor mulai dibentuk dan ukuran awal mencapai 2 cm.

  • Tahap kedua

Tahap kedua terjadi ketika tumor tumbuh antara 2 hingga 4 cm.

  • Tahap ketiga

Tahap ketiga terjadi ketika tumor tumbuh lebih dari 4 cm.

  • Tahap keempat

Tahap keempat terjadi ketika tumor berukuran lebih dari 4 cm, namun bervariasi. Selain itu, sel-sel kanker mencapai getah bening.

Gejala

Gejala yang ditimbulkan oleh kanker lidah beragam. Gejala tersebut antara lain:

  • Bercak merah atau putih pada lidah.
  • Benjolan atau luka pada lidah.
  • Rasa nyeri di bagian lidah.
  • Suara serak.
  • Sakit tenggorokan.
  • Penebalan pada lapisan mulut.
  • Kesulitan dalam menggerakan rahang.
  • Rasa sakit pada bagian leher dan telinga.

Penyebab

Kanker lidah terjadi karena kebiasaan manusia sehari-hari, antara lain:

  • Merokok.
  • Minuman beralkohol.
  • Kurangnya perawatan pada bagian mulut berupa gigi dan gusi.
  • Penyakit keturunan.
  • Infeksi human papillomavirus (HPV).
  • Paparan kimia seperti asam sulfat.
  • Kurangnya nutrisi pada tubuh.
  • Daya tahan tubuh yang lemah.

Diagnosis

Sebelum menentukan cara untuk mengatasi kanker lidah, Anda sebaiknya melakukan diagnosis jika terindikasi penyakit tersebut atau tidak. Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik perlu dilakukan dengan teliti dari mulut hingga tenggorokan. Anda bisa langsung konsultasikan atau minta pemeriksaan fisik dengan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan bisa dilakukan untuk mengetahui seberapa parah penyakit kanker lidah yang tersebar pada tubuh manusia. Tes pencitraan meliputi CT scan dan MRI.

  • Biopsi

Biopsi dapat dilakukan dengan dua cara, antara lain biopsi sikat atau biopsi jaringan. Biopsi sikat dilakukan dengan menyikat bagian lidah yang terindikasi sel kanker. Biopsi jaringan meliputi pemotongan tumor di bagian lidah.

Perawatan

Setelah melakukan diagnosis, dokter akan menyarankan perawatan apa yang tepat untuk dijalani. Contohnya bisa dengan operasi, namun ini bergantung pada seberapa parah atau banyaknya tumor yang ada di bagian lidah. Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan dengan sebagai berikut:

  1. Radioterapi

Radioterapi meliputi sinar X-ray untuk membunuh sel kanker. Perawatan melalui radioterapi biasanya berlangsung selama beberapa minggu.

  • Kemoterapi

Kemoterapi berperan dalam menghancurkan kanker dengan sitotoksik. Beberapa orang menjalankan perawatan ini untuk mengecilkan kanker.

  • Obat kanker

Salah satu obat yang tepat untuk mencegah kanker adalah obat imunoterapi. Obat tersebut tidak hanya melawan sel-sel kanker, namun juga merangsang sistem kekebalan tubuh.

Pencegahan

Selain perawatan di atas, Anda juga perlu ubah gaya hidup agar mencegah terjadinya kanker lidah. Pola gaya hidup yang bisa Anda lakukan antara lain:

  • Perbanyak minum air mineral untuk mencegah dehidrasi dan kanker lidah. Jangan konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Ubah kebiasaan merokok dengan pola hidup yang sehat seperti berolahraga.
  • Anda sebaiknya secara rutin menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi dan pakai obat kumur bila perlu.
Read More