Wajib Tahu, Ini 5 Penggolongan Obat di Indonesia

Pernahkan Anda kesulitan membeli obat di apotek tanpa resep dokter? Namun di waktu yang berbeda, Anda bisa membeli berbagai obat di apotek, meskipun tidak ada resep dokter di kantong. Tidak perlu heran. Perlu tidaknya resep dokter untuk membeli obat di apotek sangat bergantung dengan penggolongan obat yang hendak Anda beli.

Macam-macam penggolongan obat dibuat berdasarkan tingkat risiko dari pemakaian obat tersebut. Semakin tinggi tinggi risikonya, semakin sulit pula obat tersebut didapatkan secara bebas di toko obat maupun apotek.

Tiap negara biasanya memiliki aturan sendiri mengenai penggolongan obat di wilayahnya secara spesifik, tidak terkecuali di Indonesia. Di negeri ini, setidaknya ada beberapa jenis golongan obat yang perlu Anda ketahuI berdasarkan jenis peredarannya.

Obat bebas  

Namanya obat bebas artinya Anda bisa mendapatkannya di mana saja. Tidak hanya di farmasi rumah sakit ataupu apotek, obat yang tergolong obat bebas bahkan bisa Anda peroleh di warung-warung dekat rumah Anda. Sifat obat ini hanya meringankan gejala penyakit karena itu kerap dianjurkan apabila tidak berefek segera ke dokter. Tanda obat herbal bisa Anda temukan dalam lambang lingkaran berwarna hijau dengan tepian hitam di bagian sudut kemasan obat tersebut.

Obat bebas terbatas

Penggolongan obat lainnya yang bisa Anda beli bebas di apotek dan toko obat adalah jenis obat bebas terbatas. Jenis obat ini juga tidak memerlukan resep dokter karena dinilai cukup aman dikonsumsi dalam kadar tertentu. Perbedaannya dengan obat bebas, biasanya di jenis obat bebas terbatas adalah tulisan peringatan yang menyatakan obat tersebut obat keras. Kemasan obat bebas terbatas juga memiliki tanda khusus, yaitu ada lingkaran biru dengan tepian garis hitam di salah satu bagian sudutnya.

Obat wajib apotek

Pernah tidak ketika Anda merasa tidak enak badan, kemudian apoteker di apotek tersebut menyarankan suatu obat yang tergolong obat keras, tapi tidak memerlukan resep dokter. Obat seperti itu termasuk penggolongan obat wajib apotek. Pembeliannya biasanya harus dengan persetujuan apoteker yang terdaftar. Ketika membeli jenis obat ini, biasanya apoteker akan meminta data diri Anda berikut memberi penjelasan lengkap mengenai fungsi dan risiko obat tersebut.

Obat keras

Disebut sebagai obat keras karena faktor risiko yang mengintai dari pemakaian obat tersebut. Tidak hanya bisa berefek menyembuhkan, jika salah digunakan, penggolongan obat yang berjenis keras ini justru dapat memperparah penyakit yang Anda alami dan dapat juga berujung pada kematian. Karena itulah, obat yang dulunya dikenal sebagai daftar obat G ini hanya boleh dibeli dengan resep dokter dan mesti ditebus di rumah sakit ataupun apotek terdaftar. Logo dari penggolongan obat ini sendiri saat ini harus lingkaran merah dengan tepian garis hitam. Di tengah logo lingkaran tersebut, terdapat lambang huruf K berwarna hitam pula.

Obat psikotropika dan narkotika

Psikotropika dan narkotika nyatanya juga termasuk dalam jenis obat. Hanya saja, penggunaannya sangat diawasi. Anda pun tidak bisa sembaragan memiliki obat dengan golongan psikotropika maupun narkotika. Jenis obat psikotropika ditujukan untuk memberikan manfaat pada sistem saraf. Biasanya penggolongan obat yang dilambangkan sama dengan obat keras ini diberikan pada pasien-pasien yang memiliki penyakit saraf parah. Sementara itu, jenis obat narkotika dilambangkan dengan symbol lingkaran merah dengan tepian hitam, yang bagian tengahnya terdapat palang. Narkotika sendiri ditujukan pada pasien yang memiliki keluhan sakit parah. Jenis obat ini digunakan untuk mengurangi rasi sakit dan nyeri yang dialami pasien bersangkutan.

*** Penggolongan obat di Indonesia seperti di atas merupakan ketetapkan dari Kementerian Kesehatan. Menyadari dampak dan risiko dari tiap golongan obat-obat tersebut, Anda baiknya selalu memeriksa dan bertanya jika tidak tahu kepada dokter mengenai penggolongan obat yang diberikan kepada Anda.

Read More