Penyakit

Ketahui, 4 Dampak Buruk Pedofilia terhadap Anak!

Pedofilia adalah suatu gangguan atau kelainan seksual pada orang dewasa terhadap anak-anak yang belum mengalami pubertas. Kondisi penyimpangan seksual ini merupakan kasus yang paling sering terjadi hingga dibawa ke pengadilan. Pedofilia telah dicap sebagai kejahatan pada anak, karena memberikan dampak buruk bagi korban. Lebih parahnya, banyak kasus pedofilia dilakukan oleh pelaku dengan karakter lembut dan terlihat seperti orang normal pada umumnya. Akibatnya, banyak Ibu yang tidak bisa mengenali pelaku pedofil di luar sana.

Mengenal jenis pedofilia.

Para psikiater sepakat menganggap pedofilia sebagai gangguan mental, bukan preferensi seksual. Bahkan, di banyak negara, pedofilia dikategorikan sebagai kasus pidana, termasuk Indonesia. Secara umum, pedofilia dibagi menjadi dua jenis sesuai dengan jenis kelamin korbannya.

  1. Pedofilia heteroseksual, yaitu pelaku pedofilia yang memiliki objek sasarannya dengan jenis kelamin yang berbeda.
  2. Pedofilia homoseksual, yaitu pelaku pedofilia yang sasaran objek seksualnya dengan jenis kelamin yang sama.

Menurut Teddy Hidayat, dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin, pedofilia dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

  1. Immature pedophiles, yaitu pelaku cenderung melakukan pendekatan kepada sasarannya yang masih anak-anak. Contohnya pada kasus Emon yang mengiming-imingi korbannya sebelum beraksi. Biasanya, orang dengan tipe ini kurang dapat bergaul dengan orang dewasa.
  2. Regressed pedophiles, yaitu pemilik kelainan seksual yang sudah memiliki istri, namun dijadikan sebagai kedok penyimpangan seksual. Tidak jarang, pasangan seperti ini memiliki masalah seksual dalam rumah tangganya.
  3. Agressive pedophiles, yaitu pelaku cenderung anti-sosial terhadap lingkungannya. Biasanya, punya keinginan menyerang hingga membunuh, setelah menikmati korban. Contoh kasusnya adalah Robot Gedek.

Dampak anak yang mengalami kekerasan seksual.

Menurut Seto Mulyadi, ahli kejiwaan anak, korban pedofilia akan memiliki rasa percaya diri yang kurang dan pandangan negatif terhadap seksual. Pedofilia adalah bentuk penyiksaan pada anak yang mengakibatkan depresi, trauma, dan gelisah. Secara umum, dampak buruk yang dapat terjadi pada anak dalam jangka panjang adalah sebagai berikut.

  1. Perilaku.
    • Suka berbuah mendadak, misalnya dari bahagia ke depresi, dari bersahabat ke menyendiri, dari komunikatif ke pendiam.
    • Mengalami gangguan tidur, seperti sulit tidur, terjaga dalam waktu yang cukup lama, dan bermimpi buruk.
    • Takut dan atau menghindar dari orang-orang tertentu, kabur dari rumah, jadi nakal, atau suka bolos sekolah.
  2. Kognitif.
    • Sulit konsentrasi dan suka melamun.
    • Hilangnya minta untuk belajar ke sekolah.
    • Reaksi berlebihan saat ada orang yang tiba-tiba mendekat.
  3. Sosial dan emosional.
    • Kurang percaya diri dan merasa tidak dihargai.
    • Mengisolasi diri dari luar, termasuk teman-teman sekitar.
    • Sering merasa cemas berlebihan dan sulit mempercayai orang lain.
  4. Fisik.
    • Terdapat luka di area alat kelamin, bahkan bisa mengidap penyakit kelamin.
    • Sering merasa sakit yang tidak jelas, seperti sakit kepala dan sakit perut.
    • Berat badan menurun, karena nafsu makan berkurang dan sering muntah.

Dampak buruk dari korban pedofilia bergantung pada kepribadian, cara mengatasi masalah, cara memanipulasi kognisi, serta dukungan sosial yang diberikan untuk korban. Meskipun dampak yang dialami berbeda-beda, sebagian besar korban akan mengalami efek traumatis yang ikut memengaruhi perilakunya sehari-hari atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Catatan

Anak-anak yang mengalami kekerasan seksual sudah seharusnya dilindungi. Bahkan, pada anak yang kondisi psikisnya semakin memburuk, perlu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, pelaku penyimpangan seksual perlu diberikan penanganan berupa terapi untuk membantu mengatasi gangguan pedofilia yang dialami.

Read More

Apa itu Angioedema? Berikut Penjelasannya

Angioedema adalah bentuk reaksi alergi pada kulit atau membran mukosa. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan pada lapisan kulit bagian dalam.

Kondisi bengkak yang muncul karena reaksi alergi disebut dengan angioedema, meskipun pada umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan bekas setelah penyembuhan. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan para penderitanya sulit bernapas karena munculnya pembengkakan yang terjadi di saluran pernapasan manusia.

Kondisi bengkak yang muncul karena reaksi alergi disebut dengan angioedema, meskipun pada umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan bekas setelah penyembuhan.. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan para penderitanya sulit bernapas karena munculnya pembengkakan yang terjadi di saluran pernapasan manusia.

Dalam beberapa kasus, penderita penyakit ini juga mengalami urtikaria atau juga disebut dengan biduran. Kedua kondisi ini memang terlihat sama, yang membedakan pada penyakit ini adalah terjadi di lapisan bawah kulit. Sementara, bengkak pada biduran muncul dan terjadi di permukaan kulit manusia.

Gejala Angioedema

Gejala utama yang muncul pada seseorang penderita penyakit ini adalah bengkak yang muncul di bawah permukaan kulit. Munculnya pembengkakan ini disebabkan karena adanya penumpukan cairan di lapisan kulit bagian dalam, selain itu juga bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh lain seperti area sekitar mata, lidah, tangan, kaki dan kelamin.

Dalam kasus yang sudah parah, pembengkakan ini juga bisa terjadi pada bagian dalam tenggorokan dan perut. Kondisi yang muncul biasanya tidak menimbulkan gatal, namun pada kondisi idiopathic dan allergic, bengkak yang muncul akan disertai dengan biduran atau urtikaria yang menjadi penyebab munculnya rasa gatal, berikut beberapa gejala lain yang bisa muncul.

  • Merasakan sensasi panas dan nyeri, tepat pada area yang mengalami pembengkakan.
  • Mengalami sesak napas, yang diakibatkan karena pembengkakan di tenggorokan dan paru-paru.
  • Kondisi mata memerah, hal ini diakibatkan karena adanya pembengkakan di konjungtiva.

Jenis Angioedema

  • Allergic

Seseorang yang mengalami pembengkakan jenis ini disebabkan karena alergi terhadap beberapa bahan tertentu, seperti makanan terutama kacang, kerang, susu dan telur. Kemudian alergi obat, seperti antibiotik, aspirin dan antiinflamasi nonsteroid. Lalu alergi terhadap gigitan serangga, seperti lebah dan alergi pada lateks atau sejenis karet bahan sarung tangan karet.

  • Drug-Induced

Kondisi pembengkakan ini muncul karena seseorang menggunakan obat tertentu meskipun tidak memiliki alergi obat. Bengkak yang muncul biasanya sesaat setelah penggunaan obat, tetapi juga bisa muncul dalam beberapa bulan hingga tahun setelah penggunaan obat. 

Beberapa jenis obat penyebab kondisi ini seperti obat antiinflamasi nonsteroid, obat hipertensi golongan ACE seperti ramipril, perindopril dan lisinopril, serta obat hipertensi golongan ARB seperti valstartan, losartan dan irbesartan.

  • Hereditary

Pembengkakan jenis ini disebabkan karena seseorang kekurangan protein penghambat C1-esterase di dalam darah. Protein ini berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, jika seseorang kekurangan protein ini maka sistem imun akan berbalik menyerang tubuh dan menimbulkan gejala pembengkakan.

Kondisi ini disebabkan beberapa hal yang berhubungan dengan perilaku seseorang, seperti mengalami depresi atau stres, kemudian akibat prosedur bedah atau perawatan gigi, penggunaan pil KB, kehamilan hingga seseorang mengalami cedera atau infeksi. Namun, seseorang yang mengalami pembengkakan jenis ini berisiko menurunkan penyakit ini ke anaknya.

  • Idiopathic

Terlepas dari faktor yang dijelaskan di atas, sebagian besar kasus angioedema tidak diketahui penyebab pastinya. Namun, para ahli memiliki dugaan bahwa kondisi tersebut muncul karena adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Beberapa penyebab yang membuat munculnya idiopathic adalah seperti stres, mengenakan pakaian berat dan olahraga terlalu berat.

Selain itu, cuaca atau iklim yang terlalu panas juga bisa menjadi penyebab munculnya pembengkakan tersebut. Tak hanya itu, konsumsi alkohol, kafein dan makanan pedas serta kondisi medis seperti lupus atau limfoma meski sangat jarang bisa menjadi penyebab munculnya idiopathic ini.

Kondisi bengkak yang muncul karena reaksi alergi disebut dengan angioedema, meskipun pada umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan bekas setelah penyembuhan.. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan para penderitanya sulit bernapas karena munculnya pembengkakan yang terjadi di saluran pernapasan manusia.

Dalam beberapa kasus, penderita penyakit ini juga mengalami urtikaria atau juga disebut dengan biduran. Kedua kondisi ini memang terlihat sama, yang membedakan pada penyakit ini adalah terjadi di lapisan bawah kulit. Sementara, bengkak pada biduran muncul dan terjadi di permukaan kulit manusia.

Gejala Angioedema

Gejala utama yang muncul pada seseorang penderita penyakit ini adalah bengkak yang muncul di bawah permukaan kulit. Munculnya pembengkakan ini disebabkan karena adanya penumpukan cairan di lapisan kulit bagian dalam, selain itu juga bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh lain seperti area sekitar mata, lidah, tangan, kaki dan kelamin.

Dalam kasus yang sudah parah, pembengkakan ini juga bisa terjadi pada bagian dalam tenggorokan dan perut. Kondisi yang muncul biasanya tidak menimbulkan gatal, namun pada kondisi idiopathic dan allergic, bengkak yang muncul akan disertai dengan biduran atau urtikaria yang menjadi penyebab munculnya rasa gatal, berikut beberapa gejala lain yang bisa muncul.

  • Merasakan sensasi panas dan nyeri, tepat pada area yang mengalami pembengkakan.
  • Mengalami sesak napas, yang diakibatkan karena pembengkakan di tenggorokan dan paru-paru.
  • Kondisi mata memerah, hal ini diakibatkan karena adanya pembengkakan di konjungtiva.

Jenis Angioedema

  • Allergic

Seseorang yang mengalami pembengkakan jenis ini disebabkan karena alergi terhadap beberapa bahan tertentu, seperti makanan terutama kacang, kerang, susu dan telur. Kemudian alergi obat, seperti antibiotik, aspirin dan antiinflamasi nonsteroid. Lalu alergi terhadap gigitan serangga, seperti lebah dan alergi pada lateks atau sejenis karet bahan sarung tangan karet.

  • Drug-Induced

Kondisi pembengkakan ini muncul karena seseorang menggunakan obat tertentu meskipun tidak memiliki alergi obat. Bengkak yang muncul biasanya sesaat setelah penggunaan obat, tetapi juga bisa muncul dalam beberapa bulan hingga tahun setelah penggunaan obat. 

Beberapa jenis obat penyebab kondisi ini seperti obat antiinflamasi nonsteroid, obat hipertensi golongan ACE seperti ramipril, perindopril dan lisinopril, serta obat hipertensi golongan ARB seperti valstartan, losartan dan irbesartan.

  • Hereditary

Pembengkakan jenis ini disebabkan karena seseorang kekurangan protein penghambat C1-esterase di dalam darah. Protein ini berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, jika seseorang kekurangan protein ini maka sistem imun akan berbalik menyerang tubuh dan menimbulkan gejala pembengkakan.

Kondisi ini disebabkan beberapa hal yang berhubungan dengan perilaku seseorang, seperti mengalami depresi atau stres, kemudian akibat prosedur bedah atau perawatan gigi, penggunaan pil KB, kehamilan hingga seseorang mengalami cedera atau infeksi. Namun, seseorang yang mengalami pembengkakan jenis ini berisiko menurunkan penyakit ini ke anaknya.

  • Idiophatic

Terlepas dari faktor yang dijelaskan di atas, sebagian besar kasus angioedema tidak diketahui penyebab pastinya. Namun, para ahli memiliki dugaan bahwa kondisi tersebut muncul karena adany gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Beberapa penyebab yang membuat munculnya idiophatic adalah seperti stres, mengenakan pakaian berat dan olahraga terlalu berat.

Selain itu, cuaca atau iklim yang terlalu panas juga bisa menjadi penyebab munculnya pembengkakan tersebut. Tak hanya itu, konsumsi alkohol, kafein dan makanan pedas serta kondisi medis seperti lupus atau limfoma meski sangat jarang bisa menjadi penyebab munculnya idiophatic ini.

Read More

Bahan Alami untuk Mengatasi Limfadenitis Tanpa Efek Samping

Limfadenitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan virus, yang mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai penyaring sesuatu yang “berbahaya” bagi tubuh, mulai dari bakteri, virus, hingga jamur. Kelenjar getah bening termasuk ke dalam rangkaian sistem kekebalan tubuh kita. Namun, beberapa kondisi dapat menyebabkan fungsi kelenjar itu terganggu. Salah satunya adalah limfadenitis.

Limfadenitis merupakan istilah medis untuk menyebut peradangan atau pembengkakan di kelenjar getah bening. Pembengkakan itu terjadi karena infeksi. Selain itu, respons kelenjar getah bening terhadap penyakit, stres, atau infeksi juga dapat membuatnya membengkak.

Mengingat begitu pentingnya fungsi dan peran kelenjar getah bening dalam mekanisme tubuh kita, menjaganya tetap sehat adalah suatu keharusan. Banyak upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari atau mengatasi limfadenitis, salah satunya dengan bahan-bahan alami yang berkhasiat, seperti:

  • Vitamin C 

Vitamin C dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Vitamin C juga mengurangi kemungkinan mengembangkan komplikasi dari infeksi, seperti limfadenitis. Sebab kelenjar getah bening yang membengkak adalah tanda infeksi yang sudah ada dalam tubuh. Anda bisa mendapat asupan vitamin C melalui makanan seperti nanas, kangkung, jeruk bali, stroberi, jeruk dan pepaya. 

  • Madu Manuka 

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Pasifik Asia untuk Biomedis Tropis, madu manuka menunjukkan aktivitas bakterisidal yang signifikan terhadap bakteri resisten antibiotik yang menyebabkan infeksi serius. Para peneliti berpendapat karena madu manuka dan madu mentah, memiliki tingkat pH rendah dan kadar gula yang tinggi, maka dapat menghambat pertumbuhan mikroba. 

Madu manuka khususnya dapat menghentikan pertumbuhan bakteri di seluruh tubuh dan membantu mengobati infeksi bakteri yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening. Carilah Madu Manuka yang memiliki peringkat UMF10 atau lebih tinggi. Peringkat ini menjamin bahwa madu memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan dan diakui oleh perusahaan berlisensi di Selandia Baru. Peringkat UMF sebenarnya menguji kinerja antibakteri madu dan membandingkannya dengan fenol, desinfektan.

  • Bawang putih 

Studi menunjukkan bahwa bawang putih mentah, khususnya senyawa kimia yang ditemukan dalam bawang putih seperti allicin, sangat efektif membunuh mikroorganisme yang tak terhitung jumlahnya. Antimikroba, antivirus, dan antijamur yang terdapat di bawang putih dapat membantu meredakan infeksi yang menyebabkan limfadenitis. 

Cara mengkonsumsi bawang putih; hancurkan dan makan 2 hingga 3 siung bawang putih mentah setiap hari sampai infeksi hilang. Memotong bawang putih juga mengaktifkan enzim allinase di dalam sel bawang putih, yang menghasilkan allicin yang membantu mengobati infeksi. 

  • Minyak Oregano 

Sebuah studi pada tahun 2016 yang diterbitkan dalam Frontiers in Microbiology menunjukkan bahwa minyak oregano memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap beberapa strain bakteri yang kebal antibiotik. Minyak oregano menunjukkan efek bakterisidal terhadap 17 strain yang diuji. Minyak oregano juga efektif melawan infeksi virus dan jamur. 

Manfaat minyak oregano lebih baik dari antibiotik resep. Sebab menggunakan minyak oregano untuk mengobati infeksi cenderung tidak memiliki efek samping yang berbahaya, dibandingkan dengan antibiotik. Untuk mengobati infeksi yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening, minumlah minyak oregano dengan mengencerkan terlebih dahulu menggunakan air atau campur dengan minyak kelapa.

  • Cuka apel 

Asam asetat dalam cuka apel memiliki kemampuan unik untuk membunuh bakteri berbahaya dan mendorong pertumbuhan bakteri menguntungkan. Hal ini menjadikan cuka apel sebagai antibiotik alami yang membantu mengobati infeksi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cuka apel dapat digunakan sebagai tonik limfatik yang membantu mendetoksifikasi tubuh dan meningkatkan drainase limfatik. 

Ini akan membantu kelenjar getah bening untuk melindungi tubuh terhadap penyakit dan melawan bakteri. Untuk mengobati infeksi yang dapat menyebabkan gejala limfadenitis, ambil 2 sendok makan cuka apel dalam satu gelas air tiga kali sehari. Dapat pula dengan merendam kain cuci bersih dalam cuka apel dan mengoleskannya ke kelenjar getah bening yang meradang. 

  • Kompres dengan air dingin 

Mengompres dengan air dingin ke area yang meradang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Lakukan selama 10 hingga 15 menit beberapa kali sehari sampai pembengkakan berkurang. Menambahkan 1 hingga 2 tetes minyak pohon teh ke kompres juga akan membantu melawan infeksi yang menyebabkan limfadenitis.

Enam bahan dan cara mengobati limfadenitis secara alami di atas tentu bisa dipertimbangkan pada saat-saat pandemi sekarang. Mendatangi rumah sakit tentu amat berisiko. Namun, bukan berarti gejala yang Anda rasakan boleh dibiarkan begitu saja, kan?

Jika setelah mencoba seluruh bahan di atas, tetapi limfadenitis yang Anda rasakan tak kunjung membaik, barulah segera rujuk diri Anda ke dokter atau fasilitas kesehatan demi mendapatkan pertolongan medis yang lebih intensif.

Read More
Penyakit

Pijat Prostat, Terapi yang Diklaim Mampu Atasi Masalah Seksual

Ada banyak persoalan terkait organ reproduksi pria, mulai dari adanya rasa nyeri saat ejakulasi hingga disfungsi ereksi. Sebagian pria menyatakan bahwa persoalan mereka teratasi setelah menjalani pijat prostat.

Pijat prostat, prosedur apakah itu?

Pijat prostat tentu saja merupakan prosedur pijat yang dilakukan pada prostat pria. Kelenjar prostat pria terletak di depan dubur, antara kandung kemih dan penis, oleh sebab itu untuk melakukan prosedur pijat prostat, dokter akan memasukkan jari ke dubur pasien untuk memijat bagian prostat.

Tindakan pijat prostat ini ditujukan untuk peningkatan kualitas seksualitas seseorang. Klaim manfaat dari pijat prostat ini sebagian besar merupakan laporan masyarakat atau anekdotal. Penelitian ilmiah terkait hal ini masih sangat sedikit.

Minimnya penelitian ilmiah membuat prosedur ini masih menjadi kontroversi. Tidak mudah juga menemukan dokter yang menyediakan prosedur pijat prostat.

Klaim manfaat pijat prostat

Meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut, namun cukup banyak klaim manfaat terkait pijat prostat ini.

1. Membantu membersihkan saluran prostat

Di antara prostat dengan sistem reproduksi dan kemih pria, terdapat saluran. Memijat bagian prostat dipercaya menghasilkan cairan tertentu. Itu sebabnya, pijat prostat dianggap mampu membantu membersihkan saluran prostat.

2. Mengatasi rasa sakit ketika ejakulasi

Pria dapat mengalami rasa sakit ejakulasi karena saluran reproduksi terhambat. Seperti disebutkan sebelumnya, pijat prostat dapat membantu membersihkan saluran prostat yang dapat meredakan sumbatan tersebut.

Oleh sebab itu, tindakan pijat prostat diyakini dapat mengatasi rasa sakit saat ejakulasi.

3. Membantu menangani disfungsi ereksi

Konon, banyak pria yang melakukan stimulasi dan pijat prostat untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi, yaitu suatu kondisi di mana pria sulit mempertahankan ereksi penis.

Masih cukup banyak pria yang mengkombinasikan berbagai perawatan disfungsi ereksi lain dengan pijat prostat. Perawatan lain yang dapat dilakukan, antara lain penggunaan obat-obatan, pompa, dan implan.

4. Membantu melancarkan aliran urine

Saluran kencing atau uretra dikelilingi oleh kelenjar prostat. Pembengkakan atau peradangan yang terjadi pada prostat dapat menekan saluran uretra, sehingga mengganggu atau menghambat aliran urine.

Jika pijat prostat dapat memberikan hasil yang diharapkan, maka pembengkakan kelenjar prostat dapat diatasi dan aliran urine pun lancar kembali.

5. Mengatasi prostatitis

Prostatitis merupakan suatu peradangan yang terjadi pada kelenjar prostat. Dahulu, pijat prostat sering digunakan sebagai perawatan prostatitis. Namun, kini perawatan prostatitis tak lagi memanfaatkan prosedur pijat tersebut, melainkan menggunakan antibiotik.

Apakah pijat prostat aman?

Apabila Anda akan menjalani pijat prostat, pastikan prosedur tersebut dilakukan oleh tenaga profesional yang terlatih. Sebab jika dilakukan oleh tenaga yang tidak terlatih dapat membahayakan sistem reproduksi pasien.

Sebagai contoh, memijat prostat terlalu keras atau terlalu banyak memberikan tekanan, justru dapat memunculkan gejala dari gangguan yang dialami pasien. Tidak tertutup kemungkinan, prosedur yang kurang tepat malah memicu masalah baru.

Karena klaim manfaat pijat prostat masih bersifat anekdotal dan penelitian ilmiah terkait prosedur ini masih sangat minim, maka Anda perlu benar-benar mendiskusikannya dengan dokter jika ingin menjalani prosedur ini. Tanyakan kepada dokter segala manfaat dan risiko yang mungkin timbul.

Sebaiknya, Anda juga berdiskusi dengan dokter terkait alternatif terapi atau perawatan selain pijat prostat. Jenis perawatan lain yang lebih minim risiko dan didukung dengan data khasiat berdasarkan penelitian ilmiah.

Read More
Penyakit

Menilik Pentingnya Tes Asam Urat untuk Kesehatan

Penyakit asam urat mudah mengecoh diagnosis dokter karena sebagian besar gejalanya hampir sama dengan gejala penyakit lain. Terkadang, meski jumlah asam uratnya telah tinggi, tetapi tidak ada gejala yang dirasakan. Biasanya tes asam urat umumnya dianjurkan oleh dokter bila sering mengalami nyeri sendi atau nyeri punggung bagian bawah yang berkelanjutan.

Tes asam urat berfungsi untuk mengetahui kadar asam urat seseorang di dalam tubuh mereka dengan sampel darah atau urine, karena asam urat  dihasilkan dari kerusakan alami sel tubuh, juga dari makanan yang Anda makan. Tes asam urat juga bisa menjadi alat bantu untuk mendiagnosis dan memantau berbagai penyakit, seperti penyakit asam urat dan batu ginjal.

Ginjal menyaring sebagian besar Asam Urat dalam darah dan membuang kelebihan Asam Urat melalui air kencing. Beberapa jumlah asam juga terdapat dalam tinja. Kadar asam urat tinggi dalam darah menunjukkan bahwa

  • ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat tersebut dari darah
  • atau jumlah asam urat  yang dihasilkan dijaringan oleh tubuh terlampau tinggi.
  • Konsumsi makanan tinggi purin melebihi batas yang dapat dikompensasi tubuh
  • Diet rendah Purin,
  • penyakit Wilson (penyakit hati)
  • sindrom Fanconi (masalah dalam sekresi hormon diuretik)
  • obat-obatan tertentu seperti estrogen, glukosa, kortikosteroid, warfarin, allopurinol, obat yang diresepkan untuk menurunkan gejala gout
  • kehamilan

Manfaat Pemeriksaan Asam Urat

Tes darah dapat membantu mengukur dan memantau kadar Asam urat dalam darah. Pemeriksaan ini dapat membantu mendiagnosa Gout. Tes urin dengan urinalisis dapat digunakan untuk mendeteksi gangguan ginjal akibat batu ginjal asam urat.

Pemeriksaan atau tes ulang Asam Urat membantu Anda mengetahui apakah obat yang diresepkan bekerja atau tidak. Seringkali, dokter harus memantau kadar asam urat darah dari pasien yang menjalani kemoterapi atau terapi radiasi karena efek dari kemoterapi dan radiasi dapat membunuh sel-sel kanker sebagai konsekuensiya dapat meningkatkan asam urat.

Prosedur Tes Asam Urat

Berdasarkan sampel pemeriksaannya, secara umum ada dua metode yang bisa dilakukan untuk mengukur kadar asam urat dalam tubuh:

Sampel darah

Sebelum melakukan tes darah biasanya dokter akan meminta kita untuk berpuasa (tidak makan dan minum) sekitar 4 jam sebelum tes asam urat dilakukan. Selanjutnya, akan dilakukan pengambilan sampel darah dari pembuluh darah vena, umumnya pada lipatan lengan.

Prosedur pengambilan darah hanya berlangsung beberapa menit, lalu setelah itu bisa pulang. Sampel darah akan diperiksa di laboratorium, dan hasilnya bisa diambil dalam waktu beberapa jam hingga 1-2 hari.

Selain itu, ada juga tes asam urat yang dapat memberikan hasil dalam waktu cepat dan hanya menggunakan alat nirkabel yang sangat praktis. Tes ini dilakukan dengan menusukkan jarum kecil pada ujung jari, kemudian meneteskan darah yang keluar ke ujung alat periksa. Hasil tes akan muncul pada monitor dalam waktu beberapa menit.

Meski praktis dan cepat, pemeriksaan ini hanya bersifat skrining dan bukan diagnostik. Artinya, tes asam urat dengan cara ini hanya memberikan gambaran bagaimana kadar asam urat dalam tubuh. Jika hasilnya meningkat, Anda dianjurkan untuk memastikan kembali ke dokter di rumah sakit atau laboratorium.

Sampel urine

Tes asam urat ini dilakukan menggunakan sampel urine. Anda biasanya akan diberi wadah untuk menampung urine selama 24 jam. Isilah wadah tersebut dengan cara berikut:

  • Pada pagi hari, langsung buang air kecil (BAK) setelah bangun tidur. Urine pertama ini tidak perlu ditampung, tapi catat jam berapa Anda BAK.
  • Selanjutnya, tampung semua urine yang Anda keluarkan dalam 24 jam. Catat waktu setiap BAK dan selalu simpan kembali wadah penampung urine di kulkas atau kotak es.
  • Setelah berhasil mengumpulkan sampel urine selama 24 jam, serahkan wadah berisi urine ke laboratorium untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan bisa Anda dapatkan dalam waktu beberapa hari.

Beberapa tes diagnostik lainnya untuk asam urat di antaranya adalah:

  1. Tes cairan sendi, pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil cairan sendi yang bengkak menggunakan jarum suntik.
  2. Rontgen dengan sinar-X, apabila dicurigai menderita kondisi ini, penderita perlu melakukan rontgen untuk melihat lebih jauh penyebab peradangan yang terjadi pada sendi.
  3. CT-scan, pemeriksaan ini dapat mendeteksi di mana lokasi tumpukan kristal berada, meskipun tidak menimbulkan gejala.

***

Lantaran begitu banyak manfaatnya untuk kesehatan, itulah kiranya betapa penting kita melakukan tes asam urat. Apalagi bagi mereka yang masuk ke dalam golongan berisiko tinggi. Jadi, jangan sungkan untuk mendatangi fasilitas kesehatan untuk mengecek asam urat Anda.

Read More
Penyakit

Teratoma

Teratoma adalah salah satu jenis tumor yang melibatkan jaringan dan organ seperti gigi, tulang, dan otot. Teratoma biasanya terjadi pada bagian tulang ekor, ovarium, dan testis. Teratoma juga tidak menutup kemungkinan untuk muncul di bagian tubuh lain.

Orang-orang yang biasanya mengalami teratoma adalah wanita yang berusia di atas 45 tahun, namun tumor tersebut juga bisa terjadi pada bayi yang baru lahir, anak-anak, dan orang dewasa.

Jenis Teratoma

Secara umum, teratoma dibagi menjadi dua jenis, antara lain:

  • Teratoma matur

Teratoma matur adalah jenis teratoma yang terjadi di dalam tubuh manusia, namun biasanya jinak dan tidak dapat memicu kanker. Meskipun demikian, teratoma matur bisa terjadi kembali, bahkan jika seseorang telah menjalani operasi.

  • Teratoma imatur

Teratoma imatur adalah jenis teratoma yang terjadi di dalam tubuh manusia dan bisa memicu kanker. Teratoma imatur diklasifikasikan menjadi:

  • Cystic, teratoma yang berbentuk kantong dan memiliki cairan.
  • Solid, teratoma yang memiliki jaringan padat dimana keadaannya tidak tertutup.
  • Mixed, gabungan antara cystic dan solid.

Gejala

Pada awalnya, seseorang tidak merasakan gejala apapun, namun akan mengalami gejala tergantung lokasi yang terjadi. Gejala-gejala yang biasanya dialami penderita teratoma adalah sebagai berikut:

  • Rasa nyeri.
  • Pembengkakan.
  • Pendarahan.
  • Kadar alpha-fetoprotein (AFP) meningkat.
  • Kadar hCG meningkat.

Selain gejala yang disebutkan di atas, gejala yang dialami penderita bervariasi, namun tergantung lokasinya. Berikut yang kemungkinan dialami penderita:

  • Teratoma tulang ekor

Teratoma tulang ekor adalah jenis teratoma yang terjadi pada bayi dan anak-anak. Teratoma tulang ekor merupakan jenis teratoma yang sangat langka dimana hanya 1 dari 40.000 bayi atau anak yang berpotensi mengalami masalah ini.

Gejala yang dialami penderita teratoma tulang ekor adalah konstipasi, nyeri perut, nyeri ketika buang air kecil, pembengkakan pada bagian alat kelamin, dan kaki terasa lemah.

  • Teratoma ovarium

Teratoma ovarium dapat menimbulkan rasa nyeri pada bagian perut kiri atau kanan yang disebabkan oleh tumor yang berkembang. Sebagian orang yang mengalami teratoma ovarium juga merasa sakit kepala intens sehingga mereka kehilangan orientasi.

  • Teratoma testis

Gejala yang dialami penderita teratoma testis adalah pembengkakan pada testis. Orang-orang yang berusia antara 20 hingga 30 tahun sering mengalami teratoma testis.

Penyebab

Teratoma terjadi karena seseorang mengalami kelainan pada proses pertumbuhan sehingga sel di dalam tubuh berkembang tidak normal. Teratoma juga bisa terjadi karena sel germinal tubuh yang berkembang saat dalam kandungan.

Cara Untuk Menyembuhkan Teratoma

Teratoma dapat disembuhkan dengan cara berikut:

  • Teratoma tulang ekor

Jika teratoma tulang ekor terjadi saat berada dalam kandungan, dokter akan mendiagnosis apakah teratoma akan membesar atau tidak. Jika kecil, maka pasien dapat melakukan persalinan normal.

Jika pasien mengalami pertumbuhan teratoma, maka mereka perlu menjalani persalinan caesar. Dokter akan mengambil teratoma melalui prosedur operasi. Setelah itu, kondisi pasien perlu dipantau jika ada kemungkinan teratoma untuk tumbuh kembali dalam waktu 3 tahun.

  • Teratoma ovarium

Dokter akan melakukan prosedur operasi laparoskopi jika tumor pasien kecil. Namun, risiko yang dialami adalah tumor pecah dan mengeluarkan material sehingga terjadi peradangan pada dinding perut.

  • Teratoma testis

Dokter akan melakukan prosedur operasi jika pasien mengalami teratoma testis yang bersifat kanker. Pilihan lain yang dapat dokter coba adalah kemoterapi.

Walaupun teratoma merupakan salah satu penyakit yang langka dan bersifat jinak, ada kemungkinan bahwa pasien akan mengalami teratoma dalam waktu tertentu sehingga dokter perlu mengawasi kondisi mereka.

Read More

Kanker Lidah: Bagaimana Cara Mengatasinya?

Salah satu jenis penyakit kanker yang diderita oleh manusia adalah kanker lidah. Kanker lidah merupakan penyakit dimana sel-sel kanker memicu dan menyebar ke seluruh lidah yang dilalui secara bertahap.

Kanker lidah terjadi di dua tempat, antara lain di ujung lidah dan di pangkal lidah. Kanker lidah bisa dideteksi ketika menyebar ke kelenjar getah bening di bagian leher. Kanker lidah pada umumnya terjadi pada orang dewasa, namun orang yang berusia lebih dari 40 tahun memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker lidah.

Tahap Kanker Lidah

Sel kanker berupa tumor berperan dalam menyerang lidah sehingga manusia merasa kesulitan untuk menggerakan mulut. Kanker lidah terdiri dari 4 tahap, antara lain:

  1. Tahap pertama

Tahap ini terjadi dari bagian depan lidah dimana tumor mulai dibentuk dan ukuran awal mencapai 2 cm.

  • Tahap kedua

Tahap kedua terjadi ketika tumor tumbuh antara 2 hingga 4 cm.

  • Tahap ketiga

Tahap ketiga terjadi ketika tumor tumbuh lebih dari 4 cm.

  • Tahap keempat

Tahap keempat terjadi ketika tumor berukuran lebih dari 4 cm, namun bervariasi. Selain itu, sel-sel kanker mencapai getah bening.

Gejala

Gejala yang ditimbulkan oleh kanker lidah beragam. Gejala tersebut antara lain:

  • Bercak merah atau putih pada lidah.
  • Benjolan atau luka pada lidah.
  • Rasa nyeri di bagian lidah.
  • Suara serak.
  • Sakit tenggorokan.
  • Penebalan pada lapisan mulut.
  • Kesulitan dalam menggerakan rahang.
  • Rasa sakit pada bagian leher dan telinga.

Penyebab

Kanker lidah terjadi karena kebiasaan manusia sehari-hari, antara lain:

  • Merokok.
  • Minuman beralkohol.
  • Kurangnya perawatan pada bagian mulut berupa gigi dan gusi.
  • Penyakit keturunan.
  • Infeksi human papillomavirus (HPV).
  • Paparan kimia seperti asam sulfat.
  • Kurangnya nutrisi pada tubuh.
  • Daya tahan tubuh yang lemah.

Diagnosis

Sebelum menentukan cara untuk mengatasi kanker lidah, Anda sebaiknya melakukan diagnosis jika terindikasi penyakit tersebut atau tidak. Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik perlu dilakukan dengan teliti dari mulut hingga tenggorokan. Anda bisa langsung konsultasikan atau minta pemeriksaan fisik dengan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan bisa dilakukan untuk mengetahui seberapa parah penyakit kanker lidah yang tersebar pada tubuh manusia. Tes pencitraan meliputi CT scan dan MRI.

  • Biopsi

Biopsi dapat dilakukan dengan dua cara, antara lain biopsi sikat atau biopsi jaringan. Biopsi sikat dilakukan dengan menyikat bagian lidah yang terindikasi sel kanker. Biopsi jaringan meliputi pemotongan tumor di bagian lidah.

Perawatan

Setelah melakukan diagnosis, dokter akan menyarankan perawatan apa yang tepat untuk dijalani. Contohnya bisa dengan operasi, namun ini bergantung pada seberapa parah atau banyaknya tumor yang ada di bagian lidah. Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan dengan sebagai berikut:

  1. Radioterapi

Radioterapi meliputi sinar X-ray untuk membunuh sel kanker. Perawatan melalui radioterapi biasanya berlangsung selama beberapa minggu.

  • Kemoterapi

Kemoterapi berperan dalam menghancurkan kanker dengan sitotoksik. Beberapa orang menjalankan perawatan ini untuk mengecilkan kanker.

  • Obat kanker

Salah satu obat yang tepat untuk mencegah kanker adalah obat imunoterapi. Obat tersebut tidak hanya melawan sel-sel kanker, namun juga merangsang sistem kekebalan tubuh.

Pencegahan

Selain perawatan di atas, Anda juga perlu ubah gaya hidup agar mencegah terjadinya kanker lidah. Pola gaya hidup yang bisa Anda lakukan antara lain:

  • Perbanyak minum air mineral untuk mencegah dehidrasi dan kanker lidah. Jangan konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Ubah kebiasaan merokok dengan pola hidup yang sehat seperti berolahraga.
  • Anda sebaiknya secara rutin menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi dan pakai obat kumur bila perlu.
Read More

Apa Saja Penyebab Hasil Elektrokardiografi Tidak Normal?

Elektrokardiografi, atau terkadang disebut elektrokardiogram dan EKG, merupakan tes mudah dan cepat yang dilakukan dokter untuk mengukur aktivitas jantung Anda. Tes ini dapat membantu dokter untuk mencari penyebab kondisi gangguan kesehatan jantung. Terkadang, pembacaan EKG yang tidak normal sesungguhnya hanya variasi normal ritme jantung Anda. Dalam kasus lain, pembacaan EKG yang tidak normal tersebut dapat disebabkan karena gangguan kesehatan jantung dan reaksi pada obat-obatan tertentu. Pembacaan tes EKG merupakan alat diagnosa yang sangat membantu. Saat dokter sudah mengidentifikasi penyebab kondisi tersebut, mereka dapat menyarankan perawatan yang dibutuhkan oleh pasien.

Hasil-hasil EKG

Bagi orang awam, hasil elektrokardiografi hanyalah sekumpulan garis yang tidak memiliki arti. Namun masing-masing garis tersebut berhubungan dengan sinyal elektrik yang dikirim jantung. Dokter tahu bagaimana membaca dan mengartikan garis tersebut, yang memberikan mereka informasi kondisi jantung secara keseluruhan. Dokter atau petugas medis profesional akan memasang elektroda ke kulit pasien, biasanya pada 10 titik berbeda di dada dan kaki. Masing-masing detak jantung akan mengirimkan impuls elektrik. Elektroda ini akan mengambil impuls ini dan merekam aktivitas dalam bentuk gelombang pada grafik. Semua ini terjadi hanya dalam sekejap, yang mana membuat EKG sangat penting. EKG dapat menangkap semua detail kecil tersebut dan merekamnya, sehingga dokter akan dapat menganalisanya.

Hal apa saja yang menyebabkan EKG tidak normal?

Elektrokardiografi yang tidak normal berarti ada sesuatu yang tidak disangka terjadi pada pembacaan EKG. Namun perlu diingat bahwa hal ini tidak serta merta berarti ada tanda-tanda jantung yang tidak sehat. Misalnya saja, pada tahun 2015, para peneliti menemukan bahwa atlit olahraga yang kompetitif memiliki pembacaan EKG yang tidak normal secara teratur. Pada peneliti mengindikasikan kebanyakan dari hasil tersebut tidak berbahaya dan hanya dikarenakan adaptasi seseorang terhadap olahraga. Akan tetapi, para atlit tersebut masih tetap dipanggil untuk mendapatkan pemeriksaan penuh untuk memeriksa apakah ada faktor risiko lain. Selain itu, pembacaan EKG tidak normal juga dapat disebabkan karena:

  • Detak jantung yang tidak teratur

EKG akan mengambil ketidakteraturan apapun pada detak jantung seseorang. Jantung manusia biasanya berdetak sekitar 60 hingga 100 detak jantung setiap menitnya. Jantung yang berdetak terlalu cepat atau lebih lambat dapat mengindikasi adanya kondisi tertentu. Dokter akan melakukan tes tambahan untuk menemukan penyebabnya.

  • Ritme jantung yang tidak teratur

Meskipun akan berbeda setiap orangnya, setiap jantung memiliki ritme yang stabil. Seseorang mungkin akan merasakan perubahan ritme, misalnya detak jantung yang terlewat atau seakan jantung berdebar. EKG akan membantu dokter untuk melihat di mana dan bagaimana jantung berdetak tidak sesuai dengan ritmenya, namun hanya akan merekam ketidakteraturan tersebut apabila hal ini terjadi pada saat tes dilakukan. Karena hal ini mungkin tidak akan terjadi, dokter akan merekomendasikan monitor Holter yang akan mengawasi aktivitas jantung selama 24 jam atau lebih. Hal ini akan memberikan dokter kesempatan yang lebih baik dalam melihat ketidakteraturan tersebut.

  • Tekanan darah tinggi dan serangan jantung

Aspek lain dari serangan jantung dapat menyebabkan EKG yang tidak normal. Misalnya saja, orang-orang dengan tekanan darah tinggi akan lebih sering memiliki pembacaan EKG yang tidak normal.

Elektrokardiografi merupakan prosedur tidak invasif dan bebas risiko. Prosedur ini tidak mengirim listrik apapun ke dalam tubuh Anda dan tidak menyebabkan rasa sakit. Prosedur ini merupakan alat yang penting untuk mendiagnosa suatu kondisi yang mempengaruhi jantung.

Read More
Penyakit

Pengobatan Alternatif Alami Penyakit Influenza

Penyakit influenza, atau biasa dikenal dengan sebutan “flu”, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Karena disebabkan oleh virus, antibiotik tidak akan bisa menyembuhkan penyakit ataupun mencegah penyakit ini. Namun, gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit influenza dapat dikurangi dengan mendapatkan banyak istirahat, minum banyak air, dan menggunakan pengobatan alternatif rumahan. Gejala-gejala tersebut seperti hidung meler, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, tubuh yang terasa sakit, dan demam. Artikel ini akan membahas alternatif apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sekaligus mengurangi gejala influenza.

Zinc

Sebuah studi menunjukkan suplemen zinc dapat membantu memperpendek dan mengurangi gajala influenza. Para ahli meyakini hal ini dikarenakan zinc dapat mencegah virus badak, virus penyebab influenza, untuk mereplikasi diri di dalam tubuh. Anda dapat mengonsumsi zinc dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirup. Namun pastikan untuk mengikuti anjuran resep yang ada pada kemasan. Terlalu banyak mengonsumsi zinc dapat menyebabkan pusing dan sakit perut. Zinc banyak ditemukan di apotek terdekat. Zinc juga banyak ditemukan pada bahan makanan seperti daging merah, kerang, kacang, telur, dan produk-produk berbahan susu.

Madu

Madu memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melawan bakteri dan virus. Sebuah studi menemukan bahwa madu efektif dalam meredakan batuk yang disebabkan oleh influenza pada anak berusia di atas 1 tahun. Anak-anak berusia di bawah 1 tahun tidak boleh mendapatkan asupan madu karena dapat meningkatkan risiko anak terkena botulisme. Anda dapat mencampur sedikit madu ke dalam air panas untuk meredakan sakit tenggorokan.

Teh rempah

Beberapa rempah memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang alami. Adas manis adalah rempah berbentuk bintang yang sering digunakan untuk diambil ekstrak oseltamivir-nya. Oseltamivir fosfat (atau lebih dikenal dengan sebutan Tamiflu) adalah sebuah obat resep yang digunakan untuk mencegah sekaligus mengobati penyakit influenza dengan cepat. Sifat antivirusnya efektif melawan berbagai jenis virus flu. Rempah lain seperti teh hijau juga memiliki manfaat antioksidan dan melawan kuman. Teh rempah dapat membantu tubuh dalam melawan virus flu. Selain itu, teh rempah yang panas dapat melegakan tenggorokan dan sinus. Anda dapat membuat teh rempah pelawan influenza dengan mencampur teh hijau atau hitam, adas manis, kunyit, jahe, bawang putih, dan cengkeh. Untuk memberi rasa manis, tambahkan madu alami. Madu dan royal jelly dipercaya memiliki sifat antivirus dan antibakteri.

Bawang Putih

Bawang putih dapat membantu tubuh melawan demam dan influenza karena kemampuan antibakteri dan antivirusnya. Sebuah studi menemukan orang-orang yang mengonsumsi suplemen bawang putih selama 3 bulan jarang terkena demam. Bawang putih telah lama digunakan sebagai obat alternatif rumahan untuk demam dan influenza. Anda bisa mengonsumsinya langsung, digunakan sebagai tambahan makanan, atau dimakan dalam bentuk suplemen. Bawang putih juga aman untuk dikonsumsi (kecuali bagi mereka yang memiliki alergi terhadap bahan makanan ini).

Vitamin D

Vitamin D-3 dapat menjadi suplemen yang berguna untuk mencegah atau mengurangi risiko terkena demam. Penelitian menemukan hubungan antara suplemen vitamin D dan berkurangnya jumlah penderita influenza pada mahasiswa.

Dengan mengonsumsi bahan pengobatan alternatif rumahan di atas, Anda dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan influenza dan mencegah risiko terkena penyakit ini. Selain itu, saat terkena influenza, Anda perlu banyak istirahat, banyak tidur, dan minum air putih untuk mengurangi gejala-gejala flu yang ditimbulkan.

Read More
Penyakit

Agar Tidak Salah Penanganan, Pahami Perbedaan Fakta dan Mitos Mengenai Sembelit

Sembelit atau konstipasi merupakan masalah pencernaan yang sangat umum terjadi. Tidak heran jika banyak sekali asumsi mengenai penyebab, penanganan, dan pencegahan sembelit yang tersebar di masyarakat. Namun, Anda perlu lebih waspada dalam membedakan yang mana informasi fakta, dan mana yang hanya berupa mitos.

Mitos Sembelit

1. Buang Air Besar Seharusnya Setiap Hari
Perlu dipahami bahwa setiap orang memiliki metabolisme dan kerja organ tubuh yang berbeda. Itulah sebabnya frekuensi buang air besar seseorang tidak akan sama dengan orang lain. Beberapa di antara mereka ada yang terbiasa buang air tiga kali sehari atau bahkan tiga kali seminggu. Anda sendiri yang mengetahui bagaimana frekuensi buang air besar normal yang biasa Anda lakukan. Namun, jika sembelit terjadi, biasanya frekuensi akan semakin berkurang dan ada rasa tidak nyaman di perut.

2. Sembelit Dapat Menjadi Racun
Beberapa orang percaya bahwa sembelit menyebabkan tubuh menyerap zat beracun dalam tinja yang menyebabkan penyakit seperti radang sendi, asma, hingga kanker usus besar. Hal ini adalah mitos, sebab tidak ada bukti yang mengungkap bahwa feses dapat menghasilkan racun. Perlu dipahami pula, sembelit atau konstipasi itu sendiri bukan penyakit, melainkan masalah pencernaan.

3. Sembelit Hanya Membutuhkan Banyak Serat
Memang benar bahwa kebanyakan orang yang mengalami susah buang air besar akan dianjurkan untuk makan lebih banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan makanan nabati lainnya. Tidak heran jika seseorang yang sembelit akan menambahkan serat pada kombinasi makanannya secara bertahap. Namun, jika sembelit masih belum juga terselesaikan, mungkin ada alasan lain yang menjadi penyebab sembelit seperti kondisi medis atau efek samping dari beberapa obat.

4. Semua Serat Memiliki Manfaat Sama
Ada dua macam serat yang harus Anda ketahui, yaitu serat yang larut dan serat yang tidak larut. Serat yang tidak larut akan menambah jumlah kotoran pada tinja dan membantu melewati usus Anda lebih cepat. Contoh serat ini berasal dari roti gandum, pasta, dan sereal. Sedangkan, serat yang larut larut dalam air dapat berupa kacang-kacangan dan beberapa makanan nabati lainnya.

5. Menahan Buang Air Besar Tidak Akan Berbahaya
Apakah Anda merasa terlalu sibuk untuk sekedar menyempatkan diri ke toilet? Mengabaikan dorongan dan keinginan buang air besar dapat membuat Anda secara fisik tidak nyaman dan berisiko menyebabkan atau memperburuk sembelit. Jadi, jangan pernah mengabaikan rasa dan dorongan untuk buang air besar kapan pun Anda merasakannya.

6. Minum Kopi Adalah Solusi yang Baik
Kafein memang dapat berperan dalam merangsang otot-otot sistem pencernaan untuk berkontraksi dan menyebabkan buang air besar. Namun, kafein memiliki efek samping membuat tubuh menjadi dehidrasi. Itulah sebabnya kopi sangat tidak disarankan bagi Anda yang sedang sembelit.

Fakta Sembelit

1. Permen Karet yang Tertelan Bisa Menghambat
Jika Anda pernah dilarang untuk menelan permen karet karena khawatir menempel dan menghambat di lambung atau usus, hal ini dapat menjadi benar adanya. Pasalnya, beberapa kasus orang yang menelan permen karet dalam jumlah besar atau banyak mengalami hambatan dalam saluran pencernaan. Penyumbatan ini yang nantinya dapat menyebabkan sembelit. Meskipun begitu, sesekali menelan permen karet tidak akan terlalu berbahaya karena dapat dikeluarkan sebagaimana makanan lainnya.

2. Liburan Dapat Menimbulkan Masalah
Melakukan sebuah perjalanan dapat mengubah rutinitas dan diet harian Anda. Saat Anda pergi, perbanyaklah minum air dan pastikan tubuh bisa tetap aktif bergerak. Hal ini penting untuk mencegah sembelit terjadi selama perjalanan. Selain itu, sering-seringlah melakukan peregangan, batasi konsumsi alkohol dan kafein, serta perbanyak asupan buah dan sayur. Jangan terlalu bergantung pada makanan cepat saji.

3. Sembelit Karena Perubahan Mood

Depresi dapat memicu sembelit atau bahkan memperburuknya. Mengurangi stres melalui meditasi, yoga, biofeedback, dan teknik relaksasi dapat membantu Anda mengatasinya. Akupresur atau pijat shiatsu juga cukup direkomendasikan. Anda dapat memijat perut Anda untuk melemaskan otot-otot dan mendukung usus dalam bekerja.

4. Obat-obatan Dapat Menjadi Penyebab
Sebagian obat pereda rasa sakit, depresi, tekanan darah tinggi, dan penyakit Parkinson dapat memberikan efek samping berupa sembelit atau konstipasi. Selain itu, suplemen kalsium dan zat besi juga berdampak pada susah buang air besar. Jika ini terjadi pada Anda lakukan konsultasi pada dokter untuk mendapat arahan mengenai penggunaan obat yang tepat.

5. Minum Lebih Banyak Air Akan Membantu
Tidak hanya serat, banyak minum air putih juga dapat membuat tinja Anda lunak dan meredakan sembelit. Anda bisa mendapatkannya dari minuman atau beragam makanan yang kaya air, seperti buah-buahan dan sayuran. Batasi atau hindari asupan kafein dan alkohol, yang dapat menyebabkan dehidrasi.

6. Latihan Fisik Meredakan Sembelit
Jangan biarkan tubuh Anda terlalu lama duduk dan berdiam diri. Bergeraklah dan lakukan aktivitas fisik seperti olahraga dan senam. Dengan begitu, kerja organ dalam tubuh juga akan semakin lancar, termasuk di dalamnya pencernaan.

Read More