Hidup Sehat

Tanpa Kacamata Malam Anti Silau, Begini Cara Aman Berkendara di Malam Hari

Nyctalopia (rabun senja) atau kurangnya kemampuan mata melihat dengan baik di malam hari adalah kondisi yang bisa menyerang siapa saja. Kondisi ini akan lebih mengganggu apabila Anda sering berkendara di malam hari.

Banyak orang dengan kondisi ini memilih kacamata malam anti silau sebagai alat bantu berkendara yang aman. Didesain dengan lensa berwarna kuning dan teknologi canggih, kacamata ini diklaim mampu meningkatkan penglihatan dalam segala kondisi pencahayaan, terutama malam hari.

Cara kerja kacamata malam anti silau

Kacamata malam awalnya diproduksi untuk para pemburu sebagai kacamata tembak. Kacamata ini populer karena terbukti dapat mempertajam kontras burung terbang ketika langit dalam keadaan mendung atau berawan.

Seiring perkembangan waktu, kacamata ini mulai dipasarkan sebagai kacamata mengemudi. Masih dengan lensa berwarna kuning, beberapa diantaranya dilapisi dengan lapisan anti-reflektif (AR) atau dipolarisasi.

Kacamata malam anti silau mengurangi silau dengan cara menyebarkan dan menyaring cahaya biru. Cahaya biru memiliki panjang gelombang terpendek dengan energi terbesar, sehingga cenderung menyebabkan silau saat memasuki mata.

Kacamata mengendarai ini dijual bebas dan memiliki kualitas yang berbeda-beda. Dulu ukurannya bisa lebih besar dari kacamata pada umumnya, dan lebih mirip seperti kacamata pengaman. Namun sekarang banyak kacamata malam yang lebih trendi dengan desain yang menarik.

Anda bisa mendapatkan kacamata ini tanpa memerlukan resep dokter.

Bukannya aman, kacamata malam justru membahayakan

Sayangnya penggunaan kacamata malam anti silau justru membahayakan. Semakin gelap lensa kacamata malam, maka semakin banyak cahaya yang dicegah masuk ke mata. Hal ini dapat mengurangi visibilitas dalam kondisi minim cahaya.

Pada sebuah studi kecil tahun 2019 yang diterbitkan di jurnal JAMA Network membuktikan bahwa penggunaan kacamata malam tidak meningkatkan visibilitas terhadap pejalan kaki maupun mengurangi silau di malam hari.

Kacamata mengemudi malam justru memperlambat refleks visual sepersekian detik, membuat penglihatan di malam hari semakin memburuk, dan berpotensi membahayakan.

Menggunakan kacamata mengemudi di siang hari mungkin bisa membantu, tapi menggunakannya di malam hari bukan saran yang bagus.

Cara aman berkendara di malam hari

Dibandingkan membeli kacamata malam anti silau, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk membantu meningkatkan keamanan saat berkendara di malam hari:

  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk mengetahui kondisi mata Anda

Pada beberapa kasus penurunan penglihatan di malam hari disebabkan oleh mata rabun dan astigmatisma sehingga penting untuk selalu memperbarui resep kacamata. Pilihlah lensa kacamata berwarna bening.

  • Minta tambahan lapisan anti-reflektif pada kacamata Anda

Umumnya lensa kacamata memantulkan cahaya yang diterima. Menggunakan lensa anti-reflektif atau anti-silau akan mencegah pantulan cahaya dan membuat cahaya yang diterima mata jadi lebih banyak. Hal ini akan meningkatkan kemampuan penglihatan Anda.

  • Selalu bersihkan lensa kacamata sebelum mengemudi

Noda dapat memperkuat silau sekaligus membuat penglihatan Anda tampak buram. Penting untuk membersihkan lensa kacamata dengan lap dan cairan pembersih khusus.

  • Pastikan kaca depan mobil bebas dari noda

Sama halnya dengan lensa kacamata, noda yang menempel pada kaca mobil dapat memperburuk penglihatan Anda. Bersihkan bagian luar dan dalam kaca mobil. Jangan lupa untuk membersihkan kaca spion.

  • Jaga lampu dasbor tetap redup

Untuk menghindari ketegangan mata di malam hari, atur lampu dasbor dalam pencahayaan yang sesuai.

Catatan

Penggunaan kacamata malam anti silau bukanlah alternatif yang tepat untuk memastikan Anda berkendara dengan aman. Namun, bila Anda tetap ingin mencobanya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mata untuk menentukan keputusan yang tepat.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*