Penyakit

Suka Pakai Salep Antibiotik? Jangan untuk Kondisi Ini

Antibiotik tidak hanya tersedia untuk penggunaan secara oral. Penggunaan antibiotik untuk dioleskan pada luka pun tersedia dalam bentuk salep. Salep antibiotik umumnya digunakan sebagai pertolongan pertama guna mencegah infeksi yang disebabkan oleh masuknya bakteri pada daerah tubuh yang terluka. 

Anda bisa mendapatkan salep antibiotik di mana saja. Jangan heran ketika hendak membelinya di apotek, apoteker mungkin akan bertanya jenis salep antibiotik apa yang Anda butuhkan. Setidaknya, ada tiga jenis salep antibiotik yang umum diperjualbelikan. 

  1. Bacitracin 

Ini merupakan jenis salep antibiotik yang paling sering digunakan. Bacitracin ditujukan untuk mencegah infeksi pada luka ringan di kulit. 

  1. Polisporin 

Polisporin juga umum digunakan sebagai obat luar pada luka. Pemakaian salep antibiotik ini bertujuan mencegah terjadinya infeksi pada area luka dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri di area tersebut. 

  1. Neosporin 

Neosporin sebenarnya ampuh untuk mematikan bakteri pada area luka sehingga bisa mencegah terjadinya infeksi. Akan tetapi, jenis salep antibiotik ini jarang diresepkan oleh dokter karena cenderung menimbulkan reaksi alergi bagi penggunanya. 

Salep antibiotik bisa Anda gunakan untuk mengobati berbagai luka yang ada di kulit. Namun ketika menggunakannya, Anda juga tidak bisa sembarangan. Penggunaan pada jenis luka tertentu justru bisa memperparah kondisi tubuh Anda sekaligus memicu terjadinya infeksi. Berikut ini adalah jenis luka yang pantang diobati menggunakan salep antibiotik. 

  • Luka Besar 

Apabila ukuran luka Anda berdiameter cukup besar, mungkin lebih dari 2 sentimeter, baiknya tidak mengandalkan salep antibiotik untuk mengobatinya. Luka yang besar menandakan sudah mulai terjadinya infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan salep antibiotik justru dapat memperparahnya. 

  • Luka yang Terus Berdarah 

Pernah tidak Anda mengalami luka yang terus mengalirkan darah? Jika pernah dan mengalaminya lagi, baiknya Anda mencari cara pengobatan lain selain menggunakan salep antibiotik. Pasalnya, darah yang terus mengalir membuat area luka tidak steril dan bisa menyebabkan komplikasi jika Anda memaksakan penggunan antibiotik untuk mengobatinya. Anda baru bisa mengoleskan salep ke area luka apabila darah sudah berhenti. 

  • Luka Dalam 

Luka dalam memerlukan perawatan yang lebih serius. Anda tidak bisa mengandalkan salep antibiotik untuk mengobatinya. Ini karena jenis salep tersebut hanya sebagai pertolongan pertama. Baiknya jika mengalami luka dalam, Anda segera ke dokter untuk memperoleh penanganan yang lebih tepat. 

  • Luka Bakar 

Berhati-hati pulalah menggunakan salep antibiotik pada luka bakar. Tidak semua luka bakar cocok ditangani dengan antibiotik. Pasalnya, ketika luka bakar cukup besar dan dalam hingga merusak jaringan lapisan kulit, bakteri sudah terlanjur masuk dan menginfeksi sehingga tidak mampu ditangani oleh salep antibiotik. 

  • Gigitan Hewan 

Apakah bisa salep antibiotik mengobati luka yang disebabkan oleh gigitan hewan, seperti dari serangga bahkan gigitan anjing? Jawabannya, tidak! Gigitan hewan cenderung mengandung virus yang tidak bisa ditangani oleh antibiotik. Anda baiknya segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami luka akibat gigitan hewan. 

  • Cedera Mata 

Mata merupakan bagian tubuh yang sangat sensitif. Pemberian benda asing bisa saja merusak organ mata Anda, mungkin termasuk salep antibiotik. Jangan pernah berpikir untuk mengoleskan salep antibiotik ke mata Anda ketika mengalami cedera di dekat area mata. Pasalnya, risiko kerusakan mata bisa mengintai sangat dekat. 

  • Luka Robek Besar 

Ada beberapa jenis luka robek yang menyebabkan kulit menganga lebar. Kondisi ini mesti ditangani dengan menjahit area luka agar tertutup sempurna. Anda tidak bisa mengandalkan penggunaan salep antibiotik untuk jenis luka yang satu ini. 

*** 

Anda bisa saja menyediakan salep antibiotik di rumah sebagai bahan pertolongan awal jika terjadi luka pada Anda maupun keluarga. Namun, jika memang kondisi luka tidak bisa ditangani dengan antibiotik, baiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*