Penyakit

Teratoma

Teratoma adalah salah satu jenis tumor yang melibatkan jaringan dan organ seperti gigi, tulang, dan otot. Teratoma biasanya terjadi pada bagian tulang ekor, ovarium, dan testis. Teratoma juga tidak menutup kemungkinan untuk muncul di bagian tubuh lain.

Orang-orang yang biasanya mengalami teratoma adalah wanita yang berusia di atas 45 tahun, namun tumor tersebut juga bisa terjadi pada bayi yang baru lahir, anak-anak, dan orang dewasa.

Jenis Teratoma

Secara umum, teratoma dibagi menjadi dua jenis, antara lain:

  • Teratoma matur

Teratoma matur adalah jenis teratoma yang terjadi di dalam tubuh manusia, namun biasanya jinak dan tidak dapat memicu kanker. Meskipun demikian, teratoma matur bisa terjadi kembali, bahkan jika seseorang telah menjalani operasi.

  • Teratoma imatur

Teratoma imatur adalah jenis teratoma yang terjadi di dalam tubuh manusia dan bisa memicu kanker. Teratoma imatur diklasifikasikan menjadi:

  • Cystic, teratoma yang berbentuk kantong dan memiliki cairan.
  • Solid, teratoma yang memiliki jaringan padat dimana keadaannya tidak tertutup.
  • Mixed, gabungan antara cystic dan solid.

Gejala

Pada awalnya, seseorang tidak merasakan gejala apapun, namun akan mengalami gejala tergantung lokasi yang terjadi. Gejala-gejala yang biasanya dialami penderita teratoma adalah sebagai berikut:

  • Rasa nyeri.
  • Pembengkakan.
  • Pendarahan.
  • Kadar alpha-fetoprotein (AFP) meningkat.
  • Kadar hCG meningkat.

Selain gejala yang disebutkan di atas, gejala yang dialami penderita bervariasi, namun tergantung lokasinya. Berikut yang kemungkinan dialami penderita:

  • Teratoma tulang ekor

Teratoma tulang ekor adalah jenis teratoma yang terjadi pada bayi dan anak-anak. Teratoma tulang ekor merupakan jenis teratoma yang sangat langka dimana hanya 1 dari 40.000 bayi atau anak yang berpotensi mengalami masalah ini.

Gejala yang dialami penderita teratoma tulang ekor adalah konstipasi, nyeri perut, nyeri ketika buang air kecil, pembengkakan pada bagian alat kelamin, dan kaki terasa lemah.

  • Teratoma ovarium

Teratoma ovarium dapat menimbulkan rasa nyeri pada bagian perut kiri atau kanan yang disebabkan oleh tumor yang berkembang. Sebagian orang yang mengalami teratoma ovarium juga merasa sakit kepala intens sehingga mereka kehilangan orientasi.

  • Teratoma testis

Gejala yang dialami penderita teratoma testis adalah pembengkakan pada testis. Orang-orang yang berusia antara 20 hingga 30 tahun sering mengalami teratoma testis.

Penyebab

Teratoma terjadi karena seseorang mengalami kelainan pada proses pertumbuhan sehingga sel di dalam tubuh berkembang tidak normal. Teratoma juga bisa terjadi karena sel germinal tubuh yang berkembang saat dalam kandungan.

Cara Untuk Menyembuhkan Teratoma

Teratoma dapat disembuhkan dengan cara berikut:

  • Teratoma tulang ekor

Jika teratoma tulang ekor terjadi saat berada dalam kandungan, dokter akan mendiagnosis apakah teratoma akan membesar atau tidak. Jika kecil, maka pasien dapat melakukan persalinan normal.

Jika pasien mengalami pertumbuhan teratoma, maka mereka perlu menjalani persalinan caesar. Dokter akan mengambil teratoma melalui prosedur operasi. Setelah itu, kondisi pasien perlu dipantau jika ada kemungkinan teratoma untuk tumbuh kembali dalam waktu 3 tahun.

  • Teratoma ovarium

Dokter akan melakukan prosedur operasi laparoskopi jika tumor pasien kecil. Namun, risiko yang dialami adalah tumor pecah dan mengeluarkan material sehingga terjadi peradangan pada dinding perut.

  • Teratoma testis

Dokter akan melakukan prosedur operasi jika pasien mengalami teratoma testis yang bersifat kanker. Pilihan lain yang dapat dokter coba adalah kemoterapi.

Walaupun teratoma merupakan salah satu penyakit yang langka dan bersifat jinak, ada kemungkinan bahwa pasien akan mengalami teratoma dalam waktu tertentu sehingga dokter perlu mengawasi kondisi mereka.

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*